Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 47


__ADS_3

"Rain keadaan semakin gawat"


Rain yang mendengar perkataan Venus ia langsung membuka matanya lebar.


"maksud kak Venus ?" tanya rain memicingkan matanya


"kita harus cepat menyusul max karena tuan stave sejak kemarin menghilang" ucap Venus penuh penekanan karena rain masih diam


"what Daddy menghilang? kenapa bisa" rain kaget Dan auto mengambil jaketnya ia lngsung berdiri dan melangkah keluar dari rumah Bella tanpa berpamitan pada teman temannya.


"pakai helm mu, kita akan menuju mansion untuk mengambil dokumen penting setelah itu langsung menuju bandara" ucap Venus sambil memberikan helm pada rain dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karena 1 jam lagi jadwal penerbangan mereka


selama perjalanan menuju mansion nya rain sama sekali tidak banyak bicara, karena ia sekarang memikirkan keadaan stave.


"mereka masih di sana" ucap Venus menghentikan motornya.


"bagaimana ini kak" rain mulai khawatir


"mereka pastinya mengincar dirimu rain, tapi sejauh ini mereka hanya di luar belum masuk ke dalam,aku akan masuk ke dalam untuk mengambil pasportmu" ucap Venus yang memperhatikan 5 orang berpakaian hitam


"hati hati kak" ucap rain


"tunggulah di sini jangan Kemana kemana" ucap Venus menatap rain dan mengelus kepala rain lembut.


rain menganggukan kepalanya tanda faham.


"max apa yang kau lakukan, kenapa Daddy bisa menghilang" marah rain pada max ketika sambungannya sudah di angkat max.


"maaf non, saya akan pastikan tuan baik baik saja" ucap max penuh dengan keyakinan


"bagus,aku akan menyusulmu kesana, suruh anak buahmu menjemputku" titah rain dan segera mematikan ponselnya ketika melihat dari kejauhan Venus sudah keluar dari mansionnya. Rain mengerutkan keningnya ketika melihat Venus keluar bersama salah satu pelayan rumahnya.


"terimakasih bi" ucap Venus saat pelayan itu mengeluarkan dokumen penting dari dalam tas belanjanya dan menyerahkan padanya.

__ADS_1


"sama sama tuan, tolong jaga non rain" ucap BI Ida mengangguk pada rain dan venus


"terimakasih bi, tolong jika ada apa apa langsung kabari, aku akan segera menyuruh pengawal untuk membuat orang orang itu segera pergi" ucap rain dan Bi ida mengangguk faham, Bi ida langsung mencari taksi Dan menuju ke supermarket karena ia kembali ke mansion harus membawa sesuatu agar tidak di curigai.


rain dan Venus segera menuju bandara sebelum itu rain berhenti di butik untuk membeli baju, karena pakaiannya saat ini sudah tidak karuan, Dan juga bau alkohol.


**


**


Tap


tap


tap


suara sepatu Rezi menggema di seluruh ruangan, stave langsung mendongak melihat siapa yang datang, ia mengerutkan keningnya ketika melihat Rezi datang.


"kamu siapa" ucap stave dengan nadanya yang masih berwibawa padahal sudah satu hari dirinya di Tawan dan tidak di beri makan ataupun minum. Rezi yang melihatnya sempat tertegun sebentar


" aku Rezi Graham steel putra satu satunya orang yang telah anda bunuh" ucap Rezi penuh penekanan.


"apa kau akan membunuhku?" ucap stave dengan tersenyum, dan kedua kalinya rezi tertegun bisa bisanya orang di depannya ini masih sanggup tersenyum padahal keadaannya sudah lemas Dan juga nyawanya sebentar lagi melayang.


"kenapa kau menanyakan sesuatu yang pastinya akan terjadi ?" tanya Rezi sambil mengambil air minum Dan menegaknya. stave tersenyum dan menggeleng.


"beginikah caramu anak muda? apa kau tidak ingin membunuhku dengan kekuatan mu sendiri" ucap stave menatap tajam Rezi yang terdiam.


"Aku menantangmu, aku ingin tahu sekuat apa anak teman sahabatku itu" ucap stave, Rezi membelalakkan matanya ketika stave berkata bahwa daddynya adalah sahabatnya


"sahabat macam apa yang tega membunuh sahabatnya sendiri hanya karena salah faham" ucap Rezi tersenyum sinis memandang wajah stave.


"sepertinya yang salah faham adalah kamu anak muda" ucap stave dengan sorot mata tajam dia sekarang mengerti sepertinya Robert telah meracuni otak cucunya itu. Rezi tak menggubris perkataan stave.

__ADS_1


"beri dia makan dan minum karena nanti malam aku ingin melihat seberapa besar kekuatannya" perintah Rezi pada anak buahnya dan ia segera pergi meninggalkan stave yang masih menatapnya dengan tajam.


sebenarnya stave tahu bahwa Rezi adalah teman dekat rain bahkan bisa di bilang pacar tapi status mereka tidak jelas bahkan putrinya lah yang menggantung hubungan mereka,stave tidak tahu bagaimana jalan pikirin putrinya itu


stave hanya tahu bahwa rain dekat dengan Rezi, ia menyesal Tidak menyelidiki dengan detail latar belakang rezi, yang ia tahu Rezi pemuda yang baik dan selalu menjaga rain itu sudah cukup baginya tapi ternyata Rezi adalah putra David yang pastinya nyawa rain sangat terancam jika berada di dekatnya.


*


*


di dalam pesawat rain merasa perjalanannya sangat lama padahal dia sudah terbiasa jika perjalanan selama ber jam jam untuk kali ini beda fikirannya tidak tenang entah apa yang terjadi pada Daddy nya saat ini, jika sesuatu terjadi pada daddynya rain tidak akan memaafkan orang yang telah membuatnya celaka.


"tenanglah rain, satu jam lagi kita akan sampai" usap Venus pelan pada lengan rain


"aku khawatir dengan Daddy kak" ucap rain menitikkan air matanya dan Venus langsung memeluknya, rain semakin terisak di dada Venus.


"sabarlah, aku yakin Daddy mu sangat bangga denganmu rain, mempunyai putri yang sangat menyayanginya meskipun aku belum pernah bertemu dengan nya aku sangat yakin itu" ucap Venus menenangkan Rain. dan rain hanya mengangguk pelan


"mau ku ceritakan masa kecilku? siapa tahu perjalanannya terasa cepat " ucap Venus mengurai pelukannya dan rain beralih bersandar di bahunya


"dari kecil aku tidak tahu siapa ayahku, aku tidak pernah mengenalnya bahkan tidak tahu wajahnya seperti apa, ibuku menjadi 2 sosok sekaligus menjadi ayah dan ibu bagiku, ketika kecil aku sering di bully teman temanku karena tidak mempunyai ayah... " jeda Venus menatap wajah rain Dan rain mendongak ke atas


"lalu sekarang?" tanya rain


" sampai sekarangpun aku tidak tahu, pernah suatu ketika aku sudah menginjak remaja teman temanku membully ku habis habisan akhirnya aku pulang sekolah dengan menangis Dan marah aku langsung menuduh ibuku bahwa dia hamil di luar nikah dan ayahku Tidak mau bertanggung jawab, ibuku menangis dan bersumpah bahwa aku adalah anak halal dan suatu hari nanti aku akan di pertemukan dengan ayahku itu janji ibu padaku" ucap Venus dengan tersenyum getir


"lalu kak Venus sudah bertemu dengannya?" tanya rain antusias


dan Venus menggeleng lemah, rain segera memeluk erat Venus


"sabarlah kak, aku yakin suatu hari nanti kak venus akan bertemu dengannya Dan aku juga yakin ayah kak Venus pasti orang yang hebat karena kakak juga sangat hebat" ucap Rain mendongak menatap wajah Venus


Dan Venus hanya tersenyum menanggapi perkataan rain, karena sepertinya ibunya lupa dengan janjinya di tambah lagi kesehatannya sudah menurun.

__ADS_1


__ADS_2