Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 38


__ADS_3

"Rezi Lo gila ya, Lo nyium gue di tempat umum" umpat rain menatap lekat wajah Rezi yang hanya berjarak 5 cm


"iya gue emang udah gila, gue gila nyariin loe dari semalem rain" ucap Rezi menatap mata rain,


rain tidak habis fikir dengan Rezi ia menetap sekilas ruangan yang di tempatinya, mata rain langsung melotot


dan ia langsung memeluk Rezi dengan sangat erat.


Rezi yang tiba tiba di peluk erat menyunggingkan senyum tipisnya ternyata semudah itu menaklukkan rain yaitu hanya dengan sebuah ciuman.


"Rezi loe bener bener gila cepetan bawa gue pergi dari sini" ucap rain sambil menangis histeris yang membuat Rezi bingung


"hey rain Lo kenapa?" ucap Rezi sambil melepas pelukannya tapi rain malah memeluknya erat


"cepet bawa gue pergi dari sini, gue lebih baik di cium di depan orang banyak daripada di cium di depan orang mati" teriak rain dengan matanya yang terpejam, karena sumpah demi apapun rain sangat takut, bisa bisanya Rezi membawanya masuk ke kamar mayat.


Rezi langsung melihat ke belakang nya ia sedikit kaget karena melihat begitu banyak mayat yang tertutup kain putih, ia segera membawa rain keluar sambil memeluknya erat karena rain menangis semakin keras.


****


lain halnya dengan Venus yang saat ini melihat kondisi ibunya semakin lemah, ia Tidak tahu apa yang harus di lakukannya karena saat ini Venus hanya memegang uang pas pasan yang cukup untuk makan beberapa bulan saja.


"ven" panggil Bu Santi dengan suara lemahnya


"ibu sudah sadar" Venus langsung memeluk ibunya dengan erat


"jelaskan pada ibu yang ibu dengar tadi nak" ucap Bu Santi lirih


"Venus akan menjelaskan semuanya tapi setelah ibu sembuh" ucap Venus memandang lekat wajah lemah ibunya


Bu Santi tersenyum lalu menggeleng


"sangat sulit ven karena sakit ibu ini bawaan dari kakekmu"


"ibu jangan bicara seperti itu,Venus yakin ibu bisa sembuh" ucap Venus lirih


"ceritakan lah nak, ibu yakin kau orang yang baik"


"baiklah Venus akan menceritakan semuanya tapi ibu harus janji setelah ini ibu jangan memikirkan apapun ibu hanya fokus dengan kesembuhan ibu saja" ucap Venus mengalah karena sudah ia tebak hari ini pasti akan terjadi.

__ADS_1


akhirnya Venus menceritakan semuanya dari awal memulai karir menjadi pembunuh bayaran hingga akhirnya ia bertemu rain, gadis yang akan menjadi Terget selanjutnya.


ibu Santi menahan air matanya ia Tidak ingin membuat Venus semakin sedih Bu Santi sadar karena dirinya lah Venus terpaksa melakukannya.


"maafkan ibu nak, karena ibu kamu melakukan itu semua"


ucap Bu Santi mengelus lembut lengan Venus


"Rain anak yang baik nak, kamu benar jika membatalkan misimu itu, dan ibu harap kamu berhenti melakukan pekerjaan itu berjanjilah pada ibu nak"


"Venus janji Bu" ucap Venus sungguh sungguh


...****************...


Rezi membawa rain berjalan sampai depan rumah sakit sambil memeluknya, sampai akhirnya mereka di hadang oleh beberapa orang


"berhenti" ucap beberapa orang yang sudah mengelilingi mereka


"mau di bawa kemana nona kami" ucap salah satu dari mereka yang ternyata adalah anak buah max, mereka mengira rain di culik rezi


Dan rain yang mendengar suara anak buah max langsung melepaskan pelukannya


"maaf non kami tidak bisa membiarkan anda pergi tanpa ada pengawalan" ucap salah satu dari mereka


"kalian itu menyusahkan saja, 1 orang saja yang mengikutiku, ayo zi" ucap rain sambil menarik tangan Rezi menuju ke parkiran rumah sakit.


rain tiba tiba berhenti Dan menghempaskan tangan Rezi karena ia baru sadar dari tadi menarik tangan Rezi.


" oh ya kenapa lo bisa ada di sini, lo ngikutin gue ya" ucap rain menatap wajah rezi


Rezi lagi lagi hanya diam dan menarik tangan rain membawanya masuk ke dalam mobilnya.


"Rezi Lo gak bisa seenaknya bawa gue, gue mau beli makanan buat kak Venus " ucap rain menyentuh lengan rezi Dan Rezi auto menginjak rem yang membuat rain sedikit terjungkal ke depan. tapi tiba tiba Rezi melajukan mobilnya lagi dan berhenti di resto terdekat.


"dasar kulkas emang deh bener bener, kalau dia gak tampan udah gue kucek kucek tuh mukanya" umpat rain yang hanya dalam hati dan ia langsung turun menuju resto


rain memilih privat room karena ia akan makan banyak pagi ini, ia sudah lapar dari tadi malam karena mie instan yang di buat Venus masih kurang.


dan Rezi hanya mengikuti rain dari belakang seperti bodyguard padahal ada 1 pengawal rain yang dari tadi mengikuti mereka Dan berhenti di luar karena ia tahu batasannya.

__ADS_1


rain memesan 3 porsi makanan, 2 untuk dirinya dan 1 untuk Rezi, dia tidak tahu apa kesukaan Rezi jadi rain memesankan yang sama saja karena dari tadi Rezi hanya diam memandanginya Dan rain tidak mau ambil pusing dan banyak tanya percuma saja karena Rezi pastinya hanya diam seperti patung.


Rain malu jika di lihat orang jika harus makan di meja biasa apa di kata cewek secantik rain makan seperti kuda Nil, dia harus menjaga image nya .


"semalam kemana, kenapa pergi dari apartement?" tanya Rezi setelah rain selesai makan dan itu berhasil membuat rain batuk batuk dan Rezi segera menghampirinya dan memukul pelan tengkuk rain.


rain baru sadar kalau semalam kabur dari apartement Rezi karena ia terlalu malu setelah mencium Rezi.


setelah batuknya reda rezi duduk di samping rain


"Hemm Hem.." Rain bingung harus menjawab apa yang membuat Rezi menyipitkan matanya menunggu jawaban rain


"aku mencarimu di sepanjang jalan, aku takut jika kau kenapa kenapa, saat mencarimu aku malah menemukan Elva tak sadarkan diri di pinggir jalan karena ia di serempet mobil yang tidak di kenal" jawab Rezi panjang lebar sambil menatap wajah rain


"Elva kenapa bisa, lalu bagaimana di sekarang" tanya rain dengan kaget ,rain menduga mobil yang mengikuti Elva adalah suruhan orang yang sama yang mengikutinya.


"jawab dulu pertanyaan ku semalam kau kemana Dan kenapa pergi dari apartementku apa kau tidak berfikir bahwa itu sangat bahaya" ucap Rezi dengan tatapan mengintimidasinya,


"aku di rumah kak Venus, Dan kenapa aku pergi dari apartement mu harusnya kau sudah tahu apa jawabannya" jawab rain mengalihkan pandangan dari Rezi karena jujur saat ini jantung rain benar benar tidak aman.


"love you to Raina" ucap Rezi sambil menangkup wajah rain dan mengecup bibirnya sekilas


rain spechless dengan apa yang di lakukan Rezi, karena ternyata cintanya Tidak bertepuk sebelah tangan, tapi saat ini yang di fikirkan rain adalah ia Tidak mungkin menjalin hubungan di saat keadaan keluarga nya terancam ia Tidak mau nyawa Rezi dalam bahaya.


" sorry zi sepertinya lo salah faham, semalam gue reflek mengatakannya Dan gue mengatakan itu bukan hanya Sama lo saja gue juga pernah mengatakannya pada max" ucap rain ia benar benar ingin menjaga Rezi, Rezi Tidak percaya dengan perkataan rain ia tahu bahwa rain hanya bohong


"apa lo mengatakannya sambil mencium max?" ucap Rezi yang masih setia menatap wajah rain


"a.. aku......"


Cup


Rezi mencium lembut bibir rain sebelum selesai melanjutkan kata katanya, Rezi tahu rain Tidak mungkin mencium max Rezi yakin ia adalah orang pertama yang merasakan manisnya bibir rain karena pertama kali rain menciumnya sangatlah kaku.


cukup lama Rezi mencium rain Dan rain Sama sekali tidak berontak karena jujur saja rain tidak bisa membohongi perasaannya saat ini.


Rezi menyudahi ciumannya dan menatap lekat wajah rain


"jangan pernah membohongiku rain" ucap Rezi

__ADS_1


__ADS_2