Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 50


__ADS_3

max dan pasukannya sudah sampai di tempat tujuan, mereka memarkir mobilnya sedikit jauh dari gedung agar tidak terlihat mencurigakan.


"sesuai rencana awal, kita berpencar, aku akan ke sebelah kiri gedung, dan Venus ke kanan, dan non rain masuk ke gedung cari ruangan yang kemungkinan tuan stave di sekap, setelah itu kabari kami jika ada hal yang buruk" ucap max dengan mata tajamnya mengamati gedung.


"sekali lagi kau memanggilku non benar benar ku cium kau max, kau sudah ku anggap saudara sendiri Sama seperti kak Venus" ucap rain tegas tanpa menatap ke arah max, dan max lagi lagi menghiraukan perkataan rain.


"jalankan misi secara halus tanpa ada suara sedikitpun" perintah max pada anak buahnya dan di jawab anggukan.


rain yang mendengar perintah max langsung mengeluarkan sesuatu dalam saku nya


" kenapa memakai itu?" tanya Venus yang melihat rain memakai masker hitam


"aku tidak mau wajahku yang cantik ini di lihat si Robert itu, biarkan aku saja yang melihat wajahnya tapi ia tidak tahu wajahku" jawab rain berdiri dan melangkah mengikuti max,


max yang melihat kelakuan nona mudanya itu hanya tersenyum tipis.


beberapa anak buah Robert berjaga di luar dan anak buah max berhasil melumpuhkan mereka satu persatu.


Venus langsung menuju ke arah kiri bersama beberapa anak buahnya begitupun dengan max.


Rain langsung menuju lantai 2 yang kemungkinan stave di sekap, di sana sangat sepi bahkan lampunya yang temeram membuat rain sedikit kesulitan melihat ke depannya, Anak buah yang ikut bersama rain berinisiatif menyalakan senter hp nya.


"jangan bodoh, kau mau kita tertangkap" marah rain dengan suara berbisik


"maaf non" ucap orang tersebut


" kita tetap seperti ini, aku yakin Daddy ada di sini"


"hey siapa itu" teriak Anak buah Robert dari sisi kiri


rain Dan anak buahnya langsung berhenti dan berduel dengan mereka


Rain memukul bagian perut lawannya,


"sial, lumayan juga " ucap orang tersebut melihat ke arah rain


"cepat hadapi aku dasar kerempeng" umpat rain pada orang yang bertubuh kerempeng dan berambut kriting itu


orang tersebut langsung menendang ke arah rain tapi rain berhasil menghindar ia langsung mengeluarkan pistolnya Dan menembak ke arah bagian jantung orang itu.


"apa sudah kena" gumam rain dan mendekat ke tubuh yang tersungkur di lantai itu, ia melihat dari dekat tubuh itu dan ternyata mengeluarkan darah


"kau tak perlu mengeceknya, itu sangat buang buang waktu" ucap max menggelengkan kepalanya ketika naik ke lantai 2 Dan melihat pemandangan di depannya.


"oh oke" ucap rain berdiri dan ketika dia berbalik badan ke arah max, di belakang max sudah berdiri musuh mereka yang siap menembak max.


Dor


dor


rain menembak orang tersebut sebelum dia menembak max, max sedikit terkejut dengan tembakan rain pasalnya peluru rain hampir saja nyerempet Daun telinganya untung saja tembakannya tepat sasaran.


"max aku berhasil menembaknya" ucap rain senang Dan mendekat ke arah max.

__ADS_1


"ayo" ucap max berjalan menyusuri lorong bangunan tua itu. dan rain berjalan di samping max


ternyata semakin ke dalam semakin banyak anak buah Robert, max Rain dan anak buahnya langsung menghabisi mereka satu persatu meskipun tidak sedikit juga anak buah max yang terluka.


"dimana Venus" tanya max mengibaskan tangannya yang terkena darah lawan


"aku belum melihatnya dari tadi" jawab rain sambil mengisi peluru.


"aku di sini" teriak Venus dari arah kiri lorong sambil sedikit berlari mendekat ke arah rain Dan max


"kak kau terluka?" tanya rain ketika Venus sudah berada di dekatnya


"ini hanya sedikit goresan" jawab Venus.


ketika mereka bertiga menuju salah satu ruangan besar yang di duga stave di sekap di sana, muncullah beberapa anak buah Robert yang jumlahnya sedikit lebih banyak.


prok


prok


prok


"ternyata kalian sudah datang" ucap salah satu pria yang di duga rain adalah ketua anak buah Robert karena dari pakaian nya saja sudah terlihat berbeda


"kau" ucap max ketika melihat siapa sosok pria yang berbicara itu


"iya max ini aku, kita berjodoh ternyata" ucap pria itu salah satu sudut bibirnya terangkat ke atas


"Dari suaranya saja sangat cantik kenapa kau tutupi wajah cantikmu itu nona Raina?" ucap laki laki tersebut yang berjalan mendekat ke arah rain, max dan Venus masih terdiam melihat apa yang akan di lakukannya


laki laki itu semakin mendekat ke arah rain.


"stop, Berani melangkah aku akan menembakmu Robert" teriak rain sambil menodongkan pistolnya karena selangkah lagi laki laki itu sudah berdiri tepat di hadapannya.


max dan Venus yang mendengar ucapan rain auto menggelengkan kepalanya, apalagi laki laki itu langsung melongo mendengar ucapan rain.


"sayang sekali Aku harus membunuh pria tampan sepertimu" ucap rain dan menarik pelatuknya tapi laki laki itu berhasil menghindar dan melintir tangan rain ke samping hingga mengunci tubuh rain yang kecil dan membuka masker rain.


"benar dugaanku ternyata" ucap laki laki itu menatap wajah cantik rain


max dan Venus langsung menodongkan pistolnya ke arah Kenan.


"aku tahu max kau tidak mungkin menyakitiku" ucap laki laki itu yang mengenal betul siapa max


"aku juga tahu Kenan kau tidak mungkin menyakiti rain, karena kau bukanlah pembunuh" ucap max yang langsung memukul tengkuk Kenan yang otomatis tangannya melepas tubuh rain, rain langsung menjauh dari Kenan. di baru faham ternyata laki laki itu bukanlah Robert.


anak buah Kenan langsung menyerang max dan Venus ketika tahu ketua mereka di serang, mereka saling baku hantam begitupun dengan rain yang tak hanya tinggal diam.


max mengkode rain untuk segera pergi mencari stave, untung saja rain langsung faham dengan kode mata yang di berikan max, rain langsung pergi menjauh dari mereka.


Rain pergi sendiri mencari stave, hingga dia menemukan ruangan yang di duga stave di sekap di dalamnya.


" hahahaha kau sangat lemah ternyata stave" ucap Robert sambil ongkang ongkang duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


dari luar pintu Rain mendengar suara laki laki tua yang menghina daddynya,


"fuckk, bagaimana aku membuka pintunya" gusar rain bingung karena ia tidak mungkin mendobraknya karena tenaganya pasti tidak ada apa apanya.


"justru kau yang sangat lemah Robert, kau mengandalkan kekuatan cucumu itu , aku yakin tubuhmu sudah tua renta makanya Tidak kuat menghadapi ku " ucap stave yang membuat Robert langsung murka dan mengeluarkan pistolnya hendak menembak stave


"jangan kek, aku yang akan menghadapinya dengan tenagaku" ucap Rezi yang langsung melepas ikatan stave


"aku sangat kasihan padamu anak muda, kau terhasut dengan kakekmu itu" ucap stave menatap tajam mata Rezi, dia tahu sebenarnya Rezi adalah pemuda baik.


"kakek tak pernah menghasut ku, memang kau lah yang membunuh Daddy ku" ucap Rezi tegas


"cepat hajar dia Rezi, kau jangan percaya pada kata katanya" teriak Robert lalu tersenyum menghisap rokoknya


tanpa aba aba Rezi langsung membogem perut stave ketika stave baru berdiri dari kursinya karena tidak siap dengan serangan Rezi stave sedikit mundur ke belakang.


pertarungan sengit Rezi dan stave yang sama sama kuat, stave membogem wajah Rezi Dan Rezi berhasil membalasnya, mereka adu kekuatan fisik, meskipun stave Tidak makan dan minum 2 hari kekuatannya Tidak kalah dengan Rezi. saat stave sedikit mundur ke belakang dna membersihkan darah yang keluar dari hidungnya tiba tiba Rezi langsung menendang keras perut stave hingga stave jatuh tumbang dengan memegang perutnya yang kosong.


"hanya segitu kekuatanmu stave?" ucap Rezi dengan senyum mengejeknya


dor


dor


dor


brakkk


pintu besi itu akhirnya berhasil terbuka dengan 3 kali tembakan dari Rain,


rain membelalakkan matanya ketika melihat orang yang paling di cintainya jatuh tersungkur di bawah dengan luka yang penuh lebam dan darah. Rezi yang mendengar pintu terbuka dengan kasar ia segera melihat siapa yang datang


"Dad... Rezi " ucap rain ia langsung melihat ke arah kanan ternyata di sana juga ada kakeknya Rezi yang saat ini tersenyum tipis.


"Rain apa yang kau lakukan di sini?" tanya Rezi ketika melihat yang masuk ke ruangan mereka adalah Gadis yang di cintainya.


"oh jadi inikah urusan yang kau maksud Rezi, urusan membunuh ayahku" ucap Rain berkaca kaca karena tidak menyangka orang yang di cintainya Dan di percayainya Selama ini adalah orang yang akan membunuh daddynya.


Rezi yang mendengar perkataan rain langsung menoleh ke arah stave yang tersenyum.


"Rain adalah putriku, gadis yang kau cintai bukan?" ucap stave tersenyum, Rezi langsung memandang Robert dengan sorot mata tajam


"cepat bunuh dia Rezi" perintah Robert pada Rezi


"aku semakin ragu dengan semua ini kek, kenapa kau berbohong, ternyata dia adalah ayah rain" ucap Rezi pada kakeknya.


" kau memang sudah di hasut dengan kakek tercinta mu itu Rezi, aku tidak mungkin dengan sengaja membunuh david sahabatku sendiri jika dia tidak membunuh istri dan anakku" ucap stave meyakinkan Rezi .


" ha ha ha ha" Robert tertawa dengan lebarnya


"aku sangat senang dengan drama keluarga kalian, asal kau tau Rezi kau bukanlah cucuku, David Tidak mempunyai anak siapapun, aku sangat terharu dengan kisah cinta satu darah" ucap Robert berdiri memandang Rezi Dan selanjutnya memandang rain.


"apa maksudmu kakek tua" umpat rain Tidak mengerti dengan ucapan Robert

__ADS_1


__ADS_2