Cinta Putri Zein

Cinta Putri Zein
Eps. 02 *Sopir Pribadi*


__ADS_3

Langkah kaki terhenti pada sebuah pintu keluar dimana ada 2 pelayan wanita, dan seorang pelayan lelaki yang mengikuti di belakang Tuannya mulai dari meja makan hingga dimana Tuannya terhenti saat ini.


Pelayan yang usianya sudah lebih dari setengah abad.


Ya, dia adalah pak Benu, seorang yang bertanggung jawab atas semua urusan didalam rumah ini, yg bertugas mendisiplinkan seluruh pelayan yang entah berapa jumlahnya.


Pak Benu adalah Kepala pelayan yg sudah mengabdi selama lebih dari setengah usianya saat ini dan salah satu orang kepercayaan dari Tuan Johanes zein.


Di halaman rumah itu terlihat beberapa pria dengan tubuh bak model iklan L-Men, berbalut setelan jas hitam lengkap dengan dasi dan sepatu Fantofel mengkilat, berdiri Tegap disamping 2 mobil Rolls Royce Hitam metalic yang harganya mencapai 11 digit angka.


Beberapa pria tersebut terlihat masih muda, sepertinya belum genap 30th usianya dan beberapa lagi terlihat sebaya dengan Tuan Johanes.


Semuanya serentak Menganggukkan kepala mereka sampai sedikit membungkukkan badan kearah Tuannya.


"Daddy, jangan bilang kalau beberapa dari mereka akan ikut aku ke kampus. aku ngga mau pakai bodyguard ke kampus. " Ucap Alexandria sambil menoleh ke arah para pria berjas hitam rapi itu lalu berganti menatap Daddynya sambil mengerucutkan bibir,


"Tidak sayang, jangan khawatir. Seperti yang sudah Daddy katakan, org yg akan menjaga kamu adalah Bryan " Sambil mengusap lembut rambut putrinya.


"Nah, sepertinya itu dia datang" Sambung Daddy nya seraya menatap sebuah mobil Land cruiser 200 full spech A/T berwarna silver yang baru memasuki gerbang rumahnya.


Alexandria terlihat mengawasi dengan serius mobil yang dalam hitungan detik tersebut sudah berhenti tepat berjajar dengan 2 mobil mewah dihalaman rumah itu.


Begitu pintu depan mobil terbuka terlihat seorang pria muda berkulit putih, badan proporsional Turun dengan sepatu sneakers dari brand Moncler Horace berwarna Navy, memakai setelan celana jeans & kaos warna hitam, kemudian dibuat kesan rapi dengan jas warna navy yang senada dengan sneakersnya.


Semakin terlihat modis dengan kaca mata hitam yang menempel di pangkal hidung mancungnya.


"Selamat Pagi Tuan johan, dan Tuan putri " Sapanya dengan suara tegas namun sopan sambil menganggukan kepalanya kearah 2 orang yang sedang berdiri didepan pintu rumah mewah itu yang terlihat sedang fokus menatapnya, ya mungkin mereka telah menunggunya beberapa saat. Tapi kurasa aku datang tepat waktu, fikirnya dalam hati

__ADS_1


"Pagi Bryan. Come on, panggil saya Om johan seperti sebelumnya" Jawab johanes zein dengan senyum hangat sambil menghampiri pemuda itu dan memeluknya.


Terlihat Tuan Johanes tengah berbisik beberapa saat ditelinga pemuda itu, kemudian diakhiri dengan anggukan dari pemuda tersebut. Entah apa yang mereka bicarakan, hanya mereka yang tau.


"Sayang, sudah siap berangkat ke kampus sekarang?" Tanya Tuan johan sambil menoleh kepada putrinya.


Hanya dengan anggukan kepala, alexandria menghampiri Daddy dan pemuda yang sedang berdiri berhadapan itu


"Apa kamu akan mengantarku dengan mobilmu? meskipun mobil kamu bagus tapi aku lebih nyaman Jika kamu mengantarku dengan mobilku sendiri" Kata alexandria didepan Bryan sambil menunjuk mobil sedan berwarna merah yang terlihat mentereng dari sederet mobil mewah terparkir rapi di garasi sebelah kanan dari posisi mereka berdiri saat ini.


"Maaf Tuan putri, meskipun mobil anda mungkin jauh lebih mewah dari mobil yang saya bawa tetapi saya tidak nyaman mengemudikan mobil orang lain" Jawab Bryan dengan ekspresi datar.


Benarkah yang aku dengar ini? Dia tidak menurutiku tapi justru aku yang harus menurutinya? Berani sekali, ....


fikir alexandria sambil menatap pemuda yang tengah berada di hadapannya itu.


"Tapi Bukankah keselamatan anda jauh lebih penting Tuan putri Alexandria? Karena saya tidak yakin bisa mengemudikan dengan baik mobil yang tidak biasa saya kemudikan . Bagaimana? Apakah tuan putri tetap ingin saya mengantar anda dengan mobil pribadi anda?" Kata Bryan dengan lengkungan senyum di kedua sudut bibirnya. Entah bagimana ekspresi kedua sudut mata dibalik kacamata hitam itu. Tempat dimana disanalah segala kejujuran tergambar jelas.


"Baiklah Tuan Bryan, pastikan kita sampai di kampus tidak lebih dari 20 menit. Aku tidak ingin terlambat dihari pertamaku kembali kuliah" sembari mengulas senyum manis di bibir mungilnya.


"Diatur dalam UU pasal 22 tentang lalu lintas, didalamnya disebut batas kcepatan max adalahh 80km/jam dan 100km/jam untuk jln bebas hambatan.


Bagaimana dihari pertama anda kembali kuliah ingin membuat pelanggaran dengan jarak yang harusnya ditempuh min dlm 40 menit, tapi anda meminta tidak lebih dari 20menit . Harusnya anda memberitahu untuk berangkat lebih awal jika tidak ingin terlambat. Jadi untuk hari ini bukankah lebih baik sedikit terlmbat masuk kelas daripada harus membuat pelanggaran hukum Tuan putri." Jawab Bryan dengan kalimat yang panjang dan tegas.


"Wahh, sepertinya anda orang yang tidak mudah ya Tuan Bryan "


"Maka Baiknya jangan membuatnya semakin sulit Tuan Putri"

__ADS_1


Keduanya saling menatap tanpa ada kata yang keluar lagi.


"Hegm..hegm....." Seorang pria yang sedari tadi ada di dekat mereka dan hanya memperhatikan keduanya mencoba menghentikan situasi yang sudah tidak bersahabat itu & langsung Memegang kedua pundak putrinya dengan lembut,


"Sayang, jika kamu tidak mau diantar oleh Bryan, kamu bisa pergi dengan salah seorang atau 2 org dari mereka . Silahkan kamu pilih sayang, mereka semua orang yang cukup kompeten dlm melakukan setiap pekerjaan mereka. Dan lagi, mreka semua juga pandai ilmu beladiri" Sambil menunjuk barisan pria berjaz hitam yang berjajar di belakang Alexandria.


"No Daddy, Alexandria akan pergi dengan Bryan sesuai keputusan awal daddy. Bukankah pasti daddy menilai bahwa Bryan lebih baik & kompeten daripada Orang-orang daddy itu. aLexa berangkat dulu" Jawab alexandria dengan kembali tersenyum manis kepada Daddynya. Setelah satu kecupan daddy dikeningnya Alexandria melangkah kedepan dan membuka pintu belakang mobil didepannya kemudian masuk, lalu dengan sigap Bryan menutupkan pintu mobilnya.


Kemudian mengangguk Pamit kepada tuan Johanes yang dibalas dengan anggukan kecil dan senyum oleh Tuan johanes sambil menepuk sebelah bahu Bryan.


.


.


.


.


.


*Hallo readers, semoga kalian suka dengan alur ceritanya ya ❤😊😊


ikuti terus kelanjutan ceritanya pasti akan lebih seruuu, ketika bumbu bumbu cinta sudah teracik 😍😍


Oy ya, jangan lupa vote & tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ✍❤


salam Kenal dari Author 🙏😊💕💕

__ADS_1


__ADS_2