
"Apa papa pernah menanyakan soal mama Dave?"
"Eghm, Papa selalu menanyakan mama" Jawab Dave pelan dengan mata terpejam
"Benarkah? Memangnya Papa tanya apa? "
"Tanya kabar mama, tanya keadaan mama, tanya semuanya tentang mama "
"Lalu kamu jawab apa??? Hem??" Tanya Mamanya lagi Dengan sangat antusias
"Dave katakan mama baik-baik saja. Dan keadaan Mama masih tetap sama. Masih tetap muda dan, masih tetap cantik " Dengan suara Sayup
Nampak wajah Nyonya helena merona menahan senyum bahagia, seperti seorang anak muda yang sedang kasmaran dengan pacarnya begitu mendengar perkataan putranya
"Dave juga katakan Mama masih tetap selalu sibuk, dan masih tetap tidak bisa memasak..." Ucap Dave lagi dengan suaranya yang semakin sayup
"Haishh..." Sambil mengangkat tangannya hendak memukul putranya, namun diurungkannya saat dilihat Dave benar-benar terlihat sangat lelah yang mungkin sudah setengah tidur
.
"I love you Ma" Ucap Dave lagi dengan suara yang hampir tidak terdengar... Entah ini diucapkan dalam keadaan masih setengah sadar, ataukah sedang berucap dalam mimpinya, karena matanya sudah sangat rapat terpejam...
"Heghmm....bagaimana aku bisa memiliki putra semanis ini.... Maafkan mama ya sayang, karena keegoisan mama dan papa kamu yang harus menjadi korbannya..... Seperti yang kamu tau Papa menyayangimu, dan Mama pun juga sangat menyayangimu... Terimakasih sudah Terlahir sebagai putraku yang Sangat manis dan baik. Kamu adalah harta yang paling berharga dan kebanggaan untuk Mama maupun papa. .. . setiap saat papa mu pasti tersiksa karena tidak bisa selalu berada di dekatmu dan memelukmu setiap saat. I love you more my son...Goodnight *Cup😘* " Ucap Nyonya helena dengan pelan, lalu mengecup kening putranya.... Dan ia pun beranjak dari ranjang itu, mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu tidur,,, lalu berlalu meninggalkan kamar putranya...
.
Rintikan hujan masih berdecik , menutup malam dalam dingin yang memeluk setiap jiwa jiwa yang lelah . Denting jam berjalan senyap membawa setiap insan ke alam-alam mimpi yang sunyi.
.
Ting,,tung.....
. . .Ting...tung....
suara bel Apartement nya berbunyi,
"Shit...siapa yang datang dijam segini" Umpat Bryan sambil melangkah keluar dari kamarnya untuk melihat siapa yang ada dibalik pintu apartement nya.
Tentu saja ia kesal, sekarang sudah lewat tengah malam, Sedangkan dirinyapun belum lama pulang ke apartement nya setelah menyelesaikan urusan stella,
Sungguh ia baru membaringkan tubuhnya diranjang sehabis mengguyur badannya tadi...
Jika sampai Orang yang tidak penting, akan langsung dia tendang tepat dimuka orang itu. Apalagi jika sampai yang ada dibalik pintu itu adalah pekerja di hotel apartement nya, Akan dipastikan tidak akan pernah lagi diizinkan mukanya masih ada di hotel itu besok....
Dilihatnya pada layar 6" Yang menempel didinding tepat disebelah pintu itu, dan seketika Bryan mengeryitkan kedua matanya begitu melihat gadis diluar pintunya pada layar itu
__ADS_1
Ceglek....
"Stella? ? Apa yang kamu lakukan? " Ucapnya Menatap bingung kepada gadis itu
"Kak Bryan.... " Langsung memeluk Bryan
"Stellaaa,,," Melepaskan pelukan gadis itu
"Apa-apaan kamu, dan ngapain dijam segini kamu datang ke Apartement kakak hah? Besok kamu akan berangkat ke Thailand " Ucap Bryan lagi dengan Ekspresi yang bingung,
Tanpa menjawab stella malah langsung nyelonong masuk kedalam Apartement itu. Bryan yang masih mencoba mengerti , hanya bisa mengusap kasar dahinya sendiri.
Stella nampak duduk disofa ruang tamu, Bryan menghampiri nya dan berdiri di samping sofa itu
"Ayo kakak antar pulang " Ucap Bryan dengan sabar , jika saja bukan seorang gadis yang dihadapi pasti orang itu sudah dilempar dari Gedung apartement nya saat itu juga.
"Enggak, " Jawab stella singkat
"Apa maksud kamu?!! "
"Stella sengaja datang ke apartement kakak, mana mungkin sekarang stella akan pulang "
Bryan hanya menatap gadis itu, sekiranya ada hal lain yang bisa ia mengerti.
"Stella, mau kemana?? Heihh....." Ucapnya ketika gadis itu berdiri dan melenggang ke dalam kamarnya
"Sekali saja, untuk Malam ini" Ucap Stella memeluk lembut Bryan
"Apa maksud kamu Stella? Jangan bersikap seperti ini...." Mencoba melepaskan tangan gadis itu yang melingkar dipinggangnya, namun justru gadis itu mengeratkan pelukannya
"Aku cinta sama kakak... Tapi kakak tidak pernah membalas perasaanku" sahut stella Lalu memindah posisi tangannya, kini kedua tangannya melingkar dileher Bryan....
Mata mereka saling menatap dengan dalam , tak ada jarak diantara mereka, kecuali kain-kain pembungkus tubuh mereka...
Tubuh mungil itu menempel lekat pada Badan Bryan....
"Kak, besok Stella pergi, jadi terima Stella malam ini. " Ucapnya dengan langsung mendaratnya bibirnya ke bibir lembab pria itu.....
Meski bibir Bryan tidak membalas ciumannya, namun Stella tidak mau menyerah..lebih tepatnya tidak akan dibiarkan kesempatan kali ini hilang begitu saja...
Sebelum sempat Bryan memberi respon, ia langsung mendorong tubuh pria itu keatas ranjang, Bryan yang tidak siap dengan semua itu tentu saja membuatnya tidak bisa menahan Badannya....
Gadis itu langsung naik keatas tubuh Bryan, dengan cepat ia kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Bryan, bukan sekedar kecupan, kini ia menuntut lebih ia ******* dan mengisap bibir pria itu, ingin menerobos masuk kedalam mulut itu namun sepertinya pria itu masih ingin menolaknya...
Stella mencium seluruh wajah pria itu dengan memburu, hingga ciuman itu semakin turun ke leher...tangannya yang satu membuka kancing pijamas Bryan satu persatu...
__ADS_1
Ciuman gadis itu terus menyusuri semakin kebawah dan bergerilya didada bidang pria itu...
Membuat Bryan tak bisa mengeluarkan kata lagi....
ia adalah lelaki dewasa yang normal, mendapatkan serangan yang semacam itu tentu saja hasratnya juga bangkit, seolah seluruh tubuhnya juga menikmati setiap sentuhan dan permainan gadis itu....
Stella membuka sendiri kaos hitam ketat yang menempel di tubuhnya, dilempar dipinggir ranjang itu... Kini terlihat jelas dihadapan Bryan tubuh bagian atasnya, pinggang yang ramping dan dada yang Tertutup Bra warna hitam itu nampak jelas...ukurannya tidak terlalu besar tapi terlihat padat dan mulus dikulit putihnya.... tangannya pun hendak membuka pengait dari Bra itu,
namun dengan cepat Bryan langsung terbangun dan mendorong tubuh Stella dari atas badannya...
Dan ia pun langsung berdiri ,
"Stellaaaa hentikan!!!" Ucap nya dengan suara tinggi dan sorot mata yang penuh amarah...
Stella langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya... Tangannya mengeras dengan gemetar memegang selimut itu, tangisnya pecah, tangis karena merasa terhina atas penolakan Bryan
"Kenapa kakak membuat ku terhina seperti ini? Kenapa lagi-lagi kak Bryan menolakku dengan keadaan ku yang sudah seperti ini, hah?" Teriak stella dengan terisak
"Bukankah kau sudah melewati batasanmu terlalu jauh. Bukan aku yang membuatmu terhina, tapi kau sendiri yang sudah membuang harga dirimu!" Jawab Bryan sengit
"apa kamu sudah biasa memberikan tubuhmu itu pada seorang pria?"
"Kak Bryan !!!, meskipun stella mengemis cinta dari kakak bukan berarti stella pun akan dengan mudahnya melakukan itu pada pria lain. " Tangis stella semain pecah dikamar itu
"Jika kamu masih virgin, lalu kenapa kamu melakukan hal ini Stella? Bagaimana kamu bisa dengan mudahnya ingin melepaskan mahkotamu kepada seorang pria yang bahkan tidak memiliki hubungan apapun denganmu, ? "
"Karena aku mencintai kakak. Bukankah kakak sudah tau itu?! "
"Tapi Bukankah kau juga tau, kalau aku tidak pernah mencintaimu . Apa kamu fikir dengan menyerahkan tubuhmu, aku akan mencintaimu dan kau bisa mengikatku? . Kau harus tau, seorang pria tidak akan jatuh cinta pada seorang wanita hanya karena ia sudah tidur dengan wanita itu."
"Bahkan seorang pelacur pun hanya akan tidur dengan seorang Pria yang membayarnya stella. Lalu bagaimana kamu yang bukan pelacur bisa dengan mudahnya ingin menyerahkan Mahkotamu kepada pria yang tidak mencintaimu, juga tidak akan membayar untuk tubuhmu ??!"
"Apa sekarang aku sudah lebih hina dari pelacur dimata kakak????"
"Hampir saja. Tapi beruntungnya, aku bisa menahan diriku. Hingga tidak sampai merenggut kesucianmu. Pakailah kembali bajumu, Kau bisa menyelamatkan harga dirimu, " Ucap Bryan, lalu melangkah pergi
"Aaa dan lagi, Aku tidak bisa melarangmu jatuh cinta padaku, tapi akan kuberitahu 1 hal. Aku sudah mencintai gadis lain dan bahkan Starlla pun juga tau akan hal itu. Karena hal itulah ia hanya terus mencintaiku seorang diri , aku tau ia menderita karena cintanya itu, Tapi bahkan sampai pada nafas terakhir hidupnya, aku tetap tidak bisa memberikan cinta dan hatiku padanya.
Aku tidak ingin membuat mu juga menderita dengan mencintaiku stella, jadi kuharap kau bisa berhenti . Selesaikan semuanya disini, hingga esok saat kau pergi semua urusan perasaanmu sudah kau Lepaskan tanpa beban." Ucap Bryan lagi ketika tubuhnya diambang pintu kamar itu
"Tidakkah ada penyesalan dihati kakak, ketika seorang gadis yang menyerahkan seluruh hatinya untuk kakak akhirnya hanya bisa mendapatkan ajalnya dihadapan kakak, hah? " ucap Stella getir,
Bryan tidak menjawab apapun.ia hanya terdiam membisu. hingga beberapa saat, kakinya hendak melangkah pergi namun Stella kembali berucap,
"Kak Bryan juga menjadi Alasan dan penyebab Starlla meninggal !"
__ADS_1
Bryan membalikkan badannya, ia menatap Stella dengan Mata yang sayup pilu,
"istirahatlah Stella, besok Aku akan mengantarmu ke Airport." Ucap Bryan yang masih berdiri diambang pintu kamarnya itu, lalu ia pun keluar dan menutup pintu kamar itu .