Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.19 Pulang kerumah


__ADS_3

Petang hilang,malam tenggelam . Pagi menyambut hangat setiap senyuman, sinar mentari mengoyak paksa masuk diantara celah dinding kaca, membelai bulu bulu lentik diantara netra. mata yang masih enggan terbuka itupun terpaksa menyerah,


"heiihhhh Siapa yang kurang ajar membuka tirai kamarku sepagi ini, " Ucap Bryan seorang diri diatas ranjangnya menatap kearah balkoni kamar


"Aaaaa,,, ini bukan Apartment. "


Baru teringat ia sedang berada di kamar rumahnya.


Beberapa kali mengerjapkan matanya, mengumpulkan puing puing nyawanya kembali. Ia melirik jam weaker diatas nakasnya yang menunjukkan sudah pukul 10, pantas saja sinar matahari yang masuk kekamarnya terasa sudah panas, Sepertinya tidurnya cukup nyenyak semalam.


Mengingat akhir-akhir ini malamnya hanya habis di club, tak pernah beristirahat dengan baik.


Bryan meraih ponselnya diatas nakas, terlihat beberapa pesan masuk disana. Juga banyak panggilan tak terjawab semalam . .. 19 kali panggilan tak terjawab dari stella , 2 panggilan tak terjawab dari kevin pukul 23:40 , & 1 panggilan tak terjawab dari Om Johanes yang baru pagi ini pukul 06:10...


"Ada apa om johan menghubungiku? ini kan hari minggu," Sambil menempelkan ponsel di telinganyaπŸ“±.......


.


.


πŸ“± : "Hallo Om, Ada apa ya tadi pagi-pagi sekali om menghubungi saya? "


πŸ“± : "iya Bryan, ini Soal putri Om"


πŸ“± : "Alexandria? Memangnya kenapa Om? Hari ini kan tidak ada kuliah? "


πŸ“± : " Apa kamu menjaganya dengan baik?"


πŸ“± ; " Kenapa Om menanyakan hal itu? Tentu saja, saya Menjaganya dengan baik."


πŸ“± : " Baguslah kalau begitu. Kamu tau kan arti Alexandria untuk om?! Om harap kamu tidak mengecewakan Om, Bryan. Tidak sembarang orang yang om percaya untuk menjaga & berada didekat putri om "


πŸ“± : "iya Om, saya mengerti. "


πŸ“± : " Baiklah kalau begitu Bryan, selamat berakhir pekan. Lusa om Pulang, nanti kita bertemu sesampainya om di singapura. "


πŸ“± : "Baik Om."


Setelah 1 panggilan selesai, bryan terlihat menelfon orang lain lagi.... Ada seorang teman yang semalam meninggalkan jejak panggilan tak terjawab di ponselnya..... Namun sepertinya seorang yang disana tidak juga menjawab panggilan telefonnya


" Aishh..sial. Kenapa tidak diangkat?! Apa berandal ini balas dendam karena semalam dia telfon tidak kuangkat "


Setelah sebuah panggilan telefonnya tidak mendapat jawaban, Bryan kembali menelfon orang lain lagi . . . Baguslah,setidaknya kali ini dia dapatkan jawaban atas telefonnya


πŸ“± : "Hallo Al, Gimana?"


πŸ“± : "Jam 2 nanti baru sampai di airport, dan itu biar diurus orang suruhan Gue. Ntar gue kabarin kapan loe harus datang"


πŸ“± : "Oke. Loe hubungi Kevin setelah ini, Gue Coba hubungi gak diangkat. "


πŸ“± : "Dari pagi tadi juga gue hubungi tu orang gak diangkat. Bentar lagi gue samperin ke Apartment nya."


πŸ“± : " Oke kalau gitu. "


Selesai menutup telfonnya, Bryan beranjak dari tempat tidur dan langsung ke kamar mandi.

__ADS_1


Sekitar 10 menit pria itu keluar dari kamar mandi . Ruang wardrobe tepat di depan kamar mandi, jadi begitu selesai mandi , Bryan keluar sudah dengan wajah segar & pakaian gantinya. Karena sedang dirumah hari ini ia hanya memakai pakaian kasual Kaos oblong warna putih dengan loggo Gucci dan celana katun pendek warna Abu gelap membalut kulit putih dan badan proportional nya dengan kesan santai dan nyaman.


setelah Meraih ponsel diatas nakasnya Bryan pun bergegas turun ke bawah, perutnya memberi kode minta diisi.


Karena Alexandria yang biasa mengajaknya sarapan , kini perutnya sudah terbiasa setiap hari harus sarapan, padahal sebelumnya dia jarang sekali sarapan . Terlebih saat di apartment, laki-laki ini hampir tidak pernah sarapan.


Saat menuruni tangga , ia melihat keluarganya berkumpul diruang keluarga, Biasanya sangat jarang dijam segini papanya yang seorang Pengacara kondang itu ada dirumah meskipun hari minggu, Tapi mungkin karena pekerjaannya sedang tidak terlalu sibuk jadi bisa bersantai dengan keluarga dirumah, sepertinya mereka sedang menonton acara TV. Tentu saja hal yang langka jika benar seorang Tuan Rahardian ada waktu tidak sibuk seperti yang terlihat saat ini.


Mau tidak mau, Bryan pun ikut duduk disofa ruang keluarga itu.


"Bryan, sarapan dulu. Mau mama buatkan sesuatu " Tanya seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan lebih muda dari usianya


"Gausah ma. Bryan makan mkanan yang sudah dimasak Bibi saja"


"Kenapa tiba-tiba pulang kerumah?" Tanya seorang lelaki berkacamata penuh wibawa itu sambil membalik koran di tangannya


"Emang udah gak boleh pulang kerumah? Bryan kan masih anak papa."


"Kalau kak Bryan udah gak boleh pulang kerumah ini, harusnya papa bongkar aja kamarnya. Bukan malah setiap hari minta pelayan untuk membersihkan kamar kakak dan tidak mengizinkan siapapun menggunakan kamar itu" Celetuk seorang anak lelaki muda yang juga sedang duduk disofa.


"Wahh, benarkah? Mungkinkah menurutmu papa sebenarnya ingin kakak pulang kerumah? "


"Haha...Kurasa begitu. Tapi sifat papa kan sama dinginnya seperti kakak. Jadi tidak akan mudah mengatakan apa yang dirasakan."


"Haishh...." Sambil melempar sebuah bantal sofa kepada adiknya.


Lelaki muda itu memang sifatnya lebih cair daripada kakanya., ya dialah Brandon. Elfrado brandon Alison putra kedua dari rahardian Alison. meskipun kakak beradik yang memiliki paras tampan, Tapi bisa terbilang wajah keduanya tidak ada kemiripan. Hanya postur Tinggi badannya saja , Bryan dan Brandon sama-sama mewarisi dari sang ayah.


Kalau soal wajah, Brandon terlihat sangat mirip dengan wanita cantik berwajah kalem yang juga sedang duduk disofa itu, Jadi Tidak heran, jika Brandon juga memiliki wajah yang Tampan.


"Biasa lah pa, ada yang mencoba Mensabotase. "


"Kenapa kamu sekolah hukum jika yang kamu lakukan selalu bermasalah dengan hukum...hah ...plak ..plak.. ?!" Ucap Tuan Rahardian sambil Menipuk anaknya dengan koran yang dipegangnya


"Auuwhh...Pa, sakit tau..." dengan meringis seolah Koran itu benar-benar menyakiti kepalanya, Tentu saja kenyataannya tidak sakit samasekali. .. setelah tidak ada pukulan yang mengarah kepadanya, Bryan pun kembali berkata pada papanya


"Dunia ini penuh dengan orang yang menyimpang dari hukum negara . Tapi Mereka Masih tetap berkeliran , sebagian karena belum atau tidak tertangkap, sebagian karena Tak tersentuh hukum atau aparat, dan sebagian lagi karena kekuasaan yang mereka miliki hingga dapat Perlindungan dari hukum itu sendiri. "


"Jika kamu harus melanggar hukum, lakukanlah untuk merampas kekuasaan mereka yang berkuasa itu , untuk kasus-kasus lain pelajarilah lebih dulu."


"Hukum itu sering kali seperti jaring laba-laba, yang mungkin menangkap lalat-lalat kecil, tetapi membiarkan tawon menerobos. Pemerintahan terkadang selucu itu pa"


"Tapi harus kamu tau Bryan, Pemerintah bisa saja ada tanpa hukum, tapi hukum tidak mungkin ada tanpa pemerintah. "


"Bagaimana soal kasus korup perusahaan Megaland group pa? Bryan tertarik ambil kasus ini dari pihak pemilik saham dibawah 25% ."


"Hah,,, kamu fikir ini kasus kelas teri? Pihak penggugat itu bisa saja mundur dengan sendirinya karena kalah kekuasaan. terlebih mereka yang hanya memikili saham kecil "


"Justru itu Bryan tertarik pa "


"Selesaikan Magister hukummu dulu untuk memikirkan kasus sekelas itu "


"Bryan ini juga bukan sarjana hukum kelas teri pa. Untuk apa pengangkatan dan sumpah advokad yang Bryan lakukan jika tidak mencoba kasus yang lebih besar setelah berhasil memenangkan kasus yang sebelumnya ?!. Dalam diri Bryan mengalir darah papa. kenapa papa seolah tidak mempunyai kepercayaan pada kemampuan anak papa sendiri. papa juga tau, dari kasus yang sudah pernah Bryan pegang nyatanya semuanya berhasil. Ya kalaupun dalam kasus besar ini kalah dalam persidangan, paling harus turun Nilai harga atau ikut magang lagi di kantor advokat saja "


"Cihh, Jika kau kalah dalam persidangan saat ini, sama saja ibarat sayapmu dipatahkan bahkan sebelum kamu bisa terbang "

__ADS_1


"Lalu kenapa papa tidak mau menangani kasus itu? Bukankah papa masih terus dikejar mereka? "


"Papa tidak tertarik, "


" Hegh.... ini perkara Besar pa, tidak mungkin papa tidak tertarik. Apa Karena ini berada di peradilan Tinggi ? Dimana Hakim ketua nya, adalah Tuan Phillipus Alison atau karena jaksa penuntutnya ? Puan Daniar sarialien? "


"Kauuuu!!! Beliau itu adalah kakekmu dan 1 nama yang lain itu jangan menyebutnya lagi "


Dengan nada keras penuh amarah.


Melihat Anak dan Ayah saling berdebat tegang, kedua orang yang juga berada dalam sofa itupun ikut tegang tak berani bergeming. Terlebih seorang wanita yang duduk tepat disebelah suaminya itu, ada kesesakan didadanya mendengar Perdebatan 2 orang itu.seolah ia mengerti betul kemana arah perdebatan Suami dan anaknya itu


"Kakekku berarti Papanya papa kan, Anak-anak itu lebih memperhatikan perbuatan orang tuanya daripada perkataan mereka. Masalah papa dengan kakek sudah hampir 20 tahun, kenapa tidak ingin memperbaiki semuanya?! Dan soal puan Daniar, Bryan tidak mungkin tidak menyebutnya. Air susu tidak bisa digantikan dengan air gula meskipun manis "


"Dirikulah air gula yang dimaksudkan ini .." Pekik Ny.Rahardian dalam hatinya .jika saja mampu ingin rasanya ia berteriak sekuat hatinya. Tapi siapa yang akan dia teriaki, Suaminya kah? Anak suaminya kah? Atau dirinya sendiri??!


"Setidaknya jangan menyebut namanya didepan papa, dan mama Maylin . Dan lagi, Kamu jangan ikut campur urusan Papa dan Kakekmu " Ucap Tuan Rahardian dengan sangat Tegas , lalu beranjak berdiri melangkah pergi


"Apa papa berfikir Bryan masih anak kecil untuk ikut campur ? Tidakkah papa ingat, Bryan Yang masih kecil adalah saat papa dan mama bercerai 20th yang lalu "


Ucapan putranya itu menghentikan langkah Tuan Rahardian. Tanpa membalik badannya, Tuan Rahardian pun mengatakan sebuah kalimat kepada putranya itu


"Air gula memang tidak akan pernah bisa menggantikan air susu putraku, Tapi kau juga harus tau bahwa segelas susu yang terkontaminasi setetes racun akan menyebabkan seluruh susu dalam gelas itu menjadi beracun. " Lalu Tuan Rahardian kembali melangkahkan kaki nya meninggalkan ruang keluarga itu .


Suasana pun menjadi sangat hening dalam beberapa saat,


"Bryan, biar mama siapkan makanan untuk kamu. Kamu bahkan belum sarapan " Ucap Ny.Rahardian sambil Beranjak dari tempat duduknya


Bryan tidak memberi jawaban apapun hingga wanita itu hilang dibalik dinding ruangan menuju ruangan yang lain


"Kakak kenapa selalu berdebat dengan papa?''


" Seorang anak laki-laki akan selalu berdebat dengan ayahnya"


" Aku juga seorang anak laki-laki kak, Tapi aku selalu memilih diam saat kurasa ucapanku akan memicu pertengkaran dengan papa "


"Benarkah? baguslah kalau begitu. setidaknya papa memiliki anak lain yang penurut. tidak pembangkang seperti kakak" dengan tersenyum lebar kearah adiknya


"Hari ini pagi-pagi sekali papa sudah rapi dengan tas kerjanya untuk pergi ke kantor . Tapi saat pelayan memberi tahu papa kalau kakak semalam pulang, papa kembali ke kamar untuk berganti baju. Juga meletakan tas kerja diruang kerjanya. Lalu mengajakku dan mama sarapan bersama. Sekitar 30 menit kami duduk di meja makan menunggu kakak turun dari kamar. Saat pelayan hendak pergi kekamar kakak untuk membangunkan kakak, papa menanyakan pukul berapa kakak pulang semalam, dan pelayan bilang pukul 2 dini hari. Mendengar itu, papa melarang pelayan itu untuk membangunkan kakak. Bahkan meminta untuk Membiarkan dan jangan mengganggu kakak yang masih tidur. "


Mendengar perkataan Brandon, Bryan hanya terdiam tak bergeming. Justru terlihat memejamkan matanya dan bersandar pada sandaran sofa.


"Bagaimana kuliahmu? , bahkan kakak tidak pernah melihatmu dikampus " Masih dengan mata terpejam, mengalihkan pembicaraan yang serasa tidak nyaman itu


"Bukan kakak tidak pernah melihatku, tapi kita memang tidak pernah bertemu dikampus. Meski kampus yang sama Fakultas kita berada di sisi gedung yang berbeda. Oh iya, bagaimana menurut kakak kalau nanti aku ambil magister hukum? "


"Heiihh... Untuk apa kau memerlukan hukum dalam membuat masakan ?" Sambil membuka matanya dan menatap adiknya


"Apa kak Bryan sedang mengejekku ?"


"Mana mungkin kakak mengejek calon chef hebat??! " Senyum bercanda


"Aku ingin memiliki pengetahuan dan pendidikan hukum, karena papa dan kakakku adalah seorang pengacara hebat"


"Haahh, Bukankah kamu lihat bagaimana hubungan papa dan kakak ?! Jika kamu juga memiliki latar belakang pendidikan hukum , pasti kamu akan sering berdebat dengan papa dan kakakmu ini" Ucap Bryan dengan Tawa kecil sambil mengacak-acak rambut Adiknya itu.

__ADS_1


lalu Bryan beranjak dari duduknya, melangkahkan kakinya ke sebuah ruang didekat dapur, dimana meja besar diruangan itu berisi aneka menu masakan yang selalu membuat lelaki ini rindu pulang. Masakan rumahan itu tidak pernah tergantikan meski dengan berbagai sajian menu restaurant. . .


__ADS_2