
Dave melangkah dengan lesu kedalam rumah Gedong bergaya klasik itu. Kediaman Tn.Aliong Thomson, kini usianya sudah hampir 70th. Namun fisiknya masih terlihat bugar. Pemilik Changi general hospital, salah satu rumah sakit terbesar di singapura. Beliau adalah seorang Dokter yang paling berpengaruh diera 80'an saat negara itu mengalami krisis medis . Ia juga disegani karena mencuatnya namanya di berbagai surat khabar dunia kala itu saat berhasil menjadi dokter relawan penugasaan PBB di Ukraina, yang mana Tangan terampilnya mampu menyelamatkan Nyawa presiden Arab Saudi yang mengalami gagal jantung mendadak karena sebuah tembakan ketika kunjungannya di Ukraina.
.
"Dave, tinggalah disini bersama kakek. Lihat, rumah ini tidak terasa seperti rumah. " Ucap kakek , saat keduanya menyusuri dalam rumah yang penghuninya hanya Pelayan-pelayan itu.
"Kalau Dave tinggal bersama kakek, lalu siapa yang akan tinggal bersama mama? Lagian kakek kan tidak sendirian, banyak pelayan dirumah ini" Jawab Dave dengan santainya
"Dulu kakek berfikir, menghabiskan masa tua yang bahagia. Dengan anak-anak dan cucu-cucu kakek. Tapi lihatlah, bahkan diusia kakek yang sudah renta ini, kakek hanya memiliki para pelayan yang menemani kakek karena dibayar" Ucap pria tua itu dengan senyum samar, memandang Cucunya
"Usia kakek mungkin memang sudah tidak muda, tapi Kakek masih sehat, masih bugar, jangan membuat fikiran kakek lelah karena ketidakbahagiaan"
"Apa kalian semua menunggu kakek terbujur kaku dengan detak jantung dan denyut nadi yang sudah hilang? dan saat itu barulah kalian akan datang menghampiri kakek, menangisi kakek, mungkin juga memeluk kakek "
"Kakek.. !! Jangan bicara seperti itu. Kakek sendiri tahu, Dave belum menyelesaikan pendidikan spesialis. Dokter residen yang bahkan tidak punya cukup waktu untuk tidur dan makan dengan benar. Tidak selalu setiap hari Dave bisa pulang kerumah . Janganlah dipusingkan lagi dengan harus membagi waktu antara kuliah, kerumah sakit, pulang kerumah kakek, pulang kerumah mama, atau pulang ke Apartement papa. Karena kenyataannya Dave lebih sering tidak pulang kerumah. waktu Dave serasa habis di bangsal rumah sakit."
Disaat keduanya masih terpaku dengan perbincangan mereka, tiba-tiba dari arah luar terdengar suara sepatu heels yang menapaki lantai itu, dan suaranya semakin mendekat kearah Dave dan kakeknya...
"Kakek" Ucap seorang gadis sambil mendekat kearah Tn Aliong
"wahhhh....Joleneee....cucuku kemarilah " Sambil memeluk erat gadis berperawakan Tinggi,putih, dan berambut lurus berwarna Cooper brown yang dikucir kuda itu
"Kakek senang kau datang"
"karena Kakek yang menyuruh jolene untuk datang " sahut gadis itu .
"Dave..." Ucap gadis itu memandang Dave, setelah melepaskan pelukan dari pria tua yang dipanggilnya kakek itu.
__ADS_1
Dave langsung tersenyum dan membuka kedua lengannya, lalu gadis itu langsung menyambut kedalam lengan pria itu dan Keduanya berpelukan .
"Aku ini lebih tua darimu, tapi kau selalu saja memanggil namaku dengan entengnya. " Ucap Dave masih memeluk gadis itu
"Hh, kita bahkan memilih untuk seperti tidak saling mengenal saat diluar sana" Jawab gadis itu saat sudah melepaskan pelukannya
"itu pilihanmu, bukan pilihanku sepupuku tersayang"
"Hh,sudah sudah. Kepala kakek pusing dengan ocehan kalian berdua. "
"Kakek sakit??" Sahut Dave panik
"Kakek, are you okay???" Sahut jolene
"Sehat atau tidaknya kakek itu tergantung dari sikap kalian. .
" Lalu sang kakek meninggalkan keduanya
.
.
Jolene melempar tasnya kesebuah sofa diruang tengah. ia menjatuhkan tubuhnya ke sofa beludru berwarna cream yang lembut itu, lalu meraih sebuah remote TV dan menyalahkan TV yang ada dihadapannya. Dave menyusul duduk d sofa itu, dan seorang mbak pelayan membawakan 2 gelas jus alpukat untuk mereka.
"Egmm, mbak saya tolong buatkan jus lemon pakai madu aja ya " Ucap dave kearah pelayan itu, dan pelayan itupun langsung mengangguk dengan segera mengangkat kembali 1 gelas jus alpukat yang tadinya dihidangkan untuk Dave
"Aaaw, gak usah dibawa mbak. Tinggal disitu aja. Biar semua saya yang minum. Buatkan saja yang baru untuk dokter satu ini " Sambil sekilas mengarahkan matanya kepada Dave yang duduk disebelahnya, dan pelayan itupun pergi dari hadapan mereka untuk membuat minuman yang baru lagi
__ADS_1
"Hhh,,,dasar dokter. Ribet hidup Loe" Ucap jolene sambil meraih gelas berisi jus alpukat itu
"Heghh... Jangan mencelaku. Hari ini hidupku sudah buruk "
"Bukannya harusnya kau bersenang-senang, kakek menyuruhku datang karena katanya nanti malam akan ada acara pertemuan 2 keluarga, pembahasan perjodohan antara kamu dengan anak dari salah seorang Dokter kepala di salah satu department spesialis di CGH"
"Dan kau tahu, yang akan dijodohkan denganku jugalah seorang Dokter ? "
"Aaawww... Benarkah???? Congratulations Brother ! Kamu seorang dokter, mama papa mu seorang dokter, kakekmu seorang Dokter, calon istrimu seorang dokter , dan Mertua mu pun juga seorang Dokter. . .
pertanyaanku begini, Kau ini sebenarnya mau membangun rumah tangga, atau rumah sakit?? Haha..." Ejek jolene
"kau seperti menyiram air garam pada luka yang masih terbuka. Dan untuk pertama kalinya, aku iri dengan hidupmu" Ucap Dave dengan menghela nafas kasar
"Kau yang seorang dokter terhormat iri menjadi anak terbuang dan yatim-piatu seperti ku??" Sahut jolene dengan menyunggingkan senyum masan dibibirnya
"heihh,,janganlah bicara begitu. Bagaimana kau menyebut dirimu yatim piatu, sedangkan kau tau benar kau masih mempunyai seorang ibu "
"ibu?? Heghh, ibu yang sudah meninggalkan anak dan suaminya lalu memilih hidup dengan merusak rumah tangga Orang lain diluar sana??!! Yang benar saja. .. " Ucap gadis itu dengan senyum getir
"Jolene "
" Jangan mencoba Memberi petuah bijakmu, menghiburku atau mengasihaniku. Lakukan saja itu untuk orang lain, jangan kepadaku. " Sahut sinis Gadis itu.
"Hhh, lucu sekali. Bagaimana mungkin aku bisa menghibur, atau mengasihanimu. Akulah yang justru membutuhkan orang lain untuk melakukan itu kepadaku saat ini" Sahut Dave mengiba. Tentu saja dalam fikirnya ingin membuat gadis dihadapannya itu baik-baik saja. ia mengenal bagaimana seorang jolene, ia bukan seorang yang akan memperlihatkan kerapuhan atau ketidakmampuannya dihadapan orang lain. ia tidak suka dikasihani, dan dipandang lemah. Dari seorang gadis yang manis menjadi gadis yang dingin dan angkuh. kehidupannya berubah setelah kehancuran keluarganya .
Dulunya kedua cucu Thomson ini dekat. Namun saat sudah dewasa, keduanya menjadi berjarak. ya, pasti karena kejadian pilu 5 tahun yang lalu. Saat terberat dalam hidup seorang Jolene cou Thomson, Namun saat itu Dave tidak bisa berada disinya. ia justru berada jauh dibumi belahan lain kala itu untuk pendidikannya . seharusnya ia pulang kala itu, seharusnya ia memeluk dan menjadi bahu untuk gadis itu bersandar kala itu. Dan kini ia menyesalinya, saat dia dapatkan perilaku yang sudah sangat berbeda dari saudara sepupunya itu. Ya, tentu saja pasti ada rasa kecewa yang tidak pernah diucapkan dari mulut gadis itu saat ia tidak memiliki siapapun disisinya kala ia harus menerima kenyataan terpahit dalam hidupnya .
__ADS_1