Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 64


__ADS_3

Rain melangkah menuju dimana mobilnya berada, ia di kejutkan dengan suara yang sangat familiar.


" bersiap lah kau akan mendapatkan balasan yang setimpal" ucap Rezi dengan sorot mata marah dan segera berlalu meninggalkan laki laki itu


"jangan banyak bicara kau anak kecil" ancam laki laki itu pada Rezi dan ia mengeluarkan sebilah pisau lalu mengejar Rezi,


Rain yang melihat Rezi terancam ia segera berlari menyelamatkannya.


" Rezi awas" teriak rain Dan mendorong kasar tubuh Rezi sehingga pisau itu terkena tangan rain.


Rain tak menghiraukan darah yang keluar dari tangannya, ia segera menendang tangan laki laki itu agar pisaunya terjatuh.


"keparat, hey gadis kecil kenapa kau selalu mencari masalah denganku" teriak laki laki itu,


rain menatap wajah orang itu ia baru menyadari bahwa orang itu adalah orang yang ia rekam saat di mall. ia juga baru ingat bahwa orang itu adalah orang sama yang berciuman ketika akan ke apartement Rezi.


Rain menendang pisau yang ada di bawahnya ketika orang tersebut terlihat akan mengambilnya.


"Rain" Rezi segera menghampiri rain yang bersitegang dengan orang itu yang tak lain adalah pamannya, suami dari nayra


"paman cukup, jika paman bertindak melebihi batas lagi aku akan melaporkan ke pihak berwajib atas percobaan pembunuhan, camkan itu!" ucap Rezi menatap Justin dengan sorot mata tajam Dan menunjuk tepat di depan wajah Justin yang juga menahan amarah.


Rezi segera menarik tangan rain dan segera membawanya pergi dari tempat itu, tapi Rain langsung menghempaskan tangan Rezi dengan kasar Dan berjalan menuju mobilnya lagi, Rezi melihat tangannya ada darah setelah menyentuh tangan rain, ia baru sadar jika tangan rain terluka.


"Rain tunggu" ucap Rezi yang berjalan mengekor di belakang rain


rain Tidak menggubris ucapan Rezi ia segera membuka bagasi mobilnya Dan membuka kotak P3k, Rezi langsung mengambilnya dan menarik tangan rain satunya Dan membawanya ke tempat yang nyaman.


"sorry" ucap Rezi sambil mengobati tangan rain yang terluka karena telah menyelamatkannya


"tak Masalah" ucap rain dan membuang wajahnya tanpa mau melihat wajah Rezi yang jaraknya begitu dekat, sumpah demi apapun jantung rain saat ini tidak aman apalagi besok akan pergi jadi dia harus belajar untuk tidak dekat dekat dengan Rezi.


Rain membiarkan Rezi mengobati tangannya, sedangkan tangan satunya meraih ponsel Yang ada di tas Dan mengirimkan video Justin yang saat itu berada di mall.


"thanks" ucap rain setelah Rezi selesai memperban tangannya.


rain langsung melangkah menuju mobilnya

__ADS_1


"apa yang kau lakukan?" rain menyipitkan matanya ketika melihat Rezi tiba tiba masuk ke mobilnya dan duduk di jok bagian depan.


"mengantarmu pulang, kau akan kesulitan jika menyetir dengan tangan terluka"


tanpa banyak kata rain langsung memberikan kuncinya pada Rezi, Anggap saja ini malam terakhir rain bersama Rezi Dan besok ia akan benar benar menenangkan dirinya Dan berusaha melupakan bahwa pernah ada cinta di antara mereka.


sudah hampir 40 menit baik rain maupun Rezi diam dengan keheningan, Tidak ada yang berinisiatif mengajak ngobrol atau sekedar bertanya sesuatu.


"Rain" ucap Rezi tanpa melirik ke arah nya


"hemm"


"kenapa kau ada di sana" tanya Rezi dan melihat sekilas ke arah rain


"kau juga kenapa ada di sana?" tanya rain balik tanpa melihat ke arah Rezi


"aku ada urusan, orang tadi adalah pamanku" ucap rezi


"paman dari mana, paman kita hanya satu yaitu uncle Dave" ucap rain dan ia segera turun ketika mobilnya baru berhenti di garasi mansion.


Rezi menyandarkan kepalanya ke belakang Dan menghembuskan nafasnya kasar.


sementara rain ia langsung melangkah menuju belakang di mana kamar pelayan berada dan mencari bibi ida dia akan membeli nomor ponsel bi Ida untuk menghubungi Frans, niatnya dia akan membeli nomor baru saat perjalanan pulang dari hotel tapi karena ada Rezi niat itu ia urungkan bisa bisa ketahuan jika ia tetap akan membelinya.


"buat apa non?" tanya Ida mengerutkan dahinya karena tidak biasanya nona mudanya itu meminjam hp nya bahkan membeli SIM card nya.


"nomor Ku keblokir bi, Dan aku saat ini butuh untuk menghubungi seseorang" dusta rain, malam ini ia harus menghubungi Frans untuk membicarakan rencana mereka.


"baiklah non, tapi Tidak usah beli besok biar bibi beli lagi saja" ucap Bi ida memberikan SIM card nya


"thanks ya bi, aku pasti merindukan kebaikanmu" ucap rain Dan reflek memeluk Ida, wanita paruh baya itu Tidak curiga atau apapun pada rain dia hanya tersenyum Dan mengelus lembut punggung rain yang sudah di anggap seperti anaknya sendiri.


Rain segera berlari menuju kamarnya, Rezi yang melihat gelagat aneh rain hanya menyipitkan matanya Dan berjalan santai menuju kamarnya.


pagi sekali rain sudah sangat siap dengan pakaian kasualnya, dia hanya memakai kaos pendek model crop top jaket hitam Dan celana jeans Tidak lupa juga memakai sneaker agar memudahkannya saat berjalan.


"morning dad" rain langsung mencium pipi kanan kiri stave bahkan dahinya juga yang tidak biasanya ia lakukan.

__ADS_1


"morning sayang, kau mau kemana lagi hari ini?" tanya stave memicingkan matanya dengan penampilan rain


"aku akan berlibur 2 hari dad bersama temanku SMP, kemarin malam kami sudah membahasnya" dusta rain sambil mengoles selai kacang di roti bakarnya.


"kemana sayang?"


"labuan bajo,boleh kan dad?" rain pura pura tanya saja padahal di bolehkan atau tidak dia tetap akan pergi.


"hati hati sayang"


"pasti dad" ucap rain tersenyum, meskipun terlihat bahagia sebenarnya rain sangat berat meninggalkan Daddy nya, tapi ini adalah jalan satu satunya agar bisa melupakan cintanya yaitu dengan pergi.


Rezi yang mendengar interaksi rain dengan stave hanya diam menyimak tanpa mengeluarkan suaranya sedikitpun.


"permisi nona, anda sudah di tunggu teman anda di depan" lapor pengawal pada rain


"oh baiklah, dad aku berangkat sekarang" ucap rain mencium punggung tangan stave dan memeluknya


"hanya 2 hari kan? kenapa kau memeluk Dady seperti akan liburan seminggu saja" seloroh stave mengelus punggung rain dengan lembut


rain menahan air matanya, ia Tidak mau menangis di depan stave bisa bisa akan gagal semuanya.


"kau tidak berpamitan dengan kakakmu" lagi Dan lagi stave mengingatkannya, ia ingin Anak anaknya rukun Sama seperti saudara yang lain apalagi mereka baru di pertemukan setelah 18 tahun.


"aku pergi kak bian" ucap rain menatap mata hanzel albian.


"hati hati" Albian melihat ada yang aneh pada rain tapi entahlah apa itu dia sendiri juga tidak tahu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Kisah tentang max sang bodyguard Tampan Dan Dingin dengan Eleanor Franklyn gadis cantik model papan atas yang arrogant Dan bar bar....


...semua rahasia masa lalu Max sedikit demi sedikit akan terungkap setelah pernikahannya dengan gadis tersebut...


judulnya seperti di bawah ini yaa...


🥳🥳Happy reading 🤗🤗

__ADS_1



__ADS_2