
Rain mengambil tas ranselnya Dan segera melangkah menuju depan di mana teman temannya sudah menunggu, entah lah teman siapa rain sendiri juga tidak tahu Dan semua ini sudah di atur oleh Frans.
"sayang kau tidak memperkenalkan temanmu pada Daddy?" ucap stave tiba tiba ketika melihat rain seperti buru buru masuk ke mobil
deg
Rain langsung terdiam di tempat saat mendengar suara bariton Daddy nya, tidak seperti biasanya stave sampai mengantarnya keluar,
rain bingung mau di kenalkan bagaimana dia sendiri tidak tahu nama dua perempuan yang ada di depannya ini.
"Hay om perkenalkan namaku Cyntia" ucap perempuan berambut pirang saat bersalaman dengan stave
"kalau aku Jessi om" ucap perempuan yang berambut keriting.
"kalian hati hati ya, om titip rain" ucap stave pada kedua wanita itu
rain langsung menghembuskan nafasnya kasar, untung saja dua perempuan asing ini langsung gerak cepat kalau tidak entah lah bagaimana ia akan mengatasinya.
"dad kami berangkat dulu, see you" ucap rain melambaikan tangannya ketika mobilnya akan berjalan meninggalkan mansionnya
rain juga melihat Rezi Tidak jauh berdiri di belakang Daddy nya.
rain menatap wajah tampan Rezi untuk yang terakhir kalinya, begitupun Rezi ia menatap rain dengan tatapan yang sulit di artikan,entahlah
"aku akan berusaha melupakanmu seperti yang kamu minta" ucap rain dalam hati dan memutus tatapannya.
rain langsung mengusap air matanya yang entah sejak kapan terjatuh.
"hey, its oke" ucap wanita rambut keriting sambil mengusap bahu rain
"thanks Jessi" ucap rain tersenyum
__ADS_1
"namaku bukan Jessi tapi tak masalah kau memanggilku itu" ucap Jessi yang ternyata hanya nama palsu
"what lalu?" rain sedikit terkejut, Frans memang bisa di andalkan bahkan rain sendiri sudah tertipu dengan dua wanita yang ada di mobil.
"kau tidak perlu tahu nama kami, tugas kami hanya mengantarmu saja, setelah itu anggap tidak pernah mengenal kami jika kita bertemu" ucap wanita rambut pirang yang ternyata namanya juga bukan chintya
"karena seperti ini adalah pekerjaan kami" ucap Jessi Dan rain baru faham ternyata ada juga pekerjaan seperti ini, pekerjaan membawa kabur anak orang, Rain hanya tersenyum Dan menggelengkan kepalanya pelan bisa bisanya dia berfikir ada pekerjaan seperti itu.
"boleh mampir dulu ke kampus depan? aku ingin bertemu seseorang" ucap rain yang baru teringat akan Venus yang semalam sudah mengirimkannya pesan, dia Tidak akan tenang jika belum melihat Venus untuk yang terakhir kalinya.
"baiklah, jangan lama lama karena kamu harus menemui sky dulu sebelum berangkat" ucap Cyntia
Rain hanya menganggukkan kepalanya, dia juga baru teringat syarat yang di ajukan Frans itu.
rain menyusuri koridor bangunan megah itu tapi ia tidak menemukan ruangan di mana Venus berada
"Hay kau cewek itu kan?" ucap cathlen yang melihat rain kebingungan
rain menengok ke arah asal suara Dan memutar bola matanya malas karena ia malah bertemu cathlen yang pasti ujung ujungnya mengatai dirinya mengerikan.
"kau mencari Venus?" teriak cathlen Dan berhasil membuat rain berhenti.
"ku lihat lihat kau gadis yang baik tapi kenapa saat itu mengerikan sekali" ucap cathlen Yang tiba tiba sudah berdiri di depan rain
"aku tidak ada urusan denganmu, minggir!!" rain melangkah maju dan sedikit menabrak lengan cathlen
"Venus ada di lantai 3, oh ya kutarik kata kataku tadi ternyata selain mengerikan Dan rakus kau juga cewek yang bar bar" ucap cathlen sebelum rain menghilang dari pandangannya.
"lihat saja pus jika kita bertemu kembali" dumel rain di sepanjang naik tangga ke lantai 3, yah sepertinya itu adalah panggilan yang sangat cocok untuk cathlen,pikir rain.
"Hay cewek cantik mau kemana?" tiba tiba seorang pria menghadang jalan rain ketika baru sampai lantai 3, ralat bukan seorang tapi ada 3 orang depan dan kanan kiri rain.
__ADS_1
"minggir aku tidak ada urusan denganmu" ucap rain menatap tajam pria yang ada di depannya, rain akui pria di depannya ini cukup tampan tapi sayang tatapannya sangat nakal.
"cantik cantik galak sekali" ucap pria itu sambil mengayunkan tangannya menyentuh wajah rain, rain dengan sigap menangkap tangan Kaivin lalu melintirnya ke samping
"don't touch me" ucap rain lalu melepas tangannya.
"kak Venus" teriak rain dan berlari menghampiri Venus ketika melihat Venus berjalan ke arahnya.
"menarik" ucap Kaivin dengan senyum smirknya menatap kepergian rain
"lagi lagi Lo kalah sama Venus kai" ucap Dion menepuk pelan bahu kai
"kita lihat saja Nanti" ucap kaivin Dan berlalu
"ku kira kau tidak jadi menemui ku" ucap Venus ketika rain sudah berada di depannya
"aku ke sini hanya ingin memelukmu" ucap rain Dan tiba tiba sudah menghambur ke pelukan venus.
"selamat ya pak presiden" ucap rain tersenyum Dan mengurai pelukannya, dia tahu jika Venus berhasil terpilih menjadi ketua BEM karena saat melewati beberapa mahasiswi tadi rain mendengar gosip tentang terpilihnya Venus.
"thanks, kau tidak membawa hadiah untuk ku?" tanya Venus manaikkan sebelah alisnya
" aku saja baru mendengarnya tadi"
"ven ayo sekarang" teriak seorang pria dari arah berlawanan Dan di jawab dengan acungan jempol oleh venus
"ya sudah kak, aku pergi dulu " ucap rain dengan tersenyum memandang Venus, rain sangat bersyukur bisa bertemu dengan Venus sosok yang baik dan selalu ada untuknya. kalau rain bisa memilih ia memilih Venus saja yang menjadi kak bian bukan Rezi, tapi tuhan ternyata berkehendak lain.
"kau mau kemana, tunggu aku sebentar saja"
"aku mau liburan kak, sudah di tunggu teman temanku di bawah" ucap rain
__ADS_1
"oke, lain waktu saja hati hati rain" ucap Venus melambaikan tangannya dan di jawab senyuman oleh rain, ia melihat Venus masuk ke dalam ruangan, rain berjalan pelan menuruni tangga, ia mengusap air matanya yang tiba tiba saja terjatuh.
"kenapa kamu menangis,ini yang kamu inginkan rain" ucap rain lirih dan tersenyum kecut menghampiri mobil yang sudah menunggunya.