
Rain Pulang ke mansionnya dan Jam menunjukkan pukul 21.00 ia berhenti sejenak di minimarket untuk membeli minuman dingin karena tenggorokannya sekarang rasanya panas dan ingin meredamnya.
ketika Rain akan membayar minumannya ia melihat venus yang sedang membayar di kasir.
"Hay kak venus" sapa rain ramah
"Hay rain,kenapa malam malam begini masih di luar" tanya Venus perhatian,dan rain tersenyum
" aku hanya mampir kak untuk beli ini" sambil memperlihatkan minuman dingin di tangannya dan memberikan pada kasir,tapi ketika rain akan bayar ,Venus memberikan uangnya terlebih dahulu ke kasir
"no kak tidak usah" tolak rain
"anggap saja aku mentraktirmu,vkau tidak boleh menolak rejeki meskipun itu hanya sebotol minuman" ucap Venus sambil menerima uang kembalian nya, Dan rain lagi lagi tersenyum mendengarnya karena ia belajar hal kecil yang berharga dari Venus.
mereka berjalan sambil mengobrol ringan dan duduk di depan mini market yang buka 24 jam tersebut, Venus memberikan minuman yang satunya ke rain,
"cobalah ini sangat enak jika di minum seperti ini" Venus memperagakan minuman kaleng yang di kocok dan ketika di buka menyembur sodanya. rain tertawa melihat Venus, ia melihat minuman yang di berikan Venus dan menerimanya ia tidak bisa menolak pemberian venus, Rain segera menirukan seperti yang venus ajarkan dan meminumnya.
"Rain kau harus menghabiskan minumannya,Tidak baik membuang sisa makanan atau minuman" ucap Venus dengan sangat bijak dan Rain langsung meminumnya hingga habis,
setelah beberapa menit Venus pamit pulang karena ada urusan yang harus di kerjakan, rain mengangguk dengan mengerutkan dahinya "memangnya urusan apa malam malam begini" rain hanya bergumam pada dirinya tapi ia tidak mau ambil pusing dan bergegas pulang karena tenggorokannya mulai panas, ia tahu minuman yang di berikan Venus tadi mengandung alkohol tapi rain tidak bisa menolaknya,
rain berjalan menuju mobilnya yang ada seberang jalan, panas di tenggorokan nya mulai menjalar di tubuhnya membuat dirinya tidak fokus ketika menyebrang di jalan raya, dan ...
ciit
sreet
rain terpental ke bahu jalan di pelukan seseorang Dan mendengar sebuah umpatan yang di tujukan ke dirinya Dan melihat motor yang melaju dengan kecepatan tinggi.
"oh my God,aku hampir saja tertabrak " ucap rain dengan mengelus dadanya karena merasa terkejut
"loe emang hobi ya meluk tubuh gue" ucap seseorang tepat di telinga kiri rain Dan itu adalah suara Rezi.
"Rezi" teriak rain sambil berdiri dan rezi ikut berdiri
"thank ya zi,loe lagi lagi nolong gue" ucap rain sambil membersihkan bajunya yang sedikit kotor dan membersihkan sikunya yang sedikit berdarah.
"makanya hati hati" ucap Rezi dengan menatap wajah rain yang menahan sesuatu dan Rezi tahu itu
__ADS_1
" loe minum alkohol lagi"
" enggak lah,,gue minum soda yang mengandung alkohol, udah gue mau pulang ,udah gak tahan" rain segera berlalu dan menuju mobilnya tapi Rezi tiba tiba mengambil kuncinya dan masuk ke mobil rain,
"biar gue anter" rain hanya menurut.
" anter gue ke hotel aja, gue gak berani pulang, gue takut Daddy salah faham ntar kira gue minum minum " ucap rain pada Rezi Dengan menahan panas yang semakin menjalar ke tubuhnya.
Rezi malah mengarahkan mobilnya ke rumahnya, beruntung malam ini Robert ada urusan Dan tidak pulang jadi dia tidak akan di tanya aneh aneh.
Rain menyadari arah mobilnya ke rumah Rezi,
"kenapa malah ke rumah loe" tanya rain sambil mengibaskan tangannya
"gue gak mau ambil resiko jika kejadian malam itu terulang lagi" ucap Rezi yang mempercepat laju mobilnya karena melihat rain semakin berkeringat.
"sorry kulkas,gue udah gak tahan, loe bisa tutup mata loe" rain sudah tidak tahan lagi, ia segera membuka bajunya dan menyisakan tank top dan hot pant nya ,ia segera mencari botol minuman di dashboard dan menyiramkan ke badannya, Rezi yang melihat nya hanya geleng geleng kepala.
ketika sampai di rumah Rezi, rain segera masuk dan berlari menuju kolam renang, ia segera menyelam ke dasar kolam renang tersebut.
Rezi menuju dapur dan membuat minuman untuk rain,ia segera menuju lantai 2 di mana kolam renang berada, Rezi duduk santai sambil menunggu rain muncul ke permukaan.
"thank zy" ucap rain sambil memakainya dan duduk di kursi di depan rezy
"kenapa tadi tetap loe minum?" tanya rezy dengan tatap menyelidik
" hmmm,, loe lihat gue tadi?" jawab rain dengan sedikit terkejut karena ternyata Rezi melihatnya bersama Venus
seperti biasa rezi hanya diam dengan tatapan mengintimidasinya.
" ya gue gak enak kalo nolak, terus gue juga belajar banyak dari dia gak baik menyisakan makanan atau minuman" ucap rain dengan panjang lebar
" ya itu kalau loe bisa minumnya,nyatanya gak bisa kan? kenapa harus maksa sesuatu yang tidak kita bisa apalagi yang tidak kita suka?" ucap rezy sambil berdiri dan berlalu
"eh loe mau kemana?" rain cepat berdiri mengejar langkah Rezi
"loe ngapain ngikutin gue?" tanya Rezi dengan bingung karena ia sudah sampai di depan kamarnya tapi rain masih ngikutin gue
" ha oh" kaget rain karena ia tidak sadar mengikuti rezi sampai kamarnya
__ADS_1
"loe mau tidur sama gue?" ucap Rezi berbisik tepat di depan wajah rain
" gila ya loe, mana mungkin gue mau tidur sama loe" jawab rain cepat sambil memundurkan langkahnya
"hmm gini gue malem ini nginep di rumah loe ya?" ucap rain dengan wajah di buat semanis mungkin meskipun nyatanya dia sudah sangat manis.
"gak di cariin orang rumah?"
"habis ini izin Daddy"
"terserah loe" jawab Rezi sambil menutup pintunya dengan sedikit keras.
"oh my God tuh anak,, punya jantung gak sih,gue aja sampai kaget gini" gumam rain sambil berlalu dan memilih tidur di sebelah kamar Rezi.
...****************...
dor
dor
dor
Dengan cepat kilat peluru itu menembus satu persatu orang yang ada di depannya,
"target succes" orang tersebut mengirim pesan ke seseorang, dan detik berikutnya dia sudah mendapat notif uang masuk ke rekening nya
"good" batin orang itu dengan senyum smirknya
"sekarang waktunya mencari gadis itu" batin orang tersebut sambil berlalu dan mengendarai motornya membelah jalanan malam.
...----------------...
Seperti biasa rezi bangun pagi pagi dan segera membuat sarapannya sendiri, dengan wajah yang sudah fresh dia menuju dapur di lantai bawah, tapi matanya melihat pintu kamar di samping nya yang sedikit terbuka.
"kenapa terbuka?" Rezi mengerutkan keningnya dan membuka pintu lebih lebar, di kamar tersebut memang lebih gelap daripada kamar lainnya, makanya Rezi sering menyendiri di kamar tersebut ,di samping Desain dan warna yang berbeda kamar tersebut juga kedap suara.
"oh my God, ni cewek kenapa tidur disini" gumam Rezi dengan sedikit emosi karena bisa bisanya rain tidur di kamar privasinya.
"Rain cepat bangun" Rezi berusaha membangunkan tubuh rain yang di berada di bawah selimut tebalnya.
__ADS_1
tapi rain Sama sekali tidak bergerak dia bahkan malah bergumam tidak jelas. kadang tertawa kadang menangis.