Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 51


__ADS_3

"ow ow ow kau ternyata sangat bar bar sekali Raina, kakek kira kau sangat halus dan polos" ucap Robert semakin mendekat ke arah rain tapi rain memundurkan langkahnya menjaga jarak dari Robert


" stave stave, aku sangat kasihan padamu, anakmu sendiri justru ingin membunuhmu, Rezi adalah anakmu, anak yang di culik David di rumah sakit yang masih berumur 2 hari,Anak laki laki yang kau cari selama 18 tahun ini" ucap Robert tersenyum


"Rezi Tidak mungkin kak albian kakek tua" umpat rain menggelengkan kepalanya cepat


Rasanya tidak mungkin ia yang Selama ini menjalin kasih dengan Rezi yang ternyata adalah kakak kandungnya sendiri, Rain semakin menggelengkan kepalanya ketika teringat cerita Rezi bahwa dirinya pernah stress Sampai tidak sekolah 1 tahun karena di tinggal ayahnya,mengingat hal itu membuat rain semakin berkaca kaca dan meneteskan air matanya karena hal itu memperkuat perkataan Robert bahwa Rezi mungkin adalah albian kakaknya.


"kalian bisa lakukan test DNA jika tidak percaya kata kata ku, tapi sebelum itu.." Robert menggantung kata katanya dan tersenyum dan tanpa di sadari mereka Robert mengeluarkan sesuatu dalam sakunya


"enyahlah kau stave" ucap Robert


dor


dor


2 kali tembakan mengarah ke arah stave, tapi Rain berlari melindungi Daddy nya, sehingga rain lah yang terkena tembakan tepat di perut nya.


"putriku" teriak stave memeluk rain


"Rain" ucap Rezi menghampiri rain.


Rain dengan sisa tenaganya mengeluarkan pistol dari sakunya Dan menembak Robert, sayangnya rain yang merasakan sakit di perutnya membuat dirinya kurang fokus dan tembakannya hanya mengenai tangan Robert yang membuat pistolnya terjatuh,


"fuckk" umpat Robert yang akan mengambil pistolnya kembali tapi secepat kilat Rezi berlari dan menendang pistol Robert.


dor


dor


max Dan venus langsung memberondong peluru ke arah Robert, dan seketika membuat Robert tumbang dengan darah mengucur dari bagian dada dan perutnya.


"dad akhirnya aku menemukanmu" ucap rain tersenyum di pelukan stave


"bertahanlah sayang, putriku pasti kuat" ucap stave yang akan berdiri menggendong Rain


"biar aku saja" ucap Rezi mengambil rain yang berada di dekapan stave, Rezi tahu stave sangat lemah saat ini dan stave memberikannya karena ia saat ini tahu bahwa Rezi adalah anak yang di cari selama ini.


"selamatkan adikmu albian" ucap stave berkaca kaca,karena akhirnya ia bertemu dengan anak yang di carinya selama ini.


dan Rezi memilih berdiri dan Tidak menjawab perkataan stave.

__ADS_1


"rain bertahanlah, jangan tutup matamu" ucap Rezi menggendong rain dan menuju lantai bawah


max langsung memapah stave agar lebih cepat berjalan, Dan Venus mengikuti rain dari belakang.


" aku bukanlah Adikmu" tatap rain sendu memandang wajah Rezi


"jangan bahas itu, bertahanlah" ucap Rezi masuk ke dalam mobil Dan Venus melajukan cepat mobilnya menuju rumah sakit terdekat


rain Hanya tersenyum tipis memandang wajah Rezi yang ada di atasnya


"kau tetap Rezi bukan kak albian" ucap rain lagi


" Rain jangan tutup matamu" ucap Rezi mengusap lembut pipi rain karena tatapan rain semakin sendu.


"Venus apa masih lama?" tanya Rezi karena sudah 10 menit perjalanan belum juga menemukan rumah sakit


"di GPS kurang lebih 5 menit lagi" jawab Venus yang menambah kecepatan mobilnya


" rain buka matamu rain" Rezi mencoba membangunkan rain, tapi rain sudah terpejam.


"Venus lebih cepat, rain sudah tidak sadarkan diri" perintah Rezi


Rezi membuka jaket yang di pakai rain, dan melihat lukanya, Rezi semakin khawatir karena lukanya cukup dalam dan juga rain sudah tidak sadarkan diri.


"maaf silahkan tunggu di luar " cegah perawat tersebut pada Rezi yang ingin masuk ke ruangan.


Rezi max dan Venus menunggu di luar, stave juga masih di obati dokter karena luka di wajah Dan perutnya lumayan parah


"zi sebaiknya obati luka lo juga" ucap Venus yang melihat lebam lebam wajah Rezi


Rezi diam tak bergeming tak mengindahkan ucapan Venus, karena fikirannya saat ini sudah tidak karuan.


"bisa bisanya rain jatuh cinta pada pria datar kayak papan setrikaan Dan dingin kayak es balok,


entahlah setelah ini bagaimana hubungan mereka jika memang benar mereka adalah saudara kandung" ucap venus dalam hati.


Rezi mondar mandir menunggu dokter keluar karena sudah hampir setengah jam dokter tak kunjung keluar.


"bagaimana keadaannya dok?" tanya Rezi ketika dokter baru saja keluar


"pelurunya sudah berhasil di keluarkan Dan pasien sudah melewati masa kritis tapi kehilangan banyak darah sedangkan stok darah di rumah sakit tinggal sedikit jika harus menunggu itu butuh waktu 3 hari lebih karena rumah sakit ini jauh dari rumah sakit kota"

__ADS_1


"darahnya apa dok?"


"darahnya O"


"cepat ambil darahku " ucap Rezi antusias, karena ternyata darahnya sama dengan Rain


"kita lakukan cek darah dulu untuk memastikan bahwa darah anda bisa di donorkan karena meskipun cocok belum tentu tubuh pasien menerimanya,silahkan ikuti saya"


Rezi melangkah mengikuti dokter ke sebuah ruangan.


"sepertinya akan ada hal besar yang akan terjadi" ucap Venus setelah mendengar bahwa darah Rezi sama dengan darah Rain dan hal itu akan memperkuat bahwa mereka adalah saudara kandung.


max yang mendengar ucapan Venus memilih diam dan melangkah meninggalkan Venus.


" bisa bisanya ada laki laki seperti itu" ucap Venus menggelengkan kepalanya dan ia memilih masuk melihat keadaan rain.


*


*


*


"bagaimana keadaan tuan" ucap max ketika berada di samping ranjang stave


"aku baik max, bagaimana dengan putri ku?" tanya stave pada max


lalu stave Menceritakan bagaimana kondisi rain saat ini dan Rezi yang akan mendonorkan darahnya.


"bagus lah semoga rain dan Rezi bisa menerima kenyataan bahwa mereka adalah saudara" ucap stave sendu karena ia tidak yakin jika Rain bisa menerimanya mengingat sifat rain yang sangat keras kepala.


"apa tuan percaya dengan laki laki tua itu?" tanya max menatap tajam ke arah stave


"entahlah, aku cukup senang jika benar adalah Rezi putraku karena aku sudah menunggunya selama ini,untuk itu cepat lakukan test DNA antara aku dan Rezi" perintah stave yang di jawab anggukan oleh max


"bawa aku ke tempat rain" perintah max


"anda sebaiknya istirahat dulu tuan, Nona Rain masih menunggu Rezi yang sedang periksa" ucap max


"Baiklah,kabari aku jika rain sudah bisa di jenguk" ucap stave


"Baik tuan saya permisi dulu" ucap max undur diri

__ADS_1


max segera menelpon rumah sakit internasional Singapura untuk membuat janji dengan dokter, max Tidak mungkin melakukan test DNA di rumah sakit kecil yang data keamanan dan keakuratannya kurang terjamin.


__ADS_2