Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 43


__ADS_3

Rezi hendak membaringkan tubuh rain di ranjang tapi Rain masih menangis sesenggukan di pelukannya


"its oke rain" ucap Rezi memeluk erat rain dan menatap wajah rain yang kacau, Rezi mengepalkan erat tangan kanannya ia sangat marah ketika melihat 2 tanda kissmark di leher dan bahu putih rain


"thanks zi" ucap rain menatap wajah rezi, lagi dan lagi rezi selalu ada untuknya


Rezi hanya diam dan membaringkan tubuh rain ia hendak mengambil air minum untuk rain, tapi rain malah memegang tangannya dan menggeleng


"jangan pergi" ucap rain dengan wajah memohonnya


dan Rezi segera duduk kembali, menangkup wajah kacau rain dan mengelus lembut rambutnya


"aku selalu ada untukmu rain" ucap Rezi mengecup lama dahi rain Dan rain tersenyum, sedetik kemudian ia merasakan kembali hawa panas yang menjalar di tubuhnya.


ketika Rezi melepas kecupannya, rain menangkup wajahnya dan mencium bibir Rezi dengan sangat brutal. Rezi menautkan kedua alisnya karena ini bukan rain yang ia kenal.


Rezi sama sekali tidak membalas ciuman rain dia hanya diam memandang wajah rain. Rain semakin frustasi ketika Rezi hanya diam saja, dia melepaskan tautannya.


Rezi menatap wajah rain yang memerah ia akhirnya tahu kenapa rain seperti ini dan itu semua pasti ulah sky.


"Rain sadarlah, kamu berada di bawah pengaruh obat " ucap Rezi menangkup wajah rain yang memerah


"rasanya panas zi" ucap rain lirih


"aku akan segera mengatasinya, istirahatlah" ucap Rezi, ia segera berlalu dan menelpon max untuk membawakan obat pereda.


"minumlah" ucap Rezi memberikan air dan obat yang di bawa max


setelahnya ia membiarkan rain terlelap


"zi jangan pergi" ucap rain mencekal pergelangan Rezi


"aku akan menemanimu di sini, tidurlah dengan tenang" ucap Rezi ikut berbaring di samping rain sambil memeluknya, ia Tidak menyangka malam yang harusnya membahagiakan bagi rain malah menjadi suram gara gara sky.


rain mengerjap membuka matanya perlahan dan yang ia lihat pertama adalah wajah tampan Rezi yang sangat teduh saat ia sedang tidur, Rain tersenyum dia sangat bersyukur bisa mencintai dan cintai oleh orang yang tepat, Rain mengusap perlahan rahang Rezi


" apa yang kamu rasakan?" ucap Rezi tiba tiba dan membuka matanya, ia melihat wajah cantik rain yang tidak sekacau tadi malam.

__ADS_1


"hanya sedikit pusing zi, thanks lagi lagi loe selalu ada di saat gue butuhkan" ucap rain tulus memandang wajah Rezi yang sedang menatapnya, Rezi tak menjawab ucapan rain


"aku akan membuatkan mu minuman agar pusingmu cepat sembuh" ucap Rezi dan segera duduk dan akan berlalu tapi rain tiba tiba duduk, yang otomatis membuat selimutnya melorot ke bawah


"oh my God, ternyata aku hanya pakai bikini dari semalam" ucap rain sambil mengambil selimutnya Dan tersenyum kecut ke arah Rezi


"max akan segera datang membawakan pakaian ganti untukmu" ucap Rezi dan melangkah keluar dari kamar.


Rain memikirkan semua tentang kejadian semalam ia akan membuat perhitungan pada cowok brengsek yang berani beraninya melakukan hal sekeji itu padanya, tapi sebelum itu ia akan membuat perhitungan dulu pada orang yang telah membantu sky, ya dia adalah Alexa, wanita yang baru saja semalam di maafkan olehnya.


rain Tidak mengindahkan ucapan Rezi, ia berdiri dan segera melangkah ke bathroom membersihkan dirinya, rain ingin segera menemui Alexa dan membuat perhitungan dengannya.


rain mandi cepat kali ini karena banyak hal yang akan ia lakukan hari ini.


"kenapa tidak istirahat saja" ucap Rezi yang duduk di ranjang saat melihat rain keluar dari bathroom,


"aku harus cepat cepat pergi dari sini karena banyak hal yang harus ku lakukan zi "ucap rain Dan segera mengambil paper bag yang ada di nakas, ia segera menuju bathroom lagi untuk mengganti pakaiannya.


Rain Dan Rezi akhirnya pergi dari villa Doni, rain Tidak menemui teman temannya dulu karena ada urusan lain yang harus ia lakukan, ia baru teringat pada stave saat mandi tadi, sudah dari kemaren ia Tidak melihat Daddy nya di mansion dan juga stave sangat sulit di hubungi, ia tiba tiba sangat khawatir pada stave mengingat musuh mereka masih berkeliaran apalagi max selalu menjaganya kemanapun biasanya max lah yang berada di dekat stave.


" max kau tahu Daddy di mana?" tanya rain ketika baru masuk di mobilnya, rain memilih pulang bersama karena ia akan menuju perusahaan Daddy nya dan Rezi memahami itu.


" max susul Daddy sekarang, entah mengapa perasaanku tidak enak" ucap rain dengan khawatir


"lalu bagaimana dengan nona?" tanya max


"aku cukup bersama pengawal yang lain saja max, aku yakin Daddy saat ini membutuhkanmu karena kemanapun ia pergi selalu bersamamu"


"aku tidak mungkin meninggalkan nona sendiri" ucap max


"ada Rezi"


"baiklah non" ucap max mengalah


"antarkan aku ke rumah venus dulu setelah itu susul daddy ke Singapura" ucap rain yang di jawab anggukan oleh max


***

__ADS_1


lain halnya dengan Rezi, ia tiba tiba mendapat perintah dari kakeknya untuk segera menyusulnya ke singapura, karena target mereka sedang perjalanan menuju Singapura, dan itu adalah moment yang di tunggu selama ini.


"apa aku harus melakukan ini?" ucap Rezi lirih sambil mengemasi barangnya di koper, ia sedikit ragu dengan apa yang akan di lakukannya


ting


pesan masuk dari Robert.


"jangan pernah ragu ! David Tidak akan pernah tenang di sana jika orang itu belum mati"


Rezi segera mengemasi barangnya,


ia segera menelpon rain untuk berpamitan, mungkin dalam seminggu ke depan mereka tidak bisa bertemu karena Rezi akan menjalankan misinya.


tapi rain tidak menjawab panggilannya, dan Rezi segera mengirim voice note pada rain, dia yakin rain akan sangat memahaminya.


****


rain mulai belajar beladiri lagi, hari ini ia akan belajar 3 kali lipat dari biasanya.


"Rain cukup ini sudah 3 jam kau belum istirahat sama sekali" ucap Venus berhenti Dan mengambilkan air minum untuk rain


"kak kau tahu, semalam aku mengalami hal buruk dan aku ingin menghajar orang itu habis habisan" ucap rain menggebu gebu jika mengingat wajah sky semalam.


Rain akhirnya menceritakan semuanya yang terjadi padanya, dan Venus mendengarkan seksama ceritanya.


"jadi kau belajar ini untuk balas dendam padanya" tanya Venus dengan wajah mengintimidasinya ia sedikit kecewa dengan niat rain karena tidak sama dengan niatnya di awal.


"untuk menjaga diriku sendiri kak, dan untuk sky adalah bonusnya" ucap rain tersenyum penuh arti sambil membuka ponselnya dan mendengarkan voice note dari rezi sedetik kemudian ia menemukan ide brilliant.


"kak, apa kak Venus mau pekerjaan" tanya rain dengan menatap Venus, ia tahu dari Bu Santi kalau Venus sedang mencari pekerjaan ia sudah keluar dari tempat gym tersebut .


" mau sih mau rain tapi lihat dulu pekerjaan nya apa" jawab Venus tersenyum Dan ia mengambil minuman nya


"jadilah bodyguardku kak" ucap rain tersenyum Dan berhasil membuat Venus tersedak. rain segera memukul pelan tengkuk venus.


"kau bercanda?" tanya Venus mengerutkan keningnya

__ADS_1


"no kak, aku serius karena aku sekarang sedang membutuhkan bodyguard untuk menemaniku karena max menyusul Daddy ke Singapura dan Rezi ia ada urusan pekerjaan selama sepekan" ucap rain


awalnya Venus menolaknya karena menurutnya rain masih punya pengawal banyak Dan tidak membutuhkannya tapi karena rain terus memohon akhirnya Venus mengiyakannya tapi hanya untuk sementara sampai ia mendapatkan pekerjaan yang lain dan rain pun menyetujuinya.


__ADS_2