Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 19


__ADS_3

pukul 04.00 dini hari,Rain baru tersadar dia mengamati sekelilingnya dan melihat ada Rezi di sampingnya, dia mulai mengingat apa yang terjadi dengan nya, tiba tiba rain menangis lagi, ini pertama kali dia mengalami Hal terburuk dalam hidupnya,


"apakah ini yang di maksud Daddy menyuruhku latihan taekwondo setiap hari agar aku bisa menjaga diriku sendiri, karena seseorang tidak tahu hal buruk apa yang terjadi dalam hidupnya" Rain intropeksi diri bagaimana Selama ini Daddy nya menekan dan sedikit keras dalam mendidik rain karena memang Daddy nya ingin yang terbaik dalam hidupnya dan rain baru merasakannya saat ini, kejadian tadi malam akan menjadi pengalaman berharga untuk rain dan dia tidak akan menceritakan pada Daddy nya bisa bisa dia tidak akan bisa hidup bebas.


Rain duduk bersandar di dasboard, ia membuka selimut dan melihat penampilannya yang berantakan, dia mencium aroma minyak angin, sepertinya kemaren malam Rezi memberinya minyak angin pada badannya karena ia tahu rain menggunakan pakaian basah, rain tersenyum melihat bagaimana tulusnya seorang Rezi, cowok yang Selama ini di bentak bentak, di teriaki, di caci maki,di umpat Dan di panggil tak sesuai namanya bahkan tadi rain saat menelpon pun masih memanggilnya dengan sebutan kulkas,


tangan rain tiba tiba terulur membelai wajah Rezi yang menghadap ke arahnya.


"ternyata dia tampan juga" batin rain dengan tersenyum,


Rezi merasakan ada yang menyentuh wajahnya dan ia terbangun dari tidurnya,Rain langsung melepaskan tangannya dari wajah Rezi,


Rezi menatap rain yang sedang menatap dirinya


"apa sudah merasa baikan" tanya rezi sambil berdiri dan mengambil minum yang ada di nakas


"hemmm" rain hanya Hemm saja


Rezi menyipitkan matanya karena jawaban rain yang tidak seperti biasanya yang banyak bicara,


"mungkin karena kejadian tadi malam dia masih syok" pikir Rezi


"minum dulu" Rezi memberikan minum ke rain dan ia meminumnya dengan habis


"pakaianmu nanti akan di antar jam 6 oleh orang rumahku"


" hemm " lagi lagi rain hanya Hemm saja dan membuat Rezi jadi serba salah,ia berinisiatif duduk di samping rain.

__ADS_1


" sorry " Rezi mengucapkan nya dengan sangat tulus dan rain langsung menatapnya dengan tajam, ia langsung memeluk Rezi dengan erat . Rezi yang di peluk hanya diam mematung dan mengernyitkan keningnya karena bingung dengan tingkah rain


" thanks zy, gue gak tau harus ngomong apa dan gue gak tau apa jadinya kalau loe kemaren gak Dateng " ucap rain dengan mata yang berkaca kaca karena teringat kejadian tadi malam.


"gue minta maaf,banyak salah Sama elo, gue seneng bisa mengenal elo zy" ucap rain tulus sambil melepas pelukannya


"no problem rain" ucap Rezi dengan menatap wajah rain yang kacau


" bagaimana dengan lukanya" Rezi bertanya dengan menatap kedua sudut bibir rain yang sedikit robek


" ini tidak apa apa zy" senyum rain dengan menyentuh bibirnya


" hari ini tidak usah masuk dulu rain, nanti setelah pakaianmu datang biar di antar supirku pulang ke rumahmu"


" tidak usah zy, gue gak pingin pulang ke rumah yang ada nanti malah Tante gue banyak tanya,gue di sini aja Sampek luka ini sembuh setelah itu gue baru pulang, loe pulang aja gpp " jawab rain dengan senyum manisnya


" sekali lagi thanks ya zy" ucap rain dengan tulus sebelum rezy membuka pintu


Rezi hanya menoleh dan tersenyum.


...----------------...


#Sekolah


lain halnya dengan rain yang saat ini sedang rebahan di kamar hotel,ketiga sahabatnya bagikan kebakaran jenggot mendengar kabar rain sakit,karena rain seperti tidak pernah sakit,kalaupun sekedar pusing ia tetap masuk sekolah,dan hari ini dia mendapat chat dari rain kalau tidak masuk sekolah.


" kira kira rain sakit apa ya?" tanya Bella di sela sela makna baksonya di kantin

__ADS_1


" entahlah, aneh tuh anak ,masak kita mau jenguk kok gak boleh" jawab viona dengan mengernyitkan dahinya


" gue jadi curiga deh,,kayaknya rain ada sesuatu " jawab Elva


" udah lah cepat atau lambat rain pasti bakalan cerita ke kita,karena tidak boleh ada rahasia apapun di antara kita,jadi kalian tunggu aja deh"


" bener juga sih kata loe bel" jawab viona dengan menunjuk ke arah bella.


mereka bertiga kembali ke kelas padahal jam istirahat masih ada 15 menit,karena tidak ada rain mereka bertiga kurang semangat dan di kantin pun hanya minum saja. saat mereka bertiga melewati lorong ia mendengar suara Alexa dan Dona tertawa dengan keras dan menyebut nama rain.


"gue rasanya seneng banget bisa ngerjain si hujan itu" ucap Alexa dengan masih menahan tawanya


"iya gue juga seneng xa, tapi gue lebih seneng lagi kalau hukumannya dia itu bersihin toilet kek ato ngepel gitu pasti lebih seru"


" bener juga loe, liat aja suatu hari nanti gue bakal bikin dia........", Alexa belum selesai menyelesaikan kalimatnya, tiba tiba ..


prok prok prok


"bagus banget loh xa ,loe gak kapok cari gara gara sama rain" ucap viona melangkah ke arah Alexa dengan pandangan tajamnya, sebenarnya viona sudah di cegah oleh Bella dan Elva,mereka ingin mendengar semuanya dari Alexa dan Dona ,tapi viona yang sudah greget ia langsung tepuk tangan dan menghampiri nya.


" gue gak bakal cari gara gara kalau si hujan itu ga cari masalah dulu ke gue" jawab Alexa dengan sangat berani.


" gue gak yakin loe bisa jawab seperti ini kalau ada rain" jawab Bella yang ikut menimpali sambil geleng geleng kepala, karena ia baru tahu kalau Alexa yang melaporkan rain dan bukan Rezi seperti yang di ceritakan Elva.


"bahkan kalau ada rain sekalipun gue gak takut,karena gue sekarang bukan Alexa yang dulu" jawab Alexa dengan senyum smirknya sambil mempermainkan rambut Bella yang panjang,dan Bella yang tidak terima langsung menyingkirkan tangan Alexa dengan kasar karena berani menyentuh rambut nya.


"jauhkan tangan Kator loe itu" marah Bella sambil menunjuk tepat di depan wajah Alexa,dan Alexa yang tidak terima ia menghempaskan tangan Bella dan menjambak rambutnya dan perkelahian pun tidak dapat di hindarkan, viona dan elva tidak tinggal diam mereka segera membantu bella, begitupun dengan Dona yang segera membantu Alexa.

__ADS_1


__ADS_2