Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 8


__ADS_3

Rezi menuju almari samping ranjangnya dan membuka laci,, dia mengambil sebuah kotak yang ia simpan selama ini, dia membuka kotak kayu yang berwarna coklat ,, di sana dia melihat gelang yang bertuliskan abjad huruf "Al" Dan sebuah foto dirinya berpegangan tangan dengan seorang gadis kecil,



"dimana sekarang kamu Al?" gumam Rezi yang sangat merindukan teman kecilnya tersebut


rezi yang handal dalam dunia web, sudah berusaha mencari sosok sahabat kecilnya tersebut tapi gagal karena minimnya data yang ia tahu,,, ia hanya tahu bahwa gadis itu namanya Al dan tinggal di Singapura,, selebihnya dia tidak tahu,, sebenarnya gadis kecil itu pernah menyebutkan nama lengkapnya yang hanya 2 kata , tapi Rezi sama sekali tidak mengingatnya semakin dia berusaha kepalanya semakin pusing.


...ΩΩΩΩ...


#Mansion


kriiiiingg.....


Jam weker itu terus berbunyi,, Rain yang masih asik merangkai mimpi indahnya merasa sangat terganggu dengan alarm weker nya,,


brak...


dia membanting jam weker yang ada di meja sebelah ranjang nya,,,


"dasar mengganggu orang pacaran,, " umpat rain dengan mata masih terpejam, pasalnya saat ini dia tengah bermimpi memeluk seorang cowok dari belakang,, punggungnya tegap, bahunya lebar, dan Jangan lupakan posturnya yang atletis,, tipe cowok idaman rain ada di dalam tubuh cowok yang di depannya,


tapi sayangnya saat cowok itu akan berbalik badan jam wekernya malah berbunyi dan otomatis rain terbangun dari mimpinya...


huaaaahh... rain menguap dengan lebarnya,,


"ah siapa ya tuh cowok apa dia mungkin jodoh gue di masa depan,, gak mungkin itu sky,,karena tubuh sky tidak Se atletis cowok ituu." gumam rain dalam mode masih malas untuk bangun,, dia bergegas menuju bathroom, hari ini dia harus masuk lebih awal karena ada upacara bendera.


"pagi dad" sambil mencium pipi kanan Daddy stave dan duduk di sebelahnya.


"pagi sayang,, oh ya ada yang mau Daddy tanyakan padamu,kemaren kata max kamu ke rumah sakit ,kamu kenapa sayang,ada apa dengan jantungmu?" tanya stave dengan panjang lebar dia sangat khawatir dengan keadaan putrinya pasalnya stave selalu menekan rain dengan kegiatan kegiatan yang menguras tenaga.


" no dad,, aku tidak apa apa,kemarin hanya ada sedikit salah faham aja kok,, jantung ku baik baik saja," jawab rain dengan senyum manisnya tidak mungkin kan dia menceritakan sebenarnya bisa bisa Daddy stave menertawakaannya,itu sangat memalukan bukan..


" kau serius kan sayang?" tanya Daddy stave dengan tatapan menyelidik


" aku serius dad,kalau dad tidak percaya dad bisa memeriksakannya kembali "


" baiklah dad percaya padamu,maafkan dad yang selalu menekanmu sayang,percayalah itu semua karena dad sayang padamu, hanya kau lah yang dad punya " ucap stave dengan mata yang berkaca kaca


" aku percaya pada Daddy sepenuhnya" ucap rain sambil memeluk erat Daddy nya,


" di dunia ini hanya Daddy yang aku punya,, mommy dan kakak sudah pergi sangat jauh dad" rain menangis di pelukan Daddy nya


" apa kau merindukan nya sayang,?"

__ADS_1


"hmmm"


"nanti akhir pekan setelah kau pulang sekolah kita akan mengunjungi nya, Daddy akan mengosongkan jadwal Daddy"


" Iyya dad, aku akan meminta restu ke mommy"


" Hay,apa kau menemukan cowok idaman sehingga meminta restu mommy mu?" tatap Daddy stave dengan menyelidik


" ha ha ha,, no dad, ini bukan masalah cowok, tapi aku meminta restu mommy untuk ujian ku dad,semoga ujianku lancar"


"oh Daddy kira,,,"


" ya sudah dad aku berangkat sekolah dulu, nanti keburu telat"


" oh ya aku boleh ya dad naik mobil sendiri, soalnya nanti sepulang sekolah aku mampir dulu ke Gramedia ada yang ingin ku beli," izin rain dengan wajah imutnya


" iya sayang tapi kau harus hati-hati"


rain bergegas menuju garasi samping mansionnya,, dia sudah sangat rindu naik mobil sendiri sudah 2 Minggu ini dia di antar supir terus.


...****************...


sreeet


"Ah sial ni mobil kenapa pake nyerempet motor orang segala " cicit rain sambil membuka pintu mobil dan menghampiri orang yang telah dia srempet


"oh my God,," Rain terkejut sambil menutup mulutnya


"hey kau tidak apa apa?" tanya rain sambil membantu berdiri seorang cowok yang rain srempet montor nya


" sorry aku benar benar tidak sengaja,tadi aku Ter buru buru "


"Its oke,no problem " jawab cowok tersebut sambil membuka helm nya


" oh my,,, sumpah ni cowok ganteng banget" gumam rain dengan mulut menganga


" hey kenapa loe malah bengong, bantuin gue lah " pinta cowok tersebut sambil memegang motornya yang ambruk


" oh iya" dengan sigap rain membantu cowok tersebut


" sekali lagi sorry,gue gak sengaja oh ya sebentar..." rain kembali ke mobilnya mengambil dompet di tasnya


"ini,,pergilah ke rumah sakit ,karena aku tidak bisa mengantarmu " rain menyodorkan uang beberapa lembar warna merah


cowok tersebut menyipitkan matanya..

__ADS_1


" terima kasih tidak perlu ,ini tidak apa apa" tolaknya dengan baik baik


" jika kau menolaknya,bagaimana caraku bertanggungjawab atas semua ini".


cowok itu tersenyum dan terlihat kedua lesung di pipinya


"oh tuhan,,, kenapa manis sekali" gumam rain dalam hati


" kau tak perlu bertanggung jawab apapun karena ini juga salahku yang mengendarai motor ku terlalu menengah "


cowok itu langsung melenggang pergi dari hadapan rain dan siap menancap kan gasnya


" tunggu siapa namamu?' teriak rain,kali ini dia harus beruntung setidaknya tau nama tu cowok


"Venus"


rain masih spechleess sampai tidak sadar kalau Venus sudah tidak ada di depannya,,


"ahh sial setidaknya aku berteriak namaku"


gumam rain sambil tersenyum


...ΩΩΩ...


"dimana sih rain masak jam segini dia belom nongol " tanya Elva kepada kedua temannya ,karena kalau khusus hari Senin Elva berangkatnya pagi dia tidak mau telat dan di hukum,


" jangan bilang dia telat bangun secara kan kemaren jam 12 kita baru landing " jawab vio


"gak mungkin deh si rain masih tidur pasti kan udah di bangunin sama pelayan pelayan nya" cicit Bella yang mulai khawatir dengan rain..


" gue telfon dari tadi gak di angkat pula" khawatir vio


bell masuk sudah berbunyi dan semua siswa sudah siap di lapangan sebentar lagi upacara akan di mulai.


vio,Bella Elva semakin khawatir dengan rain karena rain tidak seperti biasanya, kalaupun dia sakit pasti sudah ada surat izinnya sedangkan ini tanpa kabar Sama sekali.


Di Lain Tempat rain sedang menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi dia tidak mau telat, bisa malu nantinya ,, tapi untuk kali ini nasib rain benar benar sial.


karena kejadian tadi membuat nya terlambat ke sekolah,, bahkan dia tidak ikut upacara bendera.


"ahh sial,gimana caranya gue masuk kalau gerbangnya udah di tutup begini"


rain mondar mandir di depan gerbang,, dia tidak mungkin naik lewat pagar yang tingginya 3 meter,hanya ada satu kata "mustahil !!"


5 menit berlalu dan rain masih tetap di posisinya.

__ADS_1


__ADS_2