
Pranggg
"rain apa yang kau lakukan?" ucap Rezi yang melihat rain menampik kopi yang akan ia minum Dan cangkir itu langsung pecah berhamburan
"sorry zi, aku tidak sejahat itu" ucap rain dan langsung naik ke pangkuan Rezi lalu menyambar bibirnya, rain sudah sangat merindukan Rezi Selama ini, rain Tidak tega jika harus membuat Rezi kepanasan karena dirinya.
Rezi yang melihat sikap rain hanya terdiam ketika bibirnya di cium lembut oleh rain, bahkan ciuman rain semakin dalam dan menuntut. jujur Rezi juga sangat merindukan rain tapi apalah kata, takdir Tidak berpihak pada mereka.
"ah shiit" umpat Rezi yang tersadar bahwa yang di lakukannya adalah salah Dan ia reflek mendorong tubuh rain hingga terjatuh di bawah.
rain yang melihat bagaimana sikap Rezi hanya tersenyum miris, ia memilih pergi dan berlari menuju kamarnya.
"rain" teriak Rezi dan berusaha mengejarnya tapi rain sudah tidak peduli dan ia segera mengunci rapat pintu kamarnya.
Rain menangis sejadi jadinya, ini adalah usaha terakhirnya tapi ia tidak tega pada Rezi.
"rain sorry" ucap Rezi sambil mengetuk pintu kamar rain tapi tak ada sahutan sama sekali.
rain menuju ranjangnya Dan memeluk foto Nadya.
"mom kenapa jatuh cinta sesakit ini?" ucap rain sesenggukan
"berada di dekatmu tapi tidak bisa memilikimu itu sangat menyakitkan ku zi" gumam rain yang masih memeluk foto Nadya
Rezi tidak habis fikir ternyata rain senekat ini, tapi ia juga keterlaluan bisa bisanya mendorong rain hingga terjatuh. Rezi turun ke lantai satu dan menyuruh pelayan untuk membersihkan pecahan cangkir tadi, dan Rezi menghubungi seseorang.
Rain mengerjapkan matanya beberapa kali, karena menangis semalaman hingga membuat matanya sedikit bengkak, ia bergegas menuju bathroom dan mandi, hari ini ia ingin jalan jalan untuk menghilangkan rasa sedih di hatinya, setelah dari kamar mandi dan memakai baju kasualnya rain segera menghubungi sahabatnya untuk di ajak jalan jalan, tapi sayang ketiga sahabatnya Tidak bisa menemaninya, viona dan Bella ada keperluan di kampus nya Dan elva sudah ada janji dengan Doni.
"apa aku harus menghubungi Alexa, oh tidak hubunganku Tidak sedekat itu dengannya" ucap rain memilih memasukkan ponselnya daripada menghubungi Alexa.
Rain segera menuju meja makan, dan di sana Tidak ada siapa siapa karena memang dia bangun kesiangan.
"Bi Ida mana Rezi?" tanya rain
__ADS_1
"tuan albian dari tadi pagi sudah pergi non" jawab bi Ida sopan.
rain menyipitkan matanya, hari ini hari Minggu dan tidak mungkin Rezi pergi ke kantor, rain Tidak mau ambil pusing ia segera menghabiskan sarapannya dan pergi jalan jalan untuk menghilangkan rasa sedihnya karena kejadian semalam.
Rain memarkirkan mobilnya di mall yang biasa di buat nongkrong bersama teman temannya.
Rain Tidak membeli apapun ia langsung menuju lantai 4 Dimana di sana banyak sekali game Dan ia memilih bermain dance, setelah hampir satu jam ia merasakan lelah dan istirahat sejenak. saat sedang minum matanya melihat sosok yang sangat familiar.
"Viona katanya dia di kampus"ucap rain melangkah mengikuti viona,tapi rain kehilangan jejaknya ,setelah menyusuri lantai 4 ia benar benar tidak melihat viona. rain melihat ke bawah dan ternyata viona sudah berada di lantai 2 di mana tempat barang barang cewek berada, rain langsung turun ke bawah dan mencari keberadaan viona.
"aku benar benar melihatnya di sini tadi" gumam rain Dan menatap sekitarnya, ia melihat sekilas viona bersama dengan laki laki masuk ke dalam di mana banyak tas branded di dalamnya.
"Vi Lo ada di sini katanya.." tenggorokan rain tercekat ketika melihat viona dan laki laki di samping viona menoleh ke arahnya.
"Rezi" ucap rain lirih
"Rain" ucap Rezi dan viona bersamaan.
dunia rain terasa berhenti ketika melihat Rezi tampak mesra Dan,jalan berdua dengan sahabatnya sendiri, rain sekarang tahu kenapa Rezi Tidak mencintainya lagi alasannya bukan karena hasil test itu melainkan memang Rezi telah mencintai sahabatnya sendiri.
"Dan Lo bisa bisa nya mengkhianati persahabatan kita " tunjuk rain tepat di wajah viona dan mendorong bahunya dengan keras tapi viona Hanya diam dengan perlakuan rain.
Rezi yang melihat sorot mata tajam rain Dan melihat bagaimana viona Hanya diam akhirnya dia mengeluarkan suaranya sebelum rain melakukan hal gila yang bisa melukai viona,
"cukup rain" bentak Rezi menarik pinggang viona.
rain menggelengkan kepalanya melihat bagaimana perlakuan manis Rezi pada viona.
"kau tidak berhak membentak dan memarahi viona, perlu aku ingatkan lagi kau itu adikku jadi kita tidak mungkin bersama, jangan pernah memaksakan sesuatu yang tidak mungkin Rain" tegas Rezi dengan sorot mata tajam
"aku tidak peduli dengan test itu" ucap rain berkaca berkaca
" jangan gila rain" ucap Rezi merendahkan suaranya karena ia melihat buliran bening itu mulai jatuh
__ADS_1
"aku memang gila telah mencintai kakak ku sendiri" ucap rain lirih menatap Rezi Dan viona, ia sudah tidak kuat lagi, rain akhirnya memilih berlari secepat mungkin setelah mengucapkan kalimat itu.
"Rezi ayo cepat kejar rain" ucap viona khawatir sambil menarik tangan Rezi agar ikut mengejarnya.
"biarkan Vi, agar ia sadar bahwa cintanya salah" ucap Rezi menatap kepergian rain yang semakin menjauh
"bukan masalah itu zi, asal Lo tau rain akan salah arah jika ia sedang emosi, Dan gue gak mau terjadi apa apa sama rain gara gara ide konyol Lo ini" teriak viona dan menghempaskan tangan Rezi Dan segera berlari mengejar rain
"akhh shiit" Rezi bergegas berlari ikut mengejar rain.
dan benar dugaannya, Rezi dan viona melongo ketika melihat rain berlari menuju ke arah bawah tapi ia malah menaiki eskalator yang menuju ke atas, bahkan orang orang di sekitar menatap aneh pada rain,
"oh my God rain" ucap viona Dan segera turun menaiki eskalator di sebelah rain yang menuju ke bawah begitupun dengan Rezi.
meskipun eskalatornya menuju ke atas akhirnya rain sampai juga di lantai bawah Dan segera berlari keluar sambil sesekali mengusap air matanya
"Rain awas...." teriak viona dan Rezi segera menambah kecepatannya.
ciiiiit
sreeet
dug,, rain merasakan ada tangan yang menarik pergelangannya dan ia sudah berada di pelukan seseorang, ia menangis dengan sangat keras di pelukan laki laki itu.
"its oke rain" ucap laki laki itu yang tak lain adalah venus yang saat itu akan masuk ke mall dan melihat rain keluar dari mall sambil menangis. Venus mengusap lembut punggung rain.
rain yang mendengar suara Venus langsung mendongakkan kepalanya ia melihat Venus sedang tersenyum padanya.
"kak Venus" ucap rain lalu memeluknya lebih erat menangis sesenggukan menumpahkan semua kesedihannya
"hey mana rain yang ku kenal kuat itu" ucap Venus mengusap air mata rain.
viona sangat lega saat melihat rain selamat dan terhindar dari mobil yang akan menabraknya. ia melihat ke samping di mana Rezi berada.
__ADS_1
" lihat kan, itu semua karena keegoisan Lo" ucap viona memilih pergi setelah mengucapkan kata katanya, viona bisa melihat aura marah Dan cemburu dalam diri rezi apalagi dia melihat kedua tangan Rezi terkepal erat saat melihat rain di peluk Venus.
viona bingung Dan pusing dengan masalah rumit rain Dan Rezi, ia awalnya Tidak mau membantu rezi dengan ide konyolnya pura pura dekat dengan Rezi di depan rain hanya untuk menyadarkan rain, karena permohonan kolot dari Rezi akhirnya viona mau membantunya, tapi keputusannya ternyata salah ia malah hampir membuat sahabatnya meregang nyawa, viona Tidak bisa memaafkan dirinya sendiri apabila mobil tadi benar benar menabrak rain.