
📲 : "Hallo Om,"
📲 : " Agh,,ya.. Hallo Bryan. Ada apa?" Suara ramah dari orang diseberang sana
📲 : "Bryan sedang di rumah Om sekarang. Bolehkah Bryan menemui Alexandria?"
📲 : "Heii, apa maksudmu Bryan? Bukankah sudah biasanya kau menemui putri om. Kenapa harus bertanya..hehe ?? Waitt... Bukankah pak benu sudah memberitahumu kalau Alexandria tidak pergi kuliah hari ini? Kenapa kamu datang Bryan,? Adakah hal lain, hmm? "
📲 : "Bryan ingin Membawa Alexandria ke kampus pagi ini Om. Sudah terlalu sering dia tidak masuk kuliah. Karena itu Bryan hanya ingin Om memberi izin kepada Bryan untuk menemui Alexandria sekarang "
📲 : "Egghh..yaa tentu saja Om mengizinkan Bryan. " Terdengar ada nada kebingungan dari suara Tn.johanes
📲 : "Baiklah, terimakasih Om. " Ucap cepat Bryan , lalu mematikan ponselnya.
Setelah selesai dengan telefonnya, Bryan memberi tatapan kepada Pak benu. Tatapan yang mengisyaratkan bahwa pak benu tidak perlu banyak bertanya, atau bicara atau melarangnya untuk menemui Alexandria. Karena ia bahkan sudah langsung meminta izin kepada Tuan Johanes. Pak benu hanya bisa mengangguk hormat dan mundur perlahan, membalikan arah tak lagi mengikuti Bryan yang kini mulai menaiki tangga rumah itu.
"Tok tok.. " Bryan mengetuk pintu kamar Alexandria
"Tok...tok " Kedua kalinya ia mengetuk namun tidak ada sahutan dari dalam kamar itu.
Lalu ia meraih gagang pintu kamar itu, dibukanya dengan perlahan ternyata kamar itu tidak terkunci.
Matanya menatap ranjang besar di dalam ruangan itu dari ambang pintu kamar itu, hanya nampak wajah mungil gadis cantik yang matanya masih terpejam dibawah kukungan selimut tebal yang lembut itu.
Bryan melangkah memasuki kamar itu. Dan langkahnya terhenti ketika sampai tepat di sisi ranjang. Kini ia dapat melihat jelas wajah polos gadis cantik itu. Wajah yang tenang, wajah yang terlihat lebih manis saat kedua netra itu sedang tertutup rapat, hanya menampakan bulu mata yang lentik, pipi cerah merona dengan kulit yang mulus seperti bayi . Ya, dia benar-benar terlihat manis.
"Alexandria " Panggil Bryan seraya menyentuh pelan ujung bahu gadis itu sambil duduk ditepi ranjang....
Tak ada respon, tak ada pergerakan dari Alexandria. Ya, Bryan memang terlalu pelan kurasa. Manusia dingin yang tidak biasa banyak bicara itu sepertinya tidak tau betul bagaimana cara membangunkan seorang gadis yang sedang terlelap tidur....Sepertinya ada rasa tidak tega membangunkan gadis yang masih tertidur lelap itu. Baru akan meraih lengan gadis yang terbungkus selimut itu lagi, Bryan mengurungkannya. ia menarik kembali tangannya sebelum sempat menyentuh kulit gadis itu. Lalu ia justru beranjak berdiri dari ranjang... Melangkah kearah korden besar yang menutup balkoni kamar... Dibukanya tirai korden itu, ,,
__ADS_1
"Sreeekk...." Sinar matahari pagi menyusup masuk dari luar, hari ini sangat cerah setelah kemarin hujan seharian. Langit angkasa terlihat sangat bersih tanpa tebaran mendung,
Alexandria mengerjapkan matanya saat dirasa ada cahaya yang tepat mengenai kedua netranya...
Perlahan ia bangun , bersandar pada sandaran ranjang. Kembali ia buka matanya, menatap arah korden yang telah terbuka dan...
"Bryaaannn....!" Seru Alexandria kaget mendapati lelaki itu ada disana
"Egm" Sambil mendekat kearah ranjang Alexandria
"Bagaimana kamu bisa disini Bryan? Dan apa yang kamu lakukan dikamarku??"
"Membangunkanmu. Cepatlah mandi dan bersiap-siap. Kamu tidak ingin terlambat kuliah kan?" Ucap Bryan dengan melirik Arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Aku tidak kuliah hari ini Bryan. Aku juga...
Alexandria berusaha mencerna semua yang dikatakan dan dilakukan Bryan, gadis itu benar-benar sangat bingung dengan situasi yang terjadi saat ini...
"Bryan aku ..
" Kamu sudah berkali-kali tidak masuk kuliah akhir-akhir ini. Kamu tidak mau harus mengulang semester lagi tahun depan kan?!"
"iya, aku tau. Tapi tidak hari ini Bryan. Karena Aku harus pergi syuting "
" Mana sebenarnya yang kamu prioritaskan?! Jika memang project film mu lebih penting, maka ambilah cuti kuliah seperti yang sudah kamu lakukan sebelumnya. Seorang Alexandria vanessailee zein, tidak akan sulit melakukannya karena semua pasti mudah diatur untukmu . Atau mungkin kamu berfikir kuliah hanya untuk formalitas statusmu sebagai seorang mahasiswi, jadi kamu bisa melakukannya sesuka hatimu, karena ujung-ujungnya kamu tetap bisa lulus meskipun kenyataanya tidak layak untuk lulus. " Ucap Bryan dengan sorot mata yang dingin, meremehkan.
"Siapa kamu hingga bisa bicara seperti itu padaku?! " Ada kekesalan dalam ucapan Alexandria.
"Aku hanya seorang sopir anda yang sudah melewati batasan Tuan putri. Anda bisa memecat saya setelah ini " Jawab Bryan sambil meraih tubuh gadis itu, mengangkatnya ala bridal style. Alexandria sontak terkejut dan membelalakan matanya
__ADS_1
"Bryan apa yang kau Lakukan??? Lepaskaann.....Bryan lepaskannn..." Protes Alexandria sambil terus meronta,memukul dada Bryan, mencoba melepaskan diri dari gendongan pria dingin itu. Namun bukannya menurunkannya, Bryan justru mengeratkan tangannya yang sedang mengangkat tubuh gadis itu. Tanpa menghiraukan protes Alexandria, Bryan membawa Alexandria ke kamar mandi .,. Dan baru menurunkan gadis itu begitu tepat sampai di sisi shower.
"Cepatlah mandi, jika tidak ingin aku yang memandikanmu " Ucap Bryan
"Keluar . " Ucap Alexandria perlahan dengan membuang pandangan ke arah lain
"Aku serius Alexandria "
"Apa aku terlihat tidak serius Bryan ? Bukankah kamu menyuruhku mandi?? Apa kamu mau tetap disini dan melihatku bertelanjang?! Baiklah... " Dan tangan gadis itu meraih tali gaun tidurnya, sekali tarik tari yang terikat simpul itu terlepas.
Bryan langsung memalingkan wajahnya, tak berani menatap gadis cantik dihadapannya, dan dengan cepat ia melangkah keluar dari kamar mandi itu...
"Kenapa dia seberani itu? Apakah dia tidak sadar yang dilakukannya sangat berbahaya ?! " Ucap Bryan seorang diri dengan menghela nafas berat lalu langsung melangkah keluar dari kamar itu.
Setelah selesai bersiap-siap, Alexandria pun turun ke bawah. Tak menghiraukan siapapun yang ada disana, gadis itu hanya berlalu begitu saja melewati para pelayan dan langsung melangkah kearah luar.
"Nona,,, ehh tuan putri, anda tidak sarapan dulu?" Tanya pak benu seraya mengikuti langkah nona muda nya
"Tidak pak Benu. " Jawab singkat Alexandria.
Diteras depan Bryan tengah bersandar pada sebuah pilar besar rumah itu, Dan Alexandria juga melaluinya begitu saja.
"Kenapa Nona muda terlihat kesal begitu tuan muda Bryan?" Tanya pak benu
"Dia juga tidak memberitahuku" Jawab Bryan dengan ekspresi datarnya, dan menyusul langkah Alexandria.
"Nona.muda tidak memberi tahu anda, tapi anda adalah orang yang sebelumnya bersamanya tuan muda. Jadi tidak mungkin anda tidak tau. Sebenarnya Apa yang sudah anda lakukan sampai Nona muda bisa kesal begitu" Batin pak Benu dengan menghela nafas panjang
Pak benu masih berdiri di tepi halaman hingga Land cruiser silver itu pergi membawa sang putri Tuannya.
__ADS_1