
Rezi menepuk pelan lengan rain, tapi rain malah memegang tangan Rezi
"mom please 5 menit lagi yaa" ucap rain tetap terpejam sambil memegang tangan Rezi
"aku bukan ibumu rain" ucap Rezi berusaha lepas dari tangan rain tapi rain malah memegang nya dengan erat.
"mom temani aku tidur sebentar ya, aku sangat rindu padamu mom" rain menarik dengan keras tangan Rezi, Rezi yang tidak siap dengan tarikan rain dia terjatuh di atas tubuh rain Dan rain malah semakin erat memeluknya.
"rain gue Rezi bukan ibumu" ucap Rezi berusaha berdiri dari atas tubuh rain karena ia sudah merasakan panas dingin di tubuhnya.
"tidak mungkin si kulkas,karna cowok kulkas itu sangat dingin sedangkan ini sangat hangat mom" ucap rain lebih erat memeluk Rezi, Rezi yang berada di atas tubuh rain semakin frustasi, ia melihat dengan sangat dekat wajah rain yang natural tanpa make up tidur dengan pulasnya
entah godaan dari mana, Rezi menyentuh bibir ranum rain dengan jari telunjuknya, ia memajukan wajahnya
Cup
rezi mengecup sekilas bibir rain, ia menyunggingkan senyumnya, "sorry rain" ucap Rezi memejamkan matanya dan ikut terlelap bersama rain karena rain tetap memeluknya dengan erat.
rain semakin erat memeluk Rezi, ia mengerjap dan menguap, rain mengedipkan matanya berkali kali karena ia melihat wajah Rezi tepat di depan wajahnya sedangkan tangannya masih memeluk erat tubuh Rezi.
ia menepukkan pipinya ber kali kali dan merasakan sakit
"oh ya Tuhan,, apa yang ku lakukan semalam bersama kulkas?" gumam rain yang baru tersadar bahwa itu bukanlah mimpi.
"haaaaaa" teriak rain dengan sangat kencang karena bisa bisa nya dia tidur seranjang dengan laki laki.
Rezi yang mendengar teriakan rain langsung membuka matanya menatap rain sekilas dan dengan santuy nya turun dari ranjang.
"heh kulkas apa yang kau lakukan padaku semalam" ucap rain sambil membuka selimutnya untuk memastikan sesuatu
"oh syukur lah" gumam rain lirih, Rezi yang mendengarnya tersenyum sinis dan berjalan ke arah pintu.
" hey kulkas loe mau kemana, kenapa bisa di kamarku" teriak rain karena melihat Rezi semakin jauh darinya
" perlu aku ralat ini kamarku bukan kamarmu" jawab Rezi sambil berbalik menghadap rain.
__ADS_1
rain baru tersadar kalau dia menginap di rumah Rezi
"tapi kenapa loe bisa seranjang sama gue"
"gue yang harusnya tanya kenapa loe bisa pakai kamar ini kenapa gak pake kamar tamu?" tanya Rezi dengan tatapan intimidasinya dan berjalan ke arah rain.
rain yang di tatap malah salah tingkah karena ia tahu ia salah.
"hmm sorry ya zy,, gue kemaren mau turun ke bawah tapi males terus gue lihat kamar ini kosong akhirnya gue pake deh" jawab rain dengan cengar cengir karena sebenarnya ia takut dengan tatapan Rezi apalagi ia sudah berada di dekat ranjangnya.
" gue gak rusakin barang barang loe kok, gue cuma pinjam ini doang" jawab rain dengan membuka selimutnya dan menunjukkan Hem yang ia pakai.
glek.
Rezi menelan susah salivanya, karena ia melihat tubuh bagian atas rain yang menerawang.
"loe pake aja dan jangan pernah masuk ke kamar ini lagi" ucap Rezi sambil mengalihkan pandangannya Dan segera pergi dari hadapan rain.
setalah kepergian Rezi, rain hanya diam karena ia merasa bersalah,, akhirnya ia memutuskan untuk segera pulang daripada membuat Rezi semakin marah.
"Mau kemana?" ucap Rezi dengan mengerutkan dahinya karena ia melihat rain mengendap ngendap seperti maling
Rezi semakin mengernyitkan dahinya karena rain malah berjalan ke arahnya Dan mengambil afron yang ada di gantungan.
"mau ngapain?"
"mau bantuin loe, ya itung itung permintaan maaf gue zy" ucap rain sambil mengambil pisau yang ada di meja.
Rezi terlihat cuek dan mengalihkan tatapannya karena rain masih memakai Hem yang terlihat menerawang, Rezi memilih melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, ia mengambil 3 butir telur dan mengocoknya di mangkok.
rain hanya diam dengan tangan yang masih memegang pisau.
"hemm, zy biar gue aja yang masak ya" sambil menaruh pisaunya dan mengambil kocokan telur rezy
"emang bisa? tanya Rezi dengan mengeryitkan dahinya
__ADS_1
" cuma goreng telur bisa kali" jawab Rain enteng
"belum gue kasih bumbu telurnya " ucap Rezi sambil melepas afronnya dan berjalan menuju meja makan.
setelah 10 menit makanan sudah siap, Rezi Dan rain menikmati nasi goreng sederhana yang di masak Rezi dan telur dadar yang di buat rain.
"uhuk uhuk,, " Rezi terbatuk Dan rain secepat kilat mengambilkan minum dan menepuk pelan tengkuk Rezi.
"kenapa rasanya seperti ini rain?" tanya Rezi setelah batuknya reda
"apa tidak enak ?" tanya rain Dan segera mencoba telur buatannya
"menurutmu?" tanya Rezi dengan geleng geleng dan segera menghabiskan nasinya.
"kalau tidak mau makan,biar punyamu gue makan aja" jawab rain sambil mengambil telur yang ada di piring rezi,
Rezi di buat melongo karena pasalnya telur yang di masak rain rasanya tidak karuan, sangat asin dan manis, belum lagi terasa pedas mericanya.
"loe pasti tau rasanya gimana, tapi kenapa masih mau memakannya" tanya Rezi dengan bingung
"kita tidak boleh buang buang makanan zy karena di luar sana banyak orang yang belum makan bahkan mereka tidak makan" jawab rain sesegera mungkin menguyah cepat telur nya karena ia sebenarnya tidak tahan dengan rasanya Dan secepat kilat ia menghabiskan minumnya.
Rezi hanya terdiam, dan ia baru tau sosok lain dari rain. tanpa ia tahu bahwa rain baru saja belajar semua itu tadi malam ketika bersama Venus.
"oke gue mau pamit pulang dulu zy, sorry gue udah pake kamar pribadi loe dan thanks ya udah di bolehin nginep di sini" ucap rain dengan menatap wajah Rezi
"loe mau pulang dengan pakaian seperti itu?" tatap Rezi ke arah rain,karena ia masih memakai Hem putih miliknya.
"oh ini, ntar gue ganti, baju gue ketinggalan di mobil, ya udah thanks ya besok gue balikin baju loe" ucap rain sambil melangkah pergi. dan Rezi hanya terdiam tanpa mengantar rain ke depan.
...----------------...
Rain segera pulang ke mansionnya karena hari ini dia ada janji dengan stave akan pergi mengunjungi makam Nadya, ia menuju kamarnya segera mandi dan bersiap secepat mungkin, karena tidak ingin membuat daddynya menunggu.
"dad sudah lama menunggu ku" ucap rain sambil mencium kedua pipi stave
__ADS_1
"baru saja sayang, ayo kita berangkat"
mereka berdua berangkat menuju pemakaman umum tapi rain berhenti sebentar di toko bunga, ia membeli bunga mawar merah kesukaan Nadya dan membeli bunga violet kesukaan Kakaknya yang sesuai dengan namanya.