
Santi menangis sesenggukan setelah menceritakan bagaimana beratnya kehidupan Raline setelah menikah dengan david, dan malam itu adalah malam dimana ia melihat raline yang terakhir kalinya, Venus memeluknya erat ia sekarang tahu kenapa saat melihat Rezi ibunya ingin sekali bertemu ternyata ia melihat Rezi seperti melihat Raline.
Rezi yang tahu bahwa ibunya sangat tersakiti tanpa terasa meneteskan air matanya, ia Tidak menyangka ayah yang di banggakannya selama ini ternyata tak menginginkannya,
begitupun dengan stave yang berkaca kaca ia tak menyangka pengorbanan Raline begitu besar untuknya Dan Nadya bahkan di saat terakhir dia hanya ingin mengembalikan anak kandungnya padanya.
stave berdiri Dan memeluk Rezi yang sesenggukan, saat ini yang paling terpukul adalah Rezi jadi stave akan memberikan kekuatan pada nya.
"ibumu sangat baik, aku yakin Raline sekarang bahagia di sana karena semua kebenaran sudah terungkap" ucap stave Dan mengurai pelukannya.
"apa maksudmu tuan?" ucap Santi yang mendengar perkataan stave
"apa non Raline sudah....?" Santi Tidak bisa melanjutkan kata katanya
dan stave hanya mengangguk pelan.
Santi bertambah menangis ketika melihat jawaban stave.
"Bu sabarlah, Tante Raline pasti bahagia sekarang karena ibu sudah berhasil mengabulkan permintaannya " ucap Venus menenangkan Santi
"iya benar, aku sudah berhasil mengembalikanmu ke pelukan orangtuamu Venus meskipun butuh waktu yang sangat lama" ucap Santi menatap Venus lalu menatap stave
"apa kau tidak ingin memeluk ayahmu, bukankah ini adalah moment yang kau tunggu selama ini" ucap Santi menatap Venus karena dari tadi hanya terdiam.
"ayah" ucap Venus melangkah memeluk stave
stave menerima pelukan Venus dengan erat, ia Tidak menyangka Dalam satu kali waktu ada 2 hal besar yang ia terima
"panggil dad, sama seperti rain" ucap stave mengurai pelukannya
stave menatap wajah Venus dari jarak yang cukup dekat, bodohnya dia selama ini ternyata wajah Venus benar benar mirip dengan Nadya.
"apa tuan adalah ayahnya nak rain?" tanya Bu Santi mengerutkan dahinya
Dan stave hanya mengangguk pelan, Bu Santi tersenyum ketika melihat jawaban stave ia tak menyangka rain yang selama ini dekat dengannya ternyata adik kandung Venus, ternyata Tuhan selama ini sudah mendekatkan kedua saudara itu tanpa mereka sadari.
Nayra yang dari tadi hanya jadi mendengar memilih mendekat ke arah Rezi dan memeluknya.
"kau tahu Rezi, dari dulu aku menyayangimu bukan karena kau tidak mempunyai ibu, tapi karena memang aku sudah menyanyangimu sejak kecil" ucap nayra meneteskan air matanya
"thanks Tante selalu ada untukku" ucap Rezi
"non nayra, non Raline kenapa bisa meninggal?" tanya Bu Santi karena setahu Santi Raline Tidak mempunyai riwayat sakit parah atau apapun
__ADS_1
nayra terdiam ketika Santi melontarkan pertanyaannya,
Rezi yang mendengar ucapan Bu Santi Dan diamnya nayra ia mengerutkan dahinya menatap intens wajah nayra dari dekat.
"Tan bukankah mommy meninggal karena sakit?" setahu Rezi memang begitu karena ia hanya mengingat sedikit tentang memory bersama ibunya
nayra menggelengkan kepalanya pelan,
#flashback nayra
nayra yang saat itu pulang sekolah ia di kaget kan dengan kepala Raline yang sudah bersimbah darah di lantai, ia melihat David berada di ujung tangga Dan berlari turun
nayra yang syok ia segera berlari menghampiri tubuh Raline.
"kak Raline bangun kak"
David yang melihat tubuh Raline hanya terdiam dan mengusap wajahnya kasar
"kak David apa yang kau lakukan padanya?" teriak nayra pada David, nayra Tidak bodoh ia tahu Raline sudah tidak bernyawa jadi percuma jika membawanya ke rumah sakit ia lebih memilih mengintrogasi kakaknya.
"tutup mulutmu Anak kecil, aku tidak melakukan apapun, dia terjatuh dari tangga " ucap David dan ia memilih menelpon dokter kepercayaan keluarga untuk menanganinya
"aku tidak percaya padamu, aku tahu kau berbuat kasar padanya hingga dia terjatuh dari tangga" ucap nayra menatap David, ia Tidak bisa melakukan apapun,nayra hanya bisa menangis memeluk tubuh Raline yang tidak bernyawa.
"jangan menuduhku kau hanya anak kecil Tidak tahu apapun" ucap David
nayra menangis ketika mengingat kejadian itu, ia tidak tahu apa yang terjadi pada mereka, karena saat ia mengecek cctv di mansion, semua cctv pada jam tersebut sudah tidak ada, Dan ia yakin jika kakaknya yang berbuat itu.
Rezi yang mendengar cerita nayra memijat pelipisnya yang terasa pusing
"apa David Setega itu membunuh Raline?" stave tiba tiba mengeluarkan suaranya
"kakak ku tidak sejahat itu, dia memang membenci kak Raline tapi tak mungkin Sampai membunuhnya, sepertinya mereka bersitegang hingga tak sengaja kak David mendorong kak Raline hingga terjatuh, tapi entahlah hanya mereka yang tahu Dan mereka sudah tenang di sana" ucap nayra
*
*
sampai larut malam, rain belum juga pulang hingga membuat semua orang khawatir harusnya dia sudah pulang dari sore tadi.
"Anak itu tidak biasanya nomornya Tidak aktif" ucap stave yang dari tadi menghubungi ponsel rain tapi tak kunjung di angkat
Santi Nayra dan semua orang menginap di mansion karena stave menginginkan itu begitupun dengan dokter Anton juga di suruh menginap di mansion nya.
__ADS_1
"apa ini" Rezi memicingkan matanya ketika melacak nomor rain terakhir aktif berada di mansion
"apa apanya Rezi?" tanya stave bingung
"aku melacak nomor rain terakhir aktif Dan ternyata berada di mansion ini" ucap Rezi Dan segera melangkah menuju lantai 2 di mana kamar rain berada, stave dan semua orang mengikuti rezi.
"ibu istirahat saja ini sudah larut malam, biar kami yang mengurus nya" ucap Venus pada Bu Santi
"aku akan mengantarmu ke kamar" ucap nayra memegang Pelan lengan Santi.
ceklek
pintu kamar rain Tidak terkunci, stave langsung bisa melihat ada secarik kertas di atas nakas Dan membacanya seksama.
...dear daddy.....
...jika Daddy sudah menemukan suratku...
...berarti aku sudah pergi jauh...
...Daddy tak perlu khawatir denganku...
...percayalah, aku bisa menjaga diriku sendiri...
...aku hanya ingin menenangkan hatiku dad...
...aku akan belajar melupakan cintaku pada Rezi...
...suatu hari nanti aku pasti akan kembali....
...~ Rain ~...
stave meremas kertas itu dan ia segera menghubungi seseorang untuk mencari keberadaan putrinya itu
Rezi mengambil kertas yang di buang stave Dan membacanya.
"rain maafkan aku Ini semua salahku" batin Rezi dalam hati lalu melangkah keluar
Venus yang melihat kedua orang itu yang tiba tiba saja keluar setelah membaca tulisan yang ada di kertas itu, ia segera mengambil kertas yang jatuh dan membacanya seksama
"Oh my God, Rain benar benar nekat" ucap Venus dan melangkah keluar.
Rezi mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh ia akan pulang ke rumah Dan mengambil laptop yang biasa ia gunakan untuk meretas cctv.
__ADS_1
sepanjang perjalanan Rezi hanya terdiam Dan menatap tajam ke arah depan.
"Rain jangan membuatku gila, please kembalilah" ucap Rezi lirih