
#Raline dan David 19 tahun yang lalu#
"jangan pernah mengejarku Raline, kau tahu aku hanya mencintai Nadya seorang" ucap David tepat di depan wajah Raline dan segera berlalu
Raline yang mendengar ucapan David hanya tersenyum tipis Dan tetap mengekor di belakang david
"kenapa kau sangat keras kepala David, kau tahu kalau Nadya akan menikah dengan stave" ucap Raline dan berhasil membuat David berhenti
"aku pastikan pernikahan itu tidak akan terjadi" ucap David dengan senyum smirk nya.
"dan aku pastikan pernikahan itu tetap terjadi" ucap lirih Raline dan memandang David yang berlari menjauh darinya.
*
*
"Tidak boleh ada yang memilikimu kecuali aku Nadya" ucap David dan menegak minuman keras nya, ia sekarang berdiri di depan gedung apartement milik Nadya
"oh my God David apa yang akan kau lakukan" ucap Raline yang saat ini bersembunyi di belakang mobil yang berada Tidak jauh dari David,
sudah beberapa hari ini Raline mengikuti David kemanapun,begitupun dengan malam ini.
Raline mengikuti langkah David yang mulai masuk ke unit apartement ia melihat David masuk ke lift Dan menekan angka 5.
Raline cepat mengambil ponselnya Dan menghubungi Nadya untuk segera menemuinya di rumahnya ia ingin Nadya menginap di rumahnya karena orang tuanya sedang berpergian,
__ADS_1
Raline Tidak mau terjadi apapun pada Nadya apalagi pernikahannya hanya kurang 2 hari saja.
Nadya yang hidup sebatang kara Dan hanya mempunyai sahabat baik yaitu Raline, ia langsung menuju rumah Raline, sudah sangat biasa jika Raline memintanya untuk menemaninya ketika orang tua Raline sedang dinas ke luar kota, Nadya yang polos Dan penurut ia mengiyakan saja ketika Raline memintanya jangan naik lift Dan Tidak banyak tanya Nadya segera menuruni anak tangga Dan pergi ke rumah Raline.
"oh syukurlah Nadya percaya padaku untung dia tidak banyak tanya" ucap Raline dan ia segera naik lift ketika lift itu sudah terbuka.
"Nadya cepat buka pintunya Nadya" ucap David dengan sedikit teriak bahkan ia sekarang menegak habis sisa minuman di botolnya lalu membuangnya asal
"apa yang akan kau lakukan David?" lirih Raline menatap David dari balik tembok, entahlah ia melihat David memakan sesuatu tapi Raline sendiri tidak tahu apa itu ia bahkan melihat David berhasil membuka pintu apartement Nadya dengan kawat kecil yang ia bawa di sakunya.
"tidurlah dulu, aku masih keluar" Raline segera mengirim pesan ke Nadya agar dia Tidak menantinya.
Raline segera melangkah menuju pintu apartement Nadya, ia mengintip pintu yang sedikit terbuka itu,
betapa Raline sangat terkejut ketika melihat sosok David yang menatap tajam ke arahnya
tapi David berhasil mencekal pergelangan tangannya
"mau pergi kemana kau ha?" ucap David dengan sorot mata merah
"David please lepaskan aku" ucap Raline memohon ia tahu sekarang David di bawah pengaruh alkohol ia memilih pergi saja toh Nadya sudah ia selamat kan.
"kau tidak bisa pergi setelah membuat hatiku terluka" ucap David dan sejurus kemudian ia mengangkat tubuh Raline ke atas dan membawanya masuk ke apartement milik Nadya
"David please sadarlah, lepaskan aku" teriak Raline yang berada di pundak David
__ADS_1
Raline di hempaskan di ranjang yang berukuran sedang itu, apartement milik Nadya bukan apartement mewah jadi hanya ada satu kamar dan itupun ukurannya sedang.
Raline segera bangkit dari ranjang tapi lagi lagi David mendorongnya dengan kasar.
"apa yang kau lakukan David" Raline membelalakkan matanya ketika melihat David membuka bajunya,
"kau mau tau apa yang ku lakukan, kau Hanya milikku seorang Nadya, Tidak boleh ada orang lain yang memilikimu meskipun itu sahabat ku sendiri" ucap David dan ******* lembut bibir Raline.
Raline baru sadar bahwa sekarang david melihat dirinya sebagai nadya bukan Raline.
"lepaskan aku David, aku bukan Nadya" berontak Raline mendorong kasar tubuh David yang berada di atasnya tapi kekuatannya tidak seberapa dengan Berat badan David
David Tidak mendengar apapun yang di katakan Raline untuk saat ini ia hanya ingin memiliki Nadya titik.
ia merobek kasar dress yang di pakai Raline dan membuangnya kasar ke lantai.
Raline hanya bisa menangis pasrah, ia memang mencintai David tapi bukan seperti ini caranya.
"kau jangan menangis sayang" ucap David mengusap air mata Raline, ia lalu ******* lembut bibir Raline lalu mencium leher jenjang Raline yang begitu menggodanya, Raline sudah sangat pasrah, ini semua karena kesalahannya sendiri yang mengikuti David kemanapun hingga berakhir seperti ini, seperti senjata makan tuan bagi dirinya.
Raline menikmati saja apa yang di lakukan David, bahkan ia sudah sangat siap jika harus kehilangan virgin nya sebelum menikah toh juga di berikan pada orang yang di cintai nya.
David akhirnya benar benar menyatukan tubuhnya pada tubuh Raline. awalnya memang kesulitan tapi David akhirnya berhasil.
"sayang please jangan menangis" racau David yang kesekian kalinya
__ADS_1
seperti Tidak ada puasnya, David melakukannya berkali kali hingga tubuh Raline lelah Dan tertidur di saat David mendapatkan pelepasannya.
"tidurlah sayang, jangan pernah bermimpi untuk menikah dengan stave " ucap David mencium dahi mata Dan bibir Raline lalu ia ikut tertidur di samping Raline.