Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 52


__ADS_3

Venus memilih menelpon seseorang karena ia ternyata tidak di perbolehkan masuk karena sedang proses pendonoran darah.


"Max" panggil Venus ketika max melewatinya begitu saja


max yang merasa di panggil menghentikan langkahnya dan diam


"Jasad Robert menghilang" ucap Venus


"aku lupa mengurusnya, pasti kenan yang membawanya pergi" ucap max


"sepertinya kau mengenal Kenan dengan baik" ucap Venus menyipitkan matanya.


"hemm,karena suatu kesalahpahaman dia membenciku" ucap max dan berlalu dari hadapan Venus


"sesimpel itu?" gumam Venus yang mendengar jawaban max yang singkat.


ceklek


"bagaimana zi?" tanya Venus ketika melihat Rezi sudah keluar


"Rain harus di pindahkan ke ICU" jawab Rezi


" boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Venus hati hati


"hemm" jawab rezi sambil duduk di samping venus


"apa yang kau lakukan setelah ini jika memang benar dirimu terbukti adalah albian Ocean,kakak rain yang menghilang" tanya Venus menatap wajah kacau Rezi


" entahlah, pastinya aku menerima semua takdir yang tuhan gariskan untuk ku" jawab Rezi sambil mendongak ke atas dan memejamkan matanya.


beberapa detik kemudian ia teringat sesuatu.


"apa kabar kakek tua itu?" tanya Rezi pada Venus


" menghilang" jawab Venus singkat dan Rezi langsung beranjak dari duduknya dan melangkah pergi untuk menghubungi seseorang,


"semakin ke sini semakin heran dengan orang terdekat rain, kenapa mereka semua datar" gumam Venus yang melihat Rezi pergi begitu saja


Rezi menghubungi nayra,ia yakin nayra pasti tahu keberadaan robert karena nayra satu satunya keluarga Robert yang pastinya akan dihubungi Kenan.


"halo Tan" ucap Rezi ketika panggilannya di angkat


"dimana kamu sekarang Rezi?" tanya nayra dari seberang


"dimana kakek tua itu" tanya Rezi balik


"jaga ucapanmu dia kakekmu zi" marah nayra


akhirnya Rezi menceritakan semua tragedi yang terjadi di gedung itu Dan juga ucapan Robert yang berkata bahwa dia bukanlah cucu nya melainkan anak Stave alias saudara rain

__ADS_1


nayra begitu terkejut setelah mendengar cerita Rezi karena nayra tahu betul siapa rain, Rezi menceritakan hubungannya dengan rain Dan nayra sangat menyukai rain begitupun sebaliknya meskipun mereka belum pernah bertemu Dan hanya lewat video call, Rezi juga menceritakan mungkin sebentar lagi mereka akan melakukan test DNA untuk mengetahui kebenarannya.


"apapun yang terjadi nanti kamu tetap keponakan Tante" ucap nayra tegas dan Rezi hanya terdiam


"Tidak usah mencari kakek, dia masih hidup dan aku jamin dia tidak akan bertindak nekat lagi" ucap nayra dan mematikan teleponnya.


dan suara pintu terbuka Rezi melihat beberapa perawat memindahkan rain ke kamar ICU. Venus dan Rezi segera mengikutinya.


"silahkan tunggu di luar saja tuan" ucap perawat ketika melihat Rezi yang ingin masuk


...----------------...


2 hari telah berlalu dan rain sudah di pindahkan ke rumah sakit internasional, 2 hari itu pula rain tak kunjung sadarkan diri


"bagaimana keadaan adikmu Al?" tanya stave yang baru datang


"keadaan rain masih sama tuan" jawab Venus karena Rezi hanya diam saja


stave memaklumi itu semua, mungkin Rezi memang belum menerimanya tapi setelah hasil test itu keluar dan ternyata hasilnya cocok ia yakin Rezi pasti mau menerima semuanya tapi entahlah untuk rain.


"Rain" ucap Rezi ketika melihat pergerakan jari tangan rain


stave segera mendekat ke samping ranjang rain dan Venus memilih diam melihat rain dari jauh karena dia cukup sadar diri hanya seorang bodyguard nya rain


rain mengerjapkan matanya beberapa kali, ia melihat ruangan putih bersih dan mencium bau alkohol Dan obat obat yang menyengat. ia mengingat semua kejadian yang di alaminya.


"Dad" panggil rain


Rain melirik Rezi sebentar


"dad kemaren hanya mimpi kan? Rezi bukanlah kak albian" ucap rain menatap sendu wajah stave


"jangan kau fikirkan itu, fokus pada kesembuhanmu, lihatlah Rezi disini menemanimu" ucap stave menatap rain dengan tersenyum dan rain tersenyum dengan jawaban stave,


"Daddy keluar dulu panggil dokter, kamu di temani Rezi" ucap stave tersenyum dan menepuk halus pundak Rezi dan segera berlalu dari ruangan rain


begitupun dengan Venus ia memilih keluar mengikuti stave.


"apa yang kau rasakan rain?" tanya Rezi menatap rain


"sakit disini" ucap rain menyentuh dadanya dan Rezi menyipitkan matanya dengan jawaban rain


"sakit saat kakek tua itu bilang kalau kamu adalah kak albian, dan aku tahu dia ternyata bohong" ucap rain tersenyum karena ia yakin Robert hanya mengarang cerita dan Rezi tersenyum kecut mendengar perkataan rain.


"jangan kau fikirkan itu, kami sudah melakukan test DNA yakinlah bahwa hasilnya Tidak cocok" ucap Rezi mengelus lembut lengan rain Dan rain tersenyum dengan ucapan Rezi


*


*

__ADS_1


*


"dimana max" tanya stave pada Venus ketika mereka baru keluar dari ruangan rain


"max mencari keberadaan Robert" jawab Venus


"Robert ternyata panjang umur juga" ucap stave


"hasil testnya kapan keluar? tanya stave kemudian


"paling cepat 5 hari lagi tuan" jawab Venus


"Tidak bisa di percepat?" tanya stave mengerutkan dahinya


"itu sudah di percepat satu minggu tuan, biasanya hasil nya 2 Minggu"


"baiklah, jaga rain dengan baik anak itu sangat keras kepala jangan sampai dia bertindak nekat" perintah stave pada Venus Dan Venus menganggukkan kepalanya patuh.


...****************...


Hari ini sudah 3 hari rain di rumah sakit internasional meskipun belum pulih total Rain sudah di perbolehkan pulang,


"akhirnya dad kita pulang, aku ingin langsung pulang ke indo saja aku sudah rindu dengan teman temanku" ucap rain pada stave


"baiklah jika itu maumu, tapi ingat jangan banyak bergerak dulu" ucap stave membantu rain berdiri.


max sudah mempersiapkan tiket pesawat mereka, Dan keberangkatannya 1 jam lagi.


"max kau tidak ikut pulang?" tanya rain karena max hanya mengantar mereka Sampai luar.


"saya masih ada urusan di sini non" ucap max sopan


"kau lupa dengan perkataan ku?" tanya rain memicingkan matanya


"tidak" jawab max singkat Dan ia segera mengalihkan pembicaraan


"tuan saya pamit undur diri, nanti di sana sudah ada yang menjemput" ucap max sopan Dan segera berlalu sebelum urusannya bertambah panjang karena rain menatapnya tajam.


setelahperjalanan 2 jam lebih rain sudah sampai di mansionnya,


"zi apa kau langsung pulang?" tanya rain menatap Rezi


"Rezi akan menginap di sini sampai hasilnya di bawa


max nanti " ucap stave


"dad berapa kali aku bilang, Rezi bukanlah kak Albian, kak albian masih ada di luar sana dad" ucap rain dengan nada tinggi tapi stave hanya diam karena ia tidak mau rain merasakan nyeri di perutnya lagi ketika tadi di pesawat dia bersih kukuh berkata bahwa Rezi bukanlah albian.


Rezi yang mendengar perdebatan mereka hanya diam, karena ia bingung harus berkata apa,

__ADS_1


"ayo Daddy antar ke kamar" ucap stave mengalihkan pembicaraan


Rezi memilih keluar sebentar dan menelpon seseorang.


__ADS_2