Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.28 Playboy yang Manis


__ADS_3

Alexandria masih Terpaku ditempatnya.


ia mengingat semua ucapan gadis yang baru saja berlalu dari hadapannya.


Terlihat sesaat gadis itu memejamkan matanya dengan rapat hingga wajahnya terasa bergetar, ada sesuatu yang sedang ia coba tahan, ada suatu hal yang tidak ingin dia perlihatkan kepada siapapun... Namun nampaknya usahanya menjadi sia-sia...sekuat tenaga ia menahannya, bulir bening diantara netra itu terus mengoyak menerobos keluar diantara pagar lentik yang berjajar indah dinetranya itu. Alexandria berlari kesebuah sudut ruang didekat tangga gedung itu... Badannya terjatuh pada sebuah kursi besi disana. Sunyi,sepi tak ada siapapun, hanya ada dirinya seorang diri dengan air matanya...


ia meraih ponselnya, terlihat memanggil seseorang dari benda pipihnya itu


..............


πŸ“± ; Hallo Bi'em, kau dimana?


πŸ“± ; iya Darling, aku lagi di kantor sewa cosmetics untuk pembicaraan soal kerja sama kita dengan product mereka yang ingin...


Β 


Belum sempat Sang managernya menyelesaikan pembicaraannya, Alexandria menyelanya....


Β 


πŸ“± ; Bi'em kau sudah tau kan berita yang beredar tentangku hari ini?


πŸ“± ; Darling....


πŸ“± ; kenapa tidak memberitahuku Bi'em?


πŸ“± : Kumohon Tenanglah dulu darling, Aku sudah menghubungi produser film itu , Dia akan membuat konfers secepatnya untuk meluruskan gosip itu. Aku tidak ingin konsentransi ujianmu terganggu dengan gosip itu Darling, itulah kenapa aku tidak memberitahu mu... Maafkan aku Darling, tapi percayalah berita itu akan segera reda.


Darling,,,apa kau menangis?? " Mendengar suara isak dibalik ponselnya


πŸ“± ; Bi'em, akan lebih menyakitkan ketika aku mendengar dan tau dari orang lain. Aku seperti orang bodoh yang tidak mengerti apapun ketika tatapan semua orang kepadaku penuh dengan cibiran...


πŸ“±; Darling, please jangan menangis... Aku akan mengurus berita itu hari ini juga. Kita bisa menghilangkan berita itu darling...


πŸ“± : Maksudmu Dengan kekuasaan Daddy , hah?


πŸ“± ; Darling,


πŸ“± ; Bahkan yang paling kutakutkan adalah ketika Daddy membaca tentang berita itu Bi'em. ...." Sesegukan lalu menutup ponselnya.


Air matanya benar-benar mengalir deras sekarang. jika saja kalian tau bukan karena gosip skandal yang menjatuhkannya itu yang membuat dadanya terasa sesak... Yang paling ditakutkan gadis ini adalah jika orang-orang yang paling disayanginya terluka, bersedih, kecewa, dan menghawatirkannya. ...


Derrtt.....dertt..derrt..... πŸ“²


πŸ“± ;Hallo....


πŸ“± ; Cantikku, kau dimana? Aku melihat ada pemberitaan skandal tentangmu ..


πŸ“± ; Aku dikampus Kev. Egmm...Ya, aku sudah melihat berita itu, dan tidak papa. Aku Baik-baik saja


πŸ“± : aku tau Mulutmu akan selalu berkata demikian. Dimana kampusmu? Aku ingin bertemu denganmu


πŸ“± ; IUA


πŸ“± ; hah?? Maksud mu International university of Asia??


πŸ“± ; Egmm..


πŸ“± ; Aooh,,, kampus ku juga IUA. kau berada digedung berapa sekarang??


πŸ“± ; Kau juga kuliah disini? ... Aku digedung A lt 11 ,


πŸ“± : Oke, Tunggu aku disitu. .


panggilan telepon keduanya pun berakhir.


Alexandria kembali meletakkan ponselnya, lalu terlihat gadis cantik itu menyeka sisa bulir air mata dikedua matanya. Dadanya masih terasa sesak, kepalanya juga terasa berat, sebenarnya ingin rasanya ia meluapkan semuanya saat ini agar beban itu berkurang, namun justru helaan nafas yang dalam dan lengkung senyum dibibirnya yang ia lukis... Ya, ia akan merasa lebih baik ketika ia masih bisa tersenyum ...

__ADS_1


" Aihhh,,,,lihat siapa ini. Aku tidak berfikir akan menemukanmu disini. Apa yang kamu lakukan ditempat sepi seperti ini Nona Alexandria...hegmm?? " Ucap seorang lelaki yang tiba-tiba muncul dari Tangga dan langsung berdiri di hadapan Alexandria


" Kamu...


" Aaa...iya betul. Aku Albert. Pasti masih mengingat wajah tampanku ini kan?" Sambil tersenyum canda dan duduk disisi Alexandria


" Apa yang kamu lakukan disini? Fakultasmu tidak digedung lantai ini..." Sambil menatap kearah Albert yang sedang memetik beberapa nada dari Gitar yang berada ditangannya


"Emm aku hanya kebetulan lewat saja dan melihatmu duduk sendirian disini. Dan sepertinya aku datang diwaktu yang tepat. Lihat ini, kenapa matamu memerah, Apa kamu habis menangis" Sambil menelisik menatap kedua mata gadis dihadapannya


" Aku....


" Ayo ikut aku" Sambil menarik tangan Alexandria


"Aaaghhh,,, kau mau membawaku kemana? " Sambil tertatih mengikuti langkah kaki lelaki yang menarik tangannya...


Albert tidak menjawab apapun, hanya melempar sebuah senyum kearah gadis itu, yang seolah menyiratkan "percayalah padaku"


Setelah berjalan dengan menggenggam tangan gadis itu, Albert berhenti disebuah jembatan Taman yang berada di belakang gedung itu...


" Aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu , " Ucap Albert kepada Alexandria lalu mulai memetik gitarnya...



🎸When I find myself in times of trouble, Mother Mary comes to me


Speaking words of wisdom, let it be


And in my hour of darkness she is standing right in front of me


Speaking words of wisdom, let it be


Let it be, let it be


Let it be, let it be


Let it be


And when the broken hearted people living in the world agree


There will be an answer, let it be


For though they may be parted, there is still a chance that they will see


There will be an answer, let it be


Let it be, let it be


Let it be, let it be...


" Bagaimana, Apa suaraku bagus?"


"Egm. Suara kamu bagus,lagunya juga bagus"


"Bukankah Akan lebih bagus kalau kamu tersenyum Tuan putri " Dengan senyum menggoda kepada Alexandria



" Kamu pasti suka merayu semua wanita dengan cara seperti ini "


"Haha... Tidak semua. Hanya wanita yang cantik saja "


"Apa Anda juga sedang merayuku saat ini Tuan Albert? "


" Aku sudah katakan hanya merayu wanita yang cantik. Apa anda berfikir anda itu cantik Nona Alexandria?" Sambil tersenyum mengejek


Alexandria terkekeh mendengar jawaban pria dihadapannya itu .... Lalu ia berhenti dari kekehannya ketika melihat Albert tersenyum lebar sambil memperhatikannya.

__ADS_1


"Kenapa kamu menatapku dengan tersenyum begitu?" Tanya Alexandria


"Aku sedang senang, makannya tersenyum "


"Apa yang membuatmu senang? "


" Karena bisa melihatmu tertawa seperti barusan "


"Hhhh...pantas saja Banyak terdengar berita bahwa para Duta kampus IUA sering mengencani para mahasiswi. pasti karena kepandaiannya merayu wanita "


"Dan kamu mempercayainya? Hhh itu memang Rumor yang selalu panas diberita kampus "


" Bukankah itu sebuah Fakta, bukan sekedar Rumor Tuan Albert? "


"Hhmm , Di IUA ada 14 jurusan mata kuliah. Dan kurang lebih ada sekitar 20 Duta Kampus. Apa berarti ke 20 pria itu seperti yang tersebar oleh rumor tersebut? "


Alexandria tidak memberi jawaban, hanya Menatap dengan senyum tipis kearah pria dihadapannya itu


" Akan kuberitahu . Orang yang pertama, Yang pasti sangat kau kenal yaitu Bryan. Dia Duta kampus dr Fk.Hukum Hukum, pengacara Muda yang Hebat dan berwajah Tampan, Meski Sikapnya Dingin , Tapi ia sangat populer di IUA dan banyak digilai oleh Mahasiswi juga wanita diluar sana. Tetapi sampai saat ini bahkan aku tidak pernah melihatnya mengencani seorang wanita pun. Kedua dr Fk.kedokteran ada Dave, Siapa wanita yang tidak mau dengan seorang dokter muda sepertinya, Tampan,kalem, cerdas, terlebih Sikapnya sangat hangat dan ramah. Tapi kenyataannya Hatinya kosong . Tak seorangpun wanita yang bisa Memasukinya. Ah, atau mungkin mereka berdua memang tidak normal " Dengan tertawa kecil


"selanjutnya Dari Fk.music dan kesenian ada Daniel, dia Putra wakil rektor, Selalu memasang muka good Boy, tapi kenyataannya bisa mengencani beberapa wanita dalam waktu yang bersamaan. Ada lagi Kenzo dari Fk.Sains dia pria yang cukup baik, pintar, Wajahnya juga Tampan. Terlebih dia adalah....


" Cukup. saya hanya menunggu anda membicarakan seorang Duta kampus dari Fk.ilmu sosial dan politik Tuan Albert... Bagaimana dia?" Potong Alexandria Sambil tersenyum kearah pria yang sedang ada dihadapannya


"Dia.....


. Brengsek "


Sesaat keduanya saling terdiam dalam tatapan mata yang saling bertemu, lalu tiba-tiba Albert terkekeh


" Kenapa Wajah anda serius sekali Tuan putri Alexandria,,hegmm?? "


"Kau sedang bercanda ?"


"Hehe... Tidak sepenuhnya."


"Banyak yang mengatakan saya ini adalah playboy,Buaya,perayu,suka mainin perasaan cewek, suka gonta ganti pasangan, dan yang lainnya.


Kukatakan kebenarannya Aku tidak perlu merayu untuk mendapatkan mereka, mereka yang lebih dulu menawarkan diri kepadaku. Aku juga tidak pernah ingin mempermainkan siapapun, hanya saja aku membuka diri kepada siapapun, Karena aku adalah Lelaki yang belum terikat oleh apapun dan dengan siapapun.


Dan lagi, aku tidak pernah dan tidak akan berganti pasangan saat aku sedang memiliki hubungan dengan seseorang. Hanya saja kuakui, hubungan yang kujalani tidak pernah lama. Mereka datang tanpa kuundang, dan bersenang-senang , Tapi setelah kesenangan itu berakhir hanya aku yang akan terlihat menjadi Tokoh Antagonisnya "


"Terimakasih " ucap Alexandria Dengan tersenyum lembut


"Kenapa berterimakasih? Untuk apa?"


"Untuk semuanya.


Lagunya, juga ceritanya"


"Aku tadi memang sengaja mencari mu Nona Alexandria" Menatap Alexandria


"Aku tau..." Membalas tatapan Albert


"Kau tahu?" Mengeryitkan dahi


"Bagaimana mungkin aku akan percaya jika kamu mendapatiku hanya karena sebuah kebetulan Tuan Albert?


Terlepas dari semua cerita Anda, saya dapat mengerti sebenarnya anda orang yang baik dan memiliki hati yang hangat"


"Hh, Kau satu satunya wanita yang mengatakan lelaki brengsek ini adalah orang yang baik "


"Apa sekarang perasaanmu sudah jauh lebih baik? Atau haruskah kunyanyikan sebuah lagu lagi untuk menghiburmu?"


"Eghm. Sudah cukup. " Sambil mengulas senyum " Apa kau juga biasa menyanyikan sebuah lagu untuk para wanita diluar sana?"


"Hhhh, Beruntungnya kau adalah wanita satu-satunya yang kunyanyikan lagu. Wanita lain bisa mendengarku bernyanyi hanya di kafe, pub, atau club malam. Aku tidak pernah Bernyanyi secara khusus untuk mereka. Mungkin terdengar seperti kebohongan, tapi aku Mengatakan yang sebenarnya. Dan aku tidak akan memaksamu untuk percaya "

__ADS_1


Alexandria menatap diantara 2 mata yang nampak sangat tenang. Kejujuran jelas terlihat disana. Namun gadis itu memilih tetap diam, tanpa berucap satu kata pun...


__ADS_2