Crazy Love Rain

Crazy Love Rain
Bab 59


__ADS_3

Venus membawa Rain ke sebuah taman yang ada di depan mall. rain menceritakan semua masalahnya pada Venus, ia menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupinya sama sekali termasuk saat dirinya memasukkan obat perangsang pada kopi Rezi.


"sekarang bagaimana perasaanmu" hanya sebuah pertanyaan yang terlontar dari bibir Venus ia ingin tahu bagaimana perasaan rain setelah kejadian ini, Venus Tidak bisa menyalahkan rain yang ada pasti tambah terpuruk, meskipun yang salah di sini sebenarnya adalah rain sendiri.


"aku akan berusaha melupakannya kak, aku akan pergi" ucap rain lirih


"kau akan pergi?" tanya Venus mengerutkan dahinya


"aku akan pergi dari hidup Rezi" jawab rain tersenyum


"itu sepertinya lebih baik untukmu rain, dan semoga kamu cepat mendapatkan penggantinya" ucap Venus tulus


"aku sangat lega bisa mengeluarkan semua isi hatiku kak, selama ini aku memendamnya sendiri" ucap rain menatap wajah Venus


"datanglah padaku,aku selalu ada untukmu rain" ucap Venus Dan memeluk rain, rain tersenyum ia sangat bersyukur bisa mengenal Venus, sosok laki laki yang baik hati meskipun awalnya adalah ingin membunuh dirinya.


Rezi melihat interaksi Venus Dan rain dari kejauhan, ia mengepalkan erat tangannya.


"aku sangat cemburu rain melihatmu bersama venus, tapi ini adalah yang terbaik untuk kita" ucap Rezi dan memilih pergi dari tempatnya.


Venus berinisiatif mengajak rain masuk ke mall lagi untuk menemani dirinya bertemu seseorang dan rain pun mau hitung hitung bisa sedikit melupakan kejadian yang baru saja alaminya.


"memangnya kak Venus mau bertemu dengan siapa?" tanya rain ketika mereka baru memasuki mall


"nanti kau akan tahu sendiri " ucap Venus tersenyum,


Venus langsung menuju restoran cepat saji yang ada di mall tersebut.


"kau mau pesan apa, nanti aku yang traktir?" ucap Venus membuyarkan lamunan rain, ia tahu rain masih teringat dengan kejadian tadi.

__ADS_1


"terserah kak Venus saja" ucap Rain.


setelah beberapa menit makanan yang di pesan Venus akhirnya datang juga.


"kak kenapa kau pesan makanan sebanyak ini, apa temanmu yang datang banyak? tanya rain sambil menatap makanan yang ada di depannya


"tidak, kamu pasti kehilangan banyak tenaga setelah menangis tadi, makanlah agar tenagamu kembali lagi" ucap Venus mengelus pucuk rambut rain dan rain tersenyum mendengar alasan Venus,


Andai rain bisa memilih pada siapa hatinya berlabuh maka dia akan memilih sosok pria tampan dan manis yang ada di depannya saat ini, tapi apalah daya ternyata cintanya hanya untuk Rezi seorang, pria tampan dan dingin yang dulu membuatnya naik darah setiap bertemu dengannya.


Rain memakan lahap makanan yang di depannya, benar kata Venus ia memang banyak kehilangan tenaga saat menangis tadi.


"Hay kau sudah menunggu lama?" ucap seorang wanita cantik pada Venus dan wanita itu langsung duduk di samping venus yang membuat rain langsung menghentikan makannya.


"kau wanita itu kan?" belum sempat Venus menjawab pertanyaan Cathlen tapi ia sudah melemparkan pertanyaan pada rain.


Rain yang melihat wanita itu yang ia duga adalah teman Venus langsung mengunyah cepat dan menegak minumannya hingga habis bahkan rain bersendawa dengan keras hingga membuat Venus tersenyum karena baru pertama kali melihat rain tidak malu meskipun dia perempuan tapi lain halnya dengan cathlen ia merasa wanita di depannya ini sangat menjijikkan belum lagi peristiwa di toilet beberapa hari lalu yang membuatnya bergedik ngeri ketika mengingat tingkah bar barnya.


"iya kau mengenal rain?" tanya Venus karena cathlen malah diam


"lupakan saja pertanyaanku tadi, bagaiman ven? ucap cathlen yang memilih berbicara pada Venus saja karena menurutnya ia lebih baik menghindari rain,wanita mengerikan itu.


Rain yang melihat sikap cathlen yang tampak acuh ia segera meneruskan makannya yang sempat terjeda karena kedatangannya


"mana ku lihat sampai mana kau mengerjakannya?" ucap Venus dan cathlen segera membuka laptopnya dan di berikan pada Venus.


meskipun sedang asik makan, Rain juga menyimak apa yang di bicarakan oleh Venus dan cathlen, Rain sekarang tahu cathlen salah satu mahasiswi yang menggunakan jasa venus. di sini cathlen kesulitan mengerjakan skripsinya tapi ia tetap berusaha Dan Tidak sepenuhnya menyuruh Venus membuatnya.


tak terasa hampir satu jam cathlen dan Venus mengerjakan nya hingga membuat rain menguap karena setelah menghabiskan semua makanan dan minumannya ia sekarang merasa ngantuk.

__ADS_1


"apa kau bosan?" tanya Venus ketika melihat rain menguap beberapa kali


"Tidak aku hanya mengantuk kak setelah menghabiskan semuanya" ucap rain yang membuat cathlen langsung melihat rain, ia merasa terkejut bisa bisanya selain mengerikan Dan menjijikkan ternyata gadis di depannya ini juga sangat Rakus.


"apa dia adikmu?" tanya cathlen menatap Venus tapi Venus hanya tersenyum


Dan Rain memilih acuh pada pertanyaan Cathlen karena menurutnya sangatlah tidak penting.


setelah sepuluh menit akhirnya Venus Dan cathlen selesai,


"kau tidak makan dulu" ucap Venus yang melihat cathlen seperti akan pergi


"maaf Venus, aku tidak nafsu makan" ucap cathlen sambil menatao ke arah rain, Venus yang melihat tatapan cathlen pada rain mengerutkan keningnya


"Apa kalian saling kenal? kenapa sepertinya kau mengindari rain Cath? tanya Venus mendelik menatap cathlen


"aku tidak mengenalnya" ucap rain dan cathlen bersamaan lalu mereka saling pandang, beberapa detik kemudian rain mengingat siapa cathlen, dia adalah wanita yang ada di toilet saat itu.


"oh aku mengingatmu sekarang, kau wanita yang saat itu menggangguku di toilet" ucap rain tanpa dosa padahal dia lah yang saat itu membuat gaduh dan mengganggu kenyamanan toilet.


"apa aku tidak salah dengar? dasar wanita mengerikan" ucap cathlen lalu berdiri


" Ven aku balik dulu, hati hati dengan wanita itu" ucap cathlen dan segera berjalan cepat meninggalkan venus sebelum rain mengamuk seperti yang ia lihat di toilet.


"hey kau dasar wanita Tidak tahu diri" umpat rain sambil berdiri dan akan mengejar cathlen tapi Venus menahan pergelangan nya


"sudah lah rain,kalian Hanya salah faham" ucap Venus menenangkan rain karena ia sekarang tahu kenapa cathlen dan rain seperti itu.


" awas saja jika aku bertemu dengannya lagi akan ku tonjok wajahnya itu bisa bisanya mengataiku wanita mengerikan memangnya seanggun apa dirinya itu, dia belum merasakan bagaimana rasanya patah hati lihat saja jika saat itu tiba dan aku melihatnya aku akan benar benar menertawakannya " dumel rain Dan hanya di jawab senyuman oleh Venus.

__ADS_1


Rain Akhirnya memilih di Antar Venus menggunakan motornya, karena sepertinya naik motor lebih seru itung itung patah hatinya bisa berkurang karena terkena hembusan angin jalanan."ada ada saja memang si rain" batin Venus ketika mendengar alasan rain.


__ADS_2