
Kevin nampak mengumpulkan segala pemikiran untuk menelaah keadaan yang baru saja terjadi didepan matanya...
Albert pun masih terpaku, namun nampak sebuah lengkungan simpul disudut bibirnya
"Sejak kapan loe kenal dengan Alexandria? Kumohon jangan macam-macam dengannya. Dia bukan seperti gadis-gadis lain yang bisa kau kencani lalu kau tinggal pergi begitu saja"
"hegh... Sebelumnya Bryan yang mengatakan seperti yang kau katakan ini . Yiaaahh, kalian fikir gue sebrengsek itu hah ??!haishh siall'' Jawab Albert dengan jengah
"Lebih brengsek dari itu"
"Aaaaa.... Gue kenal Supermodel yang sangat menawan itu sejak pertama dia menjadi mahasiswi di IUA. " Dengan menyunggingkan bibirnya
"Dan lagi, Dia gadis yang luar biasa. Bagaimana bisa dia menjadi pusat dari five cruiser... Yaa, tentu saja kecuali Gerald. ...." imbuhnya lagi
" Tunggu, . Jadi maksudmu Dave juga mengenal Alexandria???" Tanya kevin lagi Dengan mengerutkan keningnya
"Eghm. Tentu saja." Jawab Albert dengan Mengangguk sambil tersenyum lebar
"Kau sendiri bagaimana bisa mengenal nona Alexandria? Sejak kapan? Sedekat apa hubungan kalian, hingga kau bisa memeluknya seperti tadi? ...haishh, apa jangan-jangan gue ini udah kalah start "
"Sedekat apa?? Bahkan aku sudah pernah menciumnya, " Jawab kevin asal
"Apa??kau pernah menciumnya? Dimana? Bagian mana yang sudah kau cium? Hah?? " Tanya Albert dengan Memebelalakan matanya, namun bukannya menjawab pertanyaannya, kevin justru pergi begitu saja...
Namun bukannya terdiam, Albert justru terus mengejar langkah kevin dan terus merundungnya dengan pertanyaan yang sama sampai di bassemant IUA
"Heh, berandal jawab pertanyaan gue....Dibagian mana yang sudah loe cium? Keningnya? Pipinya? Lehernya? Lengannya? Punggungnya? Dadanya? Bibirn...
" Haishh... !!! Loe fikir Gue kaya loe yang menebar bibir dan bibit dimana-mana?! " Terhenti Sambil berkacak pinggang menatap Albert
"Yaaahhh, Kalaupun gue suka menebar bibir bukan berarti juga menebar bibit " Jawab Albert dengan santainya
"Waaahhhh.... Apa semua gadis yang kau tiduri hanya kau berikan cap bibir, bukan kau Taburi benih? Luar biasa. " Sambil menepuk bahu Albert
"Bahkan yang selalu gue khawatirkan adalah jika suatu saat semua benihmu itu tumbuh dari setiap wanitamu " imbuhnya
"Hehehe.... Sialan loe. ! Aaahh, tapi kurasa itu tidak buruk. Gue akan berterimakasih kepada wanita-wanita itu lalu menikahi mereka. Pasti menyenangkan punya banyak istri. Apalagi semuanya cantik-cantik. Bagaimana ?bukankah ini pemikiran yang bagus? "
"Hhh...dasar brengsek "
__ADS_1
Kedua pria itupun terkekeh,
.
"Apa semua yang kudengar ini benar? Apa semua yang kamu katakan adalah sungguh-sungguh Al ? " Seorang wanita berdiri dikejauhan menatap kedua pria itu, membuat kedua pria itupun terhenti dengan kekehannya...
"Nah, Datang kan 1 masalah loe. Sepertinya gue harus pergi sekarang" Ucap kevin
"Gue ikut pergi loe"
"Loe mau kabur? Sejak kapan loe jadi pengecut begini? "
"Sudah jangan banyak omong, ayo kita pergi"
"Setidaknya loe bisa bicara dulu dengannya. Lihat, dia menatap tajam kearah loe "
"Tidak untuk wanita yang 1 itu " Sambil beranjak pergi
.
"Albert !"
Wanita itu kembali meneriaki namanya, sambil melangkah menghampiri pria itu...
Berbeda dengan wajah santai kevin, Raut wajah Albert justru tiba-tiba langsung berubah menatap perempuan yang kini berdiri tepat dihadapannya...
"Jawab Al...jawab ! " Memukul mukul dada Albert "Berapa banyak gadis yang sudah kamu tiduri? Jalang mana saja yang sudah menghabiskan malam Denganmu? Jawab aku! Kenapa kamu tega melakukan ini padaku? Kenapa kamu menjadi seperti ini?! " Ucap gadis itu dengan derai air mata mengalir dikedua matanya....
"Hentikan..." Memegang kedua tangan gadis itu
"Apa urusannya denganmu tentang gadis-gadis yang ku kencani, ?! jangan menangis dihadapkanku. " Sambil melepaskan tangan gadis yang dipegangnya
"Al..."
"Hentikan Audrey. Kumohon padamu, hentikan sikapmu yang seperti ini ! , jangan lagi mencampuri urusanku dan jika bisa jangan pernah muncul lagi dihadapanku. Aku sudah muak "
"Kenapa? Apa kau terlalu membenciku? Apa tidak tersisa sedikitpun lagi tempat dihatimu? Kamu tau kan Aku mencintaimu, sangat mencintaimu Al " Ucap Audrey Setengah berteriak dengan tangis yang pecah, ada api membara disudut matanya . Entah karena kemarahan, entah karena kesakitan, entah karena penyesalan ...
Kevin yang masih terpaku diantara kedua manusia itu menjadi ikut tegang... Jika saja ia mempunyai ilmu sulap atau sihir atau sejenisnya Rasanya ia ingin menghilang dari tempat itu. Tentu saja Sangat tidak nyaman berada dan mendengar pembicaraan diantara kedua manusia itu... Namun bahkan kakinya terasa kaku, dan seperti lupa cara untuk melangkah pergi
__ADS_1
"Pelankan suaramu. Kau ingin semua orang melihatmu seperti ini, "
"Aku tidak peduli. Yang kutahu kamu sangat mencintaiku Al, dan yang saat ini ingin kudengar adalah kamu masih mencintaiku "
"Mencintaimu??? Yaa, aku memang mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu "
"Eggh.... Al....?"
"Ya memang benar, Tapi itu dulu. dan semua cinta itu sudah tidak tersisa lagi saat ini. Hati, Cinta, dan hubungan sudah kutinggalkan di sudut ruang dimana kudapati wanitaku tertidur diatas ranjang tanpa sehelai benang dalam pelukan lelaki lain " Ucap Albert pelan, dengan tatapan luka tersirat dimatanya
"Maafkan aku , tolong maafkan aku Al. Semua orang pernah melakukan kesalahan, dan mereka semua berhak mendapatkan kesempatan kedua. Kasih aku kesempatan itu Al... Kumohon " ucap Audrey terbata dengan terisak
"Maaf dan kesempatan untuk kesalahan yang mana Audrey?
Untuk anakku yang sudah kau gugurkan? Aaah, sekarang aku bahkan tidak yakin itu benar anakku atau bukan.
Atau kau ingin maaf Untuk hubungan gelapmu dengan sutradara film itu?
Atau maaf untuk Malam yang kau habiskan dengan Daniel bajingan itu? Atau maaf untuk salah yang lain lagi? " Dengan tersenyum getir, ada setetes bulir air mata terjatuh dari matanya, namun segera ia menyekanya.
Sedangkan Audrey tak mampu berucap sepatah katapun, seluruh Tubuhnya gemetar dan Air mata masih terus mengalir dari kedua matanya
"Berhentilah menangis, berhentilah mengejarku. Jangan lagi mencintaiku dan jangan lagi meminta maaf padaku. Aku tidak bisa menerima cintamu itu dan tidak berhak untuk memberi maaf padamu."
"Sekali saja Al , kumohon beri aku kesempatan. Ayo kita perbaiki semuanya. Aku tidak akan menghianatimu lagi, Dan juga kamu tidak bisa melarangku untuk jatuh cinta padamu " Mengatupkan kedua tangannya dengan wajah yang memelas
"Adakah Memangnya yang bisa diperbaiki ?! Tidak ada Audrey. Hubungan yang rusak akan menjadikan kedua orang itu menjadi orang asing. Dan begitulah kau dihadapanku saat ini, hanya orang asing! " Menekan kalimat terakhirnya
"Al,,,, Bukankah sesuatu yang rusak bisa diperbaiki meskipun tidak lagi sempurna? Bukankah juga kau bilang cinta dan hatimu kau tinggalkan disuatu tempat, sesuatu yang ditinggalkan Masih bisa diambil . yang berarti kau masih akan datang untuk mengambilnya?"
"Cihhh... Kapan pernah kau dapati aku memakai bekas Orang lain?
Dan lagi, akan aku perjelas ucapanku. Hati & cinta yang dulu bukan hanya kutinggalkan disana, tapi sudah kubuang, dan sesuatu yang sudah kubuang, bahkan sampai matipun tidak akan pernah kucari dan kuambil lagi. Jangan menjadi wanita yang terus mengejar lelaki padahal sudah ditolak mentah-mentah. Kau ini seorang selebriti kan , dan untuk sampai dititik ini kau telah melakukan dan mengorbankan banyak hal bukan?! Jangan membuat skandal yang justru akan menghancurkan karirmu itu. Pergilah dari hadapanku , dan jangan lagi datang kepadaku. itu juga kalau kau masih punya rasa malu.
Pergi !!! Atau kau akan membuatku semakin jijik padamu?!" Ucap Albert dengan suara yang dingin, Matanya menatap arah lain, hanya sekilas saja ia menatap Audrey... Sebenci dan sejijik itukah hingga ia tidak sudi memandang gadis yang dulunya pernah sangat dia cintai itu ??
Atau, justru karena matanya tak mampu menatap mata pilu gadis yang memohon padanya itu?
Entahlah, bagaimana isi hatinya yang sebenarnya hanya ia sendiri yang tau... Namun sakit hatinya sudah terlalu dalam, luka itu bahkan belum kering meski waktu sudah lama berlalu. Hingga ia menjadi sebrengsek ini, semua wanita seperti sama saja. Datang hanya karena uang, kekuasaan, dan kesenangan sesaat.
__ADS_1
Audrey telah berlalu, pergi membawa kecewa dan penyesalan atas kesalahannya. Mobilnya pasti sudah melesat jauh diluar sana... Basement yang tadinya sepi, kini sudah mulai rame dengan lalu lalang para mahasiswa...
Albert masih terpaku mematung ditempat yang sama