Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 86


__ADS_3

rain terharu melihat semua pemandangan indah di depan matanya


"Re berdirilah" ucap rain tersenyum menyentuh kedua bahu Rezi.


" Will you marry me rain?" ucap Rezi lagi karena rain tidak menjawab pertanyaannya,lagi dan lagi rain terdiam Dan menunduk. lalu ia memejamkan matanya, Rezi tersenyum melihat wajah rain yang menurutnya menggemaskan.


"sorry re, aku tidak bisa"


bagai di sambar petir dia siang bolong, Rezi mengernyitkan dahinya, ia masih tetap berjongkok di samping rain, rain menggeser duduknya 90° derajat sehingga berada tepat di depan Rezi yang berjongkok,


"Rezi berdirilah" ucap rain menangkup wajah Rezi menatap lekat wajah laki laki tampan yang ada di depannya.


"what happen rain?" ucap Rezi lagi menyentuh tangan rain yang ada di wajahnya, ia menatap dalam mata rain, mencari kebohongan dari jawaban Rain apakah rain Hanya mengerjainya atau bagaimana?


"daripada menikah Aku lebih bahagia dengan hubungan kita yang seperti ini re " ucap rain dengan matanya yang berkaca kaca


"aku ingin menjalin hubungan yang serius denganmu rain, bukan yang seperti ini, aku juga ingin menjaga nama baikmu apa kata orang jika kita terus tinggal berdua tanpa ikatan pernikahan" ucap Rezi meyakinkan rain kembali


"Aku tidak peduli dengan perkataan orang re, lagipula kita juga tinggal di sini jadi tidak akan ada orang yang mengatakan itu" ucap rain lagi


"bagaimana jika kita mempunyai anak nanti, statusnya Tidak jelas di mata hukum dan negara manapun" ucap Rezi yang berusaha menyadarkan rain, Rezi bingung sebenarnya apa yang di pikirkan rain saat ini, apa mungkin terlalu lama di California sehingga membuat pikirannya terkontaminasi teman temannya.


Rain berdiri ia berjalan ke arah pantai, ia bingung harus bagaimana, ia tahu perkataannya telah menyakiti hati Rezi.


Rezi memandang rain yang berjalan semakin jauh ke arah bibir pantai, ia bingung sebenarnya apa yang di pikiran rain saat ini, ia seorang tahu pasti ada sesuatu yang membuat rain Tidak ingin menikah, karena lamarannya yang tidak romantis itu jelas bukan ternyata..


"kenapa jadi seperti ini" gumam bian yang masih stay di atas pohon dengan kamera yang masih menyala. melihat situasi yang tidak sesuai ekspektasinya ia akhirnya memilih turun dari atas pohon dan akan membantu rezi untuk meyakinkan rain, tapi na as karena ia kurang fokus dan tangan kirinya pun memegang Handy came kakinya terpeleset hingga bian pun jatuh ke bawah,


"what the fuckk" bukan Bian yang mengumpat tapi gadis yang sekarang berada di bawahnya lah yang mengumpat.


"ouh sorry" ucap Bian ia langsung mengangkat tangannya ke atas setelah menyadari jika tangannya nangkring cantik di atas dada gadis itu,bian secepat kilat membantu gadis itu untuk berdiri.


dengan waktu yang lumayan lama akhirnya bian bisa terlepas dari gadis itu dengan segala umpatan yang ia terima dan juga membayar mahal karena gadis itu merasa di lecehkan badannya juga terasa remuk karena di tindih oleh nya,


menurut bian gadis itu cukup mengerikan,bagaimana tidak mengerikan, gadis itu wajahnya putih semua seperti memakai masker belum lagi rambutnya yang acak acakan yang ia biarkan terurai bajunya juga putih panjang sampai mata kaki benar benar seperti hantu bukan?


**


Rezi memeluk erat rain dari belakang,


"setiap pernikahan pasti menginginkan hadirnya seorang anak re, apa kau juga menginginkan itu?" ucap rain tiba tiba Dan membalikkan tubuhnya menatap intens wajah Rezi.


"aku tak memaksa untuk memiliki anak rain, kita masih muda, aku hanya ingin mengikatmu dalam pernikahan" ucap Rezi menyentuh wajah rain, ia mengusap sia air mata yang ada di pipi nya.

__ADS_1


" menurutmu Anak dalam pernikahan itu apa?" ucap rain lagi menatap mata hanzel pria tampan di depannya .


" dengan hadirnya seorang anak pernikahan akan semakin teras sempurna, Anak juga akan meneruskan perjuangan kedua orangtuanya , mereka lah yang akan merawat Dan menjaga saat orang tuanya sakit dan semakin tua" ucap Rezi tersenyum, ia mengira rain jika menikah akan langsung mempunyai anak.


Rain tersenyum mendengar jawaban Rezi, ia lalu melepas pelukannya dan berjalan menjauh dari Rezi


tapi pergelangan tangannya sudah di cekal oleh Rezi lebih dulu.


"menikahlah denganku, kita ciptakan keluarga kecil yang harmonis rain" ucap Rezi lagi


"aku tidak bisa menikah dengan siapapun re, termasuk dirimu juga" ucap rain meneteskan air matanya


" kenapa?" ucap Rezi menautkan kedua alisnya.


bian berdiri sedikit jauh dari mereka, ia mendengar semua ucapan Rezi Dan Rain, bian hanya menyimak semuanya tanpa harus ikut campur lebih dalam lagi.


"Aku tidak bisa memberikan anak" ucap rain lalu menghempaskan tangan Rezi dan berlari sejauh mungkin dari hadapan Rezi.


ia berlari menjauh dari pantai, bian mengejar rain yang sudah melewatinya.


Rezi yang spechleess dengan jawaban rain baru tersadar ketika melihat bian mengejar rain.


"rain stop" teriak bian lalu memeluk adiknya erat


"aku tidak bisa menikah dengan siapapun kak" ucap rain yang mulai tenang, Dan Rezi hanya mendengarnya dari kejauhan


"kenapa rain?" ucap Bian yang mulai mengerti rain bukannya tidak mau menikah dengan Rezi tapi memang ia Tidak mau menikah dengan siapapun itu


"aku tidak mau menyakiti hati suamiku nanti, aku tidak bisa memberikannya keturunan kak" ucap rain menangis lagi, bian masih mencermati semua perkataan rain


"aku wanita yang cacat, aku tidak sempurna, aku mandul kak" ucap rain mengeraskan suaranya menatap tajam mata bian, lalu ia melepas pelukannya dan menatap Rezi yang berdiri Tidak jauh darinya


"Re sekarang kau sudah tahu alasannya bukan?" ucap rain sambil meneteskan air matanya


Rezi mendekat ke arah rain dan memeluknya erat.


"aku tidak peduli itu rain, bersamamu itu sudah sangat cukup" ucap Rezi mengecup dalam kening rain


rain menggelengkan kepalanya cepat Dan tersenyum


"aku masih ingat jelas dengan jawabanmu tadi re"


"menikahlah denganku wanita yang sempurna re, Dan mari kita berteman" ucap rain memberikan jari kelingkingnya

__ADS_1


Rezi hanya menatap tangan rain yang ada di depannya


"sebenarnya apa yang terjadi rain?" ucap Bian


rain melepaskan pelukannya dari Rezi


ia menyapa dia sosok pria yang ia cintai.


"kalian pastinya masih ingat dengan tembakan di perutku waktu itu" rain mengambil nafasnya dalam menatao Rezi Dan bian bergantian lalu melanjutkan ceritanya


"tembakan itu mengenai salah satu tiba falopi ku, Dan kini aku hanya mempunyai satu tiba falopi dan karena itu aku akan sangat sulit mempunyai anak, Dan aku memutuskan tidak akan menikah dengan siapapun" ucap rain yang air matanya sudah menggenang dari tadi tapi ia berusaha tegar


rain lalu menatap mata Rezi dalam


"untuk itu aku tidak mau menikah denganmu, kau berhak bahagia, kau berhak menciptakan keluarga impianmu tapi itu bukan bersamaku re" ucap rain lalu menghapus air matanya sebelum jatuh kembali


Rezi menangkup wajah rain Dan mengecup keningnya


"bahagiaku hanya bersama mu rain" ucap Rezi tapi rain menggelengkan kepala nya lemah


"menikahlah denganku, kau wanita yang sempurna untukku, kau tidak mandul rain kau Hanya sulit hamil hanya itu saja, kita bisa berobat di dokter obgyn terbaik di dunia, Dan aku yakin kau pasti bisa" ucap Rezi tersenyum ia akhirnya tahu apa yang alasan rain


"bagaimana kalau 5 tahun ternyata masih belum?" ucap rain menatap Rezi


"aku akan tetap setia padamu rain, aku jamin itu" jawab rezi mencium tangan rain


"10 tahun?"


"selama nya rain" ucap Rezi mencium kembali tangan rain


" 15 tahun? 20 tahun? 30 tahun? apa kau akan tetap setia ?? ucap rain lagi


"forever Raina Ocean" ucap Rezi mengecup bibir rain agar tidak banyak bertanya lagi.


"ayo kita makan, sepertinya makanan yang ku siapkan sekarang sudah tidak lagi dingin tapi sudah membeku" ucap bian dan berjalan ke arah meja yang sudah tersaji berbagai makanan,


rain tersenyum mendengar ucapan bian, ia mantap kembali wajahe Rezi


"aku benar benar beruntung bisa bertemu dengan mu" ucap rain memeluk kembali Rezi


"apa kau baru menyadarinya,hemm??" ucap Rezi narsis dan rain auto memukul pelan dada Rezi.


"kau narsis sekali" ucap rain mencubit perut Rezi lalu melepas pelukannya dan mereka berjalan menuju meja dimana bian sudah menunggunya.

__ADS_1


__ADS_2