
"ah gue punya ide",
rain bergegas mengelilingi gedung itu dan sampailah ia di tembok belakang sekolah, dia teringat ketika mengikuti si kulkas 12 pintu ke belakang sekolah, rain melihat banyak kursi tidak di pakai Dan dia akan memanfaatkan itu.
"ah sial ternyata temboknya lumayan tinggi juga,,tapi gue harus bisa,gak mungkin kan gue bolos,, bisa bisa Daddy ngamuk nih" gumam rain"
rain berusaha untuk naik ke tembok yang tingginya 2 meter.tapi lagi lagi gagal karena tidak ada panjatan,, akhirnya dia menemukan tangga kecil dan bersiap untuk menaikinya Dan rain berhasil sampai di atas tembok,, kakinya menyentuh bangku bangku yang tidak terpakai itu dan melompat
"ahh akhirnya gue berhasil"
"auuw " teriak rain dengan kesakitan pasalnya kakinya yang kemaren terkena kelapa masih terasa sakit ,tetapi di tahannya karena dia harus bergegas menuju kelasnya.
dengan langkah pasti dan sangat hati hati rain berjalan menyusuri samping kelas karena bisa saja dia ketahuan sebab saat ini kegiatan belajar sudah di Mulai, ketika melewati beberapa kelas ternyata ada sosok mata yang memandang rain dengan tajam.
" astaga tuh cewek, ngapain ngendap ngendap kayak maling, wah gak beres nih" dengan sudut bibirnya yang terangkat ke atas.
Akhirnya rain tiba di samping kelasnya,, beruntungnya dia karena Bella yang duduk di dekat jendela .
" shut shut bel " panggil rain sepelan Mungkin ke arah Bella
Bella merasa ada yang memanggil Dan dia menoleh ke arah kiri betapa terkejutnya ketika mendapati wajah rain yang sangat dekat
"haaaaa... "
teriak Bella dengan reflek dan menutup mulutnya, dan rain langsung bersembunyi
"hey kamu kenapa tiba tiba berteriak, ibu di sini sedang fokus menjelaskan pelajaran" marah bu Dyah karena tiba tiba muridnya berteriak
"maaf Bu saya kaget karena ada kecoa"
"ada ada saja kamu itu cepat konsentrasi kembali"
" iya Bu"
" sial si Bella ngatain gue kecoa lagi awas loe bel" umpat rain
dan rain akhirnya berhasil memberikan tasnya pada Bella,dia akan pura pura dari toilet setelah jam pelajaran bu dyah selesai, Beruntung rain karena dia hanya menunggu 30 menit saja.
rain jalan menuju kelasnya dengan secepat mungkin sebelum pak Malik si guru killer datang ke kelas..
" oh my God rain,kau kemana saja,kenapa baru datang" tanya vio kaget yang tiba tiba rain datang seolah dia dari toilet
__ADS_1
" shutt,jangan berisik ceritanya panjang, entar gue ceritain"
rain duduk dengan anggun di samping Bella, dan beberapa detik kemudian pak Malik masuk kelas, Dan ia memandang ke arah rain dengan tatapan membunuhnya
" sial, kok perasaan gue gak enak yaa"
...****************...
jam istirahat telah tiba....
"ahh akhirnya" lega rain setelah 3 jam pelajaran fisika
"Rain temui saya di ruang BK " perintah pak Malik dengan tatapan tajamnya
" saya pak?" tunjuk rain pada dirinya sendiri
"memangnya di sini yang namanya rain siapa lagi kalau bukan kamu?".jengah pak Malik karena ada saja kelakuan gadis itu
"ah baiklah pak" jawab rain dengan sopan karena ia tidak mau berurusan dengan pak malik
"ah perasaan gue gak enak ni bel"
" oke,entar kalo gue lama, kalian makan duluan aja gpp, karena feeling gue kali ini bener bener gak enak"
"Ya udah kita ke kantin dulu,ntar kalo urusan loe udah selesai loe cepet nyusul aja" jawab vio sambil berdiri
" oke"
#Ruang BK
tok tok tok...
"Ya silahkan masuk" sahut pak Malik dari dalam
"permisi pak" sapa rain dengan sopan
" oke silahkan duduk, kamu tahu kan saya tidak suka basa basi,, jadi langsung saja saya akan menghukum kamu rain" tegas pak Malik dengan suara beratnya dan tatapany tajamnya ke arah rain
"what,,, bapak tidak salah orang kan??" rain tidak terima karena tiba tiba dia di hukum begitu saja
"menurut kamu apa kamu tidak salah rain? apa yang kamu lakukan hari ini? " tanya pak Malik dengan tatapan mengintimidasinya
__ADS_1
" oh my God, pasti gara gara gue telat hari ini" gumam rain dalam hati
"mending gue ngaku aja deh daripada entar tambah ribet,"
"bagaimana apa kamu sudah mengingatnya?" tanya pak Malik dengan mengerutkan keningnya karena rain sekarang malah diam seribu kata.
" hmm tapi pak saya punya alasan kenapa saya telat, tadi mobil saya nyeremprt orang pak" bela rain dengan tatapan beraninya
"apapun alasan kamu itu tetap sebuah kesalahan rain, apalagi tadi kamu tidak mengikuti pelajaran kimia, apa itu bisa di benarkan?"
" kok bapak bisa tahu,, siapa yang sudah melaporkannya ?"
" kamu tidak perlu tahu rain,karena jika kamu tahu kamu pasti tidak akan membiarkannya "
ΩΩΩΩ
#Kantin
"kok lama banget ya si rain," gerutu Bella karena dia sudah sangat lapar
" ya udah kita makan duluan aja lah,tadi kan katanya kalo lama kita suruh makan dulu"jawab vio
" eh tadi gimana caranya si rain bis masuk kelas,secara kan gerbang udah di tutup ,terus dia juga gak ikutan upacara" tanya Elva dengan keponya karena dia tidak satu kelas
akhirnya Bella menceritakan semuanya, karena ia yang tahu detail nya.
" tunggu tunggu,berarti rain juga melewati kelas gue dong"
" ya iyalah,secara kan kelas loe ada di sebelah Utara otomatis rain melewatinya" jawab vio dengan jengah karena pertanyaan Elva yang sama sekali gak penting
" kok ada yang aneh ya,," cicit Elva dengan mengerutkan dahi nys
"maksud Lo apa El,emang apa yang aneh?
" jangan jangan sekarang rain sedang di hukum karena ketahuan " tebak Elva dengan antusiasnya
" gak mungkin lah soalnya tadi rain cerita gak ada yang tahu kecuali gue dan viona dan sekarang tambah elo,,jadi yang tahu cumak kita bertiga"
" enggak,, gue gak salah dengan tebakan gue kali ini,, jika memang sekarang rain sedang di hukum gue tahu siapa pelakunya" tatap Elva dengan menatap tajam ke arah vio Dan Bella
"oke Ntar kita tanyakan ke rain ajalah" jawab Bella.
__ADS_1