
"Pria yang bicara denganmu di parkiran tadi siapa dokter Dave?" Tanya Alexandria
"Ohh, Beliau Dokter kepala Bedah di CGH" Jawab Dokter Dave.
"Alexandria , "
" Hm? "
" Kamu akan bermain film? "
" Eghm. " Mengangguk pelan " Darimana kamu tau?"
"Pemberitaan."
"pemberitaan,? Apa kamu juga membaca pemberitaan tentang..."
"Ya, aku tau tentang gosip berita itu " Potong cepat dokter Dave
"Anda mempercayai Gosip itu Dokter Dave?"
"Bagian yang mana?" Sambil memindahkan gigi mobilnya
"Memangnya ada berapa banyak bagian gosip itu ?" Mendengus kesal
"Hehehe, kog jadi marah-marah sih "
"Siapa yang marah Dokter Dave? " Sahut Alexandria dengan nada sedikit tinggi
"Nah, ini marah " Sengaja menggoda Alexandria
Alexandria tak menjawab lagi, ia hanya menghela nafas panjang sambil menatap sekilas kearah Dokter Dave. Lalu ia menyandarkan punggung nya pada sandaran jok duduknya dan matanya menatap lurus kedepan
"Alexandria, Aku tidak Begitu mengenalmu. Dan Aku juga tidak mengerti gadis seperti apa dirimu. Tapi aku percaya, kamu bukan gadis seperti yang diberitakan itu. "
"Bagaimana anda bisa berfikir saya tidak seperti itu?" Tanya Alexandria sambil menoleh kearah dokter Dave
"Karena aku Mempercayai mu. " "Kamu seorang supermodel internasional, kamu terkenal, kamu cantik, kamu memiliki kemampuan, Kamu Berpendidikan, kamu memiliki etika yang bagus. Kamu tidak perlu menggaet seorang produser film untuk mendapatkan sebuah peran. Jangan fikirkan pemberitaan yang tidak benar itu. Orang yang mempercayai pemberitaan gosip itu tandanya tidak mengenalmu dengan benar. " Ucap Dokter Dave sambil beberapa kali menatap Alexandria namun masih tetap fokus dengan Stir kemudinya.
"Apa Orang lain juga dapat berfikir seperti anda dokter Dave?"
"Mmm...Tentu saja tidak. Jika semua orang mempunyai fikiran yang sama denganku, pasti mereka juga akan menjadi seorang dokter seperti ku" Jawab Dave dengan santainya sambil menyunggingkan bibirnya
"Hehehe... Dan Akan banyak pasien jika mereka menjadi seorang dokter seperti Anda kan "
"Ya. dan itu tidak akan baik" Sambil ikut tertawa kecil
"Terimakasih Dokter Dave " Ucap Alexandria dengan sangat Tulus
"Untuk??" Sambil menghentikan mobilnya, karena lampu merah
"Mempercayai ku" Dengan tersenyum . Senyum yang lebih indah dari yang pernah terlihat. Senyum yang akan sulit untuk dilupakan.... Senyum yang akan meruntuhkan pertahanan setiap pria...
"Kamu cantik. Dan semakin terlihat cantik saat tersenyum. Jadi Tetaplah tersenyum. Aku selalu mengingat seorang Alexandria sebagai sosok gadis yang selalu ceria, Dan hal itulah yang membuatmu menjadi gadis yang spesial dibandingkan dengan gadis-gadis yang lain" Ucap dokter Dave sambil menatap dalam mata Gadis yang juga tengah menatapnya
Tiinn..tiin.....
Suara klakson mobil dibelakang membuyarkan tatapan kedua manusia itu karena lampu ternyata sudah hijau.... Segera dokter Dave menjalankan kembali mobilnya, diluar hujan belum reda meskipun sudah tidak sederas tadi... Udara dingin menyusup disetiap celah-celah ruang menembus tulang...
Jalanan licin, dan air hujan yang menghalang pandangan membuat Dave membawa mobilnya dengan pelan...
Dengan bantuan GPS dimobilnya ia tidak akan kesulitan menuju alamat yang dikatakan Alexandria .
Suasana menjadi hening, hanya terdengar halus suara dari mesin mobil itu dan Rintikan hujan yang terjatuh membias diantara kaca-kaca mobil. Ditengah fokusnya Dave dengan kemudi dan arahan GPS nya, ia masih sempat melirik kearah gadis yang berada dijok samping kemudinya itu, sorot lampu yang sesaat melintas membelai wajah cantik itu, dan ternyata Alexandria sudah tertidur...
Dave hanya tersenyum menatapnya, lalu kembali fokus dengan stir kemudinya...
__ADS_1
Dalam 30 menit, ia sampai di kawasan elit , yang mana dikenal sebagai kawasan para sultan konglomerat yaitu Emerald hill , Jika saja tidak hujan pasti sudah sampai tidak lebih dari 15 menit.
Dan kini mobil itu telah berhenti tepat dialamat yang dituju...
Bangunan rumah yang paling tinggi dan besar diantara yang lain dalam kawasan itu. Dan bahkan gerbangnya pun menjulang tinggi nan kokoh...
Karena ia sendiri pun belum tau betul dimana rumah gadis cantik itu, terpaksa Dave harus membangunkan Alexandria
"Alexandria,,, " Sambil menggoyang pelan lengan gadis itu
"Emm??" Sambil mengerjapkan matanya
"Maaf, harus membangunkan mu. Tapi kita sudah sampai.Apa ini benar alamatnya? ini rumahmu?" Sambil Menunjuk keluar
"Saya yang harusnya minta maaf dokter Dave, karena sudah ketiduran. " "Eghm, benar.ini rumahku, lebih tepatnya rumah Daddy ku" Dengan tersenyum
Tiin..tin... Dave memencet klaksonnya
"Apa yang anda lakukan dokter Dave? Kenapa menyalakan Klakson mobilmu?"
"Bukankah aku harus mengantarmu sampai kedalam ? Dan untuk bisa masuk kedalam haruslah dibukakan dulu gerbang ini, makannya aku menyalakan Klakson agar ada yang membukakan gerbangnya"
"Tidak perlu Dokter Dave. " Sambil mengeluarkan remote kecil dari dalam hand bag nya, lalu memencet tombol nya kearah Gerbang. Dan seketika gerbang itupun terbuka sendiri..
"Ayo masuk"
Dave langsung memasukkan mobilnya pelan kedalam. Sambil melihat sekeliling Jalan yang dilaluinya. Dibalik gerbang tadi ada beberapa pria bertubuh besar berpakaian seperti bodyguard dan satpam.
Halaman yang sangat luas, dan Rumah yang begitu megah bak kastil yang dijaga beberapa orang lagi yang juga berseragam bodyguard didepan pintu masukknya. Bukankah ini Seperti Yang ada dirumah Kevin, banyak penjaga dimana-mana. Apa Alexandria juga dari keluarga bisnis mafia?? Fikiran Dave asal... Diujung kiri rumah itu nampak sebuah ruang parkir yang cukup besar dimana beberapa mobil sport dan mobil mewah berjajar rapi. Dave masih bertanya-tanya dalam hatinya, siapa sebenarnya Alexandria ini. Ya, ia tahu betul gadis cantik ini adalah seorang supermodel internasional yang terkenal, tapi ia tidak tahu sama sekali tentang keluarganya .
"Dokter Dave, "
"Aahhh..yaa??"
"Egh..tidak papa. Hanya takjub dengan design rumahmu yang bergaya eropa ini, Dan terlihat seperti kastil megah "
"Rumah yang terlalu besar seringkali menjadikan penghuninya merasa kesepian" Jawab lugas Alexandria, "Aaah, itu Daddy. Turunlah sebentar, biar ku kenalkan dengan Daddy ku" Sambil menunjuk seorang pria yang baru keluar dari dalam rumah itu...
"Eghm..tentu. Tunggulah, biar aku yang membukakan pintumu"
Setelah turun dari mobilnya, Dave langsung berjalan kearah samping, dan membukakan pintu untuk Alexandria.
Lalu Keduanya berjalan keteras rumah itu,
"Daddyyy" Ucap Alexandria kepada sambil Memeluk pria paruh baya namun masih terlihat sangat bugar itu.
Dan, ya.... Dave Tahu betul siapa pria yang dipanggil Daddy oleh Alexandria itu. Bagaimana dia baru tau jika Gadis cantik itu adalah seorang putri Tunggal Zein. Pantas saja rumahnya megah bagaikan istana presiden, aahh mungkin justru lebih megah dari itu.
"My Sweetheart" Mengecup pucuk kepala puterinya dengan tersenyum ..
"Emm,,,daddy kenalkan ini Teman Alexandria."
"Ohh,,,hallo" Sapa Pria itu dengan tersenyum ramah sambil mengulurkan tangannya
"Saya Dave.
Tuan Johannes" Sambil menjabat tangan pria paruh baya itu
"Kamu mengenal Daddy?" Sahut Alexandria
"Siapa memangnya yang tidak mengenal seorang Tuan johanes zein " Jawab Dave dengan mantab
"Haha...bisa saja kamu Anak muda. Terimakasih sudah mengantar putri kesayangan saya pulang Dave. " Dengan kembali tersenyum ramah
"Sama-sama Tuan." Dengan membalas senyum
__ADS_1
"Dave ini seorang dokter daddy" Ucap Alexandria
"Wow...Muda, Tampan, pekerjaan mapan, dan otak cerdas. Bagus Dave. Dan lagi, jangan panggil saya Tuan. Kamu teman anak saya, jadi panggilah saya Om johan "
"Terimakasih banyak Om. Tapi saya masih Dokter residen "
"Dokter residen? Berarti Dokter muda yang sedang dalam penyelesaian pendidikan spesialisnya... "
"Betul Om. Saat ini Dalam semester akhir "
"Kuliah dimana? Tidak diluar negeri? Dan Ambil spesialis Apa?"
"Sebelumnya Saya dapatkan gelar sarjana kedokteran dari King’s College London om. Dan sekarang saya melanjutkan S2 dengan mengambil spesialis bedah di IUA, tempat dimana Alexandria juga berkuliah"
" You're great Dave. " Puji Tuan johanes sambil mengacungkan jempol nya
"Thank you very much, Om"
"Oh iya , sampai lupa menyuruh masuk kedalam. Masuklah Dave, "
"Egh Sekali lagi terimakasih Om. Tapi mohon maaf, sepertinya lain kali saja karena sekarang saya harus pulang karena juga sudah malam "
"Oh, begitu. Baiklah Om mengerti, Tapi lain kali kamu harus benar-benar main kemari Dave. "
"Baik Om, siap. Kalau begitu saya permisi, selamat malam " Sambil sedikit membungkukkan badan
"Ya ya, selamat malam. Hati-hati dijalan"
"Daddy, Biar lexa antar Dokter Dave kesana dulu "
"Tidak, tidak usah Nona Alexandria..."sahut cepat Dave
" Jangan ada penolakan untuk seorang teman Dokter Dave "
"Tidak papa Dave. " Sahut Tuan johanes "sayang, Daddy masuk dulu ya. Kamu juga setelah ini langsung masuk kedalam. Udaranya dingin " Ucap Tuan johanes lagi
"iya Daddy " ,
Tuan johanes pun langsung masuk kedalam rumahnya, lalu Alexandria dan Dave melangkah kearah luar teras itu sampai di halaman tempat mobilnya Dave terparkir.
.
"Masih nyeri perutnya?"
"Sudah Tidak" Jawab Alexandria sambil Menggelengkan kepalanya
"Masih mengantuk?"
"Eghm." Menggangguk
"Heghh..pantas saja Bryan memanggilmu dengan sebutan Tuan putri, ternyata kamu memang seorang Tuan putri sungguhan yang tinggal didalam istana. Hehe "
"Anda tau Dokter Dave, semua pelayan dirumah ini memanggilku dengan sebutan Tuan putri, tetapi saat seorang teman memanggilku demikian rasanya aku ingin memukulnya dengan kuat hh "
"Hehehe... Baiklah baiklah. " "ingat, ! Jangan lagi lupa makan, jangan kelelahan, jangan suka begadang. Setelah ini mandilah dengan air hangat, minum Vitamin, lalu langsung istirahat. "
"iyaaa Dokter Daveee"
"Yasudah, kalau begitu saya pulang dulu Nona Alexandria . Selamat malam"
"Eghm..selamat malam Dokter Dave. Hati-hati " Sambil mengulas senyum kepada dokter
Dave yang mulai masuk kedalam mobilnya.
Dan mobil Aston Martin One77 warna putih metallic itupun melesat meninggalkan halaman rumah megah itu, lalu hilang dalam Tutupan Gerbang Tinggi diujung sana.
__ADS_1