Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 15


__ADS_3

Selama dua hari ini rain mengerjakan hukumannya dengan sangat baik,dan tentunya dengan bantuan Rezi yang mencarikan bukunya dan selanjutnya ia sendiri yang mengerjakannya karena bagi Rezi sudah cukup banyak ia membantu rain, ia tidak ingin terkena hukuman jika ketahuan membantu rain, untuk sepulang sekolah rain juga sangat baik membersihkan perpustakaan dan tentunya dengan bantuan vacumm cleaner yang ia bawa,Rezi tahu itu Dan ia membiarkannya baginya rain sudah mau menjalani hukuman itu sudah sangat baik mengingat bagaimana peringai seorang Rain.


"oke akhirnya kelar juga" senyum rain dengan sumringah Dan segera memakai bajunya lagi, belajar dari pengalamannya akhirnya rain membawa kaos khusus saat dia membersihkan perpustakaan.dan hari ini adalah terakhir masa hukuman itu.


"oke zy,, makasih banyak Lo udah bantuin gue" cicit rain sambil melangkah menuruni tangga


dan tidak seperti biasanya Rezi saat ini hanya diam saja, biasanya dia akan menjawab "hemm", kali ini tidak.


" heh zy loe denger gue kan?" tanya rain dengan menahan tangan Rezi


"hemm"


" oke sebagai rasa terimakasih, gue mau traktir loe makan malam "


" gak usah " tolak Rezi dengan sangat jelas dan padat


" loe harus mau Dan gak boleh nolak" titah rain tanpa mau ada bantahan


"oh ya dan satu lagi,gue pinjem hp Lo dong,hp gue low bat "


" buat apa?"


"buat wa Daddy,bentar doang kok"


Rezi memberikan hp nya pada rain,tidak seperti perkataannya rain ternyata bohong,dia hanya ingin menyimpan nomer Rezi karena ia ingin membalas jasa Rezi padanya,rain tahu Rezi tidak mungkin mau di ajak makan malam sekarang,makanya untuk saat ini ia menyimpan nomernya dulu.


Sesampai Rumah Rezi Langsung menuju bathroom untuk membersihkan tubuhnya,setelah itu ia berkutat di depan laptop nya untuk melihat hasil nya,karena dari kemaren masih nihil,, selama 1 jam ternyata ia tidak sia sia karena satelit yang ia hack memunculkan sebuah adress IP, Dan ia segera membukanya tak berselang lama muncullah sebuah gambar kecil yang dapat di pastikan ini adalah perjalanan Daddy nya saat masuk kota pacinan,, mobil tersebut mengarah ke sebuah bangunan tua di pinggir pantai, dan selang beberapa menit kemudian datang lah sebuah mobil dan beberapa saat datang mobil lain lagi yang lebih banyak,, dan di layar itu tertera bahwa kejadian tersebut pukul 15.00 waktu Singapura, seingat Rezi pada pukul 17.00 dia melihat tubuh Daddy nya belumur darah saat di bawa pulang beberapa pengawal.


"Aku sangat yakin di tempat ini lah peristiwa itu terjadi, tapi siapa mereka,,apa Daddy di jebak oleh seseorang" semua spekulasi itu muncul di benak Rezi,ia mulai mencatat nomor plat mobil yang datang di bangunan tua tersebut.


Lain di tempat Rain,, ia yang selesai mandi ,membuka hp nya dan banyak sekali notif wa Dan beberapa panggilan dari Elva, ia memilih nelfon Elva daripada membuka satu persatu chat yang masuk


"Hay El apa kabar loe?" sapa rain

__ADS_1


"gue baik baik saja,kemaren maag gue lagi kambuh dan besok gue udah masuk sekolah kok,oh ya gue cuma pengen kasih tahu loe siapa yang laporin loe kemaren"


" ini yang gue tunggu dari kemaren rasanya kayak mati penasaran tau gak si loe"


" oke sekarang loe denger baik baik ya,, yang laporan elo itu ketua kelas gue" jawab Elva dengan yakin


"ketua kelas loe maksud loe Rezy?" tanya rain dengan kaget pasalnya selama ini Rezi lah yang membantunya


" yes,gue yakin 80% rain,karena di saat jam ke 2 selesai Rezi keluar kelas gak biasanya banget tu anak keluar kelas "


"bisa jadi kan ke toilet" positiv thinking rain


" No, Rezi gak pernah ke toilet saat jam pelajaran"


"tapi kenapa keyakinan Lo cuma 80% El?"


" ya karena gue cuma liat dia keluar doang,selain dia gue gak liat yang lain keluar,dan di jam 3 loe waktunya fisika kan? terus habis itu Lo di panggil ke BK dan di hukum, menurut pengamatan gue sih itu si Rezi" jelas panjang lebar elv


waktu masih menunjukkan pukul 18.30, rain mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi munuju rumah Rezi dan tak butuh lama akhirnya ia sampai dan tidak sulit bagi Rain masuk ke perum elit tersebut karena satpam penjaga pintu keluar masuk sudah mengenalnya.


ia berhenti di depan gerbang rumah Rezi dan berkata pada satpam rumahnya kalau ia ingin bertemu dengan Rezi,awalnya satpam tersebut tidak memperbolehkannya tapi karena rain berkata kalau sudah membuat janji akhirnya ia mau membukanya,


"hmmm akhirnya, boong dikit Gpp lah ya toh ini kan buat kebaikan" batin rain sambil membuka pintu mobilnya, rain baru pertama kali menginjakkan kakinya di rumah Rezi karena selama 3 Hari ini ia hanya mengantar Rezi sampai gerbang depan dan Rezi tidak memperbolehkannya masuk.


Ting tong...


di lain tempat Rezi yang baru selesai mempelajari bisnis barunya di kejutkan dengan suara Bell rumahnya,karena ia tak pernah menerima tamu siapapun kalau ada urusan apapun pasti Di luar rumah, baginya rumah nya adalah privasi kecuali untuk para pengawalnya karena itu adalah perintah kakeknya.


ceklek..


" Rain" ucap Rezi dengan mengerutkan keningnya


karena kaget dengan pemandangan di depannya rain yang datang dengan wajah marah dan tatapan tajamnya.

__ADS_1


tanpa aba aba rain langsung mencengkram erat kerah Rezi


"sebenarnya apa sih maunya elo zy, gue gak pernah ada masalah Sama elo " bentak rain sambil memegang kerah kaos yang di pakai Rezi sambil memajukan langkahnya , Rezi membiarkan rain meluapkan marahnya karena ia tahu jika ia menjawabnya malah membuat keadaan semakin genting.


" kenapa loe malah diam" bentak rain dengan emosi karena rezi malah Diam sambil memundurkan langkahnya dan sialnya tubuh Rezi menabrak sofa yang ada di ruang tamu.


" gue bakalan jawab semua pertanyaan loe tapi dengan kepala dingin dan gak bar bar seperti ini rain" jawab rezi dengan sangat tenang


" gue lebih suka cara bar bar daripada halus " jawab rain dengan tatapan tajamnya


"terserah loe, gue gak bakal ngomong apa apa kalau begitu"


rain yang emosi dengan jawaban Rezi tanpa aba aba langsung membogem ke arah wajah Rezi tapi Rezi langsung bisa menangkisnya, dan perkelahian pun tidak terelakkan,,


mereka berdua sama Sama kuat dan ahli bela diri,, rain selalu menyerang Rezi dan Rezi selalu bisa menangkis serangan dari rain. dan para pengawal Rezi berdatangan ingin membantu tuannya tapi Rezi memberi kode untuk tidak ikut campur, mau sekuat apapun perempuan beradu fisik tetaplah kalah kuat dengan laki laki, dan


sampai pada satu titik di mana tangan dan tubuh rain terkunci di bawah tubuh Rezi Dan rain tidak bisa bergerak sama sekali.


"lepasin gue kulkas, gue kecewa Sama elo" teriak rain


" gue gak faham apa yang elo maksud rain" dengan pembawaan Rezi yang tenang


" elo yang 3 Hari ini baik Sama gue itu semua emang ulah loe yang laporin gue ke guru rese itu kan" teriak rain


dan Rezi baru faham apa permasalahannya.


" gue gak laporin elo rain"


" gue gak percaya Sama loe kulkas" rain memberontak di bawah Kungkungan Rezi ,Dan Rezi malah semakin kuat menguncinya yang membuat tangan rain sedikit sakit dan memerah Tapi rain tahan,karena pantang bagi rain kesakitan di saat situasi genting seperti ini yang ada di benaknya hanya melawan Dan melawan.


"terserah lo e percaya atau enggak" Rezi melepaskan Kungkungan nya karena ia tahu ia sudah mengunci tubuh rain dengan keras.


saat rain merasakan tangan Rezi melepaskannya ia langsung menyerang Rezi lagi dan karena serangan mendadak dari rain tubuh Rezi tidak seimbang dan akhirnya mereka berdua terjatuh di sofa dengan posisi rain berada di atas tubuh Rezi.

__ADS_1


__ADS_2