
"oke baiklah Don, thanks"
Doni berlalu dari hadapan rain karena Elva sudah menunggunya di dekat pantai.
"maaf non silahkan ini minuman istimewanya" ucap pelayan perempuan memberikan cocktail pada rain
"maaf aku tidak memesannya" tolak rain menatap pelayan tersebut
"maaf aku hanya di berikan perintah oleh seseorang " ucap pelayan tersebut dengan sopan
rain melihat kanan kirinya, ia melihat viona dan bella yang asik berjoget dan ia tidak melihat Elva, rain mencari siapa orang yang memberikan minuman kepadanya, dia melihat ke arah Alexa yang sedang berjoget dan Alexa melihat rain yang sedang menatapnya dan ia melambaikan tangannya. rain mengira Alexa yang memesankan minumannya akhirnya ia mengambil minuman yang di berikan pelayan tersebut.
"thanks" ucap rain pada pelayan tersebut dan pelayan itu hanya menunduk dan segera pergi.
rain meminum habis cocktail nya, setelah itu ia mengambil obatnya dan segera meminumya tapi sebelum ia meminum obatnya ia sudah merasakan panas di tubuhnya.
"kenapa panasnya berbeda" gumam rain dalam hati dan ia segera minum obatnya, setelah beberapa menit panasnya Tidak kunjung reda akhirnya ia memutuskan untuk istirahat di kamar yang di tunjuk doni.
Rain berjalan mencari kamar, ia sekarang malah merasakan pusing di kepalanya, Rain segera menelpon Rezi agar segera datang tapi sebelum Rezi mengangkatnya ia sudah di bekap seseorang dan di bawa masuk ke sebuah kamar yang gelap.
"sky apa yang Lo lakukan" ucap rain setelah sky melepaskan tangannya
"Lo tanya apa yang gue lakukan Aldeba Raina?" ucap sky yang terdengar sangat ngeri di telinga rain, rain sadar sky sudah sangat gila kali ini ia segera berlari menuju pintu tapi sebelum sampai di pintu rain sudah di peluk oleh sky dari belakang
"sky Lo jangan gila lepaskan gue sky" teriak rain karena saat sky memeluknya panas di tubuhnya semakin bertambah
sky menggendong rain dan membawanya ke ranjang, rain memberontak tapi tenaganya sangat kalah dengan sky apalagi Rain saat ini kepalanya terasa semakin pusing.
sky menghempaskan tubuh rain ke ranjang king size nya, ia mencium leher jenjang rain dengan sangat brutal, rain memberontak ia membogem hidung sky dengan sekuat tenaga Dan berhasil membuat sky berdiri dari tubuhnya.
Rain segera pergi dengan sekuat tenaganya, Tidak ada seseorang yang bisa di harapkannya saat ini karena max berada di luar villa sedangkan Rezi belum datang dan teman teman rain tidak tahu keberadaanya, saat ini yang hanya bisa di andalkan rain adalah dirinya sendiri bukan orang lain.
****
Rezi sudah sampai di villa Dan melihat max berjaga di liar,
"kau tidak di dalam" tanya Rezi karena biasanya ia melihat max berada di dekat rain.
__ADS_1
"kau baru datang" tanya balik max karena max kira Rezi sudah datang dan bersama rain
mereka sama sama bertanya Dan tidak mendapat jawaban dari siapapun, Rezi dan max kompak masuk ke dalam dan mencari keberadaan rain.
Rezi khawatir karena 10 menit yang lalu rain menghubunginya tapi setelah di angkat panggilannya malah matikan, ia mengira max berada di dekat rain tapi ternyata tidak
max juga khawatir dengan keadaan rain di dalam meskipun ada teman teman rain max tetap tidak mempercayainya karena ia tahu bagaimana pestanya anak muda yaitu hanya memikirkan kesenangan dirinya sendiri, sama halnya dengan Rezi max mengira Rezi menjaga rain, karena max tahu Rezi pemuda baik yang benar benar mencintai nonanya.
max mencari kesana kemari keberadaan rain
"viona dimana rain?" ucap max sambil membalik tubuh viona dan menghadapkan ke arahnya
viona yang di tanya max malah melongo karena ia merasakan panas dingin bisa sedekat ini dengan max
"viona kau dengar tidak dimana rain?" teriak max dengan sangat kencang karena bisa bisanya di saat gawat viona malah bengong
"aku tidak tahu max dari tadi rain duduk di meja sana" tunjuk viona ke arah meja yang tadi dan viona Tidak melihat rain.
max segera pergi Dan bertanya ke beberapa teman rain dan para pelayan tapi mereka tidak melihatnya.
berbeda dengan Rezi yang memilih mencari rain di dekat pantai ia mengira rain ada di sana karena rain sangat menyukai pantai dengan view malam harinya, tapi hasilnya nihil karena ia tidak melihat rain sama sekali ia malah melihat Elva dan Doni yang sedang asik ciuman.
"oh my God Rezi Lo ganggu kita tau gak" sungut Elva karena bisa bisanya saat ia sedang ciuman manis malah di tarik seseorang.
"gue gak tau zi, dari tadi gue sama Doni" ucap Elva yang melihat wajah panik Rezi dan Rezi memilih pergi mencari rain di tempat lain
"zi tunggu" cegah Doni saat melihat Rezi semakin jauh
dan Doni menghampiri Rezi
"tadi gue baru aja bicara sama rain, coba Lo cari di kamar atas mungkin dia istirahat di sana" ucap Doni dan Rezi langsung pergi ke tempat yang di maksud Doni.
***
***.
Rain segera berlari ke arah jendela dia lebih memilih loncat dari lantai 2 dari pada harus bersama sky yang gila.
__ADS_1
tapi sebelum ia membuka jendelanya sky berhasil meraih tubuhnya Dan langsung menghempaskannya di ranjang,
sky semakin marah ketika rain membogemnya
ia langsung mencium bibir rain dengan brutal tapi rain berhasil menghindarinya Dan sky Tidak tinggal diam dia langsung mencium leher jenjang rain yang menggoda, rain kesulitan bergerak karena tubuh besar sky berada di atas tubuhnya Dan kedua tangan rain di cekal oleh sky.
sky mencium brutal leher rain bahkan ia meninggalkan kissmark nya di sana. rain yang mendapat sentuhan dari sky semakin merasakan panas di tubuhnya tapi ia masih sadar apa yang di lakukannya.
"ayo rain memohonlah padaku, aku tahu kau sudah tidak bisa menahannya sayang"ucap sky tepat di telinga kiri rain yang membuat rain semakin merinding
"sky sadarlah ini salah sky" ucap rain sambil menangis karena ia sudah tidak tahu harus berbuat apa di saat tenaganya semakin melemah
sky semakin brutal menciumi leher rain, nafsunya sudah di ubun ubun, ia segera merobek gaun yang di pakai rain Hanya dengan sekali hentakan gaun rain lepas dari tubuhnya.
rain semakin menangis melihat keganasan sky,
"sky pliss sky " ucap rain memohon sembari menangis di bawah Kungkungan sky
sky yang melihat tubuh molek rain yang hanya memakai atasan dan bawahan celana pendek semakin nafsu untuk melakukan aksi bejatnya, ia mengusap air mata rain.
"rain percayalah padaku" ucap sky dan ia segera mencium bibir rain yang menggoda tapi lagi lagi rain berhasil menghindar dan meludah tepat di wajah sky
"Lo benar benar gila sky" umpat rain di sisa tenaganya
"harusnya kau bahagia rain karena di malam ulang tahun mu aku memberikan kado terindah untukmu" ucap sky dengan senyum smirknya Dan menciumi leher sky lagi lagi ia meninggalkan kissmark nya di sana Dan ciuman sky semakin ke bawah sampai ke bahu rain. rain hanya menangis pasrah akan nasibnya kali ini karena tubuhnya semakin menggila ketika mendapat sentuhan dari sky..
brakk
pintu kamar sky di dobrak Hanya dengan sekali tendangan
"*****" umpat Rezi dengan amarahnya ketika melihat pemandangan di depan matanya, Rezi memukul sky dengan membabi buta, rain hanya menangis ketika melihat Rezi datang menolongnya.
max masuk ke kamar Dan melihat semuanya, ia segera membawa sky keluar dan memberinya pelajaran, untuk urusan rain ia percayakan pada Rezi.
"Rain its oke" ucap Rezi memeluk rain, Rezi tidak menyangka jika ia datang terlambat pasti sky sudah melakukannya
"Rezi...." ucap rain memeluk erat Rezi
__ADS_1
Rezi segera menutupi tubuh rain dengan selimut dan membawa rain keluar dari kamar dan memindahkannya ke kamar yang lain, karena kamarnya saat ini sudah tidak berbentuk lagi.