Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.23 Putra Alison


__ADS_3

Mercedes Benz AMG-GT R warna hitam metallic telah masuk dalam Sebuah basement apartment, Bryan mematikan mesin mobilnya lalu turun keluar .


Terlihat Land Cruiser nya sudah terparkir disana. Bryan Memasuki sebuah lift yang mengantarnya sampai ke lantai unit kamarnya.


.


Cglek....


Bryan langsung melangkahkan kaki ke dapur hendak memgambil sebuah minuman yang dapat menyegarkan tenggorokannya.


Saat sampai disebuah meja makan, hidungnya mencium aroma yang sangat sedap, hingga tiba-tiba membuatnya merasa lapar, Dan benar saja ternyata ada makanan yang tertata epik rapi diatas meja.


.


"Kapan kakak pulang? Kog aku gak denger ada orang masuk ke apartment" celetuk Brandon yang tiba-tiba muncul ke ruang dapur


"Barusan. Untung Bukan Maling yang masuk. kalau Maling yang masuk, Raib semua pasti barang-barang kakak"


"haha....Maling juga masih mikir-mikir kali kalau mau masuk ke kandang singa. "


"hhh..Emang kamu habis darimana Sampai gak denger ada orang masuk ke apartment?"


"Dari Balkoni. View nya bagus kalau malam. Pantes kakak betah stay di apartment "


"View bagus apaan, Mau siang mau malam Yang ada disini juga cuma Gedung-gedung raksasa. ini kamu yang bikin?" Mengarahkan pandangan keatas meja.


"Aaaa,,,iya. Yuk kita makan. Sekalian kakak Cobain Aussie Beef Steak ala Chef Brandon" Ucap Brandon sambil Membuka lebar lengannya dengan penuh percaya diri.


"Hemmmh kayaknya enak... Kakak emang lagi laper. Ada bagusnya kamu disini, jadi ga perlu keluar udah tersaji menu ala restaurant " Ucap Bryan dengan penuh semangat dan tersenyum lebar sambil menarik kursi untuk segera menyantap steak diatas piring itu.



.


.

__ADS_1


Terlihat dengan lahap Bryan memakan steak yang dibuat oleh Brandon.


Dalam beberapa saat piringnya pun telah kosong, tinggal jejak coret sauce black paper yang Menempel disana.


"Wuihh, Laper apa Doyan kak? " Brandon terkekeh melihat kakaknya makan dengan lahap dan kilat.


"Kenapa kamu gak jadi chef di hotel papa ini, masakan kamu enak. perfecto " 👌


"Buat apa Brandon repot-repot kuliah kalau hanya memanfaatkan bisnisnya papa. Brandon pengen mengasah kemampuan dengan pengalaman di luar. Salah satu mimpi Brandon adalah bisa bekerja dengan chef Thomas Keller "


"Kau akan pergi ke Washington hanya untuk memasak??? "


"Hanya?????! Apa menjadi seorang Chef lebih rendah kastanya dibanding menjadi seorang pengacara, jaksa, Dan Semua para penegak Hukum lainnya? " Ucap Brandon sambil meletakkan pisau dan garpunya. ada nada kekecewaan yang tersirat disana.


"Heh, Kakak tidak Mengatakan ataupun Bermaksud merendahkan profesi chef, yang kakak maksud adalah tidak harus keluar negeri untuk menjadi chef yang hebat, karena di singapura sendiri profesi chef sangatlah menjanjikan. Terlebih, papa dan mama kamu Mana mungkin mengizinkan kamu pergi?!"


"Kan ada kakak disini. Jika Brandon tidak ada dirumah, kakak harus pulang kerumah. "


" Kakak bukan anak yang penurut seperti kamu. Kakak dan papa selalu Berantem tiap kali bertemu. Dan kakak juga tidaklah cukup dekat dengan mama kamu untuk tinggal dalam 1 atap. " Ucap Bryan sambil menyandarkan tubuhnya disandaran kursi


"Kak Bryan membenci mama? aaagh maksud Brandon mama maylin"


"Apa puan Daniar sering menemui kakak?"


"Hishh,,, Bukankah hal itu sama sekali tidak ada urusannya denganmu "


"Baiklah jika kakak tidak mau menjawabnya" sambil hendak ingin beranjak dari kursi,


"Beberapa kali kakak bertemu dengannya, Tapi bukan karena Puan Daniar datang menemui kakak ataupun kakak datang untuk menemuinya. "


"Maksud kakak???" kembali terduduk ke kursinya. Nampak kebingungan tergambar diwajah Brandon


"Kami bertemu Sebagai orang asing. Beliau yang berprofesi sebagai jaksa dan kakak yang seorang pengacara Terkadang akan membuat kami bertemu tanpa kesengajaan didalam ruang persidangan, ataupun digedung pengadilan" Ucap Bryan dengan senyum getir.


Mendengar jawaban yang terlontar dari kakaknya, Brandon mengerti hubungan seperti apa yang ada diantara kakaknya dan wanita jaksa itu.

__ADS_1


"Kakak tidak ingin menemuinya secara pribadi?"


"Apa menurutmu kakak Harus melakukannya Brandon ? " Jawab Bryan dengan menyunggingkan bibirnya .


Brandon pun terdiam sesaat. Yang ia Bayangkan adalah jika saja Mama Maylin berada jauh darinya dalam waktu yang sangat lama,Pastilah ia akan mencari,mendatangi dan menemui mamanya itu. Tapi masalah kakaknya tidaklah semudah itu, Hubungan Puan Daniar dan Kakaknya tidaklah seperti hubungan antara dirinya dengan mama maylin, bahkan ia sendiri tidak benar-benar tau tentang cerita Papa nya,puan Daniar dan Kakaknya itu.


"Pulanglah, ini sudah malam. Kecuali kalau mau menginap disini. kakak mau mandi dan istirahat" Sambil menepuk bahu adiknya lalu melangkah pergi meninggalkan meja makan.


.


.


Bryan pun melepas seluruh pakaiannya dan mengguyur tubuhnya dIbawah shower. Rasanya sangat segar setelah lelah seharian.


Selesai mandi dan berganti pakaian, Bryan melangkah keluar dari kamarnya. ia memeriksa seluruh ruang di apartment nya, Sofa ruang tamunya kosong, 1 kamar disebelah ruang tamu juga kosong, dan dapurpun kosong tak ada siapapun disana. Nampaknya mata itu sedang mencari keberadaan adiknya, dan rupanya Brandon sudah tidak ada disana, Sepertinya adiknya itu juga langsung pergi setelah Bryan meninggalkannya dimeja makan tadi.


Bryan pun melangkah kearah Balkoni ruang tamunya. Ada sesuatu hal yang membuatnya penasaran. Hembusan angin malam terasa dingin membelai kulitnya , ia amati seluruh pemandangan kota yang terlihat jelas dari Gedung apartment nya itu . . .



"Pantas saja Brandon tadi mengatakan view dari balkoni ini sangat bagus dimalam hari. Bagaimana aku tidak pernah menyadari hal ini " Ucapnya seorang diri dengan tersenyum menatap gemerlap lampu kota, Gedung gedung tinggi yang memajang billboard besar menyala diatasnya, Dari balkoninya juga terlihat jelas lampion-lampion yang menyala di sebuah Vihara besar DiTengah kota itu yang berjarak sekitar 1 km dari apartment nya.


Dan Saat matanya menatap kebawah terlihat kendaran yang lalu lalang dijalan raya saat jam malam nampak seperti miniatur film fast and furious .


Ditengah menikmati pemandangan malam , tiba-tiba fikirannya teringat pada seorang gadis yang pasti saat ini sudah terlelap dibalik selimut lembut didalam kamar bernuansa warna mint dan nude peach yang manis itu.


Entah kenapa Rasanya ia ingin segera terlelap, agar malam segera berlalu dan pagi segera datang. Hingga ia bisa segera pergi menemui gadis itu. Apakah ia sedang merindukan gadis pemilik senyuman yang bisa membuat semua pria terpikat itu???


Bryan menutup pintu kaca ruang tamunya, lalu kakinya melenggang ke kamar tidurnya. Dibaringkannya Tubuhnya diatas ranjang, sesaat ia terlihat membuka ponselnya, lalu senyumnya merekah ketika menatap sebuah foto gadis kecil yang tersenyum ceria menatap kearah kamera itu...


Siapakah gadis kecil berkulit putih susu yang fotonya tersimpan di ponselnya itu? Apakah itu foto Stella kecil? Rasanya itu tidak mungkin. Pasti bukanlah foto Stella. Ataukah itu foto starla, saudari kembar stella?? Tapi mana mungkin senyumnya merekah jika gadis kecil yang ditatap dalam foto itu adalah starla , pastilah kegetiran yang akan terlukis diwajahnya. Ataukah itu foto masa kecil gadis pemilik senyum memikat yang mengusik fikirannya tadi. Tapi bagaimana bisa? Dan Jika benar, apakah Bryan sedang merindukan gadis itu?


Ahh, yang benar saja ....Tidak mungkin manusia dingin seperti ini bisa merindukan seorang gadis dengan mudahnya . .... Atau mungkinkah sebenarnya hati seorang Marcelo Bryan Alison tidaklah sedingin sifatnya??? Meski terkenal dengan sifat dinginnya, Pria ini bukanlah pria yang kasar, bukanlah pria yang kejam, jadi Mungkin saja hatinya sebenarnya sangat hangat....


Bryan Hatinya Hangat????? Haha...yang benar saja?! Kalian pasti masih ingat, bagaimana pria dingin ini menyeringai seperti setan saat menghajar Haris, sang manager di Devil Club miliknya malam itu

__ADS_1


.


.


__ADS_2