Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 41


__ADS_3

akhirnya rain Dan teman temannya sampai di villa Doni, mereka sangat bahagia karena malam ini adalah malam yang paling di tunggu tunggu oleh rain Dan teman temannya. berbeda dengan viona sejak cerita tentang Jasmine tadi viona diam dan datar wajahnya di tekuk, entahlah cerita tentang Jasmine benar atau rain Hanya mengada Ngada viona Tidak taha faktanya hatinya saat ini sangat sakit ketika mendengar max sudah bertunangan.


"vio Lo masih memikirkan yang di mobil tadi" ucap rain melangkah masuk ke villa


"vio vio Lo itu enak banget sih di kibulin sama si rain" ucap Bella sambil tertawa ngakak


"maksud Lo?" tanay viona ke arah Bella


"gue tadi ngarang aja vio, max gak punya tunangan kali" ucap rain tersenyum ia mengambil mocktail yang ada di meja Dan segera meminumnya


"loe serius rain" tanya viona dengan suara lumayan keras karena music disconya sangat memekakkan telinga bagi siapa saja yang mendengarnya.


rain hanya menganggukkan kepalanya sejurus kemudian ia melihat viona menjauh dari rain dan sudah berjoget dengan teman teman yang lain.


"see,, viona langsung bahagia tanpa memperdulikan kita" ucap Bella yang melihat viona berjoget dengan heboh, Elva yang diajak bicara hanya diam saja Dan membuat Bella menoleh ke samping yang ternyata Elva sudah di bawa pergi oleh Doni.


"oh my God nasib jomblo"ucap Bella lirih Dan masih di dengar oleh rain


"makanya cari cowok sana" ucap rain


"rain ayo susul viona" ajak Bella


"gue nunggu Rezi, loe duluan aja bel" jawab rain yang menatap ke arah pintu masuk tapi belum melihat tanda tanda kedatangan Rezi hp Rezi pun susah di hubungi.


"oke Lo baik baik aja di sini, jangan minum apapun yang berbau alkohol" ucap Bella sebelum ia menyusul viona


" Lo lupa Bell gue kan udah punya penangkalnya" ucap rain karena saat ini ia sudah memiliki obat untuk mengatasi alergi alkoholnya.


"lo juga lupa kalo gue jam 12 nanti udah 17 tahun Dan itu artinya gue udah dewasa bel dan gue akan belajar ngilangin alergi gue itu" ucap rain mengingatkan Bella


besok adalah hari ulang tahun rain, tapi rain tidak mau merayakannya walau hanya sekedar mendapatkan ucapan saja ia Tidak mau, ia sangat benci dengan hari ulang tahunnya karena di malam ulang tahunnya lah ia kehilangan 2 orang yang sangat di sayanginya.

__ADS_1


ketiga temannya juga tahu itu semua, Tidak ada yang di tutupi rain dari ketiga sahabatnya


"gue tahu kok rain" ucap Bella memeluk sebentar rain karena di saat suasana bahagia rain malah terlihat sedih


"loe beneran gak mau nyusul viona"


"entar aja gue nyusul kalian" ucap rain


dan Bella berlalu meninggalkan rain sendiri di mejanya.


rain berusaha menghubungi Rezi tapi nomer Rezi malah Tidak aktif Dan tiba tiba ada seseorang yang duduk di depannya dan rain menyipitkan matanya bisa bisanya cewek permen ini dengan pede nya duduk di meja rain


" Hay rain, gue minta maaf untuk semua yang gue lakuin selama ini" ucap Alexa memulai bicaranya sambil menatap ke arah rain


"ada angin apa Lo minta maaf ke gue" ucap rain dengan sinis


" gue mau lulus baik baik aja tanpa ada musuh termasuk Lo rain" ucap Alexa tulus, Dan rain tidak lah bodoh ia bisa membaca expresi wajah seseorang Dan Alexa memang benar benar tulus melakukannya.


"oke kalau gitu kita cheers pertanda bahwa kita sudah baikan" ucap Alexa sambil menuang cocktail ke dalam kedua gelas Dan memberikan nya pada rain


"cheers" ucapan Alexa mengangkat gelasnya Dan rain akhirnya juga mengangkat gelasnya ia tahu setelah ini rain akan merasakan panas di tenggorokannya karena cocktail mengandung alkohol tapi ia sangat santai karena sudah membawa penangkalnya.


"oke thanks ya rain, gue mau nyusul temen yang lain" ucap Alexa meninggalkan rain sendiri


"ternyata dia sudah tidak dendam ke gue,baguslah" batin rain Dan segera meminum obatnya karena ia tidak mau merasakan panas di tenggorokannya.


****


"kek apa itu harus ku lakukan" ucap Rezi bingung dengan permintaan kakeknya


"jika kau ingin membuat ayah mu tenang dan kakek mu ini bahagia maka lakukanlah secepat mungkin" ucap Robert memandang serius wajah Rezi

__ADS_1


Rezi sangat syok ketika mendengar cerita kakeknya bahwa daddynya meninggal di bunuh oleh temannya sendiri Dan itu karena kesalahpahaman antara mereka dimana Nadya adalah cinta pertama David, dan meskipun sudah menikah dengan wanita lain David tetap mencintai Nadya yang saat itu sudah menikah dengan stave, malam itu David hanya ingin bertemu Nadya untuk yang terakhir kalinya Dia ingin memeluk wanita yang menjadi cinta pertamanya dan di situlah kesalahpahaman terjadi ketika David sedang memeluk Nadya dari belakang stave menembaknya ia mengira nadya selingkuh dengan David, David Tidak pergi Sendiri ia kemana mana selalu membawa anak buah nya ketika mengetahui David di tembak,anak buahnya membalas tembakan stave tapi Nadya melindungi nya dan akhirnya Nadya meninggal, Tidak Sampai di situ putrinya stave syok melihat mayat ibunya ia menghampiri orang yang menembak ibunya tapi ia malah di tembak.


Rezi tahu bahwa di tragedi itu memang ada 3 orang yang meninggal yang mengenaskan adalah ada 1 Anak kecil yang masih berumur 8 tahun lebih.


"aku akan membunuhnya kek,berikan detail orang tersebut" ucap Rezi dengan tatapan tajamnya dan berlalu meninggalkan kakeknya


Robert tersenyum dengan keputusan Rezi, ia segera mengirim detail stave ke Rezi, ia menuliskan stave hidup seorang diri dan Tidak mempunyai anak yang lain ,anak


satu satunya telah mati bersama istrinya, Robert Tidak mau jika rezi berubah fikiran jika mengetahui stave adalah ayah dari gadis yang di cintainya, urusan rain akan Robert tangani tanpa ada campur tangan Rezi.


Rezi secepat kilat melajukan mobilnya ia Tidak mau membuat rain menunggunya lama.


Rezi tahu saat ini dia sangat terlambat, ia segera mengirimkan pesan pada rain jika 30 menit lagi ia sampai.


Dan rain membaca pesan dari Rezi, rain sangat dewasa ia Tidak marah dengan terlambatnya Rezi karena mungkin Rezi masih ada urusan mendesak.


"no problem, aku menunggumu kulkas, hati hati love you"


Rezi tersenyum membaca pesan dari rain ia heran dengan rain Sampai saat ini masih saja memanggilnya kulkas padahal menurut Rezi ia sudah tak sedingin dulu saat pertama bertemu dengan rain.


"Hay rain kau sendiri saja" sapa Doni ketika melewati meja rain


" aku sedang menunggu Rezi" jawab rain


tersenyum


"baiklah nikmati pestanya, oh ya rain jika kau mau kau bisa menginap disini banyak kamar yang kosong, anak yang lain banyak yang menginap karena takut pulang terlalu malam" ucap Doni memberitahu rain jika ia mempersilahkan siapa saja menginap di villa nya untuk malam ini.


"wow, sangat istimewa bukan? bisa menginap di villa mewah tanpa mengeluarkan uang" ucap rain dengan tertawa Dan Doni hanya tersenyum menggelengkan kepalanya


"kau bisa ambil kamar di lantai 2, karena di sana disediakan untuk para wanita"

__ADS_1


__ADS_2