Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 22


__ADS_3

Rezi tersenyum Dan geleng geleng kepala melihat tingkah rain yang bermain main seperti anak kecil, terkadang dia mencipratkan air kolam kadang pula meniupnya


"hey anak muda,kau belum cerita apapun pada kakekmu ini" Robert tiba tiba berada di belakang rezi sambil menepuk pelan pundak rezi


"kakek bikin aku jantungan saja" jawab Rezi sambil mengelus dadanya


" bagaimana?" tanya Robert dengan ambigu


"apanya?"


" cantik tidak?" tanya Robert dengan menggoda


" what ,,?" tanya Rezi dengan terkejut


" kau kenapa malah seperti itu"


"kakek sangat aneh, jelas lah cantik dia itu masuk spesies perempuan" jawab rezi sambil berlalu dan duduk di sofa ruang keluarga


Robert tersenyum bisa bisa nya Rezi berkata spesies seperti hewan saja.


"setelah kau ujian nanti ,kakek membebaskanmu, carilah wanita yang tepat dalam hidupmu Rezi"


ucap Robert dengan penuh penekanan.


"maksud kakek ?" tanya Rezi dengan mengernyitkan dahinya


" aku tidak ingin kau salah mencintai wanita dan berakhir mengenaskan seperti Daddy mu yang bodoh itu"


Rezi terdiam karena ia tidak tahu bagaimana kisah cinta Daddy nya


" setelah kau ujian nanti kakek akan menceritakan semua yang terjadi pada David" ucap Robert sambil berlalu dan menuju kamarnya


Rezi hanya terdiam mencerna semua kata kata Robert.

__ADS_1


"apa mungkin yang terjadi pada malam itu di sebabkan oleh wanita?" gumam Rezi yang hanya di dengar olehnya dan segera ia melangkah turun ke dapur untuk mengambil minuman dingin.


Rain masih asik bermain dengan air kolam, dan sesekali ia berbalas pesan dengan sky, sudah beberapa hari ini dia tidak bertemu sky, kalau di tanya apakah rain rindu? jawabannya tidak, karena tetap sama sampai saat ini perasaan rain masih berada di tahap suka belum cinta. malam Minggu nanti ia akan dinner bersama sky dan itu adalah Nge date pertama mereka setelah 3 Minggu jadian.


...----------------...


pagi pagi sekali Rain sudah siap Dan akan pulang ke mansion nya,dia tidak enak jika terlalu lama di rumah Rezi apalagi ada Robert yang begitu baik padanya yang membuat rain semakin sungkan. rain celingak celinguk mencari Rezi yang belum kelihatan batang hidungnya,


"apa mungkin dia belum bangun ya" batin rain sambil melangkah menuju ke kamar atas, rain melihat jam di pergelangan tangannya masih menunjukkan jam 5 pagi Dan ia segera mengetuk pintu kamar yang ia duga adalah kamarnya Rezi. lama ia menunggu Dan tidak ada tanda tanda kehidupan, ia mengetuk kembali Dan tetap sama, rain coba memutar gagangnya dan ternyata tidak di kunci.


Rain melihat ke sisi ranjang dan ternyata Rezi masih tertidur ia berinisiatif membangunkan Rezi berpamit dengannya dan ingin segera pulang karena ia belum mempersiapkan jadwal hari ini. tapi ia urungkan niat tersebut Dan berbalik badan,rain kaget yang ternyata sudah ada Robert di depan pintu dengan wajah tersenyum.


" kau bangunkan saja tidak apa apa rain" ucap Robert


rain segera menghampiri Robert


"tidak usah kek, kasihan kulkas, dia tidurnya nyenyak sekali, aku hanya ingin pamit ingin pulang sekarang "


" kenapa pagi pagi sekali, sarapan dulu di sini"


"kakek akan mengantarmu sampai depan"


"baik lah"


Rain melambaikan tangannya ke Robert dan segera melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah dan dari cendela atas Sepasang mata memandang interaksi manusia berbeda usia itu,


"mereka seperti sugar Daddy dan sugar baby " gumam Rezi tersenyum dan menggelengkan kepalanya,


...****************...


Rain Sampai di rumahnya pukul 05.45 ia segera menyiapkan keperluan sekolahnya, dan berbalas pesan di grup REVBEE nya, ia tidak menyangka bahwa yang melaporkannya adalah Alexa,cewek yang dulu di kenalnya sangat pendiam dan cenderung cuek dengan apapun,tapi sekarang? sepertinya Alexa sudah sangat berubah, dan Rain terharu kepada ketiga teman temannya yang rela di hukum karena adu mulut dengan Alexa yang semata mata tidak terima bahwa dirinya di hukum.


rain akan membalas perbuatan Alexa tapi bukan karena masalah melaporkannya tapi karena Alexa membuat ketiga temannya di hukum.

__ADS_1


hari ini tidak seperti biasa,rain harus sarapan sendiri karena stave masih di singapura Dan aunty nya pun masih berada di luar kota, Rain berangkat lebih pagi dari biasanya dia ingin cepat bertemu dengan teman temannya,


sesampai di sekolah hanya bertemu dengan vio Dan Bella karena seperti biasa elva yang datangnya mepet dengan bel masuk, rain asik bercerita di taman sekolah nya, tiba tiba ia berhenti dan menatap tajam ke arah seseorang yang menatap dirinya dari kejauhan, vio Dan Bella yang melihat expresi rain langsung mengikuti arah tatapan rain


" mau loe apain tuh anak?" tanya vio dengan geram karena Alexa benar benar tidak takut sama sekali.


" gue akan kasih dia pelajaran tapi gak sekarang" jawab rain dengan senyum sinisnya


"then?"


" setelah ujian nanti"


"kelamaan rain, mending sekarang aja, masih ada 15 menit lumayan kan buat dia bonyok" hasut Bella dengan menatap ke arah rain.


" no, gue gak mau di hukum lagi gara gara dia, gue akan lakukan itu di luar jam sekolah " jawab rain dengan tatapan membunuhnya, dan Alexa memutus pandangan mereka,ia memilih pergi karena ia tahu ini bukan saatnya,


dan di saat bersamaan Rezi yang baru datang dan memarkir mobilnya ia lewat depan gengnya rain,


seperti biasa wajah datar, dingin dan tatapan lurus ke depan.


"tuh cowok kenapa kembali ke mode kulkas" batin rain dengan mengerutkan dahinya


" gue heran deh sama Rezi,makin hari makin jutek banget dia" celetuk Elva yang tiba tiba muncul di antara mereka


" woi sejak kapan loe di sini" tanya vio yang heran dengan elva


" baru aja"


" ya udah yuk masuk" ajak rain sambil berdiri dan melangkahkan kakinya


" aah gak asik kalian mau gue ajak ghibah malah pergi" sungut elva sambil melangkah mengikuti teman temannya


" makanya kalau mau gosip itu berangkatnya harus pagi pagi" jawab Bella dengan jengah

__ADS_1


dan Elva hanya memanyunkan bibirnya.


__ADS_2