Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 55


__ADS_3

"malam ini gue cuma pengen happy El, gue pengen ngilangin semua masalah di hidup gue" ucap rain Dan meminta alkohol pada bertender itu.


"rain jangan itu, entar Lo bener bener mabuk" ucap Elva mencegah tangan rain yang akan minum alkoholnya


"berisik Lo El" ucap rain menghempaskan tangan Elva dan langsung menegaknya hingga habis.


rain yang tidak puas langsung mengambil sisa yang ada di botol Dan langsung menegaknya hingga habis.


"rain cukup rain" ucap Elva dan merebut botol di tangan rain


"Elva Lo itu Sama kayak mereka gak bisa liat gue seneng dikit aja" ucap rain dengan kepalnya yang tertunduk di meja.


"rain ayo kita pulang rain" ucap Elva mencoba memapah rain, Bella dan viona yang melihatnya langsung membantu Elva.


*


*


jam menunjukkan pukul 10, rain di bawa teman temannya masuk ke mansion dan langsung di sambut oleh Rezi karena Rezi dari tadi sudah menunggunya.


"apa yang terjadi?" tanya Rezi ketika melihat rain di papah oleh teman temannya


"rain mabuk, tadi kita udah cegah, tapi gak bisa" ucap Elva Dan memberikan rain pada Rezi


"jangan pernah ke club lagi" ucap Rezi tegas dan segera membawa rain masuk ke dalam.


"sampai kapanpun aku tetap mencintaimu kulkas" ucap rain dengan mata terpejam Dan Rezi mendengar semua ucapannya.


"kulkas jangan pergi" ucap rain menangis dan mencekal tangan Rezi ketika Rezi selesai membaringkannya.


"aku selalu ada untukmu rain, karena aku adalah kakakmu" ucap Rezi tersenyum


"hahaha,, aku tidak peduli dengan test itu" ucap rain dan setelah itu Rezi mendengar dengkuran halus dari rain.


"good night" ucap Rezi mengelus lembut pipi rain lalu menyelimutinya.


Rain mengerjapkan matanya beberapa kali, ia merasakan sedikit pusing di kepalanya, rain meraih air minum yang ada nakas dan menegaknya hingga habis. tapi ia masih merasa kehausan Dan langkah malasnya akhirnya ia berjalan menuju dapur yang ada di lantai bawah


setelah selesai minum rain kembali ke lantai 2 di mana kamarnya berada


"wait, semalam kenapa aku merasa ada Rezi di mansion" gumam rain sambil menaiki tangga Dan mengingat kejadian semalam


"apa dia menginap di sini" rain melihat beberapa kamar Yang ada di depannya


rain membuka satu persatu kamar yang ada lantai 2, hingga tiba di depan kamar yang luas dalamnya sama seperti kamarnya.


ceklek


Rain mendekat ke arah ranjang untuk memastikan apakah Rezi benar benar tidur di kamar itu, meskipun cahaya lampu di kamar itu temeram tapi rain masih bisa melihat wajah tampan Rezi dari dekat.


"kamu tetap lah Rezi ku" ucap rain mengelus lembut rahang Rezi

__ADS_1


"aku tidak peduli dengan hasil test itu" ucap rain tersenyum, Dan dia ikut berbaring di samping Rezi sambil memeluknya erat.


Rezi terbangun ketika jam menunjukkan pukul 05.30, ia merasakan tidurnya malam ini tidak seperti biasanya,


"rain" ucap Rezi ketika membuka matanya, ketika merasakan ada sebuah tangan yang melingkar di tubuhnya , Rezi langsung melepas pelukan rain di tubuhnya. tapi tangan rain malah semakin erat memeluknya. Rezi menatap wajah rain dengan jarak yang begitu dekat Dan mengelus lembut pipi rain.


"kau sangat cantik ketika tidur" ucap Rezi


"tapi sayang aku tidak bisa memilikimu, karena kau adalah adikku" ucap Rezi dan melepas tangan rain dengan sedikit memaksanya.


"aku tidak peduli itu" ucap rain membuka matanya lebar dan seketika mencium bibir yang ada di depannya.


"rain ini salah " ucap Rezi menjauhkan tubuhnya dari rain, rain yang mendengar ucapan rezi hanya tersenyum kecut Dan duduk bersandar di dasboard.


"aku tidak peduli itu zi, aku hanya mencintaimu titik" ucap rain tegas dan mendekat ke arah Rezi tapi Rezi semakin menjauh dan turun dari ranjang


"aku juga mencintaimu tapi sebatas kakak pada adiknya Tidak lebih" ucap Rezi tegas dan berlalu masuk ke dalam bathroom, Rezi memilih tidak meladeni ucapan rain karena bisa di pastikan urusannya pasti bertambah panjang.


"zi Plis, gue gak bisa nganggap Lo kak albian" ucap rain berkaca kaca dan melangkah mengejar Rezi sebelum benar benar masuk ke bathroom


"jangan keras kepala,terima semuanya Dan Lupakan cinta kita" ucap Rezi tegas tanpa menoleh ke rain Dan langsung menutup pintu bathroom nya dengan keras.


"mau sekeras apapun aku menerimanya tidak bisa ya tidak bisa" teriak rain ketika dia mendengar suara shower dari dalam bathroom.


Rezi mendengar suara teriakan rain tapi ia memilih diam dan mandi.


setelah tidak ada jawaban dari Rezi, rain memilih keluar dari kamar Rezi dan menuju kamarnya.


Rain yang mendengar suara stave memilih diam dan berlalu melewatinya begitu saja karena hatinya saat ini terlalu sakit saat mendengar Rezi menyuruhnya untuk melupakan semuanya.


Rain membanting pintu kamarnya dengan keras yang membuat stave sedikit kaget dengan kelakuan putrinya itu, stave memilih menuju meja makan Dan menunggu kedua anaknya.


"morning dad" ucap rain dengan wajah datarnya dan mencium kedua pipi stave


"morning sayang" jawab stave memicingkan matanya karena penampilan rain kali ini bukan seperti dirinya.


"morning zi" ucap rain dan mencium pipi kanan Rezi.


"panggil kakakmu yang benar" ucap stave menggelengkan kepalanya dan memulai sarapannya.


mereka bertiga sarapan dengan tenang tanpa ada yang berbicara sedikitpun. tapi tidak dengan Rezi matanya sangat tidak tenang apalagi ia melihat penampilan rain yang menurutnya sedikit terbuka, rain memakai rok yang panjangnya di atas lutut Dan juga memakai kaos yang ketat


"max dimana dad" tanya rain setelah meminum susunya ia yang tidak melihat max ikut sarapan bersamanya


"max ada urusan " ucap stave yang langsung di mengerti oleh rain


"aku sudah selesai", ucap rain berdiri dan akan melangkah pergi


"ganti pakaianmu Rain" ucap stave menatap tajam ke arah rain


"dad, aku sudah dewasa dan aku senang apa yang ku pakai Dan juga hari ini aku mau ke kampus untuk menyelesaikan daftar ulang, rain Tidak mau jika masih terlihat seperti anak SMA" ucap rain.

__ADS_1


"tapi tidak seperti itu juga rain, itu terlalu terbuka" ucap stave


"oke sorry, tapi untuk hari ini aja ya dad,aku sudah terlanjur memakainya" ucap rain dan berlalu


"albian antar adikmu ke kampus, Daddy Tidak mau adikmu di goda oleh para lelaki yang ada di sana. Rezi yang mendengar perintah stave hanya menganggukkan kepalanya dan segera berdiri.


"tidak perlu dad, Rezi pasti banyak urusan, aku akan berangkat sendiri"


"albian juga akan ke kampus Sama sepertimu" ucap stave dan melangkah pergi melewati rain.


stave tiba tiba berhenti di depan rain


"dan satu lagi panggil kakakmu dengan baik, Daddy Tidak mau mendengar mu memanggilnya Rezi lagi" ucap stave tegas tanpa menoleh ke arah rain.


"whatever " jawab Rain ketika dirasa stave tidak mendengarnya.


Rezi mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, rain yang biasanya banyak bicara kali ini benar benar seperti anak yang pendiam apalagi di tambah wajah cantiknya yang datar.


"apa kau marah?" tanya Rezi membuka percakapannya


"kenapa masih bertanya, apa kau tau kata katamu tadi sangat menyakitiku" jawab rain tanpa menoleh ke arah Rezi


"lupakan semua yang terjadi rain, dan mulailah dengan hubungan yang baru" ucap Rezi dan pandangan nya fokus ke depan.


"aku tidak mau, aku hanya mencintaimu zi"


ciiit


Rezi mendadak ngerem mobilnya ketika mendengar ucapan rain


",jangan gila rain, kita saudara" bentak Rezi emosi karena lagi Dan lagi ia mendengar ungkapan cinta dari rain yang notabene nya adalah adik kandungnya sendiri.


mendengar bentakan dari Rezi rain langsung turun dari mobilnya, rain Tidak menyangka Rezi Sampai tega membentaknya, ia lebih baik turun dari mobil Rezi Dan berjalan kaki menuju kampusnya.


Rezi yang melihat rain keluar Dan berjalan kaki lebih memilih membiarkannya agar rain tahu bahwa apa yang di lakukannya adalah salah, cintanya itu terlarang.


Rezi mengikuti rain dengan menjalankan mobilnya pelan di belakang rain Sampai di kampus nya, beruntung jarak kampus nya sudah dekat.


rain langsung menuju toilet wanita dan membasuh wajahnya di wastafel, ia melihat wajahnya di cermin, sorot matanya tajam,rain marah dengan semua perkataan Rezi padanya.


aakkh


pyaar


rain meninju kaca yang ada depannya, tangannya berdarah tapi ia sama sekali tidak merasakan sakit karena sakit di hatinya lebih terasa daripada sakit di tangannya.


"heh Lo gila ya" umpat mahasiswa yang melihat rain meninju kaca yang ada di wastafel


"iya gue gila,kenapa Lo mau lihat segila apa gue ini" ucap rain sambil mengambil pecahan kaca itu dan di mengarahkannya pada wanita itu.


"tolong tolong" teriak wanita itu yang merasa bahwa dirinya terancam, beberapa wanita yang ada di toilet langsung keluar ketika mendengar suara teriakan temannya.

__ADS_1


"hey Lo jangan gila ini di kampus" ucap teman wanita yang baru keluar dari toilet


__ADS_2