Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 20


__ADS_3

mereka bertengkar dengan sangat brutal, saling menjambak mencakar Dan mencaci maki, bahkan bunyi Bell masuk tidak mereka dengar. Murid murid yang lain hanya menonton,mereka tidak berani ikut campur karena mereka tahu siapa yang sedang bertengkar, hingga akhirnya suara menggelegar berhasil menghentikan mereka.


"berhenti kalian semua, atau bapak skors sekarang juga" teriak pak Malik yang kebetulan akan masuk ke kelas Alexa.


mereke berlima auto berhenti Dan melihat ke sumber suara dengan tangan yang masih memegang rambut lawan masing masing,


"Sial alamat pulang telat nih gue" ucap viona dalam hati.


"kalian semua Ikut bapak ke ruang BK, sekarang!!!" perintah pak Malik sambil berlalu menuju ruang BK.


...****************...


Lain halnya dengan Rain, setelah membersihkan tubuhnya, dia hanya rebahan di ranjang, ia malas kemana mana, bahkan hp nya saja dia matikan, Rain hanya ingin menenangkan dirinya, dia tidak ingin di ganggu siapapun,bahkan makanan di sampingnya saja belum tersentuh sama sekali, sampai akhirnya dia tertidur dengan posisi miring ke kanan. hingga waktu menunjukkan pukul 14.00 dia terbangun dan mencuci wajahnya, rain menuju balkon Dan melihat ke langit ,cuaca hari ini mendung mungkin sebentar lagi akan turun hujan, dia tersenyum dengan getir mengingat kembali masa kecilnya,sesuai namanya rain sangat menyukai hujan berbeda dengan kakaknya yang tidak terlalu menyukai hujan tapi demi menemaninya bermain kakaknya rela ikut hujan hujanan , tapi itu semua hanya kenangan di masa kecilnya karena saat ini rain tidak suka hujan bahkan membencinya, dimana saat hujan deras dia melihat daddynya menangis membawa tubuh mommy nya masuk ke dalam mobil yang ia tumpangi dia tidak tahu apa yang terjadi karena saat itu rain tidur di mobil tapi ketika terbangun ia melihat semua kejadian memilukan itu, belum sampai di situ dia di kejutkan kembali dengan max yang membawa tubuh kakak nya yang juga berlumuran darah, ia hanya diam dan menangis,dia tidak berani bertanya pada Daddy nya karena rain kecil tahu daddy nya sedang menangis dengan sangat kencang ia tidak pernah melihat daddynya seperti itu. rain kecil bertanya pada max tapi max hanya diam dan fokus menyetir


tak terasa air mata rain jatuh kembali mengingat kejadian tersebut, rain duduk menghadap pagar balkon dengan menenggelamkan wajahnya di lutut, dia menangis sesenggukan, dia sangat merindukan kakak dan mommy nya,petir menggelegar Dan rain tambah terisak dalam tangisnya, tidak ada yang pernah melihat rain menangis seperti ini bahkan stave pun tidak pernah tahu.


Dan tiba tiba dia merasakan ada yang mengusap kepalanya,rain mendongak Dan ia melihat Rezi yang masih menggunakan seragam sekolahnya. rain berusaha tersenyum ia tidak menyangka Rezi melihatnya menangis untuk kedua kalinya.


"ayo masuk ke dalam,sebentar lagi akan hujan" ucap Rezi sambil membantu rain berdiri, dan berjalan menuju ke sofa.


"makanlah" rezi memberikan hotdog yang ia beli sepulang sekolah,rain menerimanya,ia segera memakannya padahal nafsu makannya tidak ada tapi ia tidak ingin mengecewakan orang yang sudah banyak membantunya


"jangan memaksakan sesuatu yang tidak di sukai" ucap Rezi sambil memberikan minum ke rain,Dia yang mendengarnya hanya menyipitkan matanya menatap ke arah Rezi.


" kalau kau tidak suka kenapa memakannya" tanya Rezi karena melihat wajah rain yang kebingungan.


rain tersenyum dia baru faham maksud perkataan Rezi


"aku bukannya tidak suka tapi aku tidak nafsu saja" jawab rain sambil menaruh hot dog yang baru sedikit ia makan. Dan mengambil minum yang di berikan Rezi,

__ADS_1


"kenapa masih menangis, harusnya buktikan ke diri loe kalau loe itu lebih kuat setelah kejadian tadi malam" ucap Rezi dengan masih memandang ke arah rain


" gue udah melupakan kejadian tadi malam, memikirkannya hanya membuatku pusing" jawab rain dengan tersenyum


"lalu?" tanya Rezi dengan mengerutkan dahinya


"a, aku hanya teringat..." jawab rain dengan tersendat


"kalau tidak ingin cerita gak usah cerita toh aku juga bukan orang penting di hidup mu " jawab rezi yang tahu bahwa rain masih belum percaya padanya karena memang Dia bukan siapa siapa nya ,kenal saja baru beberapa hari.


rain yang mendengar perkataan Rezi menyipitkan matanya.


"siapa bilang loe bukan siapa siapa" jawab rain dengan nada galak nya dan tatapan tajamnya


" mulai saat ini loe temen gue zi, posisi loe sama kayak vio Elva Dan Bella, kalian sangat berarti dalam hidup gue" ungkap rain dengan tersenyum sedangkan Rezi semakin bingung.


"gue gak mau ya masuk ke dalam geng aneh Lo itu" jawab Rezi dengan jengah karna membayangkan dia berada di circle nya rain yang membuat semua orang pusing dengan tingkah nya


"auw" teriak rain ketika merasakan sakit di bibirnya


Rezi auto menyentuh bibir rain yang sedikit mengeluarkan darah


"makanya jangan ketawa dulu" tegas rain sambil berdiri mengambil salep dan mengobati bibir rain.


rain hanya diam dan memandang wajah Rezi dengan sangat intens karena jarak wajah keduanya sangat dekat .


"oke,udah selesai, gue setelah ini mau pulang,loe mau gue antar pulang dulu atau gimana?"


"gue ikut ke rumah loe ya,, besok pagi gue akan pulang,setidaknya biar lukanya kering dulu"

__ADS_1


"oke gpp,tapi di rumah ada kakek gue" jawab Rezi sambil berlalu dan membereskan barang nya.


"oh ya,,kok kemaren gue gak liat" tanya rain yang ikut berdiri dan membantu rezi


"baru datang tadi malem"


akhirnya mereka berdua memutuskan pulang sekarang sebelum hujan turun.


...****************...


di tempat lain, sepulang sekolah vio,Bella,Elva,Alexa dan juga Dona di hukum oleh pak Malik menyapu dan membersihkan halaman sekolahan,, secepat kilat


vio bela elva membersihkannya karena mereka ingin segera pulang lain halnya dengan Alexa dan Dona malah main mainan sapu Dan duduk duduk saja Bella yang melihatnya dengan marah mengambil bata yang ada di bawah pohon.


" bel loe mau ngapain?" tanya vio yang melihat tingkah Bella, Bella yang di tanya malah Diam dan melanjutkan langkahnya menuju ke arah Alexa dan membawa bata yang ia ambil


"bel loe jangan gila" cegah elva yang melihat Bella tetap berjalan ke arah musuh mereka sambil menahan amarahnya


"no Bell,, loe bisa di penjara" teriak viona sambil berlari mengejar Bella,, Alexa yang mendengar teriakan viona langsung menoleh dan spechless karena Bella membawa bata dan mengarah ke arahnya. " gila tuh cewek" batin Alexa sambil mengambil ancang ancang,daaan...


dug.


Bella melempar bata nya ke arah tengah antara Alexa dan dirinya,


"ini batasannya,, loe nyapu sebelah sana,Dan gue nyapu sebelah sini, terserah kalau loe gak mau nyapu bagian loe, itu urusan Lo sama pak Malik" ucap Bella dengan emosi karena lagi lagi Alexa malah diam ,Dan Bella segera mengambil sapunya dan melanjutkan hukuman


"oh my God Bella,, gue. kira loe bakal nimpuk wajahnya Alexa pake bata" lega viona yang ternyata di luar expetasinya


"gue masih waras vio,, tapi entah kalau rain udah tau semuanya ,gue gak jamin wajah Alexa baik baik aja" ucap Bella dengan senyum smirk nya

__ADS_1


"siap siap kita bakal liat adegan sadisnya rain" sahut Elva yang ada di belakang viona.


Dona yang mendengarnya bergidik ngeri Dan segera menyapu lain hal nya dengan Alexa yang diam tanpa kata.


__ADS_2