
Dengan langkah gontai Rain akhirnya tiba di perpustakaan, ia yang sedari tadi menahan sakit di bagian kakinya memutuskan secepat mungkin membersihkan perpus agar bisa cepat pulang,sebelum itu dia menghubungi Stave untuk mengabarkan bahwa dia sedikit terlambat pulang.
"halo dad"
"iya sayang,tumben ada apa?"
" dad hari ini aku terlambat pulang karena masih ada sedikit tugas di perpustakaan"
" apa kau jadi ke Gramedia sayang?"
" no dad,mungkin besok saja, ya sudah dad see you" sambil melambaikan tangannya ke arah Daddy
"see you sayang "
rain mulai menata buku yang ada di perpustakaan,satu jam telah berlalu dia yang sangat capek mengambil minuman di tas nya,,dan beristirahat sejenak,,, dia ingin secepatnya pergi dari perpustakaan karena hari sudah mulai sore, kesana kemari dia tidak menemukan sapu yang ia cari,,
"sial di mana sih ni tempatnya sapu, dari tadi gue cari gak ketemu"
umpat rain yang kesal karena semenjak dari tadi dia mondar mandir mencarinya tapi tetap tidak menemukannya, rain yang sedari tadi masih memakai seragam sekolah mulai merasakan gerah,
" sekolah favorit tapi perpustakaan gak ada sapu gak ada AC gimana sih daddy," kesal rain
"mending besok gue bawa vacum cleaner aja kan lebih praktis"gumam rain dengan tersenyum
akhirnya ia memutuskan membuka pakaiannya dan hanya menggunakan tank top dan rok sekolahnya yang pendek di atas lutut ,
"di sini cuma ada gue jadi gini lebih enak" sambil melempar bajunya dengan asal, Dan mulai mencari sapu yang akhirnya ia temukan di bagian pojok ruangan..
ceklek...
"haaaaa .." .teriak rain dengan sangat keras karena ada seseorang yang membuka pintu dan pandangan mereka bertemu..
glek
Rezi susah payah menelan saliva nya sebab pemandangan di depannya membuat tubuhnya panas dingin,
__ADS_1
rain bergegas sembunyi di balik rak rak buku.
"heh kulkas ngapain loe kesini main masuk aja gak ketok pintu dulu" rain berteriak sambil menahan malunya, bagaimana tidak malu dia yang hanya menggunakan tang top dan itu pun model crop top yang memperlihatkan perut sexy nya .
"heh malah diem lagi" teriak rain sambil mengintip Rezi yang berdiri di depan pintu dengan raut wajah yang sulit di artikan
Rezi yang di bentak baru tersadar dari lamunannya ..
"ini tempat umum jadi gue gak perlu ketok pintu dulu" jawab rezi
" ah elo banyak alasan, elo pasti udah liat gue kan yang pakai pakaian minim?" tanya rain dengan berani karena ia sudah terlanjur malu mau bagaimana lagi
"gue gak liat" jawab rain dengan malas
"gak mungkin loe gak liat,, eeh bisa jadi sih kan loe emang rabun ya hahaha" jawab rain yang malah mengumpat rezi
" udah cukup loe ngomongnya, gue mau ambil buku di rak yang ada di depan loe" Rezi sambil melangkah kan kakinya menuju rak yang ada di hadapan rain
"stop Crazy stop" teriak rain dengan gusar karena Rezi tetap berjalan ke arahnya
" sebelum loe ke sini ambilin baju gue dulu" perintah rain dengan se enak jidatnya
" loe ambil sendiri loe kan punya kaki punya tangan"
"haduuh ni kulkas napa sihh,masak gue harus memohon mohon gitu"
" oke Rezi cowok sok ganteng dan dinginnya kayak kulkas 12 pintu tolong dong loe ambilin baju gue" pinta rain sambil menatap Rezi dengan senyum yang di buat semanis mungkin.
"gue gak tau baju loe dimana" jawab rezi dengan tatapan tajamnya
" duh dimana yaa,, tdi gue langsung maen lempar aja sih"
tanpa banyak kata Rezi melepas bajunya
" hah apa yang loe lakuin ,ngapain loe malah buka baju,,jangan macem macem ya loe" ancam rain dengan menutup matanya dengan tangan karena ia tidak mau mengotori mata sucinya dengan melihat tubuh Rezi
__ADS_1
"gak usah ge Er loe,, ini.." sambil memberikan bajunya ke rain tapi rain malah diam tak bergeming dan tetap menutup matanya.
" gue gak mau pake baju loe,dan iya gue juga gak mau buka mata gue yang ada mata gue entar malah rabun kalo liat tubuh loe"
"sial nih cewek" umpat rain dalam hati
" loe pake ini atau loe pilih keluar dengan pakaian minim loe itu dan iya satu lagi gue pake kaos jadi gue gak akan biarin mata loe liat tubuh indah gue" jawab rezi dengan senyum smirk nya
akhirnya rain mau menerima baju Rezi segera memakainya dan keluar dari persembunyiannya..
"aaah akhirnya" lega rain dengan menghembuskan nafasnya
" ngapain loe ada di perpus,tumben " tanya Rezi yang curiga pada rain karena cewek itu gak pernah sekalipun ke perpus, rain yang sedikit luluh dengan Rezi karena dia meminjamkan bajunya akhirnya mau bicara baik baik tanpa teriak teriak atau memaki Rezi
" gue di hukum Sama si guru rese itu,oh ya jangan loe ceritain ke siapapun bisa buruk entar image gue" jawab rain dengan jengah
"kenapa loe di hukum?" tanya Rezi dengan penasaran karena dia tahu cewek di depannya ini perfeksionis jadi tidak pernah sekalipun melakukan kesalahan yang bersangkutan dengan sekolahnya
" panjang ceritanya,,intinya tadi gue berangkat sendiri pake mobil terus gue nyerempet motor orang dan itu urusannya lumayan lama sih Dan akhirnya gue telat ke sekolah"
Rezi yang mendengar cerita rain sedikit iba dan ia berniat membantunya,
"tepat banget berhubung Loe ada di sini mending loe bantuin gue lah"
" oh my God ni cewek belum juga gue ngomong" batin rezi
"gue di suruh cari 2 buku kimia yang bahas tentang atom dan setiap 1 buku di rangkum 1 lembar" jawab rain dengan malas karena membayangkannya saja sudah capek
Rezi hanya terdiam dan berlalu menuju rak yang lain.
"eh kulkas malah diem lagi,loe faham kan yang gue bilang tadi" cicit rain sambil mengikuti langkah Rezi di belakangnya dan
brukk
" haduh kulkas loe bilang bilang dong kalau berhenti jadi nabrak punggung loh ni" umpat rain sambil mengusap dahinya
__ADS_1