Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 68


__ADS_3

"kalau tidak mau menjawab tak masalah, setiap orang memang mempunyai privasi begitupun dengan kalian" ucap rain dan ia berlalu menuju kamarnya.


rain masuk ke kamar Dan membuka ponselnya yang dari tadi mati, ia melihat galeri ponselnya yang penuh dengan foto dirinya Dan Rezi ketika masih bersama.


" aku harus bisa " rain memejamkan matanya Dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa yang di lakukannya saat ini sudah benar.


"di mulai dengan Tidak menyimpan fotonya dulu" ucap rain dan mulai menghapus foto Rezi satu persatu.


"tapi jangan semua ya, sisakan satu oke rain" otak kanan rain mulai meracuni dan Rain langsung melempar ponselnya ke samping, ia memejamkan matanya berusaha untuk tidur Dan berharap mimpi indah.


*


*


" Tan apa sudah siap?" tanya Rezi yang hari ini akan mengantar nayra ke pengadilan Dan menyelesaikan semuanya


nayra menganggukan kepalanya yakin, dia sangat yakin untuk berpisah dengan Justin, sama sekali Tidak ada yang perlu di pertimbangkan lagi, biasanya perceraian mempertimbangkan masalah anak,harta Gono gini dsb, sedangkan nayra sama sekali tidak ada karena anak saja mereka tidak punya, di tambah lagi Justin Tidak mempunyai apa apa, selama hidup bersama nayra Justin bekerja di perusahaan ayahnya, jadi setelah cerai nanti ia akan memberikan kompensasi upah kerja terakhir setelah itu Tidak ada urusan lagi dengan Justin meskipun itu masalah pekerjaan.


"bagaimana apa rain sudah bisa di hubungi?" tanya nayra ketika mobilnya baru melaju


" belum Tan" jawab Rezi menatap datar ke arah depan


"sekali lagi maafkan Tante ya, ini semua salah Tante yang terlalu egois agar tidak kehilanganmu" ucap nayra berkaca kaca


" Tante tak perlu risau, rain sedang berlibur dengan teman temannya makanya sulit di hubungi,setelah ini kita bereskan semuanya Dan hubungan kami kembali ke semula" ucap Rezi tersenyum tipis, ia sudah tidak sabar melihat bagaimana expresi rain yang ternyata selama ini mereka bukanlah saudara, insting rain ternyata benar makanya selama ini ia tidak peduli dengan hasil test itu Dan ternyata benar mereka bukanlah kakak adik.


Tidak Sampai 25 menit mobil Rezi dan nayra sudah sampai di pengadilan, nayra langsung masuk ke ruangan yang sudah di siapkan Dan ternyata Justin sudah menunggunya dengan senyum tipis di wajahnya saat melihat nayra datang.


"ayolah sayang menyerah saja, kau tidak bisa melepaskan aku begitu saja" ucap Justin ketika nayra sudah duduk yang tak jauh darinya.


nayra yang mendengar ucapan Justin hanya diam, ia Tidak mau banyak berbicara apalagi sampai Naira keceplosan mempunyai bukti bisa bisa Justin memusnahkan bukti itu lagi.


Rezi yang menunggu di luar harap harap cemas tapi bukan karena tantenya itu melainkan dirinya yang memikirkan rain.


"dad" ucap Rezi ketika sambunganya ponselnya sudah di angkat stave


"iya bian"


"apa rain sudah pulang?" tanya Rezi yang semakin cemas


"belum, mungkin nanti sore" ucap stave di seberang sana


" dad boleh aku meminta sesuatu padamu" ucap Rezi


"katakanlah"


"nanti sore akan ada tamu penting aku harap Daddy sudah di rumah" Rezi Dan nayra secepatnya akan mengungkap semuanya di depan stave tanpa menunggu rain dulu,

__ADS_1


"aku harap orang itu bukan robert" bukan tanpa alasan stave berkata seperti itu karena memang dia sudah mendengar kabar dari max jika Robert masih hidup, tapi entahlah keadaannya bagaimana


"bukan, saat ini dia sedang koma"


"baguslah" ucap stave tersenyum, ia sendiri masih cemas jika Robert bertindak nekat lagi seperti malam itu.


Rezi yang mendengar ucapan stave hanya tersenyum getir, bagikan tidak? kakek kandungnya sedang koma tapi orang lain malah bahagia, tapi ia tak memasalahkan itu karena memang stave menganggapnya albian.


sementara itu di tempat lain Rain merasa bosan di pesawat, perjalanan masih butuh waktu 11 Jam lagi.


"Jacob" panggil rain yang baru keluar dari kamarnya


"iya rain" teriak Jacob dari arah dapur


" kau masak apa?" tanya rain ketika sudah di berdiri di samping Jacob


"aku sedang membuat kue, agar tidak bosan saja di pesawat" jawab Jacob sambil memasukkan telur ke wadah yang sudah ada gulanya


"Aku ingin membantumu" ucap rain lalu mengambil afron di laci.


"dimana Brandon?"


"dia sedang berada di kap pesawat untuk melihat persediaan bahan bakar" ucap Jacob


tak terasa sampai siang rain Jacob Dan Brandon berkutat di dapur, mereka bertiga pun semakin akrab.


"aku akan mencari pekerjaan Dan kuliah di Stanford" ucap rain tersenyum, karena kuliah di Stanford sudah menjadi mimpinya sejak dulu makanya di memilih pergi ke California selain untuk menenangkan diri dia juga bisa meneruskan pendidikannya.


"di sana pergaulannya sangat bebas rain, semoga kau bisa menjaga dirimu" ucap Jacob menasehati


dan rain hanya tersenyum menganggukkan kepalanya.


*


*


"ayolah ven, pertemukan ibu dengan Rezi" ucap Bu Santi kesekian kalinya, saat ini kondisinya sedang drop Dan berbaring di atas ranjang


"sebenarnya ada hubungan apa Rezi dengan ibu?" tanya Venus yang juga kesekian kalinya


"ibu Tidak bisa menjelaskan sebelum memastikan dulu ven" jawab Bu Santi semakin lemah tapi Venus hanya terdiam


"kau masih ingatkan janji ibuk padamu dulu?" tanya Bu Santi lagi Dan Venus menganggukkan kepalanya cepat karena sepertinya ibunya akan menepati janjinya


" ibu ingin sebelum meninggal ibu Tidak akan merasa bersalah pada siapapun ven"


"aku akan menghubungi Rezi dulu buk" ucap Venus dan beranjak dari hadapan Bu Santi.

__ADS_1


"Rezi saat ini masih di Singapura nanti sore baru pulang Dan besok baru bisa bertemu" ucap Venus


"Tidak jangan besok ven, nanti sore ayo temui Rezi ibu sudah kuat lagi, ibu takut jika umur ibu Tidak Sampai besok" ucap Bu Santi memegang tangan Venus


"ibu jangan berkata seperti itu, ibu pasti kuat, baiklah nanti sore kita temui Rezi" ucap Venus mengelus lembut punggung tangan keriput itu ia menatap wajah Bu Santi yang sendu Dan tersenyum agar memberinya kekuatan.


*


*


setelah menempuh perjalanan 2 jam lebih akhirnya Rezi dan sudah Sampai di mansion megah milik stave.


"aku ingin tahu seperti apa stave sekarang, sudah 19 tahun aku tidak bertemu dengannya" ucap nayra sebelum mobil itu berhenti di garasi


"Tante mengenal tuan stave?"


"jelas aku mengenalnya, dia sahabat baik Daddy mu, tapi karena masalah perempuan membuat mereka bermusuhan" ucap nayra sambil membuka sealtbelt nya


"ayo Tan" ucap Rezi berjalan di samping nayra


nayra menghembuskan nafasnya pelan pelan, ia yang sudah membuat kekacauan ini maka dia juga yang akan membereskannya.


"antonkau sudah siap"tanya nayra setelah melihat anton berjalan ke arahnya


dokter Anton menganggukan kepalanya, ia sudah sangat siap jika harus kehilangan pekerjaannya setelah kejadian ini, apapun akan ia lakukan untuk nayra karena Anton dari dulu sampai sekarang masih mencintainya dalam diam.


tap


tap


tap


suara sepatu ketiga orang itu sudah masuk ke dalam mansion yang besar dan megah


"Tan duduklah aku akan memanggil Tuan stave" ucap Rezi melangkah pergi tapi baru dua langkah ia berhenti karena stave Sudah turun dari tangga


"kau sudah pulang bian?" ucap stave Dan ia melihat ada 2 orang tamu yang di maksud Rezi tapi posisinya yang membelakanginya, nayra yang mendengar suara stave ia berdiri dan berbalik badan


"nayra" ucap stav memicingkan matanya ia berjalan menuju ruang tamu di mana nayra berada


"apa kabar kak stave?" ucap nayra menjabat tangan stave, dan stave yang mendengar nayra memanggilnya kak hanya tersenyum tipis.


"aku sangat baik, ada apa kau kemari nayra?" ucap stave to the point


nayra yang mengerti arah bicara stave ia langsung menceritakan maksud Dan tujuannya datang.


"aku tidak percaya padamu, aku sudah menunggu bian sejak lama nayra, Dan kau tahu itu" ucapnya penuh penekanan Dan nayra tersenyum dugaannya benar sekali jika stave Tidak mudah percaya begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2