Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps.03 (International University of Asia)


__ADS_3

Begitu mobil melaju meninggalkan rumah mewah itu, suasana menjadi hening didalam mobil yang tengah bercengkerama diantara lalu lalang kendaraan lain ditengah kota Singapura.


Namun seorang gadis yang tengah duduk jok belakang kemudi itu terus menatap kearah seorang pria yang terlihat sedang fokus dengan kemudinya itu. Begitu mobil telah melaju semakin Jauh, terlihat salah satu tangan pria itu menyentuh layar berukuran 9 inci yang tertanam didalam dashboard mobilnya, sesekali terlihat tangan itu menggeser kearah bawah sampai kemudian menyentuh sebuah tulisan yang sepertinya sedang ia cari


🎶🎶🎶


What would I do without your smart mouth?


Drawing me in, and you kicking me out


You've got my head spinning,


No kidding,


I can't pin you down


What's going on in that beautiful mind.....


All of me dari john Legend mengalun pelan memecah keheningan didalam mobil itu


"Ada sesuatu yang ingin anda katakan atau tanyakan pada saya tuan putri? Saya lihat anda terus memperhatikan saya dari tadi "


Kalimat pertama yang keluar dari dalam mobil setelah mungkin sudah setengah perjalanan kedua manusia itu saling duduk dalam ruang yang sama , dan tentu saja kalimat itu sedikit mengagetkan gadis yang tengah duduk di belakang kemudi itu. seolah Menyadarkan gadis itu bahwa ia Seperti sudah tertangkap basah melakukan tindak pencurian.


"Berhenti memanggilku Tuan putri..."


"Bukankah anda memberitahu kepada semua pelayan untuk memanggil anda seperti itu?"


"Apa kau ini pelayanku Tuan Bryan? " Kalimat yang terdengar ada kejengkelan disana.


"Saya sopir Anda Tuan putri."


"Begitukah? Bukankah sikap anda tadi yang berani menolak mengemudikan mobil pribadiku, menjawab dengan berani semua yg kukatakan, bahkan berani menolak melakukan hal yg kusuruh sampai berani menceramahiku. itu semua tdk sepantasnya dilakukan oleh seorang supir ?! " masih dengan nada suara yang jengkel


"aku penasaran berapa Daddy membayarmu sebagai sopirku" Gumam alexandria sambil menyenderkan kepalanya ke sandaran kursinya, namun nampaknya gumaman itu terdengar oleh seorang yang masih sibuk dengan stir bulat Didepannya itu


"saya dibayar senilai dengan harga mobil ini setiap bulannya Tuan putri saya mungkin akan berganti mobil atau membeli apartment baru setiap bulan " Jawaban Bryan dengan santainya sambil tersenyum tipis yang pastinya senyuman itu tidak dapat dilihat oleh gadis yan sedang duduk dibelakangnya itu.


Setelah beberapa saat keduannya kembali terdiam, hanya suara lagu yang terus mengalun memecah kesunyian dalam mobil itu.


Diam-diam Alexandria menelisik,mengamati Bryan seolah ada ingatan masa lalu yang terlintas samar di ingatannya ...


"Apa kita pernah bertemu sebelum ini? Dulu aku pernah bertemu dengan anak lelaki sewaktu Daddy membawaku kerumah Om Hardian. Bukankah kamu putra Om hardian? Apa anak lelaki yg bermain bersamaku waktu itu adalah dirimu?"


"Hah?, apa yang sedang anda bicarakan Tuan putri? ini hari pertama saya bertemu dengan anda"


"Apa Kamu punya seorang kakak lelaki? Karena aku ingat anak lelaki waktu itu adalah putra dari Om.Hardian "


Belum sempat mendapat jawaban dari pertanyaannya, tiba* mobil itu telah berhenti


"Kita sudah sampai Tuan putri. Tunggu, akan saya bukakan pintu mobil untuk anda" Begitu seatbelt terlepas Bryan langsung beranjak Turun Dari mobilnya dan dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Alexandria.


.


.


-IUA (International University of Asia) Universitas yang paling bergengsi, dan masuk sebagai salah 1 dari 10 Universitas terbaik di dunia. Dimana hanya orang-orang dari kalangan atas saja yang akan mampu berada di dalam gedung Universitas seluas 5600 hektar dengan fasilitas yang super lengkap dan kualitas yang sudah tidak perlu dipertanyakan & diragukan lagi,


"Kak Bryan..... " Sapa 3 orang mahasiswi yg menghampiri kearah Bryan dengan menebar senyum yg terlihat mencari perhatian dari pria tampan yg msih berdiri disamping mobil


Land cruiser silver itu.


Melihat Pria yang ada didepan nya hanya menatap dengan ekspresi yang datar, salah satu dari mahasiswi itu langsung mengulurkan tangan kearah pria itu

__ADS_1


"Sarah" ,


begitu melihat temannya mengulurkan tangannya ke arah pria tampan itu langsung diikuti oleh 2 gadis lainnya lagi


"Lanny"


, "elma"


Bryan hanya mengeryitkan keningnya, tanpa meraih satu tanganpun dari ke 3 gadis didepannya itu.


Sampai akhirnya ketiganya saling menarik tangannya dengan tetap tersenyum kearah Bryan, meski kali ini terlihat senyum itu adalah senyum yang menyiratkan rasa kesal.


Ya, tentu saja 3 gadis yang menyapa Bryan ini adalah termasuk gadis yang populer dari fakultas komunikasi di IUA tapi Bryan seperti tidak mengenal mereka samasekali.


"Tuan putri, segera masuklah ke kelasmu. Anda tidak ingin terlambat lebih lama bukan?"


Ucapan Bryan kepada gadis disampingnya yang tentu saja membuat gadis itu menjadi salah tingkah, apalagi begitu melihat 3 gadis didepannya sedang membelalakan mata terkejut kearah alexandria karena ucapan Bryan barusan.


Dengan menggit bibir bawahnya dan menutup mata sekejap alexandria memaki pria disampingnya itu dalam hati


"Sialan... Kenapa pria ini harus memanggilku tuan putri di hadapan wanita-wanita ini"


Melihat ekspresi dari alexandria, Bryan justru mengulas senyum dibibirnya...


Ya, senyum yang harusnya tidak terbit disituasi seperti ini.


Tapi kemudian bukan hanya bibir yang tersenyum, tapi tangannya juga langsung meraih tangan alexandria dan menggandengnya pergi meninggalkan sarah and The gank yang menatap mereka berdua dengan tatapan yang sangat kesal.


"Bryan, lepaskaaan... Lepaskan tanganku...." Pinta alexandria sambil terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman pria yang terus berjalan tanpa melepaskan tangannya dari alexandria.


Tentu saja, pemandangan itu banyak disaksikan manusia-manusia yang ada disana.


Beberapa kali alexandria melempar senyum manisnya kearah mereka saat tau mereka tengah memandang dengan bermacam ekspresi kepadanya & Bryan.


"Anda mengenal mereka Tuan putri? "


"Lalu kenapa anda terus tersenyum kearah mereka semua? Bukankah anda tidak perlu melakukannya?"


"Memangnya apa yang harus kulakukan? Apa aku harus meneriaki mereka untuk berhenti menatap kita. ? Lagipula apa salahnya menyapa dengan senyuman, mungkin sebagian dari mereka Mengenalku. Aku tidak mau mereka Salah berfikir bahwa aku gadis yang angkuh Atau sombong" Jawab alexandria yang sedikit berlari mensejajarkan langkah kaki dengan pria yang berjalan menggandengnya hingga lngkah terhenti didepan sebuah lift.


"Ya, anda benar. Siapa yang tidak akan mengenal putri Tunggal dari seorang Johanes zein, jadi tentunya anda mungkin ingin menjaga images dihadapan semua orang" Sahut Bryan sambil Terlihat satu tangannya menekan tombol lift tanpa melepaskan genggaman tangan kanannya pada tangan alexandria sampai pintu lift terbuka dan mereka berdua masuk kedalam lift tersebut.


Begitu pintu lift tertutup tangan itu kembali menekan tombol angka yg terletak disamping pintu lift itu.


"Tidak akan ada yg tau bahwa aku Putri dari johanes zein. Lebih tepatnya aku tidak ingin siapapun tau tentang Daddyku atau keluargaku. "


Keduannya saling menatap bertemu pandang terlihat Bryan sedang berusaha mengerti maksud ucapan Alexandria...


Melihat hal itu Alexandria tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya ke depan


"Jikapun mereka mengenalku, cukup mengenalku sebagai Alexandria, seorang Mahasiswi dari fakultas Fashion bisnis di IUA. juga tidak papa jika ada yang mengenaliku sebagai seorang Model atau seorang fashion designer saja, Tapi jangan sebagai putri Zein"


Ya Dialah Alexandria, gadis periang ini adalah seorang Model yang namanya cukup ramai dibicarakan akhir-akhir ini di dunia fashion, Bagaimana tidak Dia adalah salah satu model yang digandeng Brand terkenal seperti Chloe, Gucci & Louis Vuitton. Dan Juga Brand Ambassador dari Brand Makeup high end seperti Mary kay , & L'Oreal . Apalagi brand perhiasan jam tangan Ternama juga menjadikannya model dengan sebuah kontrak Eksklusif.


Untuk orang awam mungkin tidak terlalu mengenal seorang model meskipun ia sangat terkenal, berbeda dengan kehidupan seorang Aktor / Aktris yang biasanya namanya jauh lebih mudah terkenal di masyakat.


Selain seorang model dia juga seorang yg tengah membangun image sebagai seorang fashion designer. Bahkan ia sudah mempunyai nama brand fashionnya sendiri Lexsailee yang mana dalam 3 bulan lagi ia akan memamerkan karyanya di Paris Fashion years. Kalian pasti tau, bukan sembarang Brand yang bisa ada dalam pameran fashion dunia itu.


Tentu kalian berfikir semuanya pastilah mudah didapatkan seorang Alexandria Vanesailee zein,


dengan uang dan kekuasaan sebagai putri pemilik perusahaan raksasa zein Corporation Yang mana kekayaan bisnisnya mentereng sampai keluar negeri. Tapi semuanya tidak didapat alexandria karena nama zein tersebut.


Bahkan ia tidak menggunakan nama belakang itu dalam meniti karir, membangun bisnis, termasuk juga dalam pendidikannya. Semuanya dia dapatkan karena kemampuannya sendiri. jadi tentunya Bukan ia Tidak pernah Gagal, karena kenyataannya dia pernah berkali kali gagal dalam bisnisnya, tetapi ia tidak pernah berhenti, ia terus melakukannya lagi, meski terkadang harus mengorbankan suatu hal dalam hidupnya . Ya mungkin waktunya,mungkin Kebebasannya, dan mungkin perasaannya yang harus dikorbankan. setidaknya dia tidak pernah berhenti karena sebuah kegagalan.

__ADS_1


.


"Masuklah" Ucap bryan sambil melepas genggaman nya dari pergelangan tangan Alexandria begitu keduanya berada di depan pintu sebuah ruangan yg didalamnya hampir sebagian besar adalah kaum wanita.


Tentu saja semua mata dalam ruangan itu menatap 2 orang yg tengah berdiri diambang pintu kelas itu


"Bagaimana kamu tau ini kelasku? Aku bahkan baru mengetahuinya sekarang" Tanya alexandria dengan wajah ingin tau kepada pria dihadapannya.


" Fashion Business faculty, berada digedung lantai 11 IUA. Tentu saja saya tau Tuan putri, Saya juga maha. . ."


"Kak Bryan, bagaimana kakak bisa berada dikelas kami?"


Belum sempat Bryan menyelesaikan Ucapannya, tiba-tiba beberapa gadis yang tadinya terlihat duduk dikursi kelas sudah datang mengerumuninya


Belum terjawab sudah ada sahutan dari gadis lainnya


" Bukankah kamu Alexandria? SuperModel fashion itu? "


"Ahhh, benarkah kamu supermodel itu ? Wahhh pantas saja wajahmu sgt cantik, dan badanmu sangat bagus. Apakah semua ini asli? Bukan Oplas? "


Sahut yang lain lagi dengan ekspresi yang terlihat sangat mengagumi wanita dihadapannya itu


"Apakah kamu kuliah disini ? " Sahut yang lainnya lagi


Dengan mencoba tetap tersenyum manis dan ramah kepada mereka semua Alexandria mengangguk sambil menjawab salah satu pertanyaan dari mereka


"Ya, aku memutuskan untuk kembali kuliah lagi "


"Wahh, luar biasa . Setelah Audrey angelista yang seorang Artis terkenal, kita juga akan berada dalam kelas yang sama dengan Alexandria vanesailee, sang supermodel "


Kata salah seorang dari mereka yg sedang duduk diatas meja dalam kelas menatap kearah alexandria dengan seringai dibibirnya sambil menyilangkan kedua tangannya dibawah dada.


.


Namanya jolene, karena terdengar ada beberapa mulut yg memanggilnya demikian saat gadis itu bicara.


Gadis yang terlihat punya style cukup bagus dari ujung kaki sampai ujung rambutnya. Outfit yang dikenakan dari brand luar, Jam tangan yang dia kenakan juga dari label perhiasan mewah Van Cleef & Arpels , satu lagi yang cukup menyilaukan ada sebuah kalung kecil melingkar dileher jenjangnya. Kalung rancangan dari Forevermark, yang hanya ada 50 pcs diseluruh Asia atau tidak lebih dari 200pcs diseluruh Dunia.


Tentu saja Seorang Alexandria yang mengamati wanita itu faham betul tetang barang-barang dari Brand-Brand tersohor itu.


"Kak Bryan, kenapa kakak diam saja? Bgaimana kkak bisa berada dikelas kami dan datang bersama dengan supermodel ini? Bahkan tadi kulihat kalian bergandengan tangan. Apa kalian ...."


"Saya hanya mengantarnya kemari" Ucap Bryan Sengaja memotong ucapan dari Salah satu gadis yg mengerumuninya itu sambil menatap kearah Alexandria . Dimana membuat yg ditatap menjadi kembali salah tingkah


"Benarkah ? Apa ini tidak masalah? Apa Stella tidak akan marah kak? " Sahut wanita yang tadi ucapan nya diPotong oleh Bryan.


Namun pria itu justru terlihat hanya melihat jam tangannya sekilas tanpa menjawab pertanyaan dari wanita itu.


"Pukul berapa kelasmu selesai? " Tanya Bryan sambil menatap kearah Alexandria.


"Pukul 01.30 " Jawab alexandria tanpa berfikir lama...


Begitu mendapat jawaban ,Bryan langsung beranjak pergi tanpa menghiraukan mahasiswi-Mahasiswi yang masih saja terus memanggil namanya untuk mencerca banyak pertanyaan kepadanya.


Ya, siapa wanita yang bisa lolos dari pesona seorang Marcelo Bryan Alison putra dari pengacara kelas kakap Rahardian Alison.


"Bagaimana tiba-tiba dia bisa berbicara dengan begitu santainya kepadaku. Dan bagaimana bisa banyak mahasiswi disini yg mengenalnya.... Satu hal lagi Stella, siapa dia? Mungkinkah kekasihnya? Apakah kekasihnya juga seorg mahasiswi di kampus ini? Hahh, kenapa juga aku memikirkan pria itu" ... Fikiran Alexandria dibuat bekerja keras dengan hal-hal yg tidak seharusnya ada difikirannya...


Segala yg terlintas difikiran Alexandria soal Bryan dibuyarkan dengan kehdiran seorang Dosen dikelas itu.


Dan Hal yang bagus , Dosen terlambat masuk kelas hari ini.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2