Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.44 Kevin pulang kerumah


__ADS_3

*Kediaman Liem saint Randa


Sebuah mobil Bentley bentayga hitam metalik memasuki sebuah gerbang besi besar yang mana dari luar gerbang pun sudah banyak penjaga berseragam serba hitam rapi, dan beberapa pria berwajah sangar kaku,bertubuh besar,kekar berotot seperti atlet angkat besi berkalung rantai besar di lehernya dengan kaos ketat hitam , celana jeans hitam dan sepatu Semi boots , semua nampak langsung membungkukan badan begitu mobil kevin melewati mereka...


Rumah yang berdiri diatas tanah seluas 50.000m² dengan beberapa gedung paviliun yang saling terhubung, entah apa saja isinya, siapa saja yang tinggal, bukankah ini hampir seluas istana kepresidenan.


Tuan liem saint Randa hanya memiliki 2 anak. 1 putra yang bahkan jarang pulang, memilih tinggal di luar sana dan 1 orang putri Saja. Juga hanya ada 1 Nyonya liem disini, tapi rumah yang ia bangun seperti seolah ia memiliki 10 istri dan 100 anak...


Ya, tapi mungkin terasa begitu, Kenyataannya memang begitu banyak manusia yang tinggal disana.


Entah berapa banyak jumlah pekerja rumahnya, dari pelayan, tukang kebun ,tukang masak, assistant pribadi, bodyguard, anak buah, gangster, dan entah apa lagi....


Disetiap tempat pada masing-masing sudut halaman tiap gedung ada orang yang berjaga berdiri tegap, juga ada yang lalu lalang seperti setrikaan lengkap dengan senjata api.


Di gedung depan Tengah adalah Bangunan utamanya, Bagunan yang menjadi pokok penghubung utama untuk bangunan-bangunan ruang yang lain. tempat yang bisa disebut rumah yang sebenarnya bagi keluarga Randa. ...


Kevin memasuki rumah dengan malasnya, tanpa salam, tanpa sapa kepada siapapun, meski disisi kanan kiri pintu rumah itu ada beberapa orang berseragam rapi,dengan jaz hitam dan sepatu mengkilat yang menyambut kedatangannya.


Didalam rumah juga lalu lalang pelayan yang saling membungkuk begitu melihat kedatangan putra Tuannya itu


"Aden sudah datang rupanya " Sapa seorang wanita yang menghampiri kevin dengan setengah berlari , usianya Sudah tidak muda lagi, sudah lebih dari 60 tahun namun masih terlihat gesit ,


"Jangan lari-lari, nanti Pinggang dan kaki simbok encok hehe" Gurau kevin dengan tersenyum lebar


"Simbok ini masih kuat den, asal gak disuruh gendong aden aja " Sahut seorang yang dipanggil simbok itu


"iya, memang udah gak mungkin kuat lagi kalau gendong kevin. Tapi kevin pasti kuat gendong simbok " Jawab kevin dan langsung mengangkat si simbok itu


"Eee...eee..eehh.. Den., den...jangan bikin simbok jantungan begini. Cepat turunkan simbok" Sambil mencengkram lengan kokoh kevin karena takut jatuh


"Hehe...gimana mau nurunin kalau simbok cengkeram lengan kevin begini?"


"Sudah sudahhh,,jangan bercanda terus. Ayo turunkan simbok den, pelan pelan"


"Loh, simbok ini Kok labil kaya abg sih mbok. Tadi minta diturunkan cepat, sekarang minta pelan-pelan, jadinya mau gimana?"


"Hooo,dasar bocah nakaalll" Sambil memukul lengan kevin


"Hehehe....iya iya. Jangan suka marah-marah nanti cepet tua mbok" Sambil menurunkan simbok dengan hati-hati

__ADS_1


"Hehhh, simbok ini memang sudah tua " Sahut simbok begitu sudah berdiri diatas kakinya sendiri.


"Masak sih mbok, Orang simbok masih cantik begini, ngalahin artis cantiknya Singapura Fiona xie malahan. simbok kalau pulang ke Indonesia bisa-bisa disangka Luna Maya " Ucap Kevin dengan terkekeh


"Ohh memang yaaaa aden ini....." Sambil memukul pinggang dan lengan kevin


"Aauwh....sakit mbok.habis makan apa sih, tenaganya bisa kuat kaya gini? Gangster-gangster di depan juga pasti gak ada yang berani lawan simbok hehehe"


"Hgghhh, sudah sudah. Ayo Aden makan dulu, sudah simbok siapkan dimeja makan"


"Egmm, papi mana mbok?"


"Tuan tadi keluar den. Buru-buru setelah mendapat telfon. Pasti urusan mendadak yang sangat penting" Jelas simbok


"Urusan papi memang selalu penting mbok. Sepenting nafas. tapi ya itu itu aja hhhh. Kalau mami dimana? Masak anak gantengnya pulang kerumah gak disambut ?"


"Oohh, kalau Nyonya ke panti Asuhan Den. Dari pagi tadi. Sepertinya Nyonya ndak tau aden pulang. Tapi pasti sebentar lagi Nyonya pulang, karena biasanya dijam-jam segini Pulangnya "


"Wahh bagus yaa, saya dipaksa pulang, , ehh giliran pulang malah semua pada gak ada dirumah. Trus, Ellea??"


"Hehehe salah sendiri, si Aden kalau gak pakai dipaksa juga gak pernah mau pulang. Non Ellea juga tidak dirumah Den, sekolah.belum pulang."


"Mbok juga nggak tau den, mungkin les musik karena tadi pagi mbok lihat non Membawa biolanya den"


"Heghh... Bahkan dirumah ini papi menyediakan ruang musik lengkap dengan semua alat musik juga guru musik private nya. " Ucap kevin dengan menyunggingkan satu sudut bibirnya dan menggeleng gelengkan kepalanya.


"Mana simbok faham kalau soal itu Den, mungkin si non kesepian dan bosan kalau cuma latihan musik dirumah. Kan gak ada temennya. Kalau disekolah kan pasti banyak temannya den " Jawab mbok dengan lugu kolotnya


"Ya..ya..yaa.....Tapi anak jaman sekarang kalau banyak temannya yang ada bukan latihan musik tapi latihan kelayapan mbok"


"Hehehe...ya ndak papa to den. Namanya juga anak muda"


"Anak muda apanya, dia itu masih anak kecil"


"Wahh si Aden ini, gak tau apa kalau non Ellea sudah banyak yang naksir. Ganteng-ganteng semua lagi yang ngedeketin si non. "


"Hahaha, yang naksir juga pasti banyak yang putar balik saat baru sampai di depan gerbang sana mbok "


"Kalau si mbok jadi cowok itu, ya pasti akan pantang menyerah den. Wong demi mendapatkan Seorang gadis secantik Non Ellea "

__ADS_1


"Sulit mbok. Muka orang-orang papi yang berjajar didepan sana garang-garang, Badannya juga kaya Dwayne Johnson semua. Hihh ngeri pokoknya" Ucap Kevin sambil tertawa cengengesan


"Hh sudah sudah. Ayo sana, aden makan dulu sambil Nunggu Tuan dan Nyonya pulang"


"Nggak ahh mbok. Males. Masak disuruh makan sendirian. Kevin mau pergi dulu aja, nanti pulang lagi . Kalau papi pulang, bilang aja kevin masih ada urusan penting . Ok mbok " Sambil melambaikan tangan dan melangkah pergi


"Duhhh,,si Aden ini. Paling Gak bisa kalau disuruh diam . Punya rumah gedongan,fasilitas lengkap, tapi justru gak pernah betah berada dirumah" Ucap si.mbok dengan hanya menggeleng gelengkan kepalanya saat putra Tuannya itu sudah berlalu dari hadapanya..


Saat kevin baru sampai didepan pintu, mobil papinya datang. Begitu seorang bodyguard membukakan pintu belakang mobil itu, terlihat Tuan Liem saint Randa dan Nyonya Liem turun dari dalam mobil Mercedes-Benz mewah model sedan itu ...


"Kevin " Sontak Nyonya Liem melangkah cepat kearah putranya yang berdiri diambang pintu...


"Mami" sahut kevin sambil Mencium punggung tangan nyonya Liem lalu langsung memeluknya


"Sayang, duhh anak mami" Mengelus punggung dan rambut putranya dalam pelukan "kog nggak bilang sih kalau hari ini pulang? Tau gitu kan tadi mami nggak pergi. " Ucap Nyonya Liem setelah melepaskan pelukannya


"Salah faham nih mami, kevin nggak ada rencana pulang mi. " Sambil melangkah kedepan menghampiri Tuan Liem yang sudah berdiri dibelakang Nyonya Liem


"Tapi dipaksa pulang. . iyakan pi ?" imbuh kevin sambil meraih tangan Tuan Liem dan mencium punggung tangan itu. Tuan Liem sendiri tak berkomentar,hanya terdengar menghela nafas panjang...


"Jadi papi yang Nyuruh kamu pulang?" Tanya Nyonya Liem sambil berbalik menghadap suami dan putranya yang saling berhadapan itu.


"Ya siapa lagi sih mi, kalau bukan Tuan Liem ini yang bisa melakukan hal seperti itu sama kevin" Jawab kevin.


"Bagus donggggg, tau gitu sering sering aja papi ngelakuin itu biar kamu sering pulang kerumah" Sahut Nyonya Liem dengan senyum puas, sambil melipat tangannya diberanda


"Loh gimana sih mi, kog malah berada di pihak papi?"


"Lohh,ya jelasss. Harus Dong. istri harus dipihak suami. Apalagi yang dilakukan suaminya hal yang sangat tepat. Benar begitu kan pi? " Ucap Nyonya Liem dengan tersenyum Sambil menggandeng mesra lengan suaminya itu


"Wahhh Papi guna-guna mami pakai apa sih ini pi? Sampai mami bisa segininya ?"


"yang jelas Gak mempan kalau cuma pakai platinum atau titanium card. Harus pakai unlimited signature visa card" Jawab santai Tuan Liem


"Papiiiiiii " Sahut Nyonya Liem sambil mencubit lengan suaminya itu


Lalu Tuan Liem dan kevin saling terkekeh di teras rumah besar itu


"Ayo masuk " Ucap Tuan Liem sambil melangkah kedalam merangkul pundak istrinya, dan kevin pun mengikuti dibelakang Mereka dengan tersenyum menatap betapa masih mesra dan harmonisnya Mami dan papinya....

__ADS_1


__ADS_2