
"Darling are you okay ??" tanya Biem saat keduanya melangkah keluar cafe
"Egm. i'm ok bi'em " jawab Alexandria
"Apa perlu kita ke dokter sekarang ? kaki my darling masih sakit ? "
"Tidak perlu Bi'em. Jangan khawatir , ini sudah tidak sakit . . ."
"Haruskah sampai tidak bisa jalan baru kau akan mengatakan sakit ?" Terdengar ucapan seseorang yang berjalan kearah mereka,
"Bryan ..." Ucap Alexandria saat lelaki itu tepat berada dihadapannya
"Biar kubantu. ," Ucap Bryan sambil langsung mengangkat badan gadis itu ala Bridal style
"Bryaaann.... Apa yang kau lakukan ??! Aku bisa jalan sendiri "
Tak memberi jawaban , hanya sesaat Bryan memberi tatapan tajam kepada gadis yang sedang terpangku pada kedua lengannya itu lalu ia berjalan .
Alexandria pun terdiam, tanpa protes lagi, justru kini tangannya melingkar lembut pada leher pria itu, sedangkan Bi'em justru terlihat terpesona dengan pemandangan yang dinilainya so sweet itu , ia mengintil dengan senyum senyum kemayu sendiri dibelakang mereka
Jepret....jepret...📸
"Nona, Siapakah lelaki tampan yang menggendong anda ini " ucap seorang wanita dengan menyodorkan microfon kearah Alexandria
"Apakah ini kekasih anda ?" Sahut yang lain
"Bukankah belum lama ini anda dikhabarkan berhubungan dekat produser film tn.victor zeng ?" Sahut yang lain lagi
"Lalu Bagaimana soal gosip kedekatan anda dengan lawan main anda di film itu ?" Sahut suara yang lain lagi ,
Semua saling menyerbu dengan berbagai pertanyaan dan sodoran microfon kearah Bryan dan Alexandria, yang lainnya lagi terus memotret kearah mereka .
"Hentikan, hentikan . jangan memotret " Seru Bi'em yang mencoba menghadang para Wartawan itu
Bryan menurunkan Alexandria perlahan, lalu menepikan badan Bi'em yang mencoba menghalangi wartawan mencecar berbagai pertanyaan dan terus mengambil gambar Alexandria dengan Bryan itu , tentu saja Bi'em terhuyung ke tepi karena lengan kokoh Bryan .
"Saya adalah Kuasa Hukumnya Nona Alexandria" ucap tegas Bryan dengan sebuah kartu nama ditangannya yang diarahkan kehadapan para wartawan itu
"Marcello Bryan Alison..." Ucap para wartawan yang membaca kartu nama itu ,
"hah, Dia dari Firma hukum Alison" sahut yang lain
"Bukankah dia putra pengacara kondang itu, Tn.Rahardian Alison" bisik yang lain lagi
__ADS_1
Semua wartawan itu nampak saling berucap satu sama lain,
"Kenapa saya menggendong Nona Alexandria ,itu karena tadi ada accident kecil yang membuat kaki nona Alexandria terkilir, sehingga saya membantunya" Ucap Bryan .
Beberapa wartawan masih terus memotret kearah Bryan ,
"Singkirkan kamera kalian !" Ucap Bryan dengan nada tinggi
"Dalam UUHC No 19 pasal 12 ayat 1 Barang siapa yang melakukan Penggunaan Secara Komersial, Penggandaan, Pengumuman, Pendistribusian, dan/atau Komunikasi atas Potret yang dibuatnya guna kepentingan periklanan secara komersial tanpa persetujuan atau izin tertulis dari orang yang dipotret atau yang bersangkutan dapat dijerat pidana kurungan paling lama 1,5tahun atau denda paling banyak sebesar $S50.000 " Ucap Tegas Bryan kearah para wartawan
"Dan juga diatur dalam pasal 310 ayat 1 dan 2 Barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu, dihukum karena menista, dengan hukuman penjara selama-lamanya 9 bulan atau denda sebanyak $S5000 , Dan Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan atau pidana denda paling banyak $S 10.000" Lanjut Bryan Lagi.
Tentu saja para wartawan menjadi kelabakan, karena apa yang diucapkan oleh pria itu bukanlah sekedar gertakan yang tidak berdasar . Alison , dalam dunia hukum Nama itu sangat disegani bahkan ditakuti.
"Jangan sampai saya dapati ada foto ataupun hal tentang saya dan Klien saya, Nona Alexandria yang muncul dan tersebar di media , kecuali jika kalian memang ingin saya perkarakan secara hukum" Ucap Bryan lagi, lalu kembali mengangkat tubuh Alexandria, dan meninggalkan semua wartawan disana.
"Katakan dengan benar, kakimu masih sakit ?" Tanya Bryan saat keduanya sudah didalam mobil
"Sedikit. " jawab Alexandria
"Kuantar pulang atau ke dokter ?"
"Egmm... Pulang. Tidak perlu sampai ke dokter"
Beberapa kali ada deringan telfon dari ponsel Bryan, namun lelaki itu hanya mengabaikannya setelah sempat melirik sekilas pada screen ponsel yang menyala itu...
"Bryan,, , " ucap Alexandria perlahan
"Hm ?" Dengan tetap fokus pada stir kemudinya
"Kau marah padaku ?"
"Kenapa aku harus marah ?"
"Aku pergi tanpa memberitahumu"
"Jika kau memberitahuku, aku juga pasti tidak akan mengizinkanmu "
"Tapi tadi aku memang harus pergi, Maafkan aku"
"Lakukan saja sesukamu. Toh apa hakku sampai berani melarangmu . "
"Aku tidak suka dengan ucapanmu. Tentu kamu berhak melarangku, karena Daddy memang memintamu untuk menjagaku"
__ADS_1
"Ohh, jadi kamu berfikir apa yang kulakukan karena semata-mata Tuan johan memintaku ?''
"Tidak . Kau melakukannya lebih daripada permintaan Daddy. Orang sepertimu tidak akan mungkin bisa diperintah begitu saja"
"Kenapa Tidak, Sudah kukatakan Daddy mu membayarku mahal untuk menjagamu " Ucap Bryan dengan ekspresi datar ,dan dingin seperti biasanya
"Apa Orang sepertimu bisa dibeli begitu saja ? , tidak mungkin..."
"Haha...Naif sekali anda ini tuan putri. justru Memangnya siapa orang yang tidak bisa dibeli atau dibayar ?"
"Tapi kau tidak mungkin mau mengurusku seperti ini hanya karena Uang Tuan Bryan." jawab sengit Alexandria
"Lalu menurutmu karena apa ?''
"Karena kita Teman"
sesaat keduanya terdiam, Kata teman yang terucap dari mulut gadis itu kenapa menjadi terdengar sangat menyesakkan .
Bahkan Alexandria yang mengucapkannya pun merasa canggung dengan kata yang diucapkannya.
"Teman ?! Heghh....Teman seharusnya tidak berkhianat" Ucap Bryan
"Apa maksudmu ?? "
"Bukankah kau yang kabur dariku sama halnya dengan penghianatan ? Aku seperti orang bodoh yang menunggu hingga kelasmu selesai. mencarimu ke kelas fakultas Bisnis, Tapi ternyata bahkan kau tidak mengikuti kelas" Ucap Bryan sambil memindahkan gigi mobilnya,
"Hehehe"
"Heih, kenapa Kau tertawa ?! Apa kau berfikir aku sedang membuat lelucon ? " Sontak Bryan dengan mengeryitkan keningnya
"Mungkin kamu sedang kesal saat ini, Tapi aku menyukainya. Aku suka saat Bryan bisa bicara lebih banyak. Aku suka saat Bryan punya Ekspresi yang Lain, bukan hanya ekspresi datar seperti Biasanya " Jawab Alexandria dengan lengkungan lebar di Bibirnya .
Dan Bryan hanya menghela nafas dalam menatap sekilas pada gadis cantik itu.
Bryan menepikan mobilnya tepat di pinggiran garden by the Bay, Terlihat kerlap kerlip lampu yang saling bersautan menyala pada pohon pohon besar
Pemadangan malam yang Sangat cantik dan ikonik di Negeri singa ini.
"Kamu lapar ?" Tanya Bryan
"Egm,,tidak. Aku sudah makan" jawab Alexandria
"Baiklah, . Tidak papa kan berhenti disini sebentar ?" Tanya Bryan lagi
__ADS_1
Dan Alexandria memberi anggukan kecil kepadanya, Meskipun sebenarnya ia bingung kenapa lelaki ini tiba-tiba ingin berhenti .