
Di lain tempat,, dengan langkah malasnya rain menaiki tangga menuju lantai 3 perpustakaan sekolah,, Rain di hukum selama 3 hari,di jam istirahat dia harus mencari 2 buku yang membahas tentang atom dan rain harus merangkumnya 1 buku minimal 1 lembar, Dan setiap pulang sekolah rain juga harus ke perpustakaan untuk membersihkannya, menurut rain hukuman ini sangat berat daripada kesalahan yang ia perbuat tapi mau bagaimana lagi karena ini adalah hukuman yang membuat image nya tetap baik daripada membersihkan toilet yang membuat image nya sangat buruk apalagi nanti dia akan menjadi bahan gosip anak anak di sekolahan.
"aah akhirnya sampai juga gue di perpustakaan ini"
rain baru pertama kali menginjakkan kakinya di perpustakaan,selama sekolah di sini, rain sama sekali tidak pernah masuk,kalau dia ingin mencari buku,Rain lebih memilih untuk membelinya dari pada pinjam ke perpustakaan yang harus menguras tenaga naik tangga ke lantai 3.
dengan langkah yang anggun dan wajahnya yang arogan rain mulai mencari buku yang membahas tentang atom,, lama rain mencari tapi dia tidak menemukannya
"aaaah capek gue" teriak rain dengan frustasi pasalnya sudah 10 menit tangannya muter muter mencari buku yang di maksud tapi hasilnya nol.
" heh ini perpustakaan,harap tenang" teriak seorang cowok dari arah kanan rain yang asik membaca buku tanpa menoleh ke arah rain
rain yang merasa jengkel dan emosinya sudah di ubun ubun menghampiri cowok itu..
brakk
Rain menggebrak meja cowok tersebut,
dan cowok itu mendongak dia tidak tahu kalau berurusan dengan bos geng badgirl.
" loe berani sama gue,dasar cowok cupu" marah rain dengan menarik kerah baju cowok di depannya
"sorry aku gak tahu kalau itu kamu rain"
"kalau itu bukan gue terus loe ......"
"Lepaskan!" teriak Rezi dari arah kiri rain sebelum rain melanjutkan kata katanya
rain menoleh ke arah sumber suara dan reflek melepaskan tangannya dari kerah baju cowok itu Dan cowok tersebut pergi begitu cepat dari hadapan rain.
"eh tunggu,sial..." teriak rain Dan secepatnya ia menghampiri Rezi yang berdiri tegak 2 meter di sebelah rain
__ADS_1
"heh kulkas,ini bukan urusan loe yaa,, ? tunjuk rain tepat di wajah Rezi
" ini menjadi urusan gue Karena loe mengganggu kenyamanan perpus ini rain" sambil menghempaskan tangan rain dengan kasar.
"elo..." gerget rain karena Rezi selalu ikut campur urusannya
"gue heran deh Sama loe kulkas kenapa sih loe itu suka banget ikut campur urusan gue" tatap rain dengan tajam ke arah mata Rezi yang jarak wajah Mereka hanya 5 centi.
Rezi tak bergeming dia malah salah fokus dengan tatapan rain,,warna iris mata rain benar benar mirip seseorang.
"heh elo Tuli ya sekarang,gue ngomong malah diem aja"bentak rain dengan wajah emosi nya.
" udah cukup loe ngomongnya, mending loe pergi dari sini sekarang juga dari pada mengganggu kenyamanan perpus ini" usir Rezi dengan marahnya karena cewek di depannya sangat keras dan arogan
"ha ha ha,, tadi loe Tuli sekarang elo buta ya,,loe liat kan di sini gak ada siapa siapa crazyy,,cuma ada kita berdua jadi gue Sama sekali gak mengganggu siapapun"
semenjak rain menggebrak meja semua anak anak yang ada di perpus pergi satu persatu,mereka tidak ingin terlibat masalah dengan rain yang ujung ujungnya mereka lah yang salah.
Rezi benar benar muak dengan tingkah rain, rain yang selalu memanggil nya kulkas dan sekarang rain mengumpatnya tuli dan buta,,
"heh crazy tunggu,gue belum selesai ngomong" rain berjalan cepat mengikuti rezi,, ia menarik kerah Rezi dari belakang dan ingin mengumpatnya lagi, tapi matanya melihat buku yang sejak tadi ia cari,dia melepaskan tangannya begitu saja dan merebut buku yang ada di tangan Rezi.
"aaaah ini yang gue cari dari tadi" dengan pede tingkat dewa dia membawa pergi buku Rezi
"loe gak bisa se enaknya bawa pergi buku gue" Rezi reflek menarik tangan rain
" lepasin tangan gue crazy,gue cuma pinjam bentar doang,,oh ya itung itung ini tanda permintaan maaf loe" rain balik badan dan ingin berlalu
"enak banget nih cewek seolah olah gue yang salah " batin Rezi dalam hati
" heh loe gak bisa se enaknya gitu, kalau loe mau loe cari sendiri" ucap Rezi sambil merebut buku dari tangan rain, tapi rain tidak melepaskan begitu saja karena ini yang ia cari dari tadi,,dan adegan tarik menarik tidak ter elak kan lagi
__ADS_1
"lepasin kulkas gue pinjam bentar doang" rain yang masih ngotot mau bawa bukunya
" NO,, kalau loe mau loe bisa cari sendiri" tarik rezi dengan begitu keras hingga tubuh rain jatuh ke pelukan Rezi, Rezi yang tubuhnya tak seimbang oleng ke belakang,,dan merek berdua jatuh dengan posisi rain berada di atas tubuh Rezi.
deg deg deg...
detak jantung Rain dengan cepat dan Deru nafas nya dapat di rasakan rezi yang jarak wajahnya hanya 1 cm ,mereka saling memandang dalam diam dan beberapa detik kemudian.....
"aaaaaaaa"
teriak rain karena posisi Mereka yang begitu intim, Rain segera berdiri dan pergi begitu saja dan tak lupa ia melempar bukunya ke arah Rezi,sialnya buku tersebut mendarat sempurna di wajah tampan Rezi.
"ah sial" umpat Rezi
Rain secepat kilat turun tangga tapi sial jempol kakinya tidak bisa di ajak kompromi dia merasakan sakit kembali mau tidak mau harus jalan pelan pelan dan sedikit tertatih dan Rezi memandangnya dari lantai 3 dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. dan ikut turun menuruni tangga karena Bel istirahat telah selesai.
dengan wajah manyun dan di tekuk,rain masuk ke dalam kelasnya,, rain yang baru duduk di kursinya dia langsung di berondong pertanyaan dari kedua temannya,,
"ya ampun rain loe dari mana aja si" tanya vio dengan khawatir
" gue itu habis dari perpus" jawab rain dengan singkat karena dia masih jengkel dengan kejadian tadi
"hah elo dari perpus,loe gak lagi demam kan?" tanya Bella dengan menaruh telapak tangannya di dahi rain
" ya enggak lah,, itu ceritanya gara gara..."
rain tidak melanjutkan Kata katanya karena guru b.inggris sudah masuk ke dalam kelas
" gara gara apa ?' tanya penasaran vio
" entar gue ceritain,intinya gue di hukum,entar gue pulang sekolah ke perpus lagi jadi kalian pulang duluan aja" jawab rain dengan sedikit berbisik karena pelajaran sudah di mulai
__ADS_1
" entar kita temenin loe ke perpus"
" gak usah yang ada entar gue di tambah lagi hukumannya gara gara ngajak kalian" tolak rain ke kedua sahabatnya karena ia ingat dengan perkataan pak Malik tidak boleh ada yang membantunya.