
malam semakin larut Dan Rain belum bisa memejamkan matanya, ia masih memikirkan cara bagaimana agar sikap Rezi kembali seperti dulu, agar cinta Rezi kembali seperti dulu lagi
"apa gue buat DNA palsu aja ya" gumam rain sambil menatap langit langit kamarnya
"haish, tapi siapa yang akan membantuku? aku tidak mempunyai kenalan dokter"
"oh my God, aku Sampai lupa mengambil hasil test Ku" gumam rain yang baru teringat untuk mengambil hasil test nya di dokter Vina.
Sampai pukul satu dini hari rain masih terjaga, ia akhirnya melangkahkan kakinya keluar kamar Dan menuju kamar Rezi
"semoga tidak di kunci" ucap rain dalam hati,
ceklek
"sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak padaku" Gumam rain dalam hati dan tersenyum, karena pintu kamar Rezi masih sama seperti kemarin malam yang tidak di kunci.
rain mengendap ngendap seperti maling, entah mengapa kali ini dia begitu deg deg an tidak seperti semalam yang langsung masuk mengusap wajah tampan Rezi dan langsung ikut tidur di sampingnya.
rain mendekat ke arah ranjang Rezi Dan menatap wajah polos Rezi ketika sedang tidur.
rain mengusap lembut wajah tampan Rezi dengan tangan kirinya, Tidak mungkin ia menggunakan tangan kanannya yang di perban Yang ada nanti Rezi akan terbangun karena merasa ada tangan kasar yang mengusap wajahnya.
"semakin lama kenapa aku merasa kau semakin tampan" ucap rain lirih
"aku tidak peduli Dan tidak mau peduli dengan apapun lagi zi, yang aku pedulikan hanyalah cintaku padamu" ucap rain meneteskan air matanya yang jatuh tepat mengenai lengan rezi.
"kau harus bisa menghilangkan cintamu itu rain Sama sepertiku" ucap Rezi tegas sambil membuka matanya lebar menatap rain yang dari tadi menatapnya.
"kau belum tidur?" ucap rain sedikit terkejut
sebenarnya dari tadi Rezi juga tidak bisa tidur sama seperti rain tapi bedanya Rezi memikirkan cara bagaimana bisa membuat rain faham bahwa hubungan mereka tidak bisa kembali seperti dulu lagi. ketika mendengar ada yang membuka pintu kamarnya Rezi langsung memejamkan matanya, ia ingin tahu siapa yang berani masuk kamarnya Dan ternyata dugaannya benar bahwa itu adalah adiknya sendiri, Rain.
"kau harus bisa rain, karena aku sekarang adalah kakakmu" ucap Rezi sambil duduk bersandar di dashboard.
"tidak bisa ya tetap tidak bisa zi" ucap rain sambil berdiri dan memilih pergi dari kamar Rezi,
"kau harus bisa rain, karena aku juga sudah melupakan cintaku padamu" ucap Rezi tegas saat rain sudah berada di ujung pintu.
"kita lihat saja nanti" batin rain tersenyum smirk Dan menutup pintunya dengan kasar.
*
*
hari ini rain akan melakukan misinya, setelah penolakan Rezi berkali kali sepertinya ia harus melakukan cara yang ekstrem agar Rezi bisa kembali padanya.
pagi ini saat sarapan rain langsung duduk di kursinya dan secepat kilat menghabiskan sarapan Dan susunya. yang membuat stave memicingkan matanya pasalnya rain Tidak pernah bersikap seperti itu apalagi dia tidak mendapatkan morning kiss dari rain.
"kau sedang buru buru sayang?" tanya stave di sela sela makannya
__ADS_1
"Hem" jawab rain dan secepat kilat meminum susunya lalu pergi
"ada apa dengan adikmu?" tanya stave pada albian
"Tidak tahu dad" jawab albian singkat
"oh ya hari ini ikutlah Daddy ke perusahaan" titah stave pada albian dan Hanya di jawab anggukan olehnya.
*
*
"kenapa Lo tiba tiba pengen ketemu gue" ucap Alexa dan langsung duduk di depan rain
"gue mau minta bantuan Lo, gue tahu Lo pasti jago Dalam hal ini" jawab rain menatap tajam Alexa
Alexa yang mendengar jawaban rain mengerutkan dahinya, karena Alexa tidak pernah bertemu rain semenjak kejadian di club itu dan hubungan mereka tak sedekat itu hingga tiba tiba rain meminta bantuan darinya pastinya ada sesuatu yang rain inginkan.
"apa imbalannya?" tanya Alexa dengan senyum devil nya
"gue traktir makan " ucap rain dan minum jus nya
"cuma makan doang rain?" ucap Alexa
"oke deh gue traktir di club besok malam, lagian ini cuma mau tanya sesuatu doang kok, setelah gue tau jawabannya gue cari sendiri, jadi cukup impas bukan?"
"what mau buat apa Lo cari barang itu" tanya Alexa kaget, karena barang itu biasanya di gunakan orang dewasa.
"Lo gak perlu tahu itu" jawab rain
"oke deh,gini aja ntar malem kita ketemuan di club yang sama saat malam itu, entar gue kasih barangnya di sana" ucap Alexa dan segera menghabiskan makanan nya, mubazir kan kalau gak di habiskan meskipun itu di traktir oleh rain.
"oke gue pergi dulu, sorry gak bisa nemenin makan" ucap rain dan berlalu dari hadapan Alexa.
rain langsung pulang menuju mansionnya, ia sudah terbiasa dengan suasana mansion yang sepi Dan yang ada hanya pelayan tapi di mana keberadaan Rezi? rain Tidak melihat nya sama sekali.
"bi Ida tahu di mana Rezi?" tanya rain saat BI Ida memberikannya minuman dingin
"maksud non rain tuan albian?" tanya Bu Ida memastikan
"Hem " jawab rain malas, karena semua orang di mansion sudah memanggil Rezi dengan albian
"sepertinya tuan albian tadi ikut ke kantor bersama tuan stave non" ucap Bi Ida
"ya sudah terimakasih infonya bi" ucap rain lalu mengambil minumnya dan menegaknya hingga habis rain Tidak habis fikir secepat itukah hubungan rezi Dan daddynya?
memikirkan Rezi membuat rain semakin pusing
"sepertinya aku harus segera cepat menjalankan misi gila ini" gumam rain dalam hati.
__ADS_1
jam menunjukkan pukul 7, tapi Rezi dan stave belum ada tanda tanda kepulangannya, akhirnya rain memutuskan untuk menelpon stave tapi tak kunjung di angkat oleh stave
"Bi ida aku harus pergi, nanti jika Daddy mencariku bilang saja kalau aku keluar sebentar " ucap rain memilih berpamitan pada Ida pelayan yang sedari kecil ada untuk rain.
"baik non" jawab bi Ida patuh.
rain langsung mengendarai mobilnya menuju club malam yang di maksud Alexa,
Tidak perlu susah untuk mencari Alexa karena ketika rain masuk Alexa sudah menunggunya dan melambaikan tangannya.
"gimana" tanya rain langsung duduk di depan alexa
" ini" jawab Alexa dan memberikan bungkusan kecil pada rain
"caranya?" tanya rain mengerutkan keningnya, karena barang yang di berikan Alexa seperti ilegal dan Tidak ada merek Atau petunjuk pemakaiannya.
"searching aja di google, santai itu aman kok dan itu sesuai yang lo pesen jadi barangnya gak di jual di umum" jawab Alexa yang mengerti raut wajah rain.
"oke thanks, gue harus bayar berapa ni"
"gak usah, Lo cukup traktir gue minum banyak di club ini"
ucap Alexa tersenyum lalu menegak bir nya
"gak usah khawatir, loe minum sepuasnya dan gue yang bayar,gue pergi dulu" ucap Rain berlalu dan memberikan kartu nama pada salah satu bertender Dan berpesan kalau semua tagihan minum Alexa malam ini dia yang akan bayar.
jam masih menunjukkan pukul 9 malam, ketika memasuki garasi mobil ia Tidak melihat mobil stave terparkir di sana.
"dad" teriak rain ketika baru masuk ke dalam mansion
"Daddy Tidak pulang karena ada dinas ke luar kota" ucap Rezi yang duduk di sofa ruang keluarga.
"wow, sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak padaku lagi" batin rain dalam hati, dan ia segera menuju kamarnya dan Mengganti pakaian. rain segera turun menuju dapur dan membuat minuman, Rain tersenyum ketika melihat Rezi masih berada di ruang keluarga dengan setumpuk berkas yang ada di depannya.
"di google katanya cukup 2 tetes saja" ucap rain dan meneteskan obat itu di minuman yang ia buat.
"tapi katanya yang ganjil itu baik, jadi 3 tetes saja" ucap rain yang menambah dosis obatnya.
ia segera menuju ke tempat Rezi berada, sumpah kali ini rain benar benar deg degan, jantungnya seakan mau berhenti bagaimana tidak? ini adalah hal yang paling gila Dan extrem yang akan rain lakukan, rain memberikan obat perangsang pada minuman Rezi, biar di anggap gila yang penting rain bisa memiliki Rezi seutuhnya meskipun itu dengan cara licik Dan kotor. rain tiba tiba teringat pada sky yang memberikan obat itu di minumannya, dia sekarang mengerti bagaimana posisi sky saat itu.
"Hay zi" ucap rain dengan tersenyum agar mengurangi rasa groginya
"Hay rain" Rezi memicingkan matanya,apakah rain sudah tidak marah padanya?
"minumlah, aku membuatkannya untukmu, sorry untuk selama ini" dusta rain seakan akan menerima semuanya, ia harus berakting secantik mungkin karena rain tahu Rezi tidaklah bodoh ia bisa tahu mana yang bohong Dan Tidak dengan melihat sorot mata lawannya.
"tak Masalah kau pasti butuh waktu untuk semua ini" ucap Rezi tersenyum dan menatap mata biru rain.
Rezi langsung mengambil kopi yang di buat rain, ketika cangkir itu sudah menempel di bibirnya Dan ia akan menegaknya tiba tiba.....
__ADS_1