
*Enam B*****ulan kemudian**** .......
"zi please loe udah habis 2 botol, entar lo pasti mabuk lagi" ucap Bian sambil merebut botol dari tangan Rezi
"tapi gue belum mabuk bian" ucap Rezi yang kesadarannya tinggal setipis benang ia merebut kembali botol yang ada di tangan Albian dan menegaknya hingga habis setelah itu kepalanya langsung tumbang di atas meja.
Albian yang melihatnya pun hanya menghela nafasnya kasar, ia sudah sangat hafal bagaimana Rezi, selama enam bulan ini Rezi sering menghabiskan waktunya di club Dan itu pun pasti di temani olehnya, karena laki laki Tidak mau terjadi apa apa pada Rezi, meskipun ia sendiri terkadang juga mabuk saat pekerjaan kantor Dan kuliahnya menumpuk.
selama kepergian Rain, Rezi sudah sangat berubah, ia mulai rapuh, suka mabuk mabukan, pulang malam, Dan juga kuliah nya berantakan, untung ada bian jadi apapun bisa di kendalikan olehnya.
"rain kau dimana? aku sangat merindukanmu..." racau Rezi selama perjalanan pulang
selama Rezi meracau pun Bian hanya diam tanpa membalasnya percuma saja ngomong sama orang mabuk yang ada hanya menghabiskan tenaga,
"tidurlah,, kau sangat menyusahkan" ucap Bian setelah berhasil membawa Rezi Sampai kamarnya
selama ini pula Rezi juga tinggal di mansion, ia Tidak di perbolehkan tinggal sendiri oleh stave, karena stave sudah menganggap Rezi seperti anaknya terlebih akan mempermudah untuk mencari rain di saat Rezi ada di mansion.
"apalagi " ucap Bian jengah karena saat ini pergelangan tangannya tiba tiba di cekal oleh Rezi
"jangan pergi rain" racau Rezi dan sejurus kemudian..
Cup
__ADS_1
"he kau gila ya" ucap Bian dan mentoyor kepala Rezi,, sedetik kemudian Rezi pun langsung tumbang kembali di ranjangnya
"oh my God, ciuman pertamaku dia yang mengambil" bian bergidik ngeri Dan segera pergi dari kamar Rezi sebelum Rezi semakin gila lagi.
...****************...
Mau setampan atau sebaik apapun orang baru, orang lama tetaplah pemenangnya....
kalimat itu yang cocok untuk menggambarkan rain, mau sebaik setampan atau Se apapun Noah, Rezi tetaplah pemenangnya,
sudah enam bulan semenjak kejadian ciuman itu, Noah berusaha mendekati rain karena hanya rain lah satu satunya wanita yang bisa membuatnya tertarik.
seperti saat ini mereka sedang duduk berdua di taman kampus
"Noah please, aku tidak mau memberikan harapan palsu padamu, aku cukup nyaman dengan pertemanan kita oke" ucap rain sambil jari kelingkingnya ia hadapkan di depan noah
"kau hanya butuh waktu rain" ucap Noah meraup tangan rain Dan menaruhnya di pangkuannya
"aku ke sini hanya ingin belajar Dan menenangkan diri Noah, Tidak lebih dari itu" ucap rain lagi
"its oke tak masalah, kita berteman" ucap Noah memberikan jari kelingkingnya Dan Rain tersenyum menerimanya,akhirnya Noah bisa mengerti dirinya...
"tapi aku tak janji jika dalam pertemanan kita aku menggunakan perasaan" ucap Noah lalu tertawa dan rain memukul pelan lengan Noah
__ADS_1
"aku tak mau membuat laki laki sebaik dirimu sakit hati, karena kau tahu sendiri alasanku pergi kesini karena apa" ucap rain tersenyum
rain awalnya tidak menceritakan kenapa dia sendirian atau bisa di katakan hidup sebatang kara di negeri orang tapi karena Noah terus memaksanya , rain akhirnya menceritakan alasannya pergi yaitu menenangkan hatinya karena patah hati. hanya itu yang rain ceritakan Tidak lebih, masalah tentang keluarganya cukup orang orang terdekatnya saja yang tahu.
"Hay kalian ternyata ada di sini" teriak Will yang dari tadi mencari keberadaan rain.
"baiklah kau sudah datang, aku pergi dulu Noah" ucap rain menepuk pelan lengan Noah.
mereka bertiga sudah seperti sahabat, setiap berangkat Dan pulang kuliah rain selalu di bonceng motor butut Will. ia menolak Noah yang selalu menawarinya antar jemput karena rain Tidak mau memberi harapan apapun pada Noah terlebih sampai sekarang hatinya masih ada Rezi
"thanks Will" ucap rain dan seperti biasanya mereka Tos dulu sebelum berpisah
Will sangat bersyukur bisa bertemu dengan rain gadis baik, rain seperti Dewi penolongnya, berkat rain juga Will sekarang sudah tidak cupu seperti dulu, ia sudah sangat berani menghadapi apapun apalagi rain juga mengajarinya beladiri jadi sekarang Will tidak takut pada apapun Dan siapapun seperti yang rain ajarkan Selama ini.
ceklek
"oh my God cathrine, loe bisa gak sih gak usah nglakuin itu di sofa " gerutu rain setiap kali masuk ke dalam apartement,
Sangat sering ia melihat cathrine berciuman atau bahkan lebih dari sekedar ciuman, bahkan tanpa malu cathren berbuat adegan dewasa di dalam apartement.
"rain rain,,, kau sudah sering melihatnya tapi reaksimu tetap sama dari dulu" ucap cathren tersenyum dengan tetap membiarkan pacarnya bermain di dadanya.
rain Hanya diam Dan berlalu menuju dapur meneguk minuman dingin, ia sudah tidak lagi kaget dengan adegan adegan dewasa yang sering ia lihat semenjak kuliah di sini, Karena memang di sini itu adalah suatu hal yang lumrah, bahkan ia pernah memergoki teman sekelasnya berbuat tidak senonoh pada saat jam kelas berlangsung Dan rain yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
bahkan kalau mencari wanita yang masih virgin di negara ini seperti mustahil karena di saat mereka sudah usia tujuh belas tahun itu sudah di katakan dewasa mereka pasti langsung melepas virginity nya pada orang yang mereka cintai.
lain hal nya dengan rain meskipun ia sudah hidup selama enam bulan di sini, ia tetap menjaga kewarasannya untuk Tidak melakukan itu. karena niatnya di sini untuk menenangkan diri dan belajar bukan untuk mencari kesenangan semata.