Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 34


__ADS_3

"baiklah" jawab venus sambil melajukan motornya ia memilih tidak banyak tanya karena percuma saja rain sudah berada di atas motornya.


"mau ku antar kemana?" tanya Venus akhirnya, karena sudah 15 menit rain diam.


"ke rumahnya kak venus" jawab rain tersenyum sambil merapatkan pelukannya di tubuh Venus tapi Venus tiba tiba menghentikan motornya di pinggir jalan yang membuat rain auto merinding karena mereka berhenti di depan pemakaman umum.


"oh ya Tuhan, tolonglah hambamu yang cantik ini, apa cowok ini jelmaan hantu kenapa dia berhenti di sini" batin rain sambil melihat suasana malam yang terasa mencekam padahal baru pukul 7 malam.


secepat kilat rain turun dari motor Venus ia Tidak mau mati konyol di depan TPU, lebih baik mati menghadapi para musuh daripada mati ketakutan.


rain mengambil ancang ancang Dan berjalan mengendap ngendap ketika Venus masih melepas helm Dan jaketnya


" kau mau kemana?" tanya Venus dengan suara seraknya karena melihat rain malah pergi dan ia berjalan mendekat ke arah rain.


rain semakin ketakutan, ia memilih berhenti Dan komat Kamit membaca mantra pengusir hantu yang ia bisa sambil menutup mata dan telinganya karena suara Venus terdengar sangat ngeri seperti di film film horor yang pernah ia tonton bersama viona Elva dan Bella.


rain tiba tiba merasakan hangat di tubuhnya


"ayo ku antar" ucap Venus memegang tangan rain dan mengajaknya menuju motornya


"oh ya Tuhan,, syukurlah ternyata kau bukan hantu kak " ucap rain lega karena ternyata cowok di depannya masuk dalam spesies makhluk kasar. ia melihat tubuhnya sudah memakai jaket yang tadi di di gunakan Venus.


"oh tadi berhenti ternyata maksudnya ini" batin rain tersenyum sambil menyentuh jaket yang menempel di tubuhnya


"kau itu ada ada saja" ucap Venus sambil melajukan motornya.


dengan permohonan yang kolot akhirnya rain berhasil meluluhkan hati Venus, saat ini ia berada di ruang tamu di rumah Venus, rain sangat bersyukur malam ini bertemu dengan Venus, lebih baik tinggal di rumah kecil tapi bisa bernafas dengan lega daripada di apartement mewah tapi ia kesulitan nafas karena berada di dekat Rezi tidak hanya membuat jantung nya berdegup kencang tapi juga membuat paru parunya kesulitan mengambil oksigen.


"silahkan di minum nak" ucap seorang ibu yang sudah tua mungkin umurnya sekitar 50 tahun lebih, ia memberikan teh hangat di depan meja Rain, rain malah menyipitkan matanya sebentar dan detik berikutnya dia langsung tersadar dan langsung mencium punggung tangan orang yang ada di depannya.

__ADS_1


"terimakasih bi,, perkenalkan namaku rain, aku adiknya kak venus" ucap rain dengan tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya, ia dengan pedenya memperkenalkan bahwa dirinya adalah adiknya Venus.


Ibu Santi tersenyum ramah baginya rain gadis yang sangat lucu berbeda dengan Venus yang ada di belakang ibunya dia malah geleng geleng kepala dengan kelakuan gadis kecil yang ada di rumahnya.


"saya ibunya Venus" ucap Santi tersenyum ramah memandang lekat wajah cantik rain


" oh berarti anda ibuku juga" ucap rain yang membuat Venus semakin melongo


"ibu istirahat saja, dia temanku bu dia akan menginap karena ada suatu masalah" ucap Venus lembut


"iya nak tidak apa apa, ibu akan mengambilkan baju ganti untuknya kasihan dia masih pakai seragam sekolah " ucap Bu Santi sambil berjalan menuju kamarnya dan rain langsung melihat penampilannya ia baru sadar kalau saat ini masih memakai seragam sekolah.


"minumlah, setelah itu mandi ganti bajumu dan ceritakan permasalahan nya" ucap Venus dengan serius karena ia sebenarnya tidak mau rain menginap di rumahnya tapi rain bilang ada masalah yang sangat serius akhirnya venus mempertimbangkannya dulu.


rain segera meminum habis teh hangatnya ia sama sekali Tidak ilfil atau merasa tidak nyaman di rumah kecil Venus karena memang rain anak yang baik.


****


Rezi tidak mungkin menghubungi max yang ada dia pasti akan di salahkan atas hilangnya rain dan pastinya max akan seperti wartawan yang mewancarainya kenapa rain bisa pergi dari apertemen nya ,Tidak lucu bukan jika Rezi bilang rain kabur setelah mereka berciuman yang ada wajah Rezi akan bonyok dapat bogem dari bodyguardnya rain..


"Rain kau di mana? setelah menciumku enak sekali kau main pergi begitu saja" Gumam Rezi yang matanya terus menyisir jalanan yang mungkin di lewati rain.


jalan di depan Rezi tiba tiba macet,ia Tidak bisa melanjutkan perjalanannya,


"pak ada apa di depan?" tanya Rezi pada salah satu pengendara motor


"ada kecelakaan mas, anak SMA di serempet motor tapi sudah aman kok hanya luka kecil" jawab bapak bapak itu yang membuat Rezi langsung turun dari mobil dan berlari menuju kerumunan yang ada di pinggir jalan.


"rain rain" panggil Rezi di antara kerumunan orang yang melihat korban

__ADS_1


"mas kenal?" tanya orang yang ada di sana


"Elva?" Rezi terkejut ternyata gadis itu adalah Elva teman rain


"iya mas itu teman saya, bawa ke mobil saya saja" ucap Rezi.


elva langsung di bawa Rezi ke klinik terdekat, ia pingsan mungkin karena syok karena tidak ada luka yang serius.


untuk saat ini Rezi Hanya bisa berdoa semoga rain baik baik saja karena ia tidak mungkin meninggalkan Elva. ia juga tidak bisa menghubungi keluarga Elva.


****


rain sudah mandi, meskipun hanya memakai kaos polos dan warnanya pun sudah pudar rain tetap terlihat sangat cantik.


"sudah selesai?" tanya Venus saat rain tiba tiba duduk di samping nya


" iya" jawab rain sambil menganggukan kepalanya


"makanlah, maaf hanya ada ini" ucap Venus memberikan mie instan rebus yang ada telurnya


rain memandang mie tersebut lalu melihat ke arah Venus yang berkutat dengan hp nya


"kenapa, apa tidak suka? atau kau tidak bisa makan makanan seperti ini?' tanya Venus menyipitkan matanya


"no kak ini lebih dari cukup, apa kau sudah makan?


"hmm"


"apa sekarang lagi musim jawaban hmm hmm" batin rain karena sudah ada 3 laki laki yang ia kenal yang suka sekali menjawab seperti itu.

__ADS_1


rain akhirnya memakan mie itu dengan sangat cepat karena ia memang benar benar sangat lapar.


__ADS_2