
Hari berganti hari, dengan rutinitas yang sama. Setiap Alexandria ada jadwal kampus Bryan akan selalu datang tepat waktu mengantar dan menjemputnya.
Tidak Banyak yang berubah dari hubungan mereka berdua. Hanya akhir-akhir ini Bryan sudah mulai terbiasa menemani gadis cantik itu sarapan dirumahnya . Beberapa kali juga ia mengantar Alexandria pergi Ke pemotretan, bahkan ke Salon. Meski hal itu juga belum bisa membuat keduanya menjadi lebih akrab dan dekat, tapi setidaknya menjadi mengerti bahwa karakter Seorang Bryan memang Sering kali dingin beku seperti Es, tetapi terkadang pula dibalik sikap cuek & kakunya itu terlihat sosok yang sangat peduli dan hangat. Seperti saat mengantar Alexandria ke sebuah acara, Alexandria memintanya langsung pulang, tapi ternyata ia tetap menunggu didalam mobilnya dengan mata terjaga sampai acaranya selesai. Didalam mobilnya pun sekarang juga selalu ada kotak coklat ,yang mana saat gadis itu terlihat lelah dengan segala aktifitasnya ia akan memberikan coklat itu pada gadis itu. Tapi jangan harap akan kalian lihat senyuman ramah dari bibir pria dingin itu untuk saat ini.
Devil club ;
Warna warni sorot lampu dan music yang sedang dimainkan seorang DJ diatas panggung memecah kesunyian malam...
Beberapa manusia sedang asik berjoget dibawah panggung Music, beberapa lagi sedang saling tertawa di meja mereka, ada juga yang sedang asik menikmati minuman seorang diri didepan meja bar,
Disebuah ruang VVIP terlihat seorang pria tengah terbaring pada sebuah sofa panjang dengan satu tangan berada diatas wajahnya tepat menutupi kedua matanya
"Rupanya disini ini orang, heh bangun " Suara seorang pria yang terdengar tidak asing
"Bangun bro" Ucap seorang yg lain sambil menggoyangkan kaki pria yang sedang terbaring diatas sofa itu
"Wahh, sepertinya dia sudah mati" Kembali suara pria yang pertama dengan nada seolah serius
"Benarkah? Biar kuperiksa. Aku tau cara yang ampuh membangunkan orang mati seperti ini" Ucap Seorang yang lain lagi, ia maju melangkahkan kakinya lalu duduk ditepi sofa tepat disamping pria yang sedang terbaring itu sambil tangannya bergerak kearah leher pria itu
"Singkirkan Tanganmu Dave " Ucap pria itu tanpa membuka matanya, sepertinya dia tidak benar-benar tidur dan tau betul kedatangan 3 temannya yang rusuh itu Gerald, Dave dan Kevin
Mendengar kata yang keluar dari mulut pria itu, ketiganya pun terkekeh....
"Bangun, ! Loe kalau cuma mau tidur ngapain kesini? Mending anteng dirumah. Apa loe lagi mabuk? Tapi tidak ada bau alkohol" Ucap Dave menepuk pinggang pria yang masih saja menutup matanya dan tidak mau beranjak duduk
"Bryan mabuk?? Impossible things. Dia lebih suka minum susu daripada meneguk minuman yang memabukkan " Ucap Gerald dengan tertawa kecil
"Karena jam terbang loe sudah tinggi, nampaknya pengetahuan loe makin Bagus Captain Gerald , Bryan memang lebih suka minum susu. Susu segar langsung dari sumbernya hahaha" Timpa kevin sambil tertawa dan diikuti tawa dari Dave dan Gerald....
Mendengar hal itu Bryan pun bangun dan melempar bantalnya kearah kevin, namun dengan cepat kevin menangkap bantal itu sebelum sempat menyentuh mukanya
"Kalian cuma datang bertiga, Albert kemana ?"
"Kita fikir dia udah disini sama loe " jawab Gerald
"Lagi sibuk kali tu anak, dari balik ngampus gua udh gak lihat Batang hidungnya" Timpa Dave
Drrrtt...drrttt...derttt... 📲 ,
tiba-tiba ponsel Bryan diatas meja berdering dengan sebuah nama yang sedang memanggil muncul di layar ponsel tersebut
__ADS_1
"Panjang umur ni anak" Ucap Bryan sambil mengangkat panggilan masuk di ponselnya
📱; "Hallo, loe dimana ?"
📱; "gue di cafe deket Apartment loe. Loe lagi dimana?"
📱; "ngapain loe disitu? Gue di pub sama anak-anak yang lain. "
📱; "Lagi ada urusan. Eh berapa no password unit loe ? Gue pinjam mlm ini, lagi males balik "
📱; "cihh.... 270799"
Lalu Bryan mematikan ponselnya, dan meletakkannya kembali benda itu ke atas meja sambil kembali memejamkan matanya dan menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa
"Dimana tu anak? Dia gak dateng kesini?" Tanya Gerald
"Gak. Dia lagi ada urusan sampai pinjem unit apartment gue" Jawab Bryan masih dengan mata terpejam.
Mendengar jawaban dari Bryan, ketiganya langsung terkekeh dan menggelengkan kepala, mereka tau betul urusan macam apa yang sedang dilakukan temannya itu
"Wahh, sepertinya Albert malam ini sibuk dengan urusan politik yang menguras keringat Panas menggairahkan" Ucap kevin sambil mengangkat satu kakinya dan meletakkannya diatas ujung Pahanya
Ditengah perbincangan itu, 2 orang pelayan wanita muda datang , yang seorang membawakan 1 botol sauvignon blanc white wine dan 4 gelas banquet crystal
Yang seorang lagi membawakan 1 potong kue coklat dengan frosting keju ricotta dan ceri marachino , 2 piring pasta carbonara, dan 1 piring salad dengan saus ranch creamy , hidangan yang cocok untuk menemani white wine diatas meja itu.
Semua terlihat sempurna, meski tidak ada yang memesan . Ya tentu saja ada orang yang bertanggung jawab mengurus menu yang diantarkan ke ruang VVIP itu.
Seorang yang sudah hafal betul apa saja yang biasa diinginkan para Tuan muda diruangan itu.
Namun ada yang berbeda disini, kedua pelayan yang mengantar semua hidangan itu nampaknya baru pertama kali masuk keruangan VVIP 1 itu.
Matanya disuguhkan dengan pemandangan yang menakjubkan akan keindahan ciptaan Tuhan pada semua manusia yang asik berbincang disofa itu. Sepertinya kesempatan itu tidak ingin disia-siakan mereka, hingga tidak hanya ingin mengantar apa yang ada dimeja itu tetapi Kedua pelayan muda itu terlihat sengaja ingin menggoda para pria muda yang semuanya berwajah sempurna itu , dengan membiarkan kancing baju bagian atasnya terbuka tidak mereka kaitkan dan terlihat sesak dibagian dada yang sangat padat itu sehingga belahan dada itu terlihat jelas saat mereka sedang membungkuk menata hidangan dimeja itu ditambah dengan bawahan rok mini yang super ketat , kedua paha putih mulus itupun juga terpampang nyata .
Kedua pelayan itu saling memberi tatapan yang menggoda ke arah para pria yang sedang memperhatikannya, hanya seorang pria saja yang terlihat tidak memperdulikan keberadaan mereka karena masih bersandar dengan mata terpejam di sofanya.
Saat kedua pelayan itu berdiri dan hendak pergi, Tangan Gerald dengan cepat meraih satu tangan pelayan itu dan menariknya hingga seorang pelayan itu jatuh dipangkuan Gerald.
Mendapat perlakuan seperti itu bukannya mencoba berdiri dan melepaskan diri tetapi justru memberikan senyum menggoda sambil mengalungkan tangannya ke leher pria itu. Gerald pun membalas tatapan wanita yang ada dipangkuannya dengan sebuah senyuman yang seolah menginginkan sesuatu yang lebih daripada ini,
Melihat hal itu, pelayan yang satunya melangkahkan kakinya dan dengan berani duduk diantara Dave dan Kevin .
__ADS_1
"Bryan, loe kenapa ngga bilang kalau ada layanan plus plus juga disini " Ucap Gerald sambil melepaskan kancing baju satu persatu milik wanita yangada dipangkuannya itu
" Nona , Kau berani duduk diantara aku dan temanku. Apa kau sanggup melayani kami berdua secara bersamaan?" Tanya Dave kepada pelayan yg duduk diantara dirinya dengan kevin
"Jangan khwatir, saya sanggup melakukannya tuan " Jawab wanita itu sambil kedua tangannya menarik tangan kedua pemuda di sampingnya itu dan meletakkannya dikedua paha mulusnya
"Wahh, ini akan menjadi malam yang sangat panas. Biar kuberitahu padamu manis, sekali main aku bisa sampai 6 ronde tanpa jeda dengan berbagai gaya. Jadi kurasa badanmu akan remuk redam dengan melayaniku saja. Belum lagi temanku ini, meski wajahnya terlihat kalem dan polos dia sangat agresif saat diranjang" Ucap kevin kepada pelayan wanita itu
"Percayalah, untuk Tuan tuan yang tampan ini, saya akan memberikan service yang memuaskan"
.
.
"Apa kalian masih Virgin?" Terdengar suara dari seorang pria yang masih tetap dengan posisinya bersandar pada sofa dengan kedua matanya yang terpejam
Karena tidak ada jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan, pria itu pun membuka matanya dan menegakkan punggungnya, lalu tangannya meraih botol wine dan menuangkannya sekitar sepertiga gelas ke gelas yang telah disediakan.
"Pasti sudah tidak Virgin kan," Kata pemuda itu lagi sambil menyunggingkan bibirnya lalu mengangkat gelas yang sudah diisinya dan langsung meminumnya dalam sekali tegak
"kalian punya mulut kan, setidaknya jawablah pertanyaan yang Ku lontarkan. Apa manager club disini tidak keberatan dengan apa yang kalian lakukan ini? " Tanya Bryan kembali sambil meletakkan gelas kosongnya ke atas meja tanpa sekalipun melihat kearah 2 pelayan yang diberinya pertanyaan itu
"Tentu saja tidak tuan, justru manager disini akan senang jika kami bisa menyenangkan para pelanggan disini" Ucap seorang pelayan yang berada di pangkuan Gerald
"Benar Tuan, Manager kami mengajarkan bahwa harus bisa melayani para Tamu khususnya Tamu VVIP seperti tuan-tuan dengan pelayanan yang extra" Sahut pelayan satunya lagi
Mendengar jawaban dari 2 pelayan itu Bryan langsung mengisi kembali gelasnya dengan isi mencapai setengah dari gelas itu dan langsung meminumnya lagi dalam sekali tegak.
Melihat hal itu ketiga Temannya saling pandang satu sama lain,
Setelah kembali meletakkan gelasnya yang telah kosong ke atas meja, Bryan meraih ponselnya dan terlihat memanggil seseorang . . .
.
.
.
.
.
__ADS_1