Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 32


__ADS_3

Rain yang emosinya sudah di ubun ubun tanpa aba-aba langsung mencekal pergelangan tangan Alexa dan mendorongnya hingga terjatuh. jangan tanyakan pacar Alexa dimana karena saat kedatangan Rain and the geng ia sudah lari terbirit birit .


Alexa hanya diam dan berdiri lagi dengan wajah yang sedikitpun tanpa takut.


"gue peringatin elo ya xa, jangan pernah cari gara gara ke gue kalau loe masih ingin hidup dengan tenang"ancam rain menunjuk tepat ke wajah Alexa.


"gue gak pernah takut sama elo rain, camkan itu" ucap Alexa menatap intens wajah rain Dan rain yang emosi bersiap menampar pipi Alexa.


"non cukup" cegah max menahan tangan rain dan Alexa segera pergi ketika melihat rain lengah.


" max jangan pernah ikut campur urusan ku" bentak rain menghempaskan tangan max


" eh maaf ya mas tolong jangan ikut ikutan masalah anak muda " ucap Bella yang tidak terima karena tiba tiba ada lelaki yang menghalangi rain.


max Hanya diam tidak menanggapi ucapan Bella.


"loe lihat kan max si kutu kupret jadi pergi kan" ucap rain kesal ketika melihat Alexa sudah masuk ke dalam mobil.


"silahkan ikut saya pulang non" ucap max sopan.


"wait wait ini bodyguard loe rain?" tanya viona dengan antusias, karena sumpah demi apapun max sangatlah tampan


" usap tu iler Lo,, ayo max kita pulang" ucap rain sambil menarik tangan max dan segera masuk mobilnya.


"omoo,,, sejak kapan rain punya bodyguard yang kece badai, mau dong jadi pacarnya" ucap viona menatap pergi mobil rain


"halu aja sana loe" ucap Bella dan Elva bersamaan dan meninggalkan viona yang sedang senyum senyum sendiri.


****


"non" ucap max memecahkan keheningan, karena dari tadi rain diam berbeda dengan biasanya yang banyak bicara.


"ada apa max " jawab rain langsung menoleh ke arah max dari tadi ia melamun memikirkan sky, rain tidak menyangka jika sky bertindak sejauh itu.


"nothing" jawab max datar


"kau itu" ucap rain dongkol, bisa bisanya max memanggilnya tapi ternyata tidak ada apa apa


"non" ucap max lagi tapi kali ini dengan suara yang lebih keras


"max kalau tidak ada yang penting jangan memanggilku" dongkol rain karena lagi lagi max memanggilnya


" mereka datang non" ucap max ambigu


"max bicaralah yang jelas, aku tidak faham" ucap rain dengan wajah malasnya

__ADS_1


" non lihatlah di spion, 3 mobil hitam mengikuti kita sejak di sekolah tadi" ucap max menambah kecepatan mobilnya dan rain langsung menoleh ke arah spion.


"omoo, kau benar max, dari tadi pagi aku melihatnya parkir di depan sekolah" ucap rain yang tadi pagi melihat 3 mobil itu tapi rain tidak tahu kalau itu adalah musuh mereka.


"bersiaplah nona" ucap max dengan wajah datarnya


"baik max " jawab rain yang langsung mengerti perintah max, rain Langsung mengencangkan sealt belt nya.


***


lain halnya dengan Rezi sepulang sekolah ia menuju ke danau bertemu dengan seseorang.


"bagaimana?" tanya Rezi pada orang kepercayaannya


" semua detail yang anda minta ada di berkas ini tuan" jawab orang itu sambil menyerahkan berkas yang berisi tentang kejadian malam 10 tahun yang lalu.


beberapa hari ini Rezi menemukan kejanggalan di kematian ayahnya dimana bukan hanya ayahnya yang meninggal tapi ada 2 orang lagi yang meninggal.


akhirnya ia memutuskan membayar mahal Intel untuk mencari informasi kejadian itu.


"baiklah, tugasmu selesai" ucap Rezi berlalu menuju mobilnya.


****


"max kenapa kita tidak melawan saja, aku lelah kejar kejaran seperti ini" ucap rain yang mulai jengah karena sudah hampir satu jam mereka di jalan.


chiit


sreet


brug


" tutup pintunya non, tetaplah di mobil" ucap max dan ia segera keluar karena mobil max berhasil di hadang,


tapi namanya juga rain, ia Tidak bisa membiarkan max sendirian apalagi jumlah mereka lebih dari 10 orang, Rain segera mengirim sherloc ke Daddy nya.


sudah hampir 5 menit rain mencoba mengikuti arahan max ia mulai khawatir dengan max karena belum berhasil melumpuhkan lawan.


"dok"


"dok"


"dok"


Kanan kiri kaca mobil rain di gedor paksa oleh 4 orang berpakaian hitam, Rain sudah tidak bisa lagi berdiam diri, dia harus membantu max karena bantuan dari Daddy nya belum datang

__ADS_1


rain langsung membuka pintu mobilnya dengan kasar dan membuat salah satu orang tersebut terjungkal ke belakang.


"oh ternyata dia sangat cantik" ucap salah satu dari mereka dengan senyum smirk nya


"ayo cepat hadapi aku laki laki jelek" ucap rain siap


dengan kuda kuda nya.


Rain memukul Dan menendang kedua orang tersebut, semua jurus yang sudah di pelajari selama ini di keluarkan semua oleh rain, tapi tanpa di sadari rain 1 orang musuh lainnya siap memukul rain dari belakang.


tak


dug


"max" ucap rain ketika menoleh ke belakang, rain di selamatkan max, max saat ini masih bertahan dan menangkis semua serangan dari musuh


"non pergilah yang jauh, selamatkan dirimu" teriak max karena jumlah mereka semakin bertambah


"tapi max" bingung rain karena ia tidak mungkin meninggalkan max sendirian bahkan di saat musuh mereka semakin bertambah


" cepat pergilah non" teriak max dengan lebih kencang karena rain tidak kunjung pergi,


rain akhirnya berlari menjauh dari max, tapi namanya juga rain ia tidak benar benar pergi jauh, rain memilih bersembunyi di balik pohon besar ia Tidak mungkin meninggalkan orang yang bertaruh nyawa menyelamatkannya.


"hump"


"hump"


teriak rain karena ia di bekap oleh seseorang dari belakang. rain di bawa masuk paksa ke dalam mobil.


"oh my God crazy, elo sekongkol ya Sama mereka" teriak rain karena ternyata orang membekapnya adalah si kulkas 12 pintu


Rezi tidak menjawab ocehan rain ia memilih melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan membawa rain pergi jauh.


"kulkas stop, gue gak bisa ninggalin max" teriak rain sambil memegang lengan rezi untuk menghentikan mobilnya


"mereka sangat brutal rain, kau bisa terluka jika masih di sana" jawab Rezi dengan wajah datarnya


"aku hanya ingin menyelamatkanmu" ucap Rezi karena rain malah terdiam.


"bagaimana bisa kau ada di tempat itu zy" ucap rain karena setahu rain jalanan tadi bukan arah rumah Rezi


"aku habis bertemu orang yang melewati jalan tadi dan saat akan pulang malah melihat mobilmu di hadang"ucap Rezi yang fokus menyetir.


Dan rain hanya terdiam karena ia memikirkan keadaan max sekarang.

__ADS_1


Rezi membawa rain ke apartement nya, terlalu berbahaya jika membawa pulang ke rumahnya. karena Rezi tahu mereka bukanlah perampok atau sejenisnya karena dari penglihatan Rezi mereka mengintai nyawa rain Dan max.


__ADS_2