
prok
prok
prok
tepuk tangan riuh dari semua teman teman cathreen saat rain sudah selesai membawakan lagunya
"rain kau..." ucap aleen tersendat ketika Noah tiba tiba datang
"kau benar benar menakjubkan rain" ucap Noah menghampiri rain yang baru saja turun dari panggung
"thanks Noah, kau sudah biasa melihatku menyanyi di cafe" ucap rain tersenyum karena memang Noah sering sekali mengunjungi cafe di mana tempat rain bekerja hanya untuk melihat rain bernyanyi.
"malam ini berbeda,kau sangat perfect" ucap Noah tapi rain tidak fokus dengan ucapan Noah karena sekelebat ia melihat seseorang yang sangat familiar di ujung.
"sebentar Noah" ucap rain ia berjalan melewati orang orang yang sedang berjoget.
Noah membiarkan rain pergi,ia tidak mau memaksakan kehendaknya yang berujung rain gadis cantik itu menjadi tidak nyaman di dekatnya.
"kenapa aku seperti melihatnya?" ucap rain dan langsung menggelengkan kepalanya lalu tersenyum kecut
"mana mungkin dia ada di sini" ia segera berbalik kembali ke cafe karena ia sekarang berada di luar pinggir jalan, saat rain berbalik ia membulatkan matanya ketika melihat sosok yang amat di kenalnya berdiri tersenyum di depannya Dan berjalan menuju ke arahnya
"aku memang di sini rain"
"max" ucap rain langsung berlari ke arah max dan memeluknya erat.
"apa kau sudah tenang setelah enam bulan pergi tanpa kabar, hemm?" ucap max sambil mengacak ngacak rambut rain.
"max kau merusak tatanan rambutku" ucap rain cemberut
__ADS_1
max membawa rain pergi dari cafe tersebut, ia ingin mendengar semua cerita rain selama enam bulan ini
"Rain" teriak Noah saat melihat rain berjalan dengan max menuju mobil mereka
"ya Noah?" tanya rain mengerutkan keningnya
"apa kau akan pulang? pestanya belum selesai" tanya Noah sambil melirik ke arah max. Noah mengira bahwa max adalah laki laki di masa lalu rain jadi sebisa mungkin Noah akan mencegah rain kembali pada masa lalunya
"sorry Noah, aku ada urusan, besok aku akan menemui mu di kampus" ucap rain merasa bersalah karena tadi ia sudah mengiyakan ajakan Noah untuk minum.
"ehem, apa kau tidak mau memperkenalkan temanmu ini rain?" ucap max yang dari tadi menyimak pembicaraan mereka.
"oh sorry max kenalkan ini Noah kakak tingkat ku di kampus" ucap rain, mereka pun berjabat tangan.
"oke Noah aku pergi dulu see you" ucap rain dan berlalu dari hadapan Noah. ia hanya tersenyum kecut melihat kepergian rain.
*
*
"Hanya teman max" ucap rain
"aku tak menyangka kau bisa semandiri ini" ucap max yang sudah tahu detail bagaimana kehidupan rain di sini
"kau rupanya belum mengenal aku dengan baik" ucap rain tersenyum pongah Dan max hanya menggelengkan kepalanya.
"max sepertinya kita di ikuti seseorang" ucap rain karena dari tadi melihat ada mobil hitam yang mengikuti mobilnya.
"biarkan saja" ucap max memilih masa bodoh karena ia tahu siapa yang mengikutinya Dan rain pun hanya menganggukkan kepalanya.
" bicaralah" ucap max memberikan ponselnya pada rain saat sambungannya sudah terhubung oleh stave, saat ini mereka berada di sebuah Cafe yang dekat dengan apartement rain.
__ADS_1
"hallo dad" ucap rain berkaca kaca saat melihat wajah Daddy nya
stave yang mendengar suara rain Dan melihat wajahnya Tidak bisa menahan haru, mereka berbincang cukup lama untuk melepas kerinduan, saking bahagianya bisa mendengar suara rain apalagi kabar rain sangat baik baik saja stave sampai lupa tidak menceritakan bahwa Rezi ternyata bukanlah albian dan yang sebenarnya kakak rain adalah Venus.
"max bagaimana kau bisa menemukan ku di sini" ucap rain memberikan ponselnya pada max
"kau lupa siapa aku?" ucap max memasukkan ponselnya ke saku
"sejenak aku memeng lupa dirimu karena baru sekarang kau menemukanku" ucap rain mengangkat sudut bibirnya ke atas ia sedikit mengejek max
"tak jarang memang murid bisa mengalahkan gurunya" ucap max karena secara tidak langsung max lah yang mengajari rain cara manipulatif keadaan.
rain tertawa mendengar ucapan max, karena memang benar adanya ia banyak belajar dari kinerja max selama ini.
max mengurungkan niatnya yang akan bercerita tentang kebenaran rain dan Rezi, ia membiarkan agar Rezi saja yang memberitahu semuanya pada rain, toh sekarang Rezi dan Bian sedang dalam perjalanan ke sini, lagian rain pergi semua ini juga karena Rezi, pikir max.
"besok aku akan mengantarmu ke kampus"ucap max saat rain melepas sealt belt nya
"tak perlu max, setiap hari ada Will yang mengantar aku tak enak jika harus membiarkan Will" ucap rain
max yang mengerti hanya menganggukkan kepalanya ia juga sudah tahu siapa itu Will.
"max kau kapan akan pulang ?" ucap rain membalikkan tubuhnya Dan mendekat ke arah jendela mobil max.
" setelah melihat keadaanmu baik baik saja mungkin lusa aku akan kembali" ucap max
"besok malam datanglah ke kampusku, ada pentas seni, aku akan menyanyi di sana" ucap rain
"aku pasti akan datang" ucap max dan setelah itu ia melajukan cepat mobilnya setelah melihat rain masuk ke dalam.
"kenapa sampai mengikutiku" gumam max yang melihat mobil hitam itu melaju dengan kecepatan tinggi menyamai dirinya.
__ADS_1