
"emang lo se serius itu sama rezi? loe mau nikah sama dia?" ucap Elva yang duduk menghampiri rain.
"maybe" ucap rain singkat dan meminum minumannya
yang membuat ketiga temannya menggelengkan kepalanya karena mereka baru kali ini melihat rain menjalin hubungan seserius itu dengan seorang laki laki.
...****************...
pagi hari max langsung menuju ke perusahaan ocean yang ada singapura tanpa memberi kabar dulu pada sahabatnya, perusahaan ocean yang ada singapura sama besarnya dengan yang ada di Indonesia, justru Yang di Singapura adalah perusahaan pertama. dan di kelola oleh orang kepercayaan stave srkaligus sahabat max dari kecil yang bernama Lucas.
max langsung menuju Dimana ruangan Lucas berada.
"Hay max lama tak berjumpa denganmu" ucap lucas sambil berdiri ketika max membuka pintu ruangannya
ia mendekat Dan menjabat tangan max
"Baik" jawab max datar dan menerima uluran tangan Lucas
"apa yang membuatmu tiba tiba datang kemari tanpa memberitahuku" ucap lucas yang ikut duduk di sofa bersama max, max langsung mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan bodoh dari Lucas
"kau itu bodoh atau apa Lucas, jelas jelas aku kesini ingin menemui tuan stave" jawab max lalu mengambil minum yang di sodorkan Lucas.
max dan Lucas adalah sahabat sejak kecil, mereka adalah anak panti asuhan yang stave ambil saat mereka menginjak usia dewasa, stave menjadi donatur tetap di panti asuhan max dan Lucas berada, Dan ia memberikan beasiswa bagi Anak panti yang berprestasi termasuk max dan Lucas, mereka berdua sama sama pintar bedanya max sangat ahli beladiri sedangkan Lucas tidak, oleh karena itu Lucas di tugaskan stave memegang Ocean grup yang ada di Singapura dan max di tugaskan mengikuti stave kemanapun berada, dan max tahu perjalanan stave ke Singapura kali ini untuk mengatasi masalah di perusahaan nya yang sedang mengalami pailit dimana stave harus datang membantu Lucas.
Lucas menyipitkan matanya karena ia Sama sekali tidak di hubungi oleh tuan stave jika akan berkunjung.
"Tuan stave Tidak ada di sini max" jawab Lucas sambil berfikir sebenarnya apa yang terjadi
max mengepalkan Erat kedua tangannya.
__ADS_1
"pasti ada yang tidak beres" ucap max yang akan
Beranjak berdiri tapi Lucas segera mencekal tangan max karena ia bingung dengan situasinya saat ini, lalu max menceritakan semuanya kenapa stave tiba tiba melakukan perjalanan ke singapura.
"sepertinya ada yang mengkhianati kita max, aku tahu tuan stave Tidak mudah gegabah langsung kesini tanpa menghubungiku dulu" ucap lucas sambil berfikir tapi max langsung pergi begitu saja tanpa menjawab lagi ucapan Lucas.
"dasar max tetap saja seperti itu, lihat saja kalau dia sudah menemukan pawangnya pasti wajah datarnya Tidak akan sekaku itu" ucap lucas menggelengkan kepalanya karena sahabatnya itu masih sama Sejak pertama kali mereka bertemu.
Lucas segera menghubungi Anak buahnya untuk mencari petunjuk dimana stave berada.
sedangkan di jam yang sama, Rezi dan pengawalnya segera menuju tempat yang sudah di sherloc oleh Kenan asisten Robert.
ia mengerutkan keningnya karena tempat yang ia tuju adalah tempat yang sama yang selama ini ia selidiki.
"aku harus membalaskan semuanya agar Daddy tenang" ucap Rezi dalam hati untuk meyakinkan dirinya kembali
setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam Rezi sampai di sebuah gedung yang sudah tidak terpakai, Disekitar gedung banyak sekali tumbuhan liar DNA juga temboknya yang sudah berlumut. Rezi langsung menuju lantai 3 gedung tersebut setelah anak buah Robert yang berjaga di pintu masuk memberitahunya.
"kau sudah datang" ucap Robert membelakangi Rezi sambil mengepulkan asap rokoknya
"hemm" ucap Rezi datar
"dimana orang itu kek, aku ingin segera menemuinya" ucap Rezi karena ia sudah sangat penasaran dengan orang yang sudah membunuh ayahnya.
"kau harus sabar dulu jangan langsung membunuhnya" ucap Robert membalikan tubuhnya menghadap rezi
"aku tahu, aku ingin membuatnya tersiksa dulu sebelum membuat nyawanya melayang" ucap Rezi tegas dengan sorot mata tajam dan robert tersenyum melihat sorot mata Rezi yang menahan amarah.
**
__ADS_1
**
pagi ini rain Dan ketiga temannya masih tertidur pulas, Karena mereka berempat semalam pesta sampai larut malam bahkan viona membeli minuman keras tanpa ketiga temannya mengetahuinya, mereka berempat mencoba minuman yang di bawa viona dan berhasil membuat ke empatnya teler Sampai pagi.
drt..drt..
drt.
entah sudah ke berapa kali ponsel rain bunyi tapi tidak ada yang mendengarnya.
"rain cepat keluar aku sekarang sudah di luar" ucap Venus ketika panggilannya sudah tersambung
"ini siapa?" ucap Bella yang mengangkat ponsel rain
"aku bodyguradnya cepat suruh rain keluar" ucap Venus segera mematikan ponselnya
namanya juga belum sadar,Bella malah tertidur lagi. setelah setengah jam lebih rain yang tidak kunjung keluar akhirnya Venus terpaksa masuk tanpa izin pemilik rumah.
ceklek
"bisa bisanya Tidak di kunci" ucap Venus sambil mengedarkan pandangannya mencari rain
Venus menggelengkan kepalanya karena ia melihat rain Dan teman temannya masih tertidur pulas dengan posisi yang tidak karuan, rain berada di sofa dengan kaki kirinya yang berada di atas meja, viona dan Elva yang berada di karpet bawah meja Dan Bella yang ada di samping rain.
"Rain cepat bangun" ucap Venus menepuk pelan pipi rain
berkali kali Venus membangunkan rain tapi tak kunjung ada pergerakan sama sekali. akhirnya venus menyipratkan air ke wajah rain.
rain yang kaget ia reflek meninju orang yang menggangu tidurnya dengan gerakan sigap Venus menangkap tangan rain Dan sedikit melintirnya yang membuat rain auto membuka matanya.
__ADS_1
"akh kak Venus menggangu saja" sungut rain yang malah mencari posisi nyamannya