Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.57 Dokter Terhormat??


__ADS_3

Dave Prov ;


Tn.Aliong , Dave dan jolene sedang duduk di sebuah sofa panjang Dalam sebuah ruang yang penuh dengan Buku-buku yang tertata rapi pada rak yang menutupi dinding ruangan itu.


Ya disanalah Tn.Aliong Thomson biasa melakukan pekerjaannya . Atau lebih tepatnya disanalah ruang tempatnya menghabiskan waktu saat dirumah. Tempat yang akan membuatnya sibuk untuk memanipulasi rasa kesepiannya.


saat ini, diruangan itu Ketiganya nampak saling mengobrol, entah sudah berapa lama dan sudah berapa banyak percakapan diantara kakek dan kedua cucunya itu.....


"Apa Dave tidak boleh menentukan pilihan Dave sendiri?" Tanya Dave


"Pilihan seperti apa? Memangnya kau sudah memiliki calon?" Sahut Tn.Aliong


"Tapi bukan berarti harus dijodohkan seperti ini kan kek? Dave masih ingin fokus dengan karir . Lagi pula usia Dave masih 26th kek...


" Heghh... Bukan masih 26. Tapi sudah 26. Dan yang kakek putuskan untukmu adalah juga untuk kesuksesan karir dan masa depanmu "


"Dave tidak mencintai Anaknya dr.Brata "


"Haha...Cinta ? Apa itu cinta? Beberapa waktu yang lalu, jolene yang bicara soal cinta. Dan sekarang kau juga bicara soal Cinta. Apa kalian tidak ingat bagaimana anak lelaki kakek yang hidupnya hancur karena memilih wanita dari jalanan yang katanya dicintainya daripada menurut dengan pilihan kakek?!"


"Kekkk...! " Ucap Dave dengan membulatkan matanya kepada Tn.Aliong , Mengisyaratkan bahwa seharusnya perkataan itu tidak kakek ucapkan. Tidak seharusnya perkataan itu terdengar oleh telinga seorang gadis yang kini juga duduk bersama mereka diruangan itu.


Seketika suasana menjadi hening, Dave menatap kearah kakeknya lalu menatap kearah jolene. Gadis itu tak berucap apapun, namun jari-jari tangannya mengeras dipangkuannya...


"Jolene, meski kau gagal menjadi Dokter kakek akan mencarikan seorang Dokter yang hebat untuk menjadi suamimu nanti " Ucap tn.Aliong


"Jolene tidak mau dijodohkan" Jawab gadis itu dengan cepat dan tetap tenang ,


Dave hanya menghela nafas panjang untuk menenangkan otak dan sikapnya untuk semua perkataan ataupun perdebatan yang pasti akan terjadi diruangan itu


"Memangnya kau akan mencari suami yang seperti apa? Seperti produser film itu, hah? "

__ADS_1


"Dengan siapapun, Asal bukan Dengan seorang Dokter " Jawab gadis itu dengan menekankan kata terakhir pada kalimatnya


"Jolene, kau harus tau yang namanya silsilah keluarga. Kalian berdua yang nantinya akan mewarisi seluruh kekayaan dan usaha kakek "


"Jolene tidak ingin mewarisi itu semua " Jawab gadis itu


"Dan Dave juga tidak tertarik " Sambung Dave


"Apa-apaan kalian ini???! Diluar sana kakek melihat banyak orang yang saling berebut warisan, tapi ditempat ini aku mendengar kedua cucuku sama-sama menolaknya?!"


"Jolene ingin bisa menentukan pilihan jolene sendiri. ingin bisa berdiri diatas kaki jolene sendiri. Tidak di perintah ataupun diatur oleh sesiapapun " Ucap gadis itu


"Haha.... Kau fikir siapa yang selama ini menyokongmu hingga kau bisa berdiri seperti saat ini cucuku??! Jadilah wanita berkelas dan terhormat, jangan hidup dengan pemikiran kanak-kanak mu itu. Menikahlah dengan seorang Dokter, agar bisa meneruskan Bisnis dan silsilah dokter di keluarga kita"


"Terhormat?? Heghhh... Ya, kakek benar. Tapi apakah kakek Lupa, jolene ini adalah anak dari anak lelaki kakek yang seorang dokter itu. ia hidup terhormat sebagai seorang Dokter yang hebat, tapi di akhir masanya ia mati dengan hina seperti seekor An-jing " Ucap gadis itu dengan senyuman getir dan mata penuh kebencian


"Jolene, !!! Jaga mulutmu! " Seru Tn.Aliong


"Jolene rasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan. izinkan jolene pergi sekarang, " Sahutnya lagi sambil membungkukan setengah badannya kepada Tn.Aliong , lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan itu... Namun Saat tangannya hendak menyentuh gagang pintu untuk membukanya, ia tiba-tiba membalikkan badan


"Kek, jolene juga ingin menegaskan 1 hal kepada kakek. Jolene tidak gagal menjadi seorang dokter, tapi Jolene memang memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan dokter kala itu, karena Jolene memang tidak mau menjadi seorang Dokter." Setelah berucap demikian gadis itu keluar.


. Dilantai bawah para pelayan sudah sibuk menyiapkan berbagai menu di meja makan.... Jolene menuruni tangga dengan langkah tergesa, Tangannya sempat menyeka bulir bening yang sempat terjatuh ke wajahnya...


"Sayang, kau mau kemana?" Tanya Ny.Bellina menghampiri jolene


"Jolene harus pergi Tante,


" Tapi, acara kita sebentar lagi . Tamu kakek sebentar lagi datang "


"Maaf tan, sepertinya jolene tidak jadi bisa ikut makan malam. Lagipula jolene tidak berkepentingan dengan acara malam ini. Jolene permisi dulu " Ucap gadis itu dengan membungkukkan setengah badan kepada Ny.Bellina lalu melangkah cepat keluar... Ny.bellina hanya terpaku dengan raut wajah bingung menatap kepergian keponakannya itu

__ADS_1


Jolene terus melangkah keluar, saat tiba di pintu rumah itu ia berpapasan dengan 3 Orang yang sepertinya memang tamu yang ditunggu malam ini dirumah Tn.Aliong, kakeknya ....


Seorang pria & wanita paruh baya , dan seorang lagi wanita muda yang mungkin sebaya dengannya. Dari penampilan luar,Nampak mereka dari kalangan atas dan keluarga terhormat. Yaa, tentu saja. Jika mereka adalah orang dari kalangan bawah mungkin tak akan sampai kakinya menapaki lantai rumah Tn.Aliong Thomson , Jolene memberi anggukan hormat kearah 2 orang paruh baya itu, dan matanya juga sekilas menyapu wanita muda yang berdiri disana dari ujung sepatu yang dikenakan sampai ujung rambutnya. Cukup Cantik, dan berkelas. Tapi kenapa Dave tidak menyukainya?? Lalu jolene melanjutkan langkahnya keluar, dan Tamu itu melangkah kedalam rumah mengikuti langkah seorang pelayan yang mempersilahkannya...


Baru gadis akan masuk kedalam mobilnya, tiba-tiba ada seorang yang memanggilnya..


"Jolene "


"Om.Frans " Sahut gadis itu setelah membalikkan badan kearah suara yang memanggilnya,


"Ya, Hallo jolene Selamat malam " Ucap pria itu penuh wibawa namun terdengar ramah


"iya, selamat malam Om " Balas sapa jolene sambil mengangguk hormat dan mengulas senyum


"Apa khabar jolene, ? Sudah lama tidak bertemu, sekarang kamu sudah tumbuh menjadi gadis dewasa "


"Hh, jolene semakin dewasa tetapi kenapa Om masih tetap sama ? Tidak terlihat menua sama sekali ? Apa karena Om seorang Dokter ? Hehe...Khabar jolene baik Om. "


"Wahh, ,, kamu pandai memuji ya. Hmm..Ayo kita masuk kedalam. Sepertinya semua orang sudah menunggu didalam"


"Aaaagg...tidak Om. Om Frans saja yang masuk kedalam. Tamu kakek juga baru saja kedalam. Jolene tadi sudah izin kepada kakek kalau tidak bisa ikut acara makan malamnya karena harus pergi sekarang "


"Ohh...Begitu. " Sambil manggut-manggut pelan.


"Emm, Baiklah kalau begitu Jolene permisi dulu Om " Sambil mengangguk sopan , dan membuka pintu mobilnya...


"Jolene , " Ucap dr.Frans lagi sebelum gadis itu memasuki mobil


"Ya, Om ??"


"Kamu jaga kesehatan ya, jaga pola makan dan istirahat yang cukup. Om lihat sepertinya kamu kelelahan dan gejala Anemia. ingat, kamu masih muda, perhatikan kesehatanmu" Ucap dr.Frans khas seperti dokter yang perhatian terhadap pasien.

__ADS_1


"Egm..Baik Om. Terimakasih " Sahut Gadis itu sambil mengangguk pelan . Lalu iapun masuk kedalam mobilnya, dan persekian detik mobil gadis itu sudah meninggalkan halaman rumah Tn.Alliong Thomson.


__ADS_2