Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.69 IBU ??


__ADS_3

"Bryan " Seru Kevin, yang langsung membuyarkan ingatan pria itu pada kejadian naas itu "Apa yang Loe fikirin?" Lanjut Kevin lagi


"Gak ada. " Jawabnya Datar . lalu nampak ia melihat waktu di arlojinya, ia langsung bangkit berdiri


"Gue cabut dulu " ucapnya seraya melangkah pergi


"Woe... Loe mau kemana ?! " teriak kevin, namun Bryan tak menggubrisnya. Bahkan.sama sekali tak membalikkan punggungnya. ..


"Haishh sial" Umpat Kevin


Waktu menunjukkan pukul 12:45 , Bryan mengayunkan kakinya menaiki lift


"Bukankah jadwal kelasnya berakhir 15 menit yang lalu... Kenapa tidak menghubungiku ?! " Ucapnya seorang diri saat melirik arloji yang melingkar di tangannya, lalu ia keluar dari lift itu tepat di lantai 11.


Begitu sampai didepan kelas Fk.fashion Business , matanya menyapu seluruh ruangan itu.


Kelas itu nampak sudah sangat sepi , hanya ada sekitar 5 orang saja disana. Dan Alexandria sudah tidak ada dikelas itu. Sambil membalikkan badannya Bryan meraih ponsel di saku celananya, nampak ia menghubungi gadis itu, namun tidak mendapat jawaban. Bukankah seharusnya ia bertanya pada beberapa mahasiswa yang masih tinggal disana tadi ?? Yahh, nampaknya memang kecerdasan akedemik seseorang terkadang tidak berlaku pada realita hidupnya.


"Apakah dia sudah pulang ? Tapi bagaimana mungkin, ? Dia datang bersamaku, bagaimana dia bisa pulang tanpaku?? Haghhhh..." Ucap bryan seorang diri sambil mengusap kasar rambutnya lalu ia masuk kedalam mobilnya yang terparkir di bassement ,setelah berfikir sejenak , lalu ia mencoba meenghubungi Alexandria dari ponselnya lagi,


. . .


📞"Hallo Pangeran Tampan yang dingin ...". terdengar jawaban dari seorang di balik benda pipih itu, tapi bukan suara Alexandria , dan suara itu tidak asing lagi ditelinga bryan. Ya, ia mengenali suara itu


📞"Mana Alexandria ? Kenapa kau yang mengangkat telfonnya ?"


📞"Aaaghh... My darling sedang Take syuting , jadi tidak bi..


📞"Dimana lokasi syutingnya ?" Potong Cepat Bryan


📞"di Merlion garden park , Pangeran Tam...


📞"Terimakasih. Dan lagi, panggil namaku dengan benar jika tidak mau kupotong Burung kecilmu " Ucap Bryan


📞"Heiiiiiiiiiihhh Tuan Bryan yang dingin seperti Es, jangan selalu mengancamku dengan Burung, aku ingin mengumpatimu dengan kasar , dasar ka...


Tut...tut...tut....


Bryan mematikan sambungan telfonnya begitu saja, Tanpa perduli seorang diseberang sana mungkin sedang mengumpat kasar dengan bermacam bahasa dan nama binatang untuknya. Langsung ia nyalakan mesin mobilnya, meninggalkan IUA.


Setelah perjalanan 15 menit, land cruiser itu sampai di Merlion Garden park, Bryan berhenti di tepi Jalan Taman yang luas itu. ia keluar dari mobilnya, dan matanya menyapu kesana kemari seluruh penjuru Taman itu. Di arah ujung sana, nampak banyak orang tengah berkumpul, Lalu Bryan menghampirinya , Benar saja ternyata itu para crew film yang sedang melakukan syuting.


Di depan sana nampak Alexandria sedang memainkan perannya, dilihatnya gadis itu melakukan beberapa adegan mesra dengan lawan mainnya. Dan hal itu membuat Bryan merasa kesal sendiri, Padahal ia juga sadar tidak seharusnya ia perduli dengan semua itu. Tapi tetap saja, terkadang Perasaan dan pemikiran tidak sejalan. Bryan duduk disebuah kursi besi ditepi taman itu, dilihatnya Alexandria dari kejauhan.


10 menit....


15 menit....


30 menit....


Syuting itu selesai. Nampak Gadis itu sudah sangat lelah, Namun masih saja ia tersenyum kepada semua orang, bahkan masih bisa-bisanya ia melayani penggemar yang meminta foto dan tanda tangannya.


Usai itu, ia meneguk air mineral seraya terduduk disebuah kursi yang memang sudah disiapkan untuknya


Lalu terlihat Biem mengompres sebelah kaki gadis itu, dan sesekali terlihat gadis itu mengeryit seperti menahan sakit


"Kenapa dengan kakimu ?" Tanya Bryan yang tiba-tiba sudah berdiri di depan Alexandria


Alexandria nampak terkejut dengan keberadaan Bryan disana,


"Bryan.... Ehm,Bagaimana kamu bisa disini ?" Tanya gadis itu dengan menatap lekat pada Bryan


"Aku bisa dimana saja. Jawab pertanyaanku , kenapa dengan kakimu ? Kenapa memerah begitu ?" Sambil menatap serius pergelangan kaki kiri gadis itu

__ADS_1


"Aku...


"Nona Alexandria, mari kita pindah lokasi sekarang" ucap seorang crew kepada Alexandria


"Aghh..iya. Baiklah " jawab Alexandria , yang tentu dengan khas senyum manisnya . Kurasa semua crew atau siapapun disana pasti sangat senang bekerja dengan artis seperti Alexandria. ia yang ramah, ia yang selalu baik, ia yang santun, meski ia seorang bintang yang Mahal. Supermodel kelas international yang sudah Cukup Terkenal.


"Bryan, aku harus pergi sekarang. Kita bicara lagi nanti ya. " ucap gadis itu kearah Bryan


"Ayo Biem" lanjutnya kearah Assistan sekaligus managernya itu , lalu melangkah pergi dengan sedikit terpincang


"Ya, ok my Darling " jawab Biem seraya berdiri dan Hendak mengikuti Alexandria


"Tunggu " ucap Bryan sambil meraih bahu Biem untuk menahannya


"Aooowhh... Jangan mengasariku begini Tuan Bryan " ucap Biem dengan gaya kemayunya. Dan bryan tak perduli dengan semua itu


"Kenapa dengan kaki Alexandria ?" Tanya Bryan serius menatap tajam kearah Biem


"Awww.... Tajam sekali tatapan matamu itu . eghhh, My darling tadi cidera ...


"Cidera ???!!! " seru Bryan membelalakan matanya


"Egmm, dia bilang ada accident kecil waktu di kampus tadi " jawab cepat Biem


"Lalu sekarang dia mau kemana ? Kenapa tidak ke dokter ?! "


"Eeghhh...ke china Town cafe&Bar. Masih ada syuting beberapa scene lagi. My Darling bilang tidak papa dengan kakinya. Sudah ya, aku harus mengejar my Darling . Byeeee Pangeran Es Tampan..." Ucap biem dengan melambaikan tangannya kepada Bryan lalu langsung berlari untuk mengejar Alexandria.


Bryan pun bergegas ke mobilnya, diikuti mobil yang membawa Alexandria . Ternyata cukup dekat jaraknya dari lokasi syuting awal. Hanya sekitar 5 menit perjalanan mobil .


Tiba di China town cafe&bar , Bryan memarkirkan mobilnya diarea parkir. ia menyandarkan punggungnya di jok mobilnya, ia tetap disana melihat Alexandria yang sedang take syuting beberapa adegan di area luar cafe , ..


"Apa benar dia baik-baik saja ?" Lirih Bryan saat menatap Alexandria yang berjalan bergandengan tangan dengan lawan mainnya masuk kedalam Cafe itu.


Entah kemana fikirannya berlari.


Bahkan ia mengabaikan ponselnya yang berdering beberapa kali. Sesekali ia hanya menatap sesaat pada layar benda pipih itu saat nada panggilan berdering, hanya sekedar melihat siapa yang menelefonnya , dan entahlah siapa saja nama yang sudah muncul di layar itu tetap saja ia mengabaikan semuanya.


Saat matanya menatap kearah luar, ia disuguhkan dengan pemandangan yang terlihat indah namun mengusik hati kecilnya . ia hanya menyeringai diSatu sudut bibirnya,matanya masih tetap memandang kesana...


Ya, ke bangku besi diteras mini dessert cafe. Deretan cafe yang tepat berada di sebelah china town cafe&Bar.


Dilihatnya ada Seorang anak kecil tengah tersenyum ceria , dengan sesosok wanita muda sambil menikmati sebuah gellato. . .


"Apa gelato nya enak ?" Tanya Pria itu dengan tatapan ramah kearah anak kecil nan polos itu


Entah bagaimana ia bisa tiba-tiba berdiri disana. Bukankah tadi ia hanya mengamati dari dalam mobilnya ?


"Enak Om . mama sering membelikanku ice cream gelato disini " jawab anak itu dengan semangat. Anak kecil lelaki dengan mata sipit , berkulit putih, dan rambut hitam pekat dengan model bowl cut, sungguh nampak menggemaskan.


Usianya mungkin sekitar 5 tahun. Bicaranya sudah cukup jelas , sudah bisa dimengerti setiap kata yang diucapkannya saat diajak bicara .


"Benarkah, ? Om akan mencobanya " ucap Bryan dengan tersenyum kearah anak itu lalu masuk kedalam cafe kecil itu . tak berapa lama ia sudah keluar dengan gelato menjulang pada paper cup


"Boleh Om duduk disini ? " Tanyanya sambil berdiri didepan meja anak itu


"Egmm...Boleh ya ma ?, kasian Om nya sendirian" tanya anak itu kearah wanita yang duduk disampingnya, dan wanita itu mengangguk tersenyum


"Boleh om" lanjut anak itu dengan tersenyum lebar kepada Bryan.


"ini putra anda ?" Tanya Bryan kepada wanita yang dari wajahnya terlihat jelas keturunan tinghoa itu,


"iya. ini putra saya " jawab wanita itu seraya mengelus lembut pucuk kepala anak itu.

__ADS_1


"Heih, siapa namamu jagoan ?" Tanya Bryan lembut kearah anak itu, dengan senyum hangat tentunya.


Entah setan apa yang merasuki manusia kutub ini, hingga tiba-tiba sikapnya bisa hangat begini kepada Orang asing .


"namaku Deon Om. Deonardo petter wang. Kata mama Deon itu artinya Anugrah Budha " Jawab anak itu dengan sangat bangga memamerkan namanya


"Wahh. . nama yang bagus. Cocok sekali untukmu" puji Bryan.


"Kalau Om namanya siapa ? " tanya anak itu setelah menyuap ice cream ke dalam mulutnya


"Bryan."


"Bryan aja Om ? Kog cuma dikit namanya ?"


"Hehehe... Nama Om Bryan. Panjangnya Marcello Bryan Alison "


"Om tampan namanya juga Bagus. Pasti Alison nama papanya Om ya ? Nama Deon, belakangnya ada nama papanya deon juga" Tanya polos anak itu


"iya, Benar. Kamu pintar sekali " jawab Bryan dengan senyum ramah kearah anak itu.


"Eghh...putra anda manis sekali. Dan Anda masih terlihat sangat muda". Ucap Bryan, kearah wanita disisi anak kecil itu


''Eghm yaa. Saya menjadi ibu diusia muda. " jawab wanita itu dengan senyum hangat .


"Pasti anda dan suami adalah pasangan muda yang bahagia, apalagi memiliki putra yang pintar dan lucu seperti ini ...wahh pasti harmonis sekali keluarga kecil kalian " ucap Bryan


"Yaa,Seharusnya kami bahagia. Tetapi Nyatanya tidak. Saya baru bercerai , dan kini menjadi orang tua tunggal untuk deon. " Jawab wanita itu dengan senyum tipis sambil sekilas menatap putranya. Ada kesedihan dari matanya, namun juga ada ketegaran yang terpahat jelas diwajah wanita itu.


"Maaf jika Ucapan saya menyinggung, saya sungguh tidak tau" ucap Bryan dengan raut wajah yang menyiratkan penyesalan karena menyadari Tak seharusnya ia bicara demikian, haishh muncul darimana susunan katanya tadi , bahkan pasti ia sendiripun tak habis fikir dengan mulutnya sendiri.


"Tidak papa . Dan Saya baik-baik saja. Saya masih memiliki Deon sebagai sumber kebahagiaan. Saya memang masih muda, tapi saya adalah seorang ibu. Bagi seorang ibu, anak adalah Dunianya . ia bisa kehilangan semua hal dalam hidupnya, tapi tidak untuk kehilangan anak "


Mendengar ucapan wanita itu, seolah ada sayatan yang kini membuka goresan luka lama di hatinya. Membawanya ingat akan kejadian belasan tahun yang lalu.


ia ingat bagaimana seorang wanita yang telah melahirkannya bisa pergi begitu saja dari rumah meninggalkannya bahkan sebelum putusan perceraian dari pengadilan. Dan Getirnya lagi , bahkan Setelah resmi bercerai wanita itu Hanya datang 2x menemuinya, Bukan untuk mengajak anaknya untuk ikut dengannya, melainkan hanya untuk sebuah ucapan selamat tinggal.


Dan hingga kini, tidak sekalipun wanita itu menemuinya .


Suatu kali Mereka bertemu , namun hanya seperti Orang Asing. Bryan tersenyum getir dengan membuang pandangan kearah lain,


"Aku bahkan memiliki 2 orang wanita yang bisa kusebut ibu. Yang satu tidak menganggapku sebagai anak, dan yang satu Tidak bisa kuanggap sebagai seorang ibu. Heghh " lirih Bryan dengan menyunggingkan sudut bibirnya


"Ya ??" Ucap wanita dihadapannya dengan mengangkat sudut matanya, karena tidak jelas dengan yang diucapkan Bryan


"Eghh..tidak. Bukan apa-apa. ". jawab Bryan.


"Deon, Om pergi dulu ya. Kamu sangat Beruntung terlahir dari seorang ibu yang hebat seperti mama kamu . Jadilah anak yang hebat saat besar nanti" Ucap Bryan pada Deon sambil beranjak berdiri


"Siap Om. Anak Om juga pasti hebat karena Om papa yang baik " ucap polos Anak itu, dan Bryan hanya membalasnya dengan tersenyum simpul


"Agghh, sebelum saya pergi izinkan saya memberitahu anda satu hal Nona, Tidak semua ibu memiliki Naluri dan Nurani seperti yang anda ucapkan. "


"Bagaimana anda bisa bicara seperti itu ? Anda juga pasti memiliki ibu "


"Ya, Tentu. bahkan saya memiliki 2 ibu. Dan karena itulah saya bisa bicara demikian. Heghh,,, ."


"Oh iya, ini " sambil menyerahkan sebuah kartu nama


"Saya seorang pengacara, jika suatu hari nanti anda mendapat kesulitan atau masalah terutama soal putra anda, Anda bisa menghubungi saya . Saya permisi dulu" Ucap Bryan kearah wanita dihadapannya


"Eghh, " jawab wanita itu terbata seraya bangkit berdiri, dari matanya ia mengisyaratkan kebingungan dengan apa yang Bryan sampaikan, Namun tak ada penjelasan lagi dari Bryan...


Lalu keduanya saling memberi anggukan kecil , dan Bryan meniggalkan tempat itu...

__ADS_1


__ADS_2