Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 54


__ADS_3

"pagi tuan,non" sapa max pada stave dan Rain


"max kau itu benar benar, sekali lagi seperti itu maka aku benar benar melakukannya" ancam rain menatap max


seperti biasa max menghiraukan ancaman rain, ia memilih memberikan sesuatu pada stave.


"ini tuan hasilnya"ucap max memberikan hasil test DNA antara Rezi dan stave sembari duduk di depan stave


stave langsung membuka hasilnya DNA ia membulatkan matanya, stave tidak bisa memendung perasaannya kali ini, ia meneteskan air matanya dan tersenyum.


"dad" ucap rain dan mengambil kertas itu dari tangan stave, Rain menganga lebar dengan hasil yang di lihatnya, di sana tertulis bahwa DNA stave dan Rezi cocok 90%, hasil test itu cukup membuktikan bahwa Rezi adalah benar darah daging stave.


"ini Tidak mungkin" ucap rain berkaca kaca dan membuang kertasnya


"maaf aku baru datang" ucap Rezi dan menghampiri meja ruang tamu, stave yang melihat Rezi datang ia langsung memeluk erat Rezi


"putra ku akhirnya kita bertemu" ucap stave yang sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.


rain terduduk lemas ketika melihat Rezi di peluk erat stave


Rezi Tidak bodoh ia tahu kenapa stave memeluk nya apalagi melihat wajah kacau rain ia semakin yakin kalau hasilnya tidak seperti yang di harapkan rain Dan Rezi.


"apa hasilnya..." ucap Rezi tersendat


"iya benar nak, hasilnya cocok dan kau adalah albian putraku" ucap stave melepas pelukannya


"apa kau tidak senang bertemu dengan Daddy kandungmu? tanya stave mengerutkan dahinya


"entah lah om aku bingung dengan perasaan ku" ucap stave memandang lekat rain yang dari tadi terdiam membisu


"mulai sekarang panggil aku Daddy Sama seperti rain" ucap stave tersenyum dan ia melihat ke arah putrinya yang dari tadi Tidak mengeluarkan suaranya


"rain peluklah kakakmu,bukankah kau merindukannya selama ini" ucap stave mengelus lembut rambut rain


rain langsung berdiri dan memandang lekat wajah Rezi lalu memeluknya dengan erat


"kau tetap Rezi bukan kak albian" ucap rain tegas dan berlinang air mata, rain langsung melepas pelukannya dan berlari menuju kamarnya


"rain"


"biarkan saja dulu, dia butuh waktu untuk semua ini" ucap stave yang melihat Rezi yang sepertinya akan mengejar rain.


Rezi mengambil kertas yang terjatuh di lantai, ia membaca seksama yang tertulis disana.


"oh ya Tuhan, bagaimana hubungan ku dengan rain selama ini, kenapa aku bisa jatuh cinta dengan adik ku sendiri" batin Rezi dalam hati.


max yang melihat semuanya hanya terdiam membisu karena ia bisa memprediksi setelah ini pasti rain akan bertindak nekat mengingat nona mudanya itu sangat keras kepala dan semua yang di inginkan harus tercapai tak terkecuali itu.


"mulai sekarang tinggallah di sini albian" ucap stave memandang Rezi


"secepat itukah om" jawab Rezi


"panggil Daddy bukan om" ucap stave tegas

__ADS_1


"baik dad" ucap Rezi mengalah


"mulai sekarang jangan ikut campur dengan perusahaan Robert karena sekarang kamu bukan lagi bagian darinya"ucap stave menepuk pelan pundak rezi.


"lupakan cinta kalian,karena kalian adalah saudara" ucap stave berdiri dan memilih berlalu menuju kamar rain.


beberapa kali stave mengetuk pintu tapi tak ada jawaban apapun kecuali suara tangisan rain. stave akhirnya berlalu Dan memilih masuk ke ruang kerjanya.


"Nadya, aku akhirnya bertemu dengan putra kita" ucap stave memeluk foto Nadya.


Rain masih menangis tersedu sedu, ia membanting semua barang yang ada di kamarnya


"Rezi Tidak mungkin kak albian" ucap rain sambil menangis tersedu sedu


Sampai larut malam rain masih menangis dan sesekali ia ketiduran dengan mata sembab, ketika terbangun ia akan menangis lagi.


ceklek


Rezi membuka kamar rain dengan kunci cadangan yang di berikan stave,ia melihat rain terduduk di lantai, wajahnya tertutup rambut dan di benamkan di lutut.


"Rain" ucap rezi berjongkok di depan rain dan mengelus lembut rambut rain, rain yang mendengar suara Rezi mendongakkan kepalanya.


ia langsung memeluk erat Rezi, laki laki yang di cintainya selama ini


"terimalah semua ini rain" ucap Rezi mengusap lembut punggung rain dan rain yang mendengar ucapan rezi langsung melepas pelukannya dan menggeleng cepat


"apapun yang terjadi kamu tetap Rezi yang selama ini ku kenal" ucap rain menatap tajam mata Rezi meskipun wajahnya kacau dan tidak karuan tapi rain mengucapkan setiap katanya dengan penuh penekanan.


" panggil aku kakak, Karena sekarang kamu adalah adikku" ucap Rezi memandang lekat wajah rain


"aku harap kamu bisa menerima semua ini" ucap Rezi dan berlalu dari kamar rain


"persetan dengan semuanya " umpat rain dan melempar bantalnya ke arah Rezi tapi hanya mengenai pintu yang baru saja di tutup Rezi.


Rain akhirnya memilih tidur dengan memeluk foto Nadya, di saat seperti ini hanya bersama foto mommy nya lah yang bisa menenangkannya.


jam menunjukkan pukul 06.30, Rain mengerjapkan matanya beberapa kali ketika sinar matahari itu mulai masuk melalui jendela kamarnya.


"aku sama sekali tidak peduli dengan hasil test itu" ucap Rain dan melangkah ke bathroom, rain mandi sesingkat mungkin dan memoles wajahnya agar terlihat lebih fresh karena seharian kemarin dia menangis yang membuat matanya terlihat sembab.


"kita lihat apa kau masih bisa menolak pesona seorang rain?" ucap Rain dengan senyum devil nya Dan melangkah keluar dari kamarnya.


"morning dad" ucap rain lalu mencium pipi kanan kiri stave, stave yang tiba tiba mendengar suara rain dan mendapatkan kiss morning mengerutkan keningnya, secepat itukah patah hati seorang rain?


"morning sayang" jawab stave tersenyum


"morning max" ucap rain dan tiba tiba mencium pipi kanan max yang membuat max membelalakkan matanya karena nona nya tidak pernah bersikap seperti itu.


"morning Rezi" ucap rain dan mencium kanan kiri pipi Rezi yang membuat Rezi juga membelalakkan matanya, bisa bisanya rain mencium dirinya di depan stave dan max tapi rain hanya tersenyum.


rain langsung menggeser kursi di samping Rezi dan mengambil sarapannya.


"rain mulai saat ini panggil kak albian bukan Rezi" ucap stave menatap putrinya.

__ADS_1


rain hanya diam Tidak menjawab ucapan stave yang membuat stave sedikit emosi karena saat ini rain bukanlah rain yang stave kenal.


"rain" ucap stave menahan emosinya


"bukankah Daddy mengajarkan kalau sedang makan Tidak boleh bicara" ucap rain cepat Dan meminum susunya.


"aku sudah selesai" ucap rain berdiri dan menggeser kursinya ke belakang.


"habiskan sarapanmu dulu" ucap stave yang melihat rain hanya makan sedikit.


"aku sudah kenyang dad, dan aku juga buru buru ada janji dengan teman temanku"ucap rain melangkah pergi


"max antar rain" titah stave pada max


"Tidak perlu dad, aku di jemput viona" ucap rain dan segera berlalu karena ia tidak ingin berlama lama di sana.


"Aku juga sudah selesai"ucap Rezi melangkah pergi yang membuat stave menggelengkan kepalanya dengan kelakuan kedua anaknya yang menurutnya aneh.


*


*


Hari ini Rain ingin menghabiskan satu hari full bersama teman temannya.


"rain lo belum cerita apapun tentang hasilnya" ucap viona yang sebenarnya dari tadi menunggu rain cerita


"kalian pasti kaget dengan hasilnya" ucap rain tersenyum kecut


"apa hasilnya?..." ucap Bella tersendat


"Yes! Suitable gais" ucap rain berkaca kaca dan langsung mendapat pelukan dari ketiga sahabatnya.


rain menangis sesenggukan di pelukan sahabat sahabatnya dia menumpahkan semua rasa yang menyesakkan dadanya.


"gue cinta sama si kulkas itu, gue gak bisa " ucap rain


Rain melepas pelukannya di saat dia rasa sudah cukup tenang.


"gue gak peduli dengan hasilnya, Untuk saat ini gue bakal lakuin segala cara agar perasaan Rezi kembali seperti dulu" ucap rain tersenyum


"rain lo gak bisa maksain kayak gini, kalian itu saudara kalian gak bisa" ucap viona mencoba membuat rain faham bahwa apa yang di lakukannya adalah salah.


"sssstt gue gak peduli vio, dan gue gak mau denger ceramah dari kalian, gue di sini mau cari happy oke" ucap rain menatap tiga sahabatnya. dan ketiga sahabatnya Hanya terdiam menghela nafas kasar karena percuma saja ngomong Sama rain dan yang bisa mencegah rain sepertinya hanyalah Rezi.


rain memaksa tiga temannya untuk pergi ke bar, dengan segala ancaman dan rayuan mautnya akhirnya mereka berempat saat ini berada di salah satu bar terbesar di kota.


"Rain lo itu adis baik baik jadi gue ingetin ke Lo, cukup nikmati musicnya jangan minumannya" ucap viona ketika mereka sudah berada di dalam bar


"berisik Lo vio, makin hari kayak Mak Mak aja" ucap rain melangkah pergi dan berjoget bersama pengunjung lainnya, viona dan Bella mengikuti rain sedangkan Elva dia lebih memilih duduk dan minum cocktail.


"mas satu" ucap rain meminta cocktail pada bertender dan duduk di sebelah Elva.


rain langsung menghabiskan cocktailnya dengan sekali tegak. rain meminta lagi dan lagi hingga dia habis 4 sloki cocktail.

__ADS_1


"rain cukup" ucap Elva yang melihat rain semakin teler


__ADS_2