Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 75


__ADS_3

rain yang merasa di panggil ia langsung melangkah menuju ke depan di mana semua tatapan sekarang menuju ke arahnya, Tidak ada wajah takut atau apapun pada rain ia tahu ia salah, ketakutan hanya akan membawa masalah baru dalam hidupnya.


"gadis itu" batin Noah, laki laki yang melihat pertama kali rain saat di kantin Dan berani melawan Sisca.


"wow menarik, ini gadis yang itu kan?" tanya Sisca yang berdiri sedikit jauh dari Noah


"yes, ini kesempatan kita untuk membalasnya" jawab Higgins dengan senyum smirk nya


"kenapa kau telat?" tanya Noah dengan suara tegasnya


"maaf kak" ucap rain sedikit menundukkan kepalanya lalu menegakkan kembali dan menatap intens wajah noah


"tak ada pembelaan?" tanya Noah menyipitkan matanya


" jika ada apa di maaf kan?" tanya rain yang masih menatap intens wajah noah


"maybe" ucap Noah dengan alisnya terangkat sebelah


"kalau begitu tidak ada" ucap rain tanpa ada rasa takut sama sekali.


"menarik" batin Noah


teman teman Noah yang mendengar sedikit tersenyum karena gadis di depannya ini benar benar tidak takut.


"biar aku saja yang mengurusnya" ucap Sisca yang sudah berdiri di samping Noah


tanpa menunggu persetujuan teman temannya sisca langsung menghukum rain


"sebagai hukumannya sujud di kaki ku" ucap Sisca dengan arrogantnya Dan menjulurkan kakinya di depan rain


"sis.." ucap Noah terjeda


"Tidak ada aturan dalam ospek apabila telat hukumannya bersujud di kaki " ucap rain lantang dan malah di sambut tepuk tangan riuh dari peserta ospek lainnya.


Noah yang mendengar nya lagi lagi tersenyum tipis


"kau boleh kembali barisanmu" ucap Noah final


"thanks kak" ucap rain dan berbalik badan menuju barisannya.


Sisca dan Higgins semakin dongkol dengan tingkah rain yang sok pemberani.

__ADS_1


*


*


"Hay siapa namamu?" ucap cathrine Dan langsung duduk di samping rain


"rain" ucap rain datar Dan menegak minumannya


"kau tinggal di mana? sepertinya sedikit jauh dari kampus" ucap cathrine memancing rain


"hotel" ucap rain


"what, bukankah itu sangat mahal?" ucap cathrine sedikit terkejut


"mau bagaimana lagi aku masih mencari apartement atau penginapan tapi belum menemukannya" ucap rain sedikit lelah karena memang seminggu ini dia mencari tapi Tidak menemukan harga yang cocok


"kebetulan sekali, teman sekamarku sudah lulus kau bisa datang ke apartementku Dan kita bisa berbagi kamar " ucap cathrine


"kau serius?"


"yes, datanglah kapanpun,apartementku selalu terbuka" ucap cathrine Dan berdiri karena ia di panggil Sisca


"seperti nya dia baik tapi aku jadi kurang yakin" gumam rain Dan melihat cathrine pergi bersama Sisca


*


*


"aku tidak tahu Rezi " ucap Bella,


ya saat ini Bella yang menjadi sasaran Rezi, sudah seminggu ini Rezi face to face menanyakan keberadaan rain pada teman temannya


"kau jangan bohong Bella, dirimu yang kemungkinan bisa membantu rain, mengingat orang tuamu sangat kaya" ucap Rezi memicingkan matanya


"terserah kau Rezi, terakhir kami bertemu saat di mall beberapa waktu lalu,Dan itu pun kami berempat, harusnya yang kau tanya itu viona , karena dia yang terakhir kali melihat rain, bahkan kalian bisa bisanya mempunyai ide konyol itu" ucap Bella Tidak terima bisa bisanya ia di tuduh oleh Rezi , bahkan Bella sudah menghubungi beberapa kali tapi rain Tidak mengangkatnya.


"percuma saja" ucap Rezi memilih berdiri dan melanjutkan pencariannya.


*


*

__ADS_1


"Will kau kenal cathrine?" tanya rain memakai helm nya


"dia teman satu jurusan denganku" jawab Will dengan menslenger motor nya, karena motor butut Will sudah tidak bisa starter


"apa dia baik? dia menawarkan berbagi kamar apartement denganku tapi aku kurang yakin dengannya" ucap rain naik ke boncengan motor Will


"dia baik kok, hanya saja pergaulannya bebas, dia humble berteman dengan siapapun, tidak seperti Sisca"


"apa kau menerimanya?"


"sepertinya iya" ucap rain


rain menikmati angin sore yang menerpa rambut panjang nya,, entahlah Sampai saat ini ia sedikitpun belum bisa melupakan Rezi.


*


*


hari ini adalah ospek terakhir, setelah 3 hari yang lalu ia benar benar di kerjain habis habisan oleh Sisca dan Higgins, tapi tak mempermasalahkan itu toh masih di batas wajar maka rain siap melakukannya.


"heh kau sini" ucap Sisca dengan kedua tangannya bersedekap di dada


"ada apa?" ucap rain tanpa embel embel kak, khusus untuk sisca dan higgins,rain tidak mau menggilanya dengan sebutan kak, menurutnya panggilannya itu tidak pantas untuk kedua gadis yang berlalu seenaknya.


"selanjutnya kau, cepat ambil !!" ucap Higgins yang sudah membawa toples Dan dalamnya sudah ada gulungan kertas kecil tapi sayangnya kertas itu hanya tinggal satu dan rain Tidak bisa memilihnya seperti peserta yang lain, ia tahu pasti ini ulah mereka berdua.


"ayo cepat ambil, yang lain sudah melakukan tugasnya tinggal dirimu" ucap Sisca jengah, karena selain rain gadis pemberani Sisca akui rain sangat cantik bahkan cantiknya melebihi Sisca jadi Sisca iri melihat itu.


rain segera mengambil sisa kertas Yanga ada di toples Dan membacanya, ia mengerutkan keningnya lalu menatap Sisca.


"kenapa, cepat lakukan sekarang dan waktumu hanya 10 menit, jika kurun waktu 10 menit kau belum kembali di hadapanku maka kau akan terkena hukuman keliling lapangan 20x" ucap Sisca tersenyum sinis, ia sangat yakin kali ini rain Tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik mengingat bagaimana Noah yang sulit di dekati oleh gadis manapun,


iya, rain mendapat tugas mencari mahasiswa yang bernama Noah Drake Dan harus menciumnya, dan ia harus kembali dengan membawa bukti.


rain masih berdiri di tempatnya yang membuat Sisca dan Higgins heran.


"apa kau tak pernah berciuman sebelumnya?" tanya Sisca yang melihat rain Tidak beranjak dari tempatnya.


rain langsung berjalan santai meninggalkan Sisca dan Higgins, dari pada terus di sana yang membuat telinganya semakin panas.


bukan masalah ciuman itu yang membuat rain bingung dia jelas tahu bagaimana cara berciuman atau Hanya sekedar mencium, masalahnya adalah di saat hatinya masih ada Rezi bisakah dia sembarangan mencium laki laki lain? oh tentu tidak.

__ADS_1


"oke rain, tidak perlu pakai hati okee?" Gumam rain meyakinkan hatinya sendiri tidak mungkin juga ia menyerah dan menerima hukuman yang ada berat badannya akan turun drastis bagaimana tidak? keliling lapangan 3x saja pasti sudah ngos ngosan apalagi ini harus 20x, ia menatap nanar lapangan Yang ada di depannya membayangkannya saja sudah pusing.


__ADS_2